Anda di halaman 1dari 39

Sistem Penyaluran

dan Distribusi Tenaga


Listrik
Faldi Achmad Dewantara
(6513040044)
Afra Anindita
(6513040046)

Pusat Pembangkit Listrik


(Power Plant)
Yaitu tempat energi
listrik pertama kali
dibangkitkan, dimana
terdapat turbin
sebagai penggerak
mula (Prime Mover)
dan generator yang
membangkitkan
listrik.

Transmisi Tenaga Listrik


Merupakan proses
penyaluaran tenaga listrik
dari tempat pembangkit
tenaga listrik (Power
Plant) hingga Saluran
distribusi listrik
(substation distribution)
sehingga dapat
disalurkan sampai pada
konsumen pengguna
listrik.

Beban
Merupakan pengguna /
konsumer Listrik.

Gardu Induk
Gardu Induk merupakan sub sistem dari sistem penyaluran
(transmisi)

Fungsi dari Gardu Induk :


a. Mentransformasikan tenaga listrik tegangan tinggi yang
satu ke tegangan tinggi yang lain (500kV/150kV, 150kV/70kV) atau
dari tegangan tinggi ke tegangan menengah (150kV/20kV,
70kV/20kV)
b. Pengukuran, pengawasan operasi, dan pengaturan
pengamanan dari sistem tenaga listrik
c. Pengaturan pelayanan beban (daya) ke gardu-gardu induk
lain melalui tegangan tinggi dan ke gardu-gardu induk distribusi
setelah melalui transformator penurun tegangan (step down
transformer) dan diteruskan ke penyulang (feeder) tegangan
menengah

Jenis Gardu Induk Berdasarkan


Tempat Peralatan:

Gardu Induk Konvensional (jenis pasang luar/outdor),


gardu induk yang peralatannya diletakkan pada bagian
luar (diarea terbuka) yang disebut juga switch yard atau
switch gear.
Gardu Induk Indoor (GIS), Gardu induk yang
peralatannya diletakkan didalam ruangan dengan
memodifikasi peralatan tegangan tinggi yang dilindungi
sistem gas terisolasi.
Gardu Induk Bawah Tanah (GIS), Gardu induk yang
diletakkan didalam ruangan bawah tanah dengan
kondisi tertutup.

Jenis Gardu Induk Berdasarkan


Tempat Peralatan:

GI Pasang
Luar

Gardu listrik dimana semua /


sebagian besar peralatannya
ditempatkan di luar / udara
terbuka

GI Pasang
Dalam

Gardu listrik dimana semua /


sebagian besar peralatannya
dipasang didalam gedung
(ruang tertutup)

Gardu Induk Konvensional


(pasang luar)

Gardu Induk Pasang Dalam

Jenis Gardu Induk


berdasarkan Media Isolasi :
AIS
Gardu listrik konvensional dengan menggunakan udara sebagai
media isolasi antar peralatan yang bertegangan (Air Insulated
Switchargear/AIS). Semua / sebagian besar peralatan ditempatkan
di udara terbuka.

GIS
Gardu listrik yang menggunakan gas sebagai media isolasi antar
peralatan yang bertegangan (GIS= Gas Insulated Switchargear).
Semua / sebagian besar peralatannya ditempatkan didalam media
yang diisolasi dengan menggunakan SF6

GI menggunakan isolasi udara

GI menggunakan isolasi gas

Pengertian Transmisi Tenaga


Listrik
Transmisi (penyaluran) adalah Penyaluran energi
listrik sehingga mempunyai listrik, yang berfungsi
menyalurkan tenaga listrik dari pusat pembangkit
ke pusat beban melalui saluran transmisi, maksud
proses dan cara menyalurkan energi listrik dari
satu tempat ke tempat lainnya, seperti :
- Dari pembangkit listrik ke gardu induk.
- Dari satu gardu induk ke gardu induk lainnya.
- Dari gardu induk ke jaring tegangan menengah
dan gardu distribusi.

Jenis saluran transmisi


1.

2.

3.

4.

Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) :


30kV, 70kV, 150kv.
Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi
(SUTET) : 500kV
Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) :
150kV
Sub Marine Cable : 150kV.

Tegangan Transmisi.
Tegangan generator dinaikkan ke tingkat yang
dipakai untuk transmisi yaitu antara 11 kV dan 765
kV.
Tegangan extra-tinggi (Extra High Voltage
EHV) : 345, 500 dan 765 kV.
Tegangan tinggi standar (High Voltage-HV
standard) :115kV, 138kV, dan 230kV
Untuk sistem distribusi, tegangan menengah
yaitu antara 2,4kV dan 69kV. Umumnya antara
120V dan 69kV dan untuk tegangan rendah yaitu
antara 120V sampai 600V

Desain Transmisi

Pemilihan tegangan
Pemilihan jenis kawat
Pemilihan sistem perlindungan terhadap
gangguan
Kontinuitas penyaluran tenaga listrik
Pembebasan tanah yang dilalui

Sistem Penyaluran Tenaga


Listrik

Konstruksi Saluran Transmisi


1. Saluran Udara (Overhead Lines)
saluran transmisi yang
menyalurkan energi listrik melalui
kawat-kawat yang digantung pada
isolator antara menara atau tiang
transmisi. Kelebihan dari
penyaluran ini adalah lebih murah
dan perbaikannya lebih mudah bila
ada gangguan. Namun
kekurangannya adalah penyaluran
ini mudah terpengaruh oleh cuaca
buruk dan kurang estetis karena
mengganggu pandangan.

2. Saluran kabel bawah tanah


(underground cable), saluran
transmisi yang menyalurkan
energi listrik melalui kabel yang
dipendam didalam tanah.
saluran bawah tanah lebih
estetis karena tidak
mengganggu pandangan.
Karena itu saluran bawah tanah
banyak digunakan di kota-kota
besar. Namun biaya
pembangunannya cukup mahal
dibandingkan dengan saluran
udara, dan perbaikannya lebih
sukar bila terjadi gangguan
hubungan singkat.

3. Saluran bawah
Laut, Saluran transmisi
listrik yang di bangun
di dalam laut. Saluran
Kabel bawah laut, ini
merupakan saluran
listrik yang melewati
medium bawah air
(laut) karena transmisi
antar pulau yang
jaraknya dipisahkan
oleh lautan.

Diagram dasar dari sistem


transmisi dan distribusi tenaga
listrik.

Proses Penyaluran Tenaga Listrik


dari Pembangkit ke Konsumen

Tenaga listrik dibangkitkan dalam Pusat-pusat Listrik seperti PLTA,


PLTU, PLTG, PLTP, PLTGU dan PLTD, kemudian disalurkan melalui
saluran transmisi setelah terlebih dahulu dinaikkan tegangannya oleh
transformator penaik tegangan yang ada di pusat listrik. Saluran
tegangan tinggi di Indonesia mempunyai tegangan 150 kV yang
disebut sebagai Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan
tegangan 500 kV yang disebut sebagai Saluran Udara Tegangan
Ekstra Tinggi (SUTET). Selanjutnya masuk di Gardu Induk (GI) untuk
diturunkan tegangannya melalui transformator penurun tegangan
menjadi tegangan menengah (tegangan distribusi primer). Tegangan
distribusi primer yang digunakan pada saat ini adalah tegangan 20 kV.
kemudian tenaga listrik diturunkan tegangannya dalam gardugardu distribusi menjadi tegangan rendah dengan tegangan 380/220
Volt, kemudian disalurkan melalui Jaringan Tegangan Rendah untuk
selanjutnya disalurkan ke rumah-rumah melalui alat pembatas dan
pengukur KWH meter

Perlengkapan Gardu Transmisi


1. Busbar atau Rel, Merupakan titik pertemuan/hubungan antara trafo-trafo
tenaga, Saluran Udara TT, Saluran Kabel TT dan peralatan listrik lainnya untuk
menerima dan menyalurkan tenaga listrik/daya listrik.
2. Ligthning Arrester, biasa disebut dengan Arrester dan berfungsi sebagai
pengaman instalasi (peralatan listrik pada instalasi Gardu Induk) dari gangguan
tegangan lebih akibat sambaran petir (ligthning Surge).
3. Transformator instrument atau Transformator ukur, Untuk proses
pengukuran.
Antara lain :
- Transformator Tegangan, adalah trafo satu fasa yang menurunkan
tegangan tinggi menjadi tegangan rendah yang dapat diukur dengan Voltmeter
yang berguna untuk indikator, relai dan alat sinkronisasi.
- Transformator arus, digunakan untuk pengukuran arus yang
besarnya ratusan amper lebih yang mengalir pada jaringan tegangan tinggi.
Disamping itu trafo arus berfungsi juga untuk pengukuran daya dan energi,
pengukuran jarak jauh dan rele proteksi.
- Transformator Bantu (Auxilliary Transformator), trafo yang
digunakan untuk membantu beroperasinya secara keseluruhan gardu induk
tersebut.

4. Sakelar Pemisah (PMS) atau Disconnecting Switch (DS), Berfungsi


untuk mengisolasikan peralatan listrik dari peralatan lain atau instalasi lain
yang bertegangan.
5. Sakelar Pemutus Tenaga (PMT) atau Circuit Breaker (CB),
Berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan rangkaian pada saat
berbeban (pada kondisi arus beban normal atau pada saat terjadi arus
gangguan).
6. Sakelar Pentanahan, Sakelar ini untuk menghubungkan kawat
konduktor dengan tanah / bumi yang berfungsi untuk menghilangkan /
mentanahkan tegangan induksi pada konduktor pada saat akan dilakukan
perawatan atau pengisolasian suatu sistem.
7. Kompensator, alat pengubah fasa yang dipakai untuk mengatur jatuh
tegangan pada saluran transmisi atau transformator. SVC (Static Var
Compensator) berfungsi sebagai pemelihara kestabilan.
8. Peralatan SCADA dan Telekomunikasi, (Supervisory Control And
Data Acquisition) berfungsi sebagai sarana komunikasi suara dan
komunikasi data serta tele proteksi dengan memanfaatkan
penghantarnya.
9. Rele Proteksi, alat yang bekerja secara otomatis untuk mengamankan
suatu peralatan listrik saat terjadi gangguan, menghindari atau
mengurangi terjadinya kerusakan peralatan akibat gangguan.

Komponen Pengaman
Komponen pengaman (pelindung) pada transmisi tenaga
listrik memiliki fungsi sangat penting. Komponen pengaman pada
saluran udara transmisi tegangan tinggi, antara lain :
- Kawat tanah, grounding dan perlengkapannya, dipasang
di sepanjang jalur SUTT. Berfungsi untuk mengetanahkan arus
listrik saat terjadinya gangguan (sambaran) petir secara langsung.
- Pentanahan tiang, Untuk menyalurkan arus listrik dari
kawat tanah (ground wire) akibat terjadinya sambaran petir. Terdiri
dari kawat tembaga atau kawat baja yang di klem pada pipa
pentanahan dan ditanam di dekat pondasi tower (tiang) SUTT.
- Jaringan pengaman, berfungsi untuk pengaman SUTT
dari gangguan yang dapat membahayakan SUTT tersebut dari lalu
lintas yang berada di bawahnya yang tingginya melebihi tinggi
yang dizinkan
- Bola pengaman, dipasang sebagai tanda pada SUTT,
untuk pengaman lalu lintas udara

Gangguan sistem tenaga listrik


Pada dasarnya suatu sistem tenaga listrik harus dapat
beroperasi secara terus menerus secara normal, tanpa
terjadi gangguan. Akan tetapi gangguan pada sistem
tenaga listrik tidak dapat dihindari. Gangguan dapat
disebabkan oleh beberapa hal berikut:
Gangguan karena kesalahan manusia (kelalaian)
Gangguan dari dalam sistem, misalnya karena faktor
ketuaan, arus lebih, tegangan lebih sehingga merusak
isolasi peralatan.
Gangguan dari luar, biasanya karena faktor alam.
Contohnya cuaca, gempa, petir, banjir, binatang, pohon
dan lain-lain.

Jenis-jenis gangguan
Jenis gangguan bila ditinjau dari sifat dan penyebabnya
dapat dikelompokkan sebagai berikut :
Beban lebih, ini disebabkan karena memang keadaan
pembangkit yang kurang dari kebutuhan bebannya.
Hubung singkat, jika kualitas isolasi tidak memenuhi
syarat, yang mungkin disebabkan faktor umur,
mekanis, dan daya isolasi bahan isolator tersebut.
Tegangan lebih, yang membahayakan isolasi
peralatan di gardu.
Gangguan stabilitas, karena hubung singkat yang
terlalu lama.

Sistem Tenaga Listrik

Subsistem Pembangkit
Subsistem Transmisi
Subsistem Distribusi

One line diagram sistem tenaga


listrik

Sistem interkoneksi Jawa-Bali


500 kV

SLAYA

CLGON

PLTGU
CILEGON
PLTGU
BOJONEGARA
KMBNG
TMBUN
CWANG

MRTWR

SRANG
BLRJA

BKASI

CBATU

Jawa

PWTAN

GNDUL
DEPOK

CIBNG

Keteranga
n:

GITET
Existing
GITET
Rencana
SUTET
Existing
SUTET
Rencana

Madura

CRBON

SGLNG
CSKAN

BDSLN
LGDAR

TJATI

CRATA

UJBRG

NGBNG
PMLNG

GRSIK

UNGAR
SBBRT

TSMYA

SBLTN
PITON

PKLAN

BNGIL
KLTEN
KDBRU

GRATI

Bali
WTDOL

GLNUK
EDOP3B

KAPA
L

Electric shock
Efek Fisiologis 1

Arus listrik yang mengalir dalam suatu bahan akan dihambat


oleh sesuatu yang kemudian disebut resistan.
Proses penghambatan arus mengakibatkan disipasi energi yang
biasanya berbentuk panas (heat).
Hal ini mendasari pengaruh listrik pada jaringan hidup (living
tissue) yaitu menimbulkan panas.
Pada suatu nilai panas tertentu jaringan dapat terbakar. Efek
fisiologisnya sama seperti kerusakan yang diakibatkan oleh api
atau sumber panas lainnya, bedanya adalah bahwa listrik dapat
menyebabkan jaringan dibawah kulit atau bahkan organ
internal terbakar

Efek Fisiologis 2

Sistem saraf manusia bekerja menggunakan arus listrik (sangat


kecil, piko amper)
Apabila ada arus listrik lain dalam tubuh maka dapat
menyebabkan kekacauan kerja saraf.
Kekacauan kerja sistem saraf menyebabkan terjadinya kontraksi
otot (muscle constraction) yang disebut tetanus (kejang).
Manusia yang terkena strom listrik terkadang tidak dapat
melepaskan diri, seolah lengket, yang dikarenakan kerja saraf
yang kacau, bahkan meskipun arus listrik sudah tidak mengalir
melalui tubuh, otot-otot seringkali tidak dapat segera digerakkan..

Efek Fisiologis 3

Arus listrik dapat mempengaruhi kerja otot


diafragma yang mengendalikan kerja paru-paru
Arus listrik dapat mempengaruhi kerja jantung.
Jantung dapat mengalami fibrillation, yaitu
bergetar/berdetak dengan irama yang tidak teratur
Listrik dc lebih cepat menimbulkan tetanus,
sedangkan listrik ac lebih cepat menimbulkan
fibrilasi pada jantung.
Listrik juga dapat mengakibatkan keterkejutan yang
menimbulkan gerakan tak terduga yang berbahaya.

Tabel pengaruh arus


Bodily effect

DC

AC 60 Hz

AC 10 kHz

Slight sensation felt at hand(s)

Men
= 1.0 mA
Women = 0.6 mA

0.4 mA
0.3 mA

7 mA
5 mA

Threshold of perception

Men
= 5.2 mA
Women = 3.5 mA

1.1 mA
0.7 mA

12 mA
8 mA

Painful, but voluntary muscle control


maintained

Men
= 62 mA
Women = 41 mA

9 mA
6 mA

55 mA
37 mA

Painful, unable to let go of wires

Men
= 76 mA
Women = 51 mA

16 mA
10.5 mA

75 mA
50 mA

Severe pain, difficulty breathing

Men
= 90 mA
Women = 60 mA

23 mA
15 mA

94 mA
63 mA

Possible heart fibrillation after 3


seconds

Men
= 500 mA
Women = 500 mA

100 mA
100 mA

Referensi :

http://TRANSMISI TENAGA LISTRIK _ Hilmangkey.htm


http://PresentationTransmissionofElectricalEnergy.pdf
Electric Power Distribution System Engineering, Turan
Gonen, McGraw-Hill Book Company, 1986
Power Distribution Planning Reference Book, H. Lee
Willis, Marcel Dekker, 2004

Thank

you !