Anda di halaman 1dari 42

GARIS DAN SUDUT

Sudut adalah suatu daerah yang dibentuk oleh dua buah sinar garis yang titik pa
ngkalnyaberimpit (bersekutu).

Bagian bagian sudut :


1. Kaki sudut, sinar garis yang membentuk suatu sudut
2. Titik sudut, titik potong pangkal sinar dari kaki sudut
3. Daerah sudut, daerah yang terbentuk antara dua kaki sudut

Jenis jenis Sudut

1. Sudut siku-siku, yaitu sudut yang besarnya 90.


2. Sudut lancip, yaitu sudut yang besarnya antara 0 dan 90 atau 0 < D < 90 ,
3. Sudut tumpul, yaitu sudut yang besarnya di antara 90 dan 180 atau 90 < D < 180 .
4. Sudut lurus, yaitu sudut yang besarnya 180 .
5. Sudut refleks, yaitu sudut yang besarnya antara 180 dan 360 , atau 180 < D < 360 .
Hubungan antar sudut
1. Sudut yang saling berpenyiku, dua sudut yang jumlah ukurannya 90 : ABD + DBC = 90
Jika dua buah sudut membentuk sudut sikusiku (90 ), maka sudut yang satu merupakan penyiku sudut yang
lain dan keduasudut itu dikatakan saling berpenyiku.(berkomplemen)

2. Sudut yang saling berpelurus, dua sudut yang jumlah ukurannya 180 : PQS + SQT + TQR =
180
Jika dua buah sudut membentuk sudut lurus, maka sudut yang satu merupakan pelurus sudut yan
g lain dan kedua sudut itudikatakan saling berpelurus (bersuplemen).

HUBUNGAN ANTAR SUDUT JIKA DUA GARIS SEJAJAR DIPOTONG OLEH


GARIS LAIN

1. Sudut sehadap, besarnya sama. Yakni 1 = 5, 2 = 6, 4 = 8, 3 = 7.


2. Sudut dalam berseberangan, besarnya sama. Yakni 3 = 5, 4 = 6
3. Sudut luar berseberangan, besarnya sama. Yakni 1 = 7, 2 = 8
4. Sudut dalam sepihak, jumlah keduanya adalah 180o. Yakni 4 + 5 = 180, 3 + 6 = 180.
5. Sudut luar sepihak, jumlah keduanya adalah 180o. Yakni 2 + 7 = 180, 1 + 8 = 180.
6. Sudut bertolak belakang, besarnya sama. Yakni 1 = 3, 2 = 4, 5 = 7, 6 = 8.

MENGENAL SATUAN SUDUT


Ukuran sudut dalam derajat
1 derajat adalah besar sudut yang diputar oleh jarijari lingkaran sejauh 1/360 putaran atau 1 = 1/360putaran
Ukuran sudut yang lebih kecil daripada derajat adalah menit () dan detik ()
Hubungan antara derajat, menit, dan detik dapat dinyatakan sebagai berikut :
1 derajat = 60 menit atau 1 = 60
1 menit = 1/60 derajat atau 1 = 1/60
1 menit = 60 detik atau 1 = 60
1 detik = 1/60 menit atau 1 = 1/60
Ukuran sudut dalam radian
1
radian sama dengan besar sudut pusat lingkaran yang dibatasi oleh busur lingkaran yang pa
njangnya samadengan jari-jari
1 = /180 radian atau 1 radian = 180/
Jika nilai = 3,14159 maka hubungannya dapat juga dinyatakan :
1 = /180 radian = 3,14159/180 = 0,017453 atau
1 radian = 180/ = 180/3,14159 = 57,296

Dibahas hubungan sudut-sudut pada garis sejajar, sehadap, bertolak belakang,


berseberangan dalam, berseberangan luar, dalam sepihak dan luar sepihak serta satu
contoh soal pembagian segmen garis yang dekat dengan materi kesebangunan atau
kongruensi.
Soal No. 1
Tiga buah garis masing-masing k, l dan m dalam susunan seperti gambar berikut.

Garis k adalah sejajar dengan garis l dan garis m memotong garis k dan l.
Tentukan:
a) sudut-sudut yang sehadap
b) sudut-sudut yang bertolak belakang
c) sudut-sudut yang berseberangan dalam
d) sudut-sudut yang berseberangan luar
e) sudut-sudut dalam sepihak
f) sudut-sudut luar sepihak
g) sudut-sudut berpelurus
Pembahasan
a) sudut-sudut sehadap adalah:
A1 dengan B1
A4 dengan B4
A2 dengan B2
B3 dengan B3
b) sudut-sudut bertolak belakang
A1 dengan A3
A2 dengan A4
B1 dengan B3
B2 dengan B4
c) sudut-sudut berseberangan dalam (dalam berseberangan)
A3 dengan B1
A4 dengan B2
d) sudut-sudut berseberangan luar
A2 dengan B4
A1 dengan B3
e) sudut-sudut dalam sepihak
A3 dengan B2
A4 dengan B1
f) sudut-sudut luar sepihak
A2 dengan B3
A1 dengan B4

g) sudut-sudut berpelurus
A1 dengan A2
A1 dengan A4
A2 dengan A3
A3 dengan A4
B1 dengan B2
B1 dengan B4
B2 dengan B3
B3 dengan B4
Soal No. 2
Diberikan tiga buah garis yaitu k, l dan m serta sudut-sudut yang berada di
lingkungannya. k dan l adalah sejajar sedangkan garis m memotong garis k dan l.

Jika P = 125 tentukan ketujuh sudut lain disekitarnya!


Pembahasan
R = P = 125 (karena R bertolak belakang dengan P)
T = P = 125 (karena T sehadap dengan P)
V = R = 125 (karena V sehadap dengan R)
Q = 180 P = 180 125 = 55 (karena Q pelurus P)
S = Q = 55 (karena S bertolak belakang dengan Q)
U = Q = 55 (karena U sehadap dengan Q)
W = U = 55 (karena W bertolak belakang dengan U)
Soal No. 3
Empat buah batang kayu yang sejajar dalam posisi vertikal disatukan dengan paku
pada sebuah batang kayu yang lain seperti nampak pada gambar berikut ini.

Jika A = 130 tentukan:


a) besar sudut D
b) besar sudut E
c) besar sudut F
Pembahasan
a) besar sudut D
D = A = 130 karena D sehadap dengan A meskipun berjauhan.

b) besar sudut E
E = D = 130 karena E dan D bertolak belakang.
c) besar sudut F
F = 180 130 = 50
Soal No. 4
Garis p sejajar garis q. Tentukan besar dari sudut A dan sudut B!

Pembahasan
Sudut A dan B berseberangan dalam sehingga besarnya adalah sama. Maka
5x 10 = 3x + 20
2x = 30
x = 15
A = 3x + 20 = 3(15) + 20 = 65
B = 5x 10 = 5(15) 10 = 65
Soal No. 5
Sudut P pada soal berikut besarnya adalah 45 dan sudut Q adalah 25 .

Tentukan besar sudut R jika garis kanan dan kiri adalah sejajar!
Pembahasan

Tambahkan garis bantu (garis warna merah) sehingga terdapat 2 pasang sudut yang
berseberangan yaitu P dengan R1 dan Q dengan R2.
R1 = P = 45
R2 = Q = 25
R = R1 + R2 = 45 + 25 = 70
Soal No. 6
Dua pasang garis sejajar membentuk susunan seperti berikut. Jika besar sudut S
adalah 70 tentukan besar sudut T.

Pembahasan
Tambahkan dua garis bantuan, seperti berikut.

U = 70 karena ia sehadap dengan S dan dengan demikian V = 70 karena ia


berseberangan dengan U sehingga T = 180 70 = 110 karena T pelurusnya V.
Soal No. 7
Cermati gambar berikut, EF sejajar DG dan segitiga ABC adalah samakaki dengan
besar sudut C adalah 40.

Tentukan:
a) besar sudut DBE
b) besar sudut BEF
c) besar sudut CAG
Pembahasan
a) besar sudut DBE
Cari dulu besar sudut ABC, ABC adalah segitiga sama kaki sehingga besar ABC =
BAC. Tiga sudut dalam suatu segitiga jika dijumlah adalah 180 maka
ABC = (180 40) : 2 = 70 dengan demikian BAC juga 70
DBE = ABC = 70 karena keduanya bertolak belakang.
b) besar sudut BEF
BEF = ABC = 70 karena keduanya sehadap atau BEF = DBE = 70 karena
keduanya berseberangan.
c) besar sudut CAG
CAG = 180 BAC = 180 70 = 110, karena CAG dan BAC berpelurus.
Soal No. 8

Tentukan panjang x pada soal berikut!

Pembahasan
Perbandingan panjang segmen garis AB dengan AD akan sama dengan perbandingan
segmen garis AC dengan AE sehingga

Soal No. 9
Perhatikan gambar berikut! BOA dan COB saling berpenyiku.

Pelurus sudut COB adalah....


A. 24
B. 66
C. 114
D. 156
Pembahasan
2a + 4a + 18 = 90
6a = 90 - 18
6a = 72
a = 12

COB = 4(12) + 18 = 66
Pelurus dari COB adalah
= 180 66
= 114
Soal No. 10
Perhatikan gambar di samping!

Besar pelurus COB adalah....


A. 36
B. 37
C. 69
D. 111
Pembahasan
Garis lurus jumlah sudutnya 180
Jadi:
3x + 2x 5 = 180
5x = 185
x = 37
Ditanya pelurus COB, jadi yang dicari itu sebenarnya AOB
AOB = 2x 5
= 2(37) 5
= 69

Read more: http://www.matematikastudycenter.com/smp/50-7-smp-garis-sejajar-danhubungan-sudut#ixzz3ItpX9KoE

Hubungan Sudut Jika Dua Garis Sejajar Dipotong Garis


Browse Home Label: Garis dan Sudut Hubungan Sudut Jika Dua Garis Sejajar Dipotong Garis

Sebelumnya sudah membahas materi hubungan antar sudut, akan tetapi


sekarang juga tetap membahas materi tentang hubungan antar sudut.
Pembahasan kali ini lebih memfokuskan bagaimana hubungan antar
sudut jika sudut-sudut tersebut sehadap dan berseberangan dan
bagaiman jika sudut-sudut tersebut luar sepihak dan dalam sepihak.
Oke, silahkan anda pelajari materinya kemudian pelajari cara
menyelesaikan soal-soalnya yang berkaitan dengan materi ini.
Sudut-Sudut
Sehadap
dan
Sekarang coba perhatikan gambar di bawah ini.

Berseberangan

Pada gambar di atas, garis m // n dan dipotong oleh garis l. Titik potong
garis l terhadap garis m dan nberturut-turut di titik P dan titik Q. Pada
gambar di atas, tampak bahwa sudut P2 dan sudut Q2 menghadap arah
yang sama. Demikian juga sudut P1 dan sudut Q1, sudut P3 dan sudut
Q3, serta sudut P4 dan sudut Q4. Sudut-sudut yang demikian
dinamakan sudut-sudut sehadap. Sudut sehadap besarnya sama.
Jika dua buah garis sejajar dipotong oleh garis lain maka akan terbentuk
empat pasang sudut sehadap yang besarnya sama. Jadi, dapat dituliskan
P1 sehadap dengan Q1 dan P1 = Q1;
P2 sehadap dengan Q2 dan P2 = Q2;
P3 sehadap dengan Q3 danP3 = Q3;
P4 sehadap dengan Q4 dan P4 = Q4.
Contoh soal dan Pembahasan tentang Sudut-Sudut Sehadap

Perhatikan gambar di bawah ini.

a. Sebutkan pasangan sudut-sudut sehadap.


b. Jika besar K1 = 102, tentukan besar
1.
L1;
2.
K2;
3.
L2.

Penyelesaian
a. Berdasarkan gambar di samping diperoleh
K1 sehadap dengan L1
K2 sehadap dengan L2
K3 sehadap dengan L3
K4 sehadap dengan L4
b. JikaK1 = 102 maka
1.
L1 = K1 (sehadap) = 102
2.
K2 = 180 K1 (berpelurus) = K2 = 180 102 = K2 =
78
3.
L2 = K2 (sehadap) = L2 = 78o
Sekarang perhatikan gambar di bawah ini.

Pada gambar tersebut besar P3 = Q1 dan P4 = sudut Q2. Pasangan


sudut P3 dan sudut 1, serta sudut P4 dan sudut Q2 disebut sudut-sudut
dalam berseberangan. Jika dua buah garis sejajar dipotong oleh garis
lain, besar sudut-sudut dalam berseberangan yang terbentuk adalah
sama besar.
Sekarang perhatikan pasangan sudut P1 dan sudut Q3, serta sudut P2
dan sudut Q4. Pasangan sudut tersebut adalah sudut-sudut luar
berseberangan, di mana sudut P1 = sudut Q3 dan sudut P2 = sudut Q4.
Jika dua buah garis sejajar dipotong oleh garis lain maka besar sudutsudut luar berseberangan yang terbentuk adalah sama besar.
Contoh soal dan
Berseberangan

Pembahasan

tentang

Perhatikan gambar di atas.


a. Sebutkan pasangan sudut- sudut dalam berseberangan.
b. Jika A1 = 75, tentukan besar: A2; A3; dan B4.
Penyelesaian:
a. Pada gambar di atas diperoleh
A1 dalam berseberangan dengan B3;
A2 dalam berseberangan dengan B4.
b. Jika A1 = 75 maka:
A2 = 180 sudut A1 (berpelurus)
A2 = 180 75

Sudut-Sudut

A2 = 105
A3 = A1 (bertolak belakang) = 75
B4 = A2 (dalam berseberangan) = 105

Sudut-Sudut Dalam Sepihak dan Luar Sepihak


Sekarang perhatikan gambar di bawah ini.

Perhatikan Gambar di atas. Pada gambar tersebut garis m // n dipotong


oleh garis l di titik P dan Q. Perhatikan sudut P3 dan sudut Q2. Kedua
sudut tersebut terletak di dalam garis m dan n serta terhadap garis l
keduanya terletak di sebelah kanan (sepihak). Pasangan sudut tersebut
dinamakan sudut-sudut dalam sepihak. Dengan demikian diperoleh:

P3 dalam sepihak dengan Q2;

P4 dalam sepihak dengan Q1.


Sebelumnya telah sudah posting bahwa:
P3 = Q3 (sehadap) dan
P2 = Q2 (sehadap).
Padahal 2 = 180 P3 (berpelurus), sehingga
Q2 = P2 = 180 P3 atau
P3 + Q2 = 180
Tampak bahwa jumlah P3 dan Q2 adalah 180.
Jika dua buah garis sejajar dipotong oleh garis lain maka jumlah sudutsudut dalam sepihak adalah 180. Dengan cara yang sama, dapat
dibuktikan bahwa P4 + Q1 = 180.

Contoh Soal dan Pembahasan Tentang Sudut-Sudut Dalam


Sepihak

Pada Gambar di atas, garis p // q dan garis r memotong garis p dan q di


titik R dan S.
a. Tentukan pasangan sudut-sudut dalam sepihak.
b. Jika S1 = 120, tentukan R2 dan R3.
Penyelesaian:
a. Berdasarkan gambar di samping diperoleh
R2 dalam sepihak dengan S1;
R3 dalam sepihak dengan S4.
b. Jika S1 = 120 maka
R2 + S1 = 180 (dalam sepihak)
R2 = 180 S1
R2 = 180 120
R2 = 60
R3 =S1 (dalam berseberangan)
R3 = 120
Sekarang perhatikan gambar di bawah ini.

Perhatikan kembali P1 dengan Q4 dan P2 dengan Q3 pada


Gambar di atas. Pasangan sudut tersebut disebut sudut-sudut luar
sepihak. Akan kita buktikan bahwa: P1 + Q4 = 180.

P1 + P4 = 180o (berpelurus)
Padahal P4 = Q4 (sehadap).
Terbukti bahwa P1 + Q4 = 180.
Jika dua buah garis sejajar dipotong oleh garis lain maka jumlah sudutsudut luar sepihak adalah 180.

a. Sudut-Sudut Sehadap
Garis a dan b sejajar dipotong oleh garis l, maka A1 dan B2 adalah sudut-sudut sehadap.
Perhatikan Gambar dibawah ini. Apakah benar A1 = B2?

Sudut-sudut sehadap yang sama besar.

Untuk membuktikan kebenaran A1 = B2, lakukanlah kegiatan berikut ini. Jiplak atau salin A1
pada Gambar diatas, kemudian guntinglah! Letakan A1 hasil guntingan tadi pada B2. Apakah
A1 dan B2 berimpit dengan tepat? Dengan demikian, terbukti A1 = .... Selanjutnya,
lakukanlah hal seperti di atas untuk A2, A3, dan A4.

Dari hasil kegiatan di atas dapat disimpulkan hal berikut.


Besar sudut-sudut yang sehadap adalah

b. Sudut Dalam Berseberangan


Garis a dan b sejajar yang dipotong oleh garis l maka A2 dan B3 adalah sudut-sudut dalam
berseberangan. Buktikanlah bahwa A2 = B3. Perhatikan Gambar dibawah ini.
Bukti:
A1
=
A2
(bertolak
belakang)
dan
A1
=
B3
(sehadap),
maka
A2 = B3 (terbukti)

Besar sudut dalam berseberangan sama

Sudut-sudut dalam
yang berseberangan sama besar.

c. Sudut Luar Berseberangan


Garis a dan b sejajar yang dipotong oleh garis l, maka A1 dan B3 adalah sudut-sudut luar
berseberangan. Buktikanlah bahwa A1 = B3. Perhatikan Gambar dibawah ini.
Bukti:
A2
=
A1
(bertolak
belakang)
A2
=
B3
(sehadap)
A1 = B3 (terbukti)
Besar sudut luar berseberangan sama

Hubungan sudutsudut
luar berseberangan.

d. Sudut Dalam Sepihak


Garis a sejajar b dipotong oleh garis l maka A2 dan B3 adalah sudut dalam sepihak.
Perhatikan Gambar dibawah ini. Buktikanlah bahwa A2 + B3 = 180.

Bukti:
A1
A1
+
A2
B3 + A2 = 180 (terbukti)

B3

=
=

180

(saling

(sehadap)
berpelurus),

dan
maka:

Jumlah sudut dalam sepihak adalah 180

Hubungan sudutsudut
dalam sepihak.

e. Sudut Luar Sepihak


Garis a sejajar b dipotong oleh garis l, A2 dan B3 adalah sudut luar sepihak. Perhatikan
Gambar
dibawah
ini.
Buktikan
bahwa
A1
+
B3
=
180.
Bukti:
A2
=
B3
(sehadap)
dan
A1
+
A2
=
180
(saling
berpelurus),
maka
A1 + B3 = 180 (terbukti)
Jumlah sudut luar sepihak adalah 180

Hubungan
sudut-sudut luar sepihak

SUDUT-SUDUT PADA DUA GARIS SEJAJAR YANG DIPOTONG


OLEH GARIS LAIN
Ditulis oleh Bagamath pada Minggu, 08 Juni 2014 | 16.25

Rel kereta api pasti harus dibuat sejajar, untuk menjamin


kenyamanan, keamanan, dan kehidupan penumpangnya.
Rel kereta api merupakan contoh garis-garis sejajar dalam
kehidupan sehari-hari.
Kita akan mempelajari tentang sifat-sifat sudut pada dua
garis sejajar yang dipotong oleh garis lain. Lets go!

Perhatikan gambar berikut!

Dua buah garis sejajar, yaitu m dan n, dipotong oleh garis lain,
yaitu g. Terbentuk 8 buah sudut, yaitu: sudut A1, A2, A3, A4, dan sudut B1, B2, B3, B4.
Sudut-sudut yang terbentuk pada dua garis sejajar yang dipotong oleh garis lain adalah:
# Sudut-sudut sehadap
# Sudut-sudut dalam berseberangan
# Sudut-sudut luar berseberangan
# Sudut-sudut dalam sepihak
# Sudut-sudut luar sepihak

A. Sudut-sudut Sehadap
Sudut-sudut sehadap adalah sudut-sudut yang menghadap ke arah yang sama.
Perhatikan gambar!

# Pada gambar, sudut A1 dan B1 menghadap ke arah yang sama,


maka sudut A1 dan B1 disebut sudut-sudut sehadap. Dapatkah kamu menyebutkan sudut-sudut

sehadap lainnya? Masih ada 3 pasang, lho!


# Sudut-sudut yang sehadap sama besar, berarti besar sudut A 1 = sudut B1. Jika besar sudut A1=
70, maka besar sudut B1 = 70.
B. Sudut-Sudut Dalam Berseberangan
Perhatikan gambar!

# Sudut-sudut dalam berarti sudut-sudut yang berada di dalam


dua garis sejajar. Pada gambar, sudut-sudut yang berada di dalam garis-garis sejajar adalah sudut
A3, A4, B1, dan B2.
# Sudut-sudut dalam berseberangan adalah sudut-sudut yang berada di dalam dua garis sejajar dan
berlawanan

arah.

Sebagai

contoh,

sudut

A3 dan

B1 merupakan

sudut-sudut

dalam

berseberangan. Dapatkah kamu menyebutkan sudut-sudut dalam berseberangan lainnya? Masih ada

1 pasang, lho!
# Sudut-sudut dalam berseberangan sama besar, berarti besar sudut A 3 = sudut B1. Jika besar sudut
A3 = 75, maka besar sudut B1 = 75.
C. Sudut-Sudut Luar Berseberangan
Perhatikan gambar!

# Sudut-sudut luar berarti sudut-sudut yang berada di luar dua


garis sejajar. Pada gambar, sudut-sudut yang berada di luar dua garis sejajar adalah sudut A 1, A2, B3,
dan B4.
# Sudut-sudut luar berseberangan adalah sudut-sudut yang berada di luar dua garis sejajar dan
berlawanan

arah.

Sebagai

contoh,

sudut

A1 dan

B3 merupakan

sudut-sudut

luar

berseberangan.Dapatkah kamu menyebutkan sudut-sudut luar berseberangan lainnya? Masih ada 1

pasang, lho!
# Sudut-sudut luar berseberangan sama besar, berarti besar sudut A 1 = sudut B3. Jika besar sudut
A1 = 60, maka besar sudut B1 = 60.
D. Sudut-Sudut Dalam Sepihak
Perhatikan gambar!

# Sudut-sudut dalam berarti sudut-sudut yang berada di dalam


dua garis sejajar. Pada gambar, sudut-sudut yang berada di dalam garis-garis sejajar adalah sudut
A3, A4, B1, dan B2.
# Sudut-sudut dalam sepihak adalah sudut-sudut yang berada di dalam dua garis sejajar dan berada
pada pihak/wilayah yang sama. Sebagai contoh, sudut A 4 dan B1 merupakan sudut-sudut dalam
sepihak. Dapatkah kamu menyebutkan sudut-sudut dalam sepihak lainnya? Masih ada 1 pasang, lho!
# Jumlah besar sudut-sudut dalam sepihak adalah 180, berarti besar sudut A 3 + B1 = 180. Jika
besar sudut A3 = 75, maka besar sudut B1 = 105.
E. Sudut-Sudut Luar Sepihak
Perhatikan gambar!

# Sudut-sudut luar berarti sudut-sudut yang berada di luar dua


garis sejajar. Pada gambar, sudut-sudut yang berada di luar dua garis sejajar adalah sudut A 1, A2, B3,
dan B4.
# Sudut-sudut luar sepihak adalah sudut-sudut yang berada di luar dua garis sejajar dan berada pada
pihak/wilayah yang sama. Sebagai contoh, sudut A 1 dan B4 merupakan sudut-sudut luar sepihak.
Dapatkah kamu menyebutkan sudut-sudut luar sepihak lainnya? Masih ada 1 pasang, lho!

# Jumlah besar sudut-sudut luar sepihak adalah 180, berarti besar sudut A 1 + B4 = 180. Jika besar
sudut A1 = 60, maka besar sudut B4 = 120.

GARIS DAN SUDUT


JANUARI 3, 2014 | MIARATNASIH
1. Kedudukan Dua Garis

Dua garis sejajar

Pernahkah kalian memerhatikan rel atau lintasan kereta api? Apabila kita perhatikan lintasan
kereta api tersebut, jarak antara dua rel akan selalu tetap (sama) dan tidak
pernah saling berpotongan antara satu dengan lainnya. Apa yang akan terjadi jika jaraknya
berubah? Apakah kedua rel itu akan berpotongan?
Berdasarkan gambaran tersebut, selanjutnya apabila dua buah rel kereta api kita anggap sebagai
dua buah garis, maka dapat kita gambarkan seperti Gambar di bawah ini.

Garis m dan garis n di atas, jika diperpanjang sampai tak berhingga maka kedua garis tidak akan
pernah berpotongan. Keadaan seperti ini dikatakan kedua garis sejajar. Dua garis sejajar
dinotasikan dengan //.
Dua garis atau lebih dikatakan sejajar apabila garis-garis tersebut terletak pada satu
bidang datardan tidak akan pernah bertemu atau berpotongan jika garis tersebut diperpanjang
sampai tak berhingga.

Dua garis berpotongan

Agar kalian memahami pengertian garis berpotongan, perhatikan Gambar di bawah ini.

Gambar tersebut menunjukkan gambar kubus ABCD.EFGH. Amatilah garis AB dan garis BC.
Tampak bahwa garis AB dan BC berpotongan di titik B dimana keduanya terletak pada bidang
ABCD. Dalam hal ini garis AB dan BC dikatakan saling berpotongan.
Dua garis dikatakan saling berpotongan apabila garis tersebut terletak pada satu bidang datar dan
mempunyai satu titik potong.

Dua garis berimpit

Pada Gambar di atas menunjukkan garis ABdan garis CD yang saling menutupi, sehingga hanya
terlihat sebagai satu garis lurus saja. Dalam hal ini dikatakan kedudukan masing-masing garis AB
dan CD terletak pada satu garis lurus. Kedudukan garis yang demikian dinamakan pasangan garis
yang berimpit.
Dua garis dikatakan saling berimpit apabila garis tersebut terletak pada satu garis lurus, sehingga
hanya terlihat sebagai satu garis lurus saja.

Dua garis bersilangan

Sediakan sebuah penghapus papan tulis yang terdapat di kelasmu. Apabila penghapus tadi kita
anggap sebagai bentuk sebuah balok, maka dapat digambar seperti pada Gambar di bawah ini.

Gambar di atas menunjukkan sebuah balok ABCD.EFGH. Perhatikan garis AC dan garis HF.
Tampak bahwa kedua garis tersebut tidak terletak pada satu bidang datar. Garis AC terletak pada
bidang ABCD, sedangkan garis HF terletak pada bidang EFGH. Selanjutnya apabila kedua garis
tersebut, masing-masing diperpanjang, maka kedua garis tidak akan pernah bertemu. Dengan kata
lain, kedua garis itu tidak mempunyai titik potong. Kedudukan garis yang demikian dinamakan
pasangan garis yang saling bersilangan.
Dua garis dikatakan bersilangan apabila garis-garis tersebut tidak terletak pada satu bidang datar
dan tidak akan berpotongan apabila diperpanjang.

Garis Horizontal dan Garis Vertikal

Gambar tersebut menunjukkan sebuah neraca dengan bagianbagiannya. Perhatikan bagian tiang
penyangga dan bagian lengan
yang berada di atasnya. Kedudukan bagian tiang dan lengan tersebut menggambarkan
garis horizontal dan vertikal. Bagian lengan menunjukkan kedudukan garis horizontal, sedangkan
tiang penyangga menunjukkan kedudukan garis vertikal. Arah garis horizontal mendatar,
sedangkan garis vertikal tegak lurus dengan garis horizontal.
2. sifat-Sifat Garis Sejajar
Pada gambar di bawah ini, melalui dua buah titik yaitu titik A dan titik B dapat dibuat tepat satu
garis, yaitu garis m. Selanjutnya, apabila dari titik C di luar garis m dibuat garis sejajar garis m
yang melalui titik tersebut, ternyata hanya dapat dibuat tepat satu garis, yaitu garis n.

Berdasarkan uraian di atas, secara umum diperoleh sifat sebagai berikut. Melalui satu titik di
luar sebuah garis dapat ditarik tepat satu garis yang sejajar dengan garis itu.
Selanjutnya perhatikan gambar di bawah ini. Pada gambar di bawah diketahui garis m sejajar
dengan garis n (m // n) dan garis l memotong garis m di titik P. Apabila garis l yang memotong
garis m di titik P diperpanjang maka garis l akan memotong garis n di satu titik, yaitu titik Q.

Jika sebuah garis memotong salah satu dari dua garis yang sejajar maka garis itu juga
akan memotong garis yang kedua.
Sekarang, perhatikan Gambar di bawah ini. Pada gambar tersebut, mula-mula diketahui garis k
sejajar dengan garis l dan garis m. Tampak bahwa garis k sejajar dengan garis l atau dapat ditulis
k // l dan garis k sejajar dengan garis m, ditulis k // m. Karena k // l dan k // m, maka l // m. Hal
ini berarti bahwa garis l sejajar dengan garis m.

Jika sebuah garis sejajar dengan dua garis lainnya maka kedua garis itu sejajar pula satu
sama lain.
2. Perbandingan Segmen Garis
Pada dasarnya materi perbandingan segmen garis hampir sama dengan perbandingan senilai atau
seharga yang sudah diulas pada Materi matematika kelas VII Semester Ganjil pada postingan
yang berjudul Cara Menghitung Perbandingan Seharga (senilai). Oke langsung saja ke materi,
silahkan lihat gambar di bawah ini.

Sebuah garis dapat dibagi menjadi n bagian yang sama panjang atau dengan perbandingan
tertentu. Perhatikan Gambar di bawah ini.

Gambar tersebut menunjukkan garis PQ dibagi menjadi 5 bagian yang sama panjang, sehingga
PK = KL = LM = MN = NQ. Jika dari titik K, L, M, N, dan Q ditarik garis vertikal ke bawah,
sedemikian sehingga PA = AB = BC = CD = DE maka diperoleh sebagai berikut.
1. PM : MQ = 3 : 2
PC : CE = 3 : 2
maka
PM : MQ = PC : CE
2. QN : NP = 1 : 4
ED : DP = 1 : 4
maka,
QN : NP = ED : DP
3. PL : PQ = 2 : 5
PB : PE = 2 : 5
maka
PL : PQ = PB : PE
4. QL : QP = 3 : 5
EB : EP = 3 : 5
maka:
QL : QP = EB : EP
Berdasarkan uraian tersebut, secara umum dapat disimpulkan sebagai berikut. Pada ABC di
bawah ini berlaku perbandingan sebagai berikut.

1. AD : DB = AE : EC atau AD/ DB = AE / EC
2. AD : AB = AE : AC atau AD / AB = AE / AC
3. BD : DA = CE : EA atau BD / DA = CE / EA
4. BD : BA = CE : CA atau BD / BA = CE / CA
5. AD : AB = AE : AC = DE : BC atau AD / AB = AE / AC = DE / BC
Contoh soal tentang perbandingan garis

Pada gambar di atas, diketahui QR // TS. Jika PR = 15 cm, PQ = 12 cm,


dan PS = 10 cm, tentukan
1. panjang PT;
2. perbandingan panjang TS dan QR.
Penyelesaian:
1. PS/PR = PT/PQ
10 cm/15 cm = PT / 12 cm
PT = 10x 12/15 cm
PT = 120 cm/15
PT = 8 cm
Jadi, panjang PT = 8 cm.
2. PT / PQ = TS/QR
8/12 = TS/QR

2/3 = TS/QR
Jadi, TS : QR = 2 : 3.
Demikian postingan materi dan contoh soal perbandingan segmen garis. Untuk memantapkan
pemahaman kamu tentang perbandingan segmen garis silahkan baca postingan Tips dan Trik
Cara Mengerjakan Soal Perbandingan Segitiga yang pada dasarnya menggunakan
konsep perbandingan segmen garis dan perbandingan seharga atau senilai.
Pengertian Sudut dan Besar Sudut
3. Pengertian Sudut

Agar kalian dapat memahami pengertian sudut, coba amati ujung sebuah meja, pojok sebuah
pintu, atau jendela, berbentuk apakah ujung tersebut? Ujung sebuah meja atau pojok pintu dan
jendela adalah salah satu contoh sudut.
Perhatikan Gambar di bawah ini. Suatu sudut dapat dibentuk dari suatu sinar yang diputar pada
pangkal sinar. Sudut ABC pada gambar di samping adalah sudut yang dibentuk BC yang diputar
dengan pusat B sehingga BC berputar sampai BA

.
Ruas garis BA dan BC disebut kaki sudut, sedangkan titik pertemuan kaki-kaki sudut itu disebut
titik sudut. Daerah yang dibatasi oleh kaki-kaki sudut, yaitu daerah ABC disebut daerah sudut.
Untuk selanjutnya, daerah sudut ABC disebut besar sudut ABC. Sudut dinotasikan dengan .
Sudut pada Gambar di atas dapat diberi nama
a. sudut ABC atau ABC;

b. sudut CBA atau CBA;


c. sudut B atau B.
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa sudut adalah daerah yang dibentuk oleh pertemuan
antara dua buah sinar atau dua buah garis lurus.
4. Besar Sudut
Besar suatu sudut dapat dinyatakan dalam satuan derajat (), menit (), dan detik (). Perhatikan
jarum jam pada sebuah jam dinding. Untuk menunjukkan waktu 1 jam, maka jarum menit harus
berputar 1 putaran penuh sebanyak 60 kali, atau dapat ditulis 1 jam = 60 menit. Adapun untuk
menunjukkan waktu 1 menit, jarum detik harus berputar 1 putaran penuh sebanyak 60 kali, atau
dapat ditulis 1 menit = 60 detik.
Hal ini juga berlaku untuk satuan sudut. Hubungan antara derajat (), menit (), dan detik ()
dapat dituliskan sebagai berikut.
1 = 60 atau 1 = (1/60)
1 = 60 atau 1 = (1/60)
1 = 60 x 60 = 3.600 atau 1 = (1/3.600)
Contoh soal tentang besarnya sudut
Tentukan kesamaan besar sudut berikut.
1.

5o =

2. 8 =
3. 45,6o = o
4. 4848 = o
Penyelesaian:
1. Karena 1 = 60 maka 5 = 5 x 60 = 300
2. Karena 1 = 60 maka 8 = 8 x 60 = 480
3. 45,6 = 45 + 0,6 = 45 + (0,6 x 60)
45,6 = 45 + 36

45,6 = 4536
4. 4848 = 48 + 48
4848 = 48 + (48/60)
4848 = 48 + 0,8
4848 = 48,8
5. Jenis-Jenis Sudut
Secara umum, kita mengenal ada lima jenis sudut, adapun kelima jenis sudut tersebut adalah
sebagai berikut
1. sudut siku-siku;
2. sudut lurus;
3. sudut lancip;
4. sudut tumpul;
5. sudut refleks.
Perhatikan sudut yang dibentuk oleh kedua jarum jam jika jam menunjukkan pukul 9.00.
Ternyata pada pukul 9.00, kedua jarum jam membentuk sudut siku-siku. Sudut siku-siku adalah
sudut yang besarnya 90. Sudut siku-siku dinotasikan dengan atau .
Sekarang, putarlah jarum jam pendek ke angka 6, dengan jarum jam panjang tetap di angka 12.
Tampak bahwa kedua jarum jam membentuk sudut lurus. Jika kalian perhatikan, sudut lurus
dapat dibentuk dari dua buah sudut siku-siku yang berimpit. Sudut lurus adalah sudut yang
besarnya 180.
Selain sudut siku-siku dan sudut lurus, masih terdapat sudut yang besarnya antara 0 dan 90,
antara 90 dan 180, serta lebih dari 180.
1. Sudut yang besarnya antara 0 dan 90 disebut sudut lancip.
2. Sudut yang besarnya antara 90 dan 180 disebut sudut tumpul.
3. Sudut yang besarnya lebih dari 180 dan kurang dari 360 disebut sudut refleks.
6.Hubungan Antar sudut Jika Dua Garis Sejajar Dipotong Oleh Garis Lain
Sebelumnya sudah membahas materi hubungan antar sudut, akan tetapi sekarang juga tetap
membahas materi tentang hubungan antar sudut. Pembahasankali ini lebih memfokuskan
bagaimana hubungan antar sudut jika sudut-sudut tersebut sehadap dan berseberangan dan
bagaiman jika sudut-sudut tersebut luar sepihak dan dalam sepihak. Oke, silahkan anda pelajari
materinya kemudian pelajaricara menyelesaikan soal-soalnya yang berkaitan dengan materi ini.

Sudut-Sudut Sehadap dan Berseberangan

Pada gambar di atas, garis m // n dan dipotong oleh garis l. Titik potong garis l terhadap
garis m dan nberturut-turut di titik P dan titik Q. Pada gambar diatas, tampak bahwa sudut P2 dan
sudut Q2 menghadap arah yang sama. Demikian juga sudut P1 dan sudut Q1, sudut P3 dan sudut
Q3, serta sudut P4 dan sudut Q4. Sudut-sudut yang demikian dinamakan sudut-sudut sehadap.
Sudut sehadap besarnya sama.
Jika dua buah garis sejajar dipotong oleh garis lain maka akan terbentuk empat pasang sudut
sehadap yang besarnya sama. Jadi, dapat dituliskan
P1 sehadap dengan Q1 dan P1 = Q1;
P2 sehadap dengan Q2 dan P2 = Q2;
P3 sehadap dengan Q3 danP3 = Q3;
P4 sehadap dengan Q4 dan P4 = Q4.
Contoh soal dan Pembahasan tentang Sudut-Sudut Sehadap

Perhatikan gambar di atas.


a. Sebutkan pasangan sudut-sudut sehadap.
b. Jika besar K1 = 102, tentukan besar
1. L1;
2. K2;
3. L2.
Penyelesaian
a. Berdasarkan gambar di samping diperoleh
K1 sehadap dengan L1
K2 sehadap dengan L2
K3 sehadap dengan L3
K4 sehadap dengan L4
b. JikaK1 = 102 maka
1.

L1 = K1 (sehadap) = 102

2. K2 = 180 K1 (berpelurus) = K2 = 180 102 = K2 = 78


3. L2 = K2 (sehadap) = L2 = 78o

Perhatikan di atas. Pada gambar tersebut besar P3 =Q1 dan P4 = sudut Q2. Pasangan sudut
P3 dan sudut 1, serta sudut P4 dan sudut Q2 disebut sudut-sudut dalam berseberangan. Jika dua

buah garis sejajar dipotong oleh garis lain, besar sudut-sudut dalam berseberangan yang terbentuk
adalah sama besar.
Sekarang perhatikan pasangan sudut P1 dan sudut Q3, serta sudut P2 dan sudut Q4. Pasangan
sudut tersebut adalah sudut-sudut luar berseberangan, di mana sudut P1 = sudut Q3 dan sudut P2
= sudut Q4. Jika dua buah garis sejajar dipotong oleh garis lain maka besar sudut-sudut luar
berseberangan yang terbentuk adalah sama besar.
Contoh soal dan Pembahasan tentang Sudut-Sudut Berseberangan

Perhatikan gambar di atas.


a. Sebutkan pasangan sudut- sudut dalam berseberangan.
b. Jika A1 = 75, tentukan besar
(i) A2;
(ii) A3;
(iii) B4.
Penyelesaian:
a. Pada gambar di atas diperoleh
A1 dalam berseberangan dengan B3;

A2 dalam berseberangan dengan B4.


b. Jika A1 = 75 maka
(i)
A2 = 180 sudut A1 (berpelurus)
A2 = 180 75
A2 = 105
(ii)
A3 = A1 (bertolak belakang) = 75
(iii)
B4 = A2 (dalam berseberangan) = 105

Sudut-Sudut Dalam Sepihak dan Luar Sepihak

Perhatikan Gambar di atas. Pada gambar tersebut garis m // n dipotong oleh garis l di titik P dan
Q. Perhatikan sudut P3 dan sudut Q2. Kedua sudut tersebut terletak di dalam garis m dan n serta
terhadap garis l keduanya terletak di sebelah kanan (sepihak). Pasangan sudut tersebut dinamakan
sudut-sudut dalam sepihak. Dengan demikian diperoleh:

P3 dalam sepihak dengan Q2;

P4 dalam sepihak dengan Q1.

Sebelumnya telah sudah posting bahwa:

P3 = Q3 (sehadap) dan
P2 = Q2 (sehadap).
Padahal 2 = 180 P3 (berpelurus), sehingga
Q2 = P2 = 180 P3 atau
P3 + Q2 = 180
Tampak bahwa jumlah P3 dan Q2 adalah 180.
Jika dua buah garis sejajar dipotong oleh garis lain maka jumlah sudut-sudut dalam sepihak
adalah 180. Dengan cara yang sama, dapat dibuktikan bahwa P4 + Q1 = 180.
Contoh Soal dan Pembahasan Tentang Sudut-Sudut Dalam Sepihak

Pada Gambar di atas, garis p // q dan garis r memotong garis p dan q di titik R dan S.
a. Tentukan pasangan sudut-sudut dalam sepihak.
b. Jika S1 = 120, tentukan R2 dan R3.

Penyelesaian:
a. Berdasarkan gambar di samping diperoleh
R2 dalam sepihak dengan S1;
R3 dalam sepihak dengan S4.
b. Jika S1 = 120 maka
R2 + S1 = 180 (dalam sepihak)
R2 = 180 S1
R2 = 180 120
R2 = 60
R3 =S1 (dalam berseberangan)
R3 = 120

Perhatikan kembali P1 dengan Q4 dan P2 dengan Q3 pada Gambar di atas. Pasangan sudut
tersebut disebut sudut-sudut luar sepihak. Akan kita buktikan bahwa: P1 + Q4 = 180.
P1 + P4 = 180o (berpelurus)
Padahal P4 = Q4 (sehadap).
Terbukti bahwa P1 + Q4 = 180.

Jika dua buah garis sejajar dipotong oleh garis lain maka jumlah sudut-sudut luar sepihak adalah
180.
5.Hubungan Antarsudut

Pasangan Sudut yang Saling Berpelurus (Bersuplemen)

Pada Gambar di atas, garis AB merupakan garis lurus, sehingga besar AOB = 180. Pada garis
AB, dari titik O dibuat garis melalui C, sehingga terbentuk sudut AOC dan sudut BOC. Sudut
AOC merupakan pelurus atau suplemen dari sudut BOC. Demikianpula sebaliknya, sudut BOC
merupakan pelurus atau suplemen sudut AOC, sehingga diperoleh:
sudut AOC + sudut BOC = sudut AOB
a + b = 180
atau dapat ditulis:
a = 180 b atau
b = 180 a.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan sebagai berikut. Jumlah dua sudut yang saling berpelurus
(bersuplemen) adalah 180. Sudut yang satu merupakan pelurus dari sudut yang lain.
Contoh soal Pasangan Sudut yang Saling Berpelurus (Bersuplemen)

Perhatikan gambar di atas. Hitunglah nilai a dan tentukan pelurus dari sudut a.
Penyelesaian:
Berdasarkan gambar diperoleh bahwa
3a + 2a = 180
5a = 180
a = 180/5
a = 36
Pelurus sudut a = 180 36 = 144.

Pasangan Sudut yang Saling Berpenyiku (Berkomplemen)

Pada gambar di atas terlihat sudut PQR merupakan sudut siku-siku, sehingga besar sudut PQR =
90. Jika pada sudut PQR ditarik garis dari titik sudut Q, akan terbentuk dua sudut, yaitu sudut
PQS dan sudut RQS. Dalam hal inidikatakan bahwa sudut PQS merupakan penyiku (komplemen)
dari sudut RQS, demikian pula sebaliknya. Sehingga diperoleh:
sudut PQS + sudut RQS = sudut PQR
x + y = 90,

dengan
x = 90 y dan
y = 90 x.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan sebagai berikut. Jumlah dua sudut yang saling berpenyiku
(berkomplemen) adalah 90. Sudut yang satu merupakan penyiku dari sudut yang lain.
Contoh Soal Tentang Pasangan Sudut yang Saling Berpenyiku (Berkomplemen)

Perhatikan gambar di atas.


a. Hitunglah nilai x.
b. Berapakah penyiku sudut x?
c. Berapakah pelurus dari penyiku x?
Penyelesaian:
a. x + 3 x = 90
4 x = 90
x = 22,5
b. penyiku dari x = 90 22,5 = 67,5
c. pelurus dari penyiku x = 180 67,5 = 112,5

Pasangan Sudut yang Saling Bertolak Belakang

Pada gambar di atas, garis KM dan LN saling berpotongan di titik O. Dua sudut yang letaknya
saling membelakangi disebut dua sudut yang saling bertolak belakang, sehingga
diperoleh sudut KON bertolak belakang dengan sudut LOM; dan sudut NOMbertolak belakang
dengan sudut KOL.
Bagaimana besar sudut yang saling bertolak belakang? Agar dapat menjawabnya, perhatikan
uraian berikut.
sudut KOL + sudut LOM = 180 (berpelurus)
sudut KOL = 180 sudut LOM .. (i)
sudut NOM + sudut MOL = 180 (berpelurus)
sudut NOM = 180 sudut MOL (ii)
Dari persamaan (i) dan (ii) diperoleh
sudut KOL = sudut NOM = 180 sudut LOM
Jadi, besar sudut KOL = besar sudut NOM.
Dengan cara yang sama, maka dapat membuktikan bahwa sudut KON = sudut LOM.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan sebagai berikut. Jika dua garis berpotongan maka dua sudut
yang letaknya saling membelakangi titik potongnya disebut dua sudut yang bertolak belakang.
Dua sudut yang saling bertolak belakang adalah sama besar.
Contoh soal tentang Pasangan Sudut yang Saling Bertolak Belakang

Perhatikan Gambar di atas. Diketahui besar sudut SOP = 45. Tentukan besar
a. sudut ROQ;
b. sudut SOR;
c. sudut POQ.
Penyelesaian:
Diketahui sudutSOP = 45.
a. sudut ROQ = sudut SOP (bertolak belakang)
P = 45
b. sudut SOP +sudut SOR = 180 (berpelurus)
sudut SOR = 180 sudut SOP
= 180 45
= 135
c. sudut POQ = sudut SOR (bertolak belakang)
= 135