Anda di halaman 1dari 4

PEMECAHAN MASALAH DENGAN METODE ILMIAH

Dalam mempelajari berbagai gejala alam, ilmuan menggunakan metode yang sitematis dan
logis, yang disebut dengan metode ilmiah. Tahapan yang dilakukan dalam metode ilmiah adalah
melakukan pengamatan (observasi), mengajukan pertanyaan, membuat hipotesis (dugaan
sementara), melakukan eksperimen dan menarik kesimpulan hasil eksperimen.
Bagaimanakah penerapan metode ilmiah dalam mempelajari suatu obyek biologi?
Pelajarilah penjelasan berikut agar lebih mudah memahaminya.
1. Pengamatan
Mengamati merupakan salah satu keterampilan proses yang mendasar. Keterampilan
melakukan pengamatan (observasi) telah dikuasai jika dapay mendeskripsikan obyek secara
kualitatif. Pengamatab kualitatif dilakukan dengan menggunakan indera penglihatan, pendengaran,
pembau, peraba dan pengecap tanpa mengacu pada satuan yang baku.
Sebaliknya, pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan alat ukur yang mengacu pada
satuan pengukuran baku disebut pengamatan kuantitatif.
2. Pertanyaan
Pertanyaan atau masalah dapat diajukan setelah hasil pengamatan diperoleh. Contoh
pertanyaan sebagai berikut :
a. Mengapa wana mahkota dalam satu tumbuhan tidak sama?
b. Mengapa tidak semua bunga menghasilkan biji?
3. Hipotesis / Asumsi
Hipotesis merupakan dugaan sementara yang masih membutuhkan pengujian. Hipotesis
dirumuskan dalam pentuk pernyataan.
4. Eksperimen
Eksperimen dilakukan untuk memperoleh dayang yang dapat mendukung atau menolah
hipotesis. Data tersebut kemudian dianalisis untuk mengetahui hasil dari ekesperimen.
5. Simpulan
Suatu simpulan dianggap benar jika eksperimen tersebut dapat diulang dan mendapatkan
simpulan yang sama.
PENELITIAN ILMIAH
Penelitian ilmiah dilakukan untuk mengetahui berbagai gejala dan fakta di alam. Langkahlangkah dalam melakukan sebuah penelitian adalah membuat kerangka acuan penelitian, menyusun
proposal penelitian, melakukan prosedur pelaksanaan penelitian, menganalisis datan dan menulis
laporan penelitian.
Kerangka acuan penelitian

Kerangka acuan penilitian berisi pokok-pokok pikiran yang mendasari penelitian. Kerangka
acuan dibuat agar dapat dikomunikasikan pada guru atau ahli lain untuk memperoleh pendapat atau
saran. Kerangka acuan penelitian terdiri dari :
a.
b.
c.
d.
e.
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Judul Penelitian
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan
Manfaat hasil penelitian
Dengan membuat kerangka acuan siswa akan berlatih untuk :
Merumuskan judul penelitian
Menyususn latar belakang penelitian
Merumuskan masalah
Merumuskan tujuan penelitian
Menjelaskan metode penelitian yang akan digunakan
Menyusun jadwal kerja penelitian

Judul Penelitian
Judul penelitian berfungsi sebagai identitas penelitian yang dicantumkan dalam berbagai
dokumen. Judul penelitian yang baik haruslah padat, spesifik dan menggambarkan masalah yang
diteliti.
Latar Belakang
Latar belakang suatu penelitian menunjukkan kontek masalah yang akan diteliti serta
kepentingan penelitian tersebut.
Rumusan Masalah
Rumusan masalah harus dinyatakan secara jelas dan menimbulkan penafsiran ganda.
Rumusan masalah tersebut harus dapat dijawab melalui pengamatan, yaitu memungkinkan untuk
mengumpulkan data dan menjawab masalah tersebut.
Tujuan Penelitian
Penelitian bertujuan untuk menguraikan atau mendeskripsikan suatu gejala atau obyek.
Penelitian juga dapat bertujuan menerangkan suatu gejala atau menguji hipotesa.
Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian dapat dilihat dari dua aspek, yaitu sumbangan bagi pengembang ilmu
(sapek teoritis) dan manfaat bagi penerapannya di masyarakat (aspek praktis).
Proposal Penelitian
Proposal penelitian merupakan merupakan pengembangan kerangka acuan yang telah
mendapat tambahan informasi dari berbagai sumber dan berbagai saran dari para ahli. Selain itu,

proposal penelitian juga memuat identifikasi variable, tinjauan pustaka, hipotesis dan metode
penelitian. Uraiannya sebagai berikut :
Identifikasi variabel penelitian
Ada tiga jenis variabel dalam penelitian ilmiah, yaitu variabel manipulasi, variabel kontrol
dan variable respons.
Tinjauan pustaka
Tinjauan pustaka memuat teori dan hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan
masalah yang diteliti. Uraiannya diharapkan mampu menjelaskan walaupun hanya secara teoritis,
masalah yang diteliti serta hubungan antara variabel yang terkait.
Hipotesis
Hipotesi merupakan jawaban sementara dari rumusan masalah yang diajukan. Hipotesis
disusun berdasarkan teori yang diuraikan pada tinjauan pustaka sehingga hipotesis hanya bersifat
teoritis. Hipotesis akan dibuktikan setelah memperoleh data hasil penelitian.
Metode penelitian
Metode penelitian menguraikan bagaimana cara melakukan penelitian tersebut. Metode
penelitian dimulai dari menentukan populasi dan sampel, variabel dan rancangan penelitian,
prosedur penelitian data serta analisis data.
Jadwal penelitian
Suatu penilitian dibatasi oleh berbagai hal, antara lain ketersediaan alat dan bahan, biaya,
waktu, serta tempat. Menyusun jadwal penelitian merupakan panduan bagi seorang peneliti agar
penelitiannya membuahkan hasil yang dapat dipertanggungjawabkannya.
Prosedur pelaksanaan penelitian
Prosedur pelaksanaan penelitian merupakan uraian langkah-langkah yang dilakukan dalam
penelitian.
Analisis data
Analisis data adalah cara mengolah data hasil penelitian sehingga membuktikan kebenaran
hipotesis yang diajukan. Tahapan dalam menganalisis data adalah mendeskripsikan data,
menginterpretasikan data dan menguji hipotesis.
Laporan penelitian
Laporan penelitian penting, selain sebagai dokumentasi juga sebagai alat komunikasi hasil
penelitian dengan pihak lain. Berikut ini adalah salah satu sistematika laporan penelitian.
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
BAB II KAJIAN TEORI
A. Kajian Teori
B. Kajian Hasil Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
A.
B.
C.
D.

Variabel Penelitian
Rancangan Penelitian
Alat dan Bahan
Prosedur Penelitian

BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN


A. Data Hasil Penelitian
B. Analisis Data
C. Pembahasan
BAB V PENUTUP
A. Simpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN