Anda di halaman 1dari 6

REHABILITASI OKLUSI DAN PEMBENTUKAN OKLUSI

Komponen

utama

dari oklusi gigi manusia

adalah

gigi geligi,sistem

neuromuskular dan struktur kraniofasial. Perkembangan dan pematangan (maturasi)


komponen-komponen ini saling berhubungan, sehingga pertumbuhan , adaptasi dan
perubahan secara aktif berperan serta dalam oklusi dewasa.
Gigi-geligi berkembang dalam suasana yang ditandai oleh periode alveolar gigi
dan penyesuaian kraniofasial, yang juga merupakan saat berkembangnya ketrampilan
motorik dan pembelajaran neuromuskular.
Perawatan klinis pada saat ini memanfaatkan keuntungan dari mekanisme
penyesuaian tersebut, misalnya gigi dapat diarahkan ke susunannya yang benar dengan
perawatan ortodontik.
Pada gigi dewasa yang sehat , mekanisme penyesuaian dental terbatas pada
keausan, ekstrusi, dan pergeseran gigi. Penyesuaian tulang pada dasarnya

bersifat

reparasi dan jalannya sangat lamban. Refleks protektif dipelajari, hingga rasa nyeri dan
tidak efisiennya sistem mastikasi dapat dihindari.
Jika geligi dewasa mulai rusak, dokter gigi menolongnya dengan menggunakan
perawatan gigi tiruan cekat atau gigi tiruan lepas untuk mempertahankan keseimbangan
oklusi fungsional.
Rehabilitasi oklusi atau perbaikan oklusi dengan cara terafi oklusal adalah
perawatan pada kondisi oklusal pasien, ini dapat digunakan untuk merubah fungsi dari
sistem mastikasi.yang mempengaruhi oklusal kontak dan posisi rahang fungsional. Ada
dua tipe terafi oklusal yaitu reversibel dan irreversibel.
Reversibel oklusal terafi semetara untuk mengubah kondisi oklusi,posisi tmj atau
keduanya, bagaimanapun terafi ini dipindahkan kondisi pasien akan kembali
semula.Aplikasioklusal digunakan kan terjadi perubahan yang baik pada kontak oklusal
dan posisi tmj, ketika dipindahakn oklusi asli pasien kembali seperti semula.

Gambar 1. Alat stabilisasi pada reversible oklusal terafi


Irreversibel oklusi terafi secara permanen merubah kondisi oklusal dari kondisi
asli yamg tidak bisa pulih.Contoh seektif grinding dari gigi,permukaan oklusal dibentuk
dengan akhir penambahan kondisi oklusal dan stabilitas oro.prosedur ini terjadi
perubahan enamel dan menjadi irreversibel dan permanen. Bentuk irreversibel oklusal
terafi yaitu prosedur prostetik tetap dan terafi ortodontik.

Gambar 2. Prosedur restorasi menyeluruh pada irreversibel oklusal terafi.A. 28 unit


restorasi keramik dalam artikulator ditunjukkan ,siap digunakan pasien.B. Restorasi
keramik disemen secara permanen pada mulut pasien
Rehabilitasi didefinisikan sebagai prosedur untuk memulihkan fungsi otot dan
sendi yang optimal, jika diterapkan pada sistem mastikasi, mencakup gerak mengunyah
gigi belakang bilateral yang akan mendorong fungsi ini dan menghindari aktivitas
parafungsi.
Gangguan oklusal cukup sering terjadi sehingga dianggap sebagai hal yang
normal dam jarang membuat pasien mengeluh.Para praktisi harus siap memeriksa dan
mendiagnosis dengan teliti,dan jika perlu menganalisis oklusi dengan cermat.Penggantian
gigi yang hilang merupakan contoh dari perlunya analisis karena gangguan oklusal dapat
dengan sangat mudah terikut dengan restorasi.

Diagnosis gangguan oklusal ditentukan berdasarkan pada konsultasi dan


pemeriksaan, diikuti dengan analisis fungsi oklusal.
Konsultasi Tentang Keluhan Pada Oklusi
Tujuan konsultasi adalah untuk menentukan diagnosis pendahuluan yang dapat
didefinisikan sebagai identifikasi dari penyakit atau kelainan melalui gejala yang
diungkapkan.Konsultasi sebaiknya dimulai dengan pasien mengutarakan gejala yang
dialaminya.Riwayat gigi masa lalu dan riwayat medis sekarang dapat mulai diperiksa.
Insidens karies ,tanggal pencabutan dan masalah yang timbul, perawatan ortodonti,dan
riwayat pemakaian gigi tiruan bisa sangat bermanfaat, seperti halnya informasi mengenai
cedera rahang baik karena gaya ekstrinsik maupun gaya regangan akibat perawatan yang
berlangsung lama atau sulit , menguap atau mengunyah makanan yang keras. Riwayat
medis harus meliputi informasi mengenai kelainan sendi atau otot, gangguan darah dan
gangguan kulit, dan setiap kondisi yang baru saja di rawat , termasuk terapi obat.
Pemeriksaan
Selain pendataan rutin mengenai gigi-gigi yang karies,tanggal dan ditambal,serta
memperhatikan gingiva dan epitelial mukut juga dibutuhkan informasi mengenai
beberapa keadaan gigi dan gingiva guna menentukan diagnosa gangguan dan kelainan
fungsi oklusal.Pemeriksaan ini mencakup:
1.Keadaan keausan tonjol baik pada satu gigi atau gigi-gigi secara keseluruhan
2.Inklinasi dan stabilitas gigi-gigi yang direposisi
3.Hubungan tonjol fosa dan tonjol linggir
4.Relasi daerah kontak
5.Keadaan erupsi yang berlebih dari gigi-gigi yang tidak punya antagonis
6.Perdarahan dari epitelium interdental
7.Insidens poket gingiva dan intra boni
8.Mukosa yang lecet atau ulserasi dibalik gigi-gigi insisivus atas atau di depan insisivus
bawah menunjukkkan adanya trauma pada mukosa karena insisivus antagonis.
Pemeriksaan Radiografik

Radiografi intraoral dan interoklusal akan menegaskan keberadaan inklinasi yang


tidak menguntungkan dan modotnya gigi-gigi, poket intraboni dan kontak yang terbuka
diantara gigi-gigi. Radiograf interoklusal juga membantu menegaskn relasi oklusal statis
tetapi sudut pancaran sinar x harus juga dipertimbangkan, seperti halnya posisi yang
digunakan untuk memegang film
Pemeriksaan ini mencakup pemeriksaan gigi-geligi dan epitelium dalam mulut
keadaan terbuka, untuk dapat menentukan diagnosis berdasarkan pada fungsi didalam
mulut ,diperlukan analisis oklusi yang lebih komprehensif.
Analisis Fungsi Oklusal
Pada awal analisis ,harus diketahui dengan jelas informasi apa yang dibutuhkan
dan bagaimana informasi ini dapat memperbaiki fungsi optimal dan sistem mastikasi
yang diperiksa, tujuan dapat diringkas sebagai empat persyaratan:
1.Informasi dari pasien mengenai semua aspek fungsi termasuk parafungsi
2.informasi dari pemeriksaan mulut yang bisa digunakan untuk membandingkan fungsi
yang ada dengan fungsi optimal yang bisa diperoleh untuk rongga mulut tersebut
3.Insiden fungsi adaftif dan resiko bahayanya
4.Insidens gangguan dan kelainan
Ada tiga metode untuk melakukan analisis fungsi oklusal yaitu klinis, gnatosonik
dan dengan artikulator.
Analisis klinis yang diperiksa pada pasien aspek-aspek fungsi rongga mulut
meliputi Makan, bicara ,posisi istirahat,kompetensi bibir dn penutupan habital.,penutupan
yang kuat ,penutupan dan gerak parafungsi dan pergerakan artikulasi,kontak sumbi
retrusi dan penutupan aktif maksimal dari mandibula serta palpasi konsdilius dan
otot,sindrom disfungsi mandibula
Analisis gnatosonik, adalah bunyi benturan yang dibuat oleh gigi-gigi yang saling
beroklusi pada oklusi interkuspa sudah dianalisis dan diklasifikasikan oleh Watt (1970)
Metodanya dimaksudkan untuk menentukan bunyi yang dibuat oleh kontak yang
deflektif, dan membentuk suatu analisis gnatosonik oklusi .
Terdapat tiga kelas bunyi benturan,yakni

Kelas A.semua bunyi yang berdurasi singkat (kurang dari 30 milidetik) menunjukkan
bahwa semua gigi berkontak stabil.
Kelas B. Beberapa bunyi singkat dan beberapa panjang, menunjukkan beberapa gigi
berkontak stabil dan yang lain tidak stabil.
Kelas C. Semua bunyi berdurasi panjang (lebih dari 30 milidetik) menunjukkan bahwa
semua kontak gigi tidak stabil.
Aturan Ketiga
Aturan ketiga dapat dikembangkan untuk membantu dalam menentukan
perawatan yang tepat. Masing-masing inklinasi bagian dalam cusp posterior sentrik
dibagi menjadi tiga bagian. Jika kondilus mandibula sesuai diinginkan ujung cusp sentrik
kontak lengkung inklinasi cusp centrik berlawanan dalam ketiga penutup central fossa ,
gerinda terpilih dapat digunakan untuk membentuk tanpa merusak gigi..

Gambar 3.Aturan ketiga. Inklinasi cusp posterior sentrik dibagi tiga A.Ketika kondilus
dalam perawatan relasi sentrik yang diinginkan dan kontak cusp sentrik berlawanan
ujung kontak ketiga penutup sentral fossa, gerinda terpilih ditentukan sebagian besar
perawatan oklusal B. Ketika kontak ujung sentrik cusp berlawanan diatas perengahan
ketiga ,mahkota atau prosedur prostetik cekat indikasi menyeluruh .C. ketika kontak
ujung sentrik cusp berlawanan pada ketiga penutup pada ujung cups sentrik gigi lawan,
orodontik adalah perawatan oklusal yang tepat.
Aturan ketiga diaplikasikan secara klinis pada gigi kering, letak kondilus dalam
posisi yang dinginkan dan membuat pasien menutup mulut sedikit diatas kertas teraan
dalam gerakan sudut engsel. Kontak diperlihatkan dan posisi inklinasi ditentukan .yang
terpenting hubungan bukkolingual dalam lengkung ditentukan dengan perawatan yang
tepat.

Gambar 4. Kondilus pada posisi relasi sentrik, ketidaksesuaian bukkolingual lengkung ra


dan rb dengan mudah terlihat, aturan ketiga dapat digunakan untuk menentukan
perawatan oklusal