Anda di halaman 1dari 11

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Sebagian besar kejadian dan kesakitan yang disebabkan oleh thrombosis dan emboli seperti pada penyakit Stroke ischemic. Karena itu penting sekali memantau secara ketat, khususnya penyakit Stroke ischemic .

Kita harus dapat membedakan gejala antara tromboflebitis dengan flebotrombosis ataupun radang biasa.Oleh karena itu, kita harus tahu sebenarnya gejala dari keduanya agar dapat membedakannya sehingga kita dapat tanggap dalam menanganinya,agar jangan sampai ke tahap yang lebih parah.

Faktor-faktor yang mempermudah trombosis vena(tromboflebitis) antar lain, stasis (perlambatan aliran darah),luka pada dinding pembuluh darah (iritasi lokal dan infeksi),dan perubahan fisika atau kimia pada konstituen darah.

Trombus dapat terjadi pada arteri atau pada vena,

  • 1. trombus arteri disebut trombus putih karena komposisinya lebih banyak trombosit dan fibrin

  • 2. trombus vena di sebut trombus merah karena terjadi pada aliran daerah yang lambat yang menyebabkan sel darah merah terperangkap dalam jaringan fibrin sehingga berwarna merah.Trombosis vena dalam adalah satu penyakit yang tidak jarang ditemukan dan dapat menimbulkan kematian kalau tidak di kenal dan di obati secara efektif.

Pada kasus-kasus yang mengalami trombosis vena perlu pengawasan dan pengobatan yang tepat terhadap trombosisnya dan melaksanakan pencegahan terhadap meluasnya trombosis dan terbentuknya emboli di daerah lain, yang dapat menimbulkan kematian. Kematian terjadi sebagai akibat lepasnya trimbus vena, membentuk emboli yang dapat menimbulkan kematian mendadak apabila sumbatan terjadi pada arteri di dalam paru-paru (emboli paru).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

  • A. DEFENISI TROMBUS & EMBOLUS Trombus adalah bekuan darah yang menempel didinding vaskuler, hal ini terjadi karena permukaan tempat darah mengalir yaitu endothel maupun jantung mengalami kerusakan yang dikenal sebagai disfungsi endothel atau endothel injured. Adanya difungsi endothel ini akan mengundang thrombosit untuk melakukan adhesi dan selanjutnya dengan bantuan faktor-faktor pembekuan darah akan terjadi agregasi trombosit dan terbentuklah bekuan darah yang komponen utamanya adalah trombosit. Adanya trombus yang masih melekat pada dinding ini akan mengakibatkan gangguan aliran karena trombus tersebut berpotensi untuk membesar dan dilain pihak adanya trombus tersebut akan berpotensi untuk lepas yang selanjutnya akan berjalan didalam aliran darah yang disebut sebagai embolus Embolus adalah suatu benda asing yang tersangkut pada suatu tempat dalam sirkulasi darah. Benda tersebut ikut terbawa oleh aliran darah, dan berasal dari suatu tempat lain daripada susunan sirkulasi darah. Embolus (95 %) berasal dari trombus. Adanya embolus ini baru menimbulkan bencana apabila diameter pembuluh darah yang dilalui oleh embolus tersebut berdiameter lebih kecil daripada embolusnya sendiri sehingga terjadilah penutupan pembuluh darah secara mendadak.

  • B. ETIOLOGI TROMBUS Penyebab utama terbentuknya trombus adalah karena adanya penumpukan lemak pada pembuluh darah arteri. Pada keadaan ini darah yang melewati pembuluh darah akan terhambat dan trombus akan terbentuk, trombus akan menempel pada bagian endotel pembuluh darah arteri. Lama kelamaan penumpukan tersebut akan terdorong oleh darah yang melalui pembuluh darah tersebut, dan partikel kecil yang berasal dari trombus akan terbawa aliran darah menuju pembuluh darah selanjutnya hingga ke jantung.

B. ETIOLOGI TROMBUS Penyebab utama terbentuknya trombus adalah karena adanya penumpukan lemak pada pembuluh darah arteri.

Secara normal -> darah mengalir tetap cair karena adanya keseimbangan tertentu yang sangat kompleks, namun dalam keadaan tertentu keseimbangan ini dapat terganggu shg terjadi trombosis. Pada keadaan ini trombosit melekat pd permukaan endotel pembuluh atau jantung. Darah yg mengalir > banyaknya rombosit melekat pada tempat tersebut > trombosit dapat saling melekat > terbentuk suatu massa yang menonjol kedalam lumen. Pd saat tertentu bila aliran darah cepat (spt dlm arteri-arteri), massa yang terbentuk dari trombosit akan terlepas dari dinding pembuluh tetapi kemudian diganti dengan trombosit

yang lain Jika terjadi kerusakan pada trombosit -> dilepaskan suatu zat tromboplastin, zat inilah yang merangsang proses pembentukan bekuan darah. Tromboplastin akan mengubah protrombin > trombin yang bereaksi dengan fibrinogen -> fibrin. Selain itu trombin menyebabkan pecahnya trombosit > pembentukan tromboplastin Trombus mempunyai bentuk khas tda lapisan trombosit dan diliputi oleh Leukosit, eritrosit dan fibrin. Dari luar permukaan trombus nampak sebagai batu karang dengan garis-garis > Line of zahn.

yang lain Jika terjadi kerusakan pada trombosit - – > dilepaskan suatu zat tromboplastin, zat inilah
  • C. MACAM-MACAM TROMBUS

    • Occlusive trombus adalah trombus yang menyebabkan lumen pembuluh tersumbat

    • Propagating trombus adalah masa yang dibentuk sepanjang pembuluh yang terbendung dan merupakan perpanjangan trombus

  • Saddle/riding trombus adalah trombus dapat memanjang dan masuk kedalam cabang pembuluh Mural/parietal trombus adalah trombus dengan melekat pada dinding pembuluh darah dan bagian yang melekat pada dinding pembuluh darah dan bagian yang terlepas seolah-olah berenang dalam darah tanpa menyebabkan oklusi pembuluh (pembuluh darah besar)

  • Pedinculated trombus adalah trombus mural dalam jantung yang bertangkai panjang

  • Ball trombus (bisa dikatakan embolus) adalah pedinculated trombus yang lepas dan hanyut terbawa aliran darah, krn besar dapat tersangkut dan tidak dapat melewati ostium Trombus dapat dibentuk dalam : - Arteri. Vena. - Jantung Trombus paling sering ditemukan pada : Vena saphena magna Vena-vena profunda betis selain itu juga terdapat pada vena pelvis, mesenterium dan vena pelvis Trombus

arteri

sering

terjadi

pada

:

Tungkai

bawah coronaria renalis

mesentrica Trombus yang terbentuk dalam vena menimbulkan:

A .Stasis darah B .Bendungan Pasif

C .Edema dan kadang-kadang nekrosis

Trombus yang terbentuk dalam arteri menimbulkan:

1.Ischemi

2.Nekrosis

3. Infark atau gangren

D. PROSES PEMBENTUKAN EMBOLUS

Embolus berasal dari lepasnya trombus yang menempel pada dinding pembuluh darah, setelah itu terbawa aliran darah dan menyebabkan terganggunya sistem peredaran darah. Proses ini terjadi karena tekanan darah yang melewati pembuluh darah meningkat dan mendorong trombus yang menempel pada dinding pembuluh darah. proses pembentukan embolus ini disebut embolis.

Trombus yang terbentuk dalam arteri menimbulkan: 1.Ischemi 2.Nekrosis 3. Infark atau gangren D. PROSES PEMBENTUKAN EMBOLUS

Jenis Embolus

• Berupa benda padat berasal dari trombus, kelompok sel tumor, kelompok bakteri, jaringan • Embolus bersifat cairan dapat berupa zat lemak, cairan amnion • Embolus bersifat gas dapat berupa udara, gas nitrogen, carbon dioksida • Embolus sering ditemukan pada vena, arteri, pembuluh limfe dan jantung Akibat Akibat yang ditimbulkan oleh embolus

  • - Menimbulkan kematian mendadak

  • - Kematian jaringan atau infark

  • - Embolus septik à sarang sarang infeksi baru dan abses-abses baru

  • - Metastasis tumor ganas

Komplikasi Trombosis adalah kondisi sekunder, gejala, atau gangguan lain yang disebabkan oleh trombosis. Dalam banyak kasus perbedaan antara trombosis gejala dan komplikasi trombosis tidak jelas.

  • Berikut penyakit penyakit yang dapat ditimbulkan : Tromboemboli, Emboli, Emboli paru, Tromboemboli paru, Serangan jantung - dari arteri trombosis, Stroke dari arterial thrombosis. Bahkan yang paling parah dapat menyebabkan sudden death (mati mendadak).

  • Diagnosis dibuat dengan melakukan anamnesis dan melihat gejala klinik, diagnosis penunjang dapat berupa : pemeriksaaan EKG, pemeriksaan radiologi, Doppler ultrasound, pemeriksaan laboratorium.

  • Pengobatan terhadap serangan akut

Berupa obat-obat antitrombolitik (antikoagulan) dalam dosis rendah. Seperti : Aspirin, sulfinpirazon, dipiridamol, tiklopidin dan dekstran.

  • Pencegahan serangan lanjut Tidak

mengkonsumsi

obat, makanan dan minuman yang mampu mempercepat

pembekuan darah.

  • Olah raga disesuaikan

Tujuan penatalaksanaan medis trombosis adalah untuk menurunkan kecepatan bekuan darah dalam arteri dan untuk meningkatkan suplai oksigen. Secara medis tujuan ini di capai malaui terapi farmakologi dan kontrol terhadap faktor resiko.

  • Melakukan Angioplasti balon

Angioplasti balon pada arteri koroner, atau percutaneous transluminal coronary angioplasty (PTCA). PTCA dilaksanakan dengan kateter balon kecil yang disisipkan ke pangkal paha atau lengan, dan diteruskan ke arteri koroner yang menyempit. Balon lalu dipompa untuk memperbesar penyempitan arteri. Bila berhasil, PTCA dapat menghilangkan nyeri dada angina, memperbaiki prognosis pasien penderita angina tak-stabil, dan memperkecil atau menghentikan serangan jantung tanpa pasien harus menjalani bedah cangkok bypass arteri koroner (CABG) jantung terbuka

TROMBUS & EMBOLUS

Paper ini dibuat untuk melengkapi persyaratan Mengikuti

Kepaniteraan Klinik Senior dibagian Ilmu Penyakit Syaraf

RUMAH SAKIT HAJI MEDAN

TROMBUS & EMBOLUS Paper ini dibuat untuk melengkapi persyaratan Mengikuti Kepaniteraan Klinik Senior dibagian Ilmu Penyakit

Oleh :

Alhamzah Juliandou

09310325

PEMBIMBING :

Dr. LUHU A. TAPIHERU, Sp.S

Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Syaraf Rumah Sakit Haji Medan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

2014

10
10