Anda di halaman 1dari 1

MEDAN PERJALANAN YANG BERWARNA-WARNI

Dari Binjai mobil bergerak menyusuri jalan raya Medan-Banda Aceh, melewati Kota
Stabat, ibukota Kab. Langkat. Selepas Stabat, kira-kira 6 km, kami berbelok di m
asuk ke kiri di sebuah pertigaan, simpang Beringin namanya, menuju kea rah Sawit
Seberang-Padang Tualang. Dari situ jalan menjadi lebih sempit tetapi masih luma
yan bagus. Hanya agak terganggu karena sering berpapasan dengan truk sawit dan t
ruk pasir.
Medan perjalanan
Setelah melewati Padang Tualang, Tanjung Selamat dan Batang Serangan jalan mulai
tambah menyempit. Dan setelah 30 km dari Simpang Beringin jalan aspal berubah m
enjadi jalan eks-aspal. Banyak berbatu-batunya daripada aspalnya. Terlebih lagi
diperparah dengan hujan deras yang turun tadi malam membuat lubang-lubang air di
sepanjang jalan. Beberapa jembatan juga sempit dan cukup berbahaya, sementara t
ruk besar dan bus besar jurusan Medan-Sawit Seberang juga masih sering bersirob
ok sewaktu-waktu. Pokoknya harus hati-hati lah.
2 km sebelum sampai Sawit Seberang, tiba-tiba jalan berubah
meski sempit. Dan begitu menyeberang jembatan memasuki Kota
rang, kondisi jalan langsung terjun bebas lagi. Malah lebih
yang dipenuhi air jalan di daerah kota kecamatan itu malah
kai untuk memelihara ikan lele, saking besar dan dalamnya.

menjadi aspal mulus


Kecamatan Sawit Sebe
parah. Lubang-lubang
sepertinya bisa dipa

1 km kemudian jalan pun memasuki kawasan perkebunan sawit Kuala Sawit miliknya P
TP Nusantara II. Jalan berubah menjadi jalan utama khas kebun sawit. Berbatu ker
ikil dan lurus-lurus. Di beberapa titik masih terdapat lubang-lubang dan jembata
n-jembatan kecil yang perlu diwaspadai. Dan yang perlu diperhatikan juga adalah
banyaknya titik persimpangan jalan di dalam kawasan kebun yang berates-ratus hek
tar luasnya itu. Kuncinya adalah ikuti saja tiang-tiang jaringan kabel listrik P
LN di tepi jalan. Soalnya dari sejak masuk jalan raya Medan-Banda Aceh tadi tak
Nampak satupun petunjuk arah menuju ke kawasan Tangkahan.
Setelah 11 km lebih menyusuri jalan kebun sampailah di Desa Namo Sialang dan tak
lama kemudian pintu gerbang (atau pintu masuk, soalnya tak ada gerbangnya) Tang
kahan pun tercapai. Ada pembelian karcis masuk mobil di pintu masuk itu oleh pet
ugas tak berseragam (dan ternyata semua petugas di sini memang tak berseragam).
Berapa harga karcisnya tidak tahu, karena mobil sudah dibayari oleh yang didepan
.