Anda di halaman 1dari 23

Sumber Pembiayaan

Pembangunan Non
Konvensional
Disusun oleh :
Nur Fitriah Andriani 3612100002
Indah Wahyuning P 3612100017

Ariska Ciptaning W 3612100022


Lina Rizqi N 3612100024
Gatot Subroto 3612100033

NOTE!!!

REK TOLONG BERIKAN SUMBER BERUPA NAMA TOKOH ATAU REFERNSI


JURNAL ATAU WEB TENTANG MATERI YANG KALIAN MASUKKAN PPT INI.
COBA CARI/PIKIRKAN KELEBIHAN DAN KELEMAHAN SUMBER PEMBIAYAAN
YANG KALIAN KERJAKAN
BTW REFERENSINYA JANGAN CUMA SATU WEB/JURNAL/TESIS/BERITA. LEBIH
DARI SATU DAN PASTIKAN BUKAN BLOG
BTW ARISKA, STUDI KASUSNYA DITARUH PALING AKHIR AJA SARANKU HEHE.
MUNGKIN NANTI AKU ADA TAMBAHIN JUGA BUAT STUDI KASUS. DISINGKAT
AJA GAMBAR ARTIKELNYA, SISA PENJELASANNYA NANTI DIJELASKAN WAKTU
PRESENTASI AJA.
THANK YOU

REVIEW

Sumber-Sumber Pembiayaan Pembangunan


Sumber pembiayaan pembangunan merupakan pengalokasian dana yang
digunakan untuk pembangunan kegiatan ekonomi, sosial, fisik, dan lainlain. Sumber pembiayaan pembangunan dibedakan menjadi dua, yaitu:

Sumber Pembiayaan Konvensional


Sumber Pembiayaan Non Konvensional
Sumber pembiayaan konvensional diperoleh

dari pemerintah, yaitu dari


anggaran pemerintah seperti APBN/APBD, pajak, retribusi. Sedangkan
sumber pembiayaan non-konvensional diperoleh dari gabungan dana
pemerintah, swasta, dan masyarakat. Misalnya: zakat, dana pensiun,
tabungan masyarakat.

diagram lina

Sumber pembiayaan non konvensional

Zakat/Hibah (wapo)
Dana Pensiun (wapo)
Tabungan Masyarakat (ariska)
Investasi Asing (ariska)
Utang Luar Negeri (pipit)
Perdagangan Internasional (pipit)

Zakat
Zakat merupakan kewajiban untuk mengeluarkan sebagian pendapatan
atau harta seseorang yang telah memenuhi syarat syariah Islam
untuk diserahkan kepada masyarakat yang memenuhi syarat syariah Islam.

Mustafa Edwin Nasuition (2006) mengatakan bahwa pendapatan dari zakat


dapat mencapai kurang lebih 12 triliun pada 2004, sedangkan pendapatan
APBN pada tahun 2004 kurang lebih 6 triliun. Hal tersebut terbukti bahwa
dengan adanya zakat sebagai sumber pembiayaan pembangunan,
pembangunan di Indonesia tidak akan mengalami defisit.

Dana Pensiun
Peran dana pensiun menurut UU No. 11/1992 adalah berperan aktif dalam
pembiayaan pembangunan sebagai salah satu lembaga keuangan
penghimpun dana sekaligus membantu meningkatkan pertumbuhan
ekonomi, penyediaan lapangan kerja dan memperbesar produksi nasional

Dana pensiun cukup berperan pada perekonomian Indonesia dilihat dari


jumlah investasi dana pensiun pada tahun 2002 mencapai kurang lebih 39
triiun atau hampir setara dengan 2,46% dari PBD berdasarkan harga yang
berlaku.

TABUNGAN MASYARAKAT
Tabungan adalah bagian dari pendapatan dapat dibelanjakan (disposible income)
yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi.
Tabungan masyarakat adalah bagian dari pendapatan masyarakat pada periode
tertentu yang secara sukarela tidak digunakan untuk konsumsi pada periode
tersebut. (Rowland B. F. Pasaribu, 2013)

Tabungan pemerintah adalah selisih positif antara


penerimaan dalam negeri dan pengeluaran rutin.
Kedua jenis tabungan ini dapat membentuk
tabungan nasional yang digunakan sebagai sumber
dana investasi.

BUMN

Kelebihan dan Kekurangan Tabungan


Masyarakat
Kelebihan

1. Masyarakat lebih mandiri


2. Masyarakat lebih
bertanggung jawab karena
menggunakan dana
swadaya sendiri

3.

Metodologi dan tools yang


bersifat partisipatif

Kekurangan
Menurut Keynes, besarnya tabungan yang dilakukan
oleh rumah tangga bukan tergantung pada tinggi
rendahnya tingkat suku bunga, tetapi tergantung
pada besar kecilnya tingkat pendapatan rumah
tangga. Artinya semakin besar tingkat pendapatan
rumah tangga semakin besar pula tabungan dan
sebaliknya.

Investasi asing / Penanaman Modal Asing

Berdasarkan Undang-undang No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal,


adalah sebagai berikut :
Penanaman Modal Asing adalah Kegiatan menanam modal untuk melakukan
usaha di wilayah Negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanam modal
asing, baik yang menggunakan modal asing sepenuhnya maupun yang
berpatungan dengan penanam modal dalam negeri. Berdasarkan definisi yang
telah dikemukakan di atas, maka pengertian dari Penanam Modal Asing (PMA)
pada dasarnya sama yaitu suatu kegiatan menanam modal yang dilakukan oleh
pihak asing/penanaman modal asing untuk melakukan usaha di wilayah Negara
Republik Indonesia.

Dalam Undang-undang No. 1 Tahun 1967 ditegaskan bahwa Pengertian


penanaman modal asing di dalam Undang-undang ini hanyalah meliputi
penanaman modal asing secara langsung yang dilakukan menurut atau
berdasarkan ketentuan-ketentuan Undang-undang ini dan yang digunakan
untuk menjalankan perusahaan di Indonesia, dalam arti bahwa pemilik modal
secara langsung menanggung risiko dari penanaman modal tersebut.

Kelebihan Penanaman Modal Asing (PMA)


adalah
1. Sifatnya permanen (jangka panjang),
2. Memberikan andil dalam alih teknologi, alih keterampilan manajemen,

3. Membuka lapangan kerja baru.

Kelemahan Penanaman Modal Asing (PMA)


adalah

Dalam jangka panjang modal asing dapat memperburuk masalah kekurangan mata asing,
yaitu apabila hasil-hasil mereka tidak diekspor atau tidak menggantikan barang-barang
impor dan mereka mengimpor bahan mentah dari luar negeri dan mengirimkan
keuntungan yang diperoleh kepada perusahaan induk di luar negeri.

Pada masa awal mengundang penanaman modal asing, pemerintah harus menciptakan
berbagai fasilitas yang diperlukan, terutama perbaikan prasarana. Untuk keperluan ini
harus digunakan dana pembangunan yang seharusnya dapat digunakan untuk
mengembangkan sector atau kegiatan lain. Selain itu, pemerintah juga biasanya
menawarkan beberapa keringanan fiscal seperti tidak perlu membayar pajak untuk
beberapa tahun dan membebaskan pembayaran bea impor atas alat-alat modal dari
peralatan yang digunakan. Dengan demikian, pembangunan di beberapa kegiatan
ekonomi lain harus dikorbankan dan pemerintah kurang memperoleh pendapatan yang
berarti dari modal asing yang masuk.

Studi kasus

UTANG LUAR NEGERI

Utang luar negeri merupakan bantuan luar negeri


(loan) yang diberikan oleh pemerintah negara-negara
maju atau badan-badan internasional yang khusus
dibentuk untuk memberikan pinjaman semacam itu
dengan kewajiban untuk membayar kembali dan
membayar bunga pinjaman tersebut (Zulkarnain,
1996).
Utang atau pinjaman luar negeri merupakan sumber
pembiayaan yang berasal dari dana luar negeri untuk
membantu pembiayaan pembangunan di dalam suatu
negara tertentu.
Sukirno (2002) mengatakan, ditinjau dari sudut

manfaat, ada dua peran utama bantuan luar negeri


(utang luar negeri), yaitu:
1. Untuk mengatasi kekurangan mata uang asing.
2. Untuk mengatasi masalah kekurangan tabungan

Bentuk-Bentuk Utang atau Pinjaman Luar


Negeri
1.

Pinjaman dengan syarat pengembalian


a. Hadiah/Grant

b. Pinjaman lunak (soft loan)


c. Pinjaman/Kredit Ekspor
d. Kredit Komersial
2. Pinjaman/Kredit Bilateral/Multilateral

a. Pinjaman/Kredit Bilateral
b. Pinjaman/Kredit Multilateral

3. Pinjaman/Bantuan menurut kategori ekonomi,


barang/jasa
a. Bantuan program
b. Bantuan proyek
c. Bantuan teknik

Kondisi Utang Luar Negeri di Indonesia

Dalam jangka pendek, utang luar negeri sangat


membantu pemerintah Indonesia dalam upaya
menutup defisit anggaran pendapatan dan belanja
negara, akibat pembiayaan pengeluaran rutin dan
pengeluaran pembangunan yang cukup besar.
Dengan demikian, laju pertumbuhan ekonomi
dapat dipacu sesuai dengan target yang telah
ditetapkan sebelumnya. Tetapi dalam jangka
panjang, ternyata utang luar negeri pemerintah
tersebut dapat menimbulkan berbagai persoalan
ekonomi di Indonesia.
Berdasarkan pengalaman yang panjang, jika
pinjaman tidak direncanakan secara matang dan
benar-benar sesuai dengan kebutuhan, tidak
dialokasikan secara tepat sasaran dan tidak

dimanfaatkan secara efisien, maka utang luar


negeri akan dapat menimbulkan masalah besar dan
bahkan menyebabkan fiscal unsustainable. Sejalan
dengan amanat GBHN 1999 bahwa Indonesia harus
meningkatkan kemampuan pengelolaan dana
pinjaman luar negeri dengan tujuan akhir adalah
mencapai
kemandirian
dalam
pembiayaan
pembangunan. Oleh karena itu manajemen utang
luar negeri harus diperbaiki bahkan diubah untuk
meningkatkan optimalisasi pemanfaatannya dan
dikontrol sampai pada level yang aman.

Dampak Utang Luar Negeri terhadap


Pembangunan Nasional
(+) 1. Dapat menutup defisit APBN
2. Berpengaruh terhadap kualitas pembangunan dalam negeri
(-) 1. Beban ekonomi untuk membayar kembali
2. Beban psikologis politis yang harus diterima oleh negara debitur akibat
ketergantungannya dengan bantuan asing.
3. Beban pengelolaan pinjaman tersebut secara bijak dan efisien

PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Perdagangan internasional merupakan kegiatan ekspor impor yang
dilakukan antar negara atas dasar saling membutuhkan dan dengan prinsip
saling menguntungkan.

Perdagangan internasional diharapkan dapat menjadi mesin dari


pertumbuhan ekonomi. Guna mengembangkan perdagangan internasional,
setidaknya diperlukan dua hal yaitu penciptaan persaingan sehat di dalam
negeri untuk meningkatkan daya saing serta peningkatan akses pasar
perdagangan internasional.

Manfaat Perdagangan Internasional


Meningkatkan hubungan persahabatan antar Negara
Kebutuhan setiap Negara dapat tercukupi
Mendorong kegiatan produksi barang secara maksimal
Mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
Setiap Negara dapat mengadakan spesialisasi produksi
Memperluas lapangan kerja

Kelebihan dan Kekurangan Sumber Pembiayaan


Non Konvensional Secara Umum jika
dibandingkan dengan yang konvensional

Lina