Anda di halaman 1dari 3

Percobaan Kimia Fisik III

DIFUSI GAS

Tujuan :
Untuk menentukan massa relative suatu molekul
Dasar Teori
Difusi adalah peristiwa dimana terjadi transfer materi melalui materi lain. Transfer materi
ini berlangsung karena atom atau partikel selalu bergerak oleh agitasi thermal. Walaupun
sesungguhnya gerak tersebut merupakan gerak acak tanpa arah tertentu, namun secara
keseluruhan ada arah neto dimana entropi akan meningkat. Difusi merupakan proses irreversible.
Pada fasa gas dan cair, peristiwa difusi mudah terjadi pada fasa padat difusi juga terjadi
walaupun memerlukan waktu lebih lama.
Difusi adalah gerak spontan atom atau molekul di dalam bahan yang cenderung
membentuk komposisi yang seragam. Gaya pendorong terjadinya proses difusi adalah gradient
konsentrasi yaitu jumlah atom/molekul yang terdapat disekitar komponen dibandingkan dengan
jumlah atom/molekul yang terdapat di dalam komponen. Gambaran langsung tentang gerakan
acak diperlihatkan oleh difusi (diffusion), yakni campuran antara molekul suatu gas dengan
molekul gas lainnya yang terjadi secara sedikit demi sedikit berdasarkan sifat kinetiknya. Difusi
selalu berlangsung dari suatu daerah dengan konsentrasi lebih tinggi ke daerah dengan
konsentrasi yang lebih rendah. Meskipun pada kenyataannya bahwa kecepatan molekul sangat
besar, proses difusi memerlukan waktu relatif lama hingga selesai. Sebagai contoh, jika botol
berisi larutan ammonia pekat dibuka di salah satu ujung meja praktikum, akan memerlukan
waktu sebelum seseorang mencium baunya di bagian ujung lainnya dari meja itu. Alasannya
adalah bahwa molekul mengalami sejumlah tumbukan ketika bergerak dari satu ujung ke ujung
lain meja praktikum. Maka, difusi gas selalu terjadi secara berangsur-angsur, dan tidak secara
seketika seperti kecepatan molekul yang diperkirakan. Lebih jauh lagi, karena kecepatan akar
kuadrat rata-rata dari gas ringan adalah lebih besar daripada gas yang lebih berat, maka gas yang
lebih ringan akan berdifusi melalui ruang tertentu, lebih cepat daripada gas yang lebih berat.

Suatu gas dengan rapatan tinggi akan berdifusi lebih lambat dari pada gas yang berapatan
rendah. Menurut Thomas Graham, laju difusi dua gas berbanding terbalik dengan akar (kuadrat)
rapatan mereka. Secara matematika dapat dituliskan sebagai berikut:

Dengan r 1 dan r 2 adalah laju dua gas, d1 dan d2 adalah rapatan masing-masing gas.
Menurut hukum Avogadro, rapatan gas berbanding lurus dengan massa molekul relatif. Oleh
karena itu massa molekul relatif dapat menggantikan rapatan dalam rumus hukum difusi
Graham:

Massa molekul relatif suatu gas tertentu dapat ditentukan dengan mengukur laju difusi
(efusi)-nya dengan cara membandingkan laju gas tersebut dengan laju gas yang telah diketahui
massa molekulnya. Laju difusi merupakan perbandingan antara jarak dengan waktu difusi. Untuk
waktu difusi yang sama antara gas satu dengan yang lain, maka perbandingan laju difusi
sebanding dengan perbandingan jarak yang ditempuh oleh gas dalam berdifusi.

Dengan L1 dan L2 adalah jarak yang ditempuh gas 1 dan gas 2 selama berdifusi, Mr(1)
dan Mr(2) masing-masing adalah massa molekul relatif dari gas 1 dan gas 2.
Alat dan Bahan :
Alat:

Pipa gelas 25cm


Stopwatch
pipet tetes
Statif dan klem
Penggaris

kapas penyumbat
Bahan :larutan HCl pekat 12 M
zat X cair
Langkah kerja :
1. Siapkan pipa gelas, letakkan dengan posisi horizontal dengan statif
2. Pipetlah HCL pekat dan teteskan 3 tetes kedalam pipa gelas pada ujung yang satu, dalam
waktu yang bersamaan teteskan 3 tetes zat X pada ujung yang lain
3. Tutuplah kedua ujung pipa yang telah ditetesi dengan kedua zat tersebut dengan kapas
4.
5.
6.
7.

dan biarkan sampai zat itu menguap seluruhnya


Catat waktu yang diperlukan sampai terlihat warna putih kabut ditengah pipa gelas
Ukurlah jarak antara ujung pipa zat HCL dengan titik putih kabut yang terjadi (L1)
Ukur pula jarak ujung pipa zat X dengan titik putih kabut (L2)
Ulangi percobaan sampai 3x