Anda di halaman 1dari 3

1.

Lingkup informasi yang dihasilkan oleh akuntansi manajemen adalah :


a) Meliputi perusahaan sebagai keseluruhan
b) Meliputi bagian dari perusahaan *
c) Mencakup masa yang telah lalu
d) Mencakup disiplin sumber ekonomi dan psikologi sosial
2. Perbedaan antara variable costing dengan absorption costing adalah :
a) Jumlah biaya yang dibebankan kepada produk di dalam metode
variable costing berbeda dengan yang dibebankan kepada produk oleh
metode absorption costing *
b) Laba yang dihitung menurut variable costing selalu berbeda dengan
laba yang dihitung menurut absorption costing
c) Metode absorption costing dapat dipakai oleh segala macam
perusahaan, sedangkan metode variable costing hanya dapat
diterapkan dalam perusahaan tertentu saja
d) Metode absorption costing tidak terpengaruh adanya fluktuasi musim,
sedangkan metode variable costing sangat dipengaruhi fluktuasi
musim
3. Asumsi pokok mengenai perilaku biaya dan pendapatan yang melandasi
perhitungan analisis hubungan cost-volume-profit konvensional adalah :
a) Biaya tetap konstan *
b) Harga per unit variable dan efisiensi
c) Hubungan-hubungan yang kurvelinier
d) Hubungan-hubungan yang linier
4. Pada full cost-plus pricing, markup dirancang untuk menutup :
a) Biaya pemasaran dan administrasi variable
b) Biaya pemasaran dan administrasi tetap
c) Laba yang diinginkan perusahaan
d) A, B dan C benar semua *
5. Karakteristik penanaman modal yang mempengaruhi pemilihan metode
penilaian investasi adalah :
a) Penanaman modal menyangkut pengikatan sumber-sumber dalam
jangka panjang
b) Penanaman modal menyangkut pengikatan sumber-sumber dalam
jumlah yang besar
c) Penanaman modal umumnya menyangkut investasi pada aktiva yang
merupakan obyek depresiasi (depreciable assets)
d) A, B dan C benar semua *
6. Harga jual yang ditetapkan atas dasar biaya variable saja hanya cocok :
a) Jika terdapat kapasitas yang menganggur *
b) Jika persaingan sangat ketat
Akuntansi Manajemen-S1 Managemen (3EA-01 S/d 09)

Hal 1 dari 3

c) Jika beroperasi dalam distress conditions


d) A, B dan C benar semua
7. Yang dimaksud dengan penetration pricing adalah
a) Mencoba memaksimumkan laba jangka pendek dengan cara
menetapkan harga jual mula-mula tinggi
b) Hanya mungkin diterapkan dalam pasar yang karena menggunakan
teknologi yang kompleks atau investasi yang tingggi, sulit untuk
dimasuki
c) Dapat digunakan dengan contribution approach dalam penetapan
harga jual, tetapi tidak dapat diterapkan dengan absorption approach
d) Mencoba mendekatkan harga mula-mula yang rendah untuk
mendapatakan pasaran yang luas *
8. Yang mana di antara alternatif berikut ini akan menurunkan contribution
margin per unit dalam jumlah yang paling berarti :
a) Penurunan harga jual 15% *
b) Kenaikan biaya variable 15%
c) Kenaikan harga jual 15%
d) Penurunan biaya variable 15%
9. Bagi seorang akuntan margin of safety diartikan sebagai :
a) Kelebihan penjualan actual atau anggaran di atas biaya-biaya variable
dan tetap di atas break event point *
b) Kelebihan penjualan actual atau anggaran di atas biaya-biaya tetap
c) Kelebihan penjualan actual di atas anggaran penjualan
d) Kelebihan pendapatan penjualan di atas biaya-biaya variable
10. Suatu perusahaan membeli mesin baru pada tanggal 1 Januari 2000 dengan
harga Rp. 350.000.000. Diperkirakan mesin tersebut mempunyai umur
ekonomis 8 tahun dan tidak memiliki nilai residu. Metode penyusutan yang
digunakan adalah metode garis lurus. Present Value aliran kas yang
dihasilkan oleh mesin tersebut pada time adjusted rate of return 14% adalah
Rp. 371.120.000. Aliran kas yang digunakan untuk menghitung present value
tersebut adalah :
a) Rp. 130.263.000
b) Rp. 122.850.000
c) Rp. 80.000.000 *
d) Rp. 77.447.000
11. Penjualan produk tertagih suatu perusahaan pada bulan penjualan 20%,
bulan berikutnya 70%, bulan kedua dari bulan penjualan 6%, sisanya tidak
tertagih. Anggaran penjualan bulan Januari Rp. 200.000.000, Februari Rp.
300.000.000, Maret Rp. 350.000.000 dan April Rp. 250.000.000. Anggaran
penerimaan kas pada bulan April adalah :
Akuntansi Manajemen-S1 Managemen (3EA-01 S/d 09)

Hal 2 dari 3

a)
b)
c)
d)

Rp. 321.000.000
Rp. 320.000.000
Rp. 313.000.000 *
Rp. 292.000.000

Data berikut untuk menjawab soal no. 33 s/d 35 :


Untuk tahun 2000 perusahaan mempunyai rencana sebagai berikut :
Penjualan
Rp. 300.000.000
Marginal Income Ratio
33,33% (1/3)
Margin of Safety
25,00%
12. Break even point perusahaan tersebut adalah sebesar :
a) Rp. 300.000.000
b) Rp. 225.000.000 *
c) Rp. 200.000.000
d) Rp. 100.000.000
13. Besarnya laba yang direncanakan perusahaan tersebut untuk tahun 2000
adalah:
a) Rp. 100.000.000
b) Rp. 75.000.000
c) Rp. 50.000.000 *
d) Rp. 25.000.000
14. Apabila biaya variable naik Rp. 25.000.000, dan semua elemen tetap, maka
marginal income ratio yang baru adalah :
a) 66,70%
b) 40,00%
c) 30,00%
d) 25,00% *

Akuntansi Manajemen-S1 Managemen (3EA-01 S/d 09)

Hal 3 dari 3