Anda di halaman 1dari 15

http://teknikelektronika.

com/penge
rtian-baterai-jenis-jenis-baterai/
Pengertian Baterai dan Jenisjenisnya
BY DICKSON KHO 21/08/2014

Pengertian Baterai dan Jenis-jenisnya Baterai (Battery) adalah sebuah alat


yang dapat merubah energi kimia yang disimpannya menjadi energi Listrik yang
dapat digunakan oleh suatu perangkat Elektronik. Hampir semua perangkat
elektronik yang portabel seperti Handphone, Laptop, Senter, ataupun Remote
Control menggunakan Baterai sebagai sumber listriknya. Dengan adanya Baterai,
kita tidak perlu menyambungkan kabel listrik untuk dapat mengaktifkan perangkat
elektronik kita sehingga dapat dengan mudah dibawa kemana-mana. Dalam
kehidupan kita sehari-hari, kita dapat menemui dua jenis Baterai yaitu Baterai yang
hanya dapat dipakai sekali saja (Single Use) dan Baterai yang dapat di isi ulang
(Rechargeable).

Jenis-jenis Baterai
Setiap Baterai terdiri dari Terminal Positif( Katoda) dan Terminal Negatif (Anoda)
serta Elektrolit yang berfungsi sebagai penghantar. Output Arus Listrik dari Baterai
adalah Arus Searah atau disebut juga dengan Arus DC (Direct Current). Pada
umumnya, Baterai terdiri dari 2 Jenis utama yakni Baterai Primer yang hanya dapat
sekali pakai (single use battery) dan Baterai Sekunder yang dapat diisi ulang
(rechargeable battery).

1. Baterai Primer (Baterai Sekali Pakai/Single Use)


Baterai Primer atau Baterai sekali pakai ini merupakan baterai yang paling sering
ditemukan di pasaran, hampir semua toko dan supermarket menjualnya. Hal ini
dikarenakan penggunaannya yang luas dengan harga yang lebih terjangkau. Baterai
jenis ini pada umumnya memberikan tegangan 1,5 Volt dan terdiri dari berbagai
jenis ukuran seperti AAA (sangat kecil), AA (kecil) dan C (medium) dan D
(besar). Disamping itu, terdapat juga Baterai Primer (sekali pakai) yang berbentuk
kotak dengan tegangan 6 Volt ataupun 9 Volt.

Jenis-jenis Baterai yang tergolong dalam Kategori Baterai Primer (sekali Pakai /
Single use) diantaranya adalah :

a. Baterai Zinc-Carbon (Seng-Karbon)


Baterai Zinc-Carbon juga disering disebut dengan Baterai Heavy Duty yang
sering kita jumpai di Toko-toko ataupun Supermarket. Baterai jenis ini terdiri dari
bahan Zinc yang berfungsi sebagai Terminal Negatif dan juga sebagai pembungkus
Baterainya. Sedangkan Terminal Positifnya adalah terbuat dari Karbon yang
berbentuk Batang (rod). Baterai jenis Zinc-Carbon merupakan jenis baterai yang
relatif murah dibandingkan dengan jenis lainnya.

b. Baterai Alkaline (Alkali)


Baterai Alkaline ini memiliki daya tahan yang lebih lama dengan harga yang lebih
mahal dibanding dengan Baterai Zinc-Carbon. Elektrolit yang digunakannya
adalah Potassium hydroxide yang merupakan Zat Alkali (Alkaline) sehingga
namanya juga disebut dengan Baterai Alkaline. Saat ini, banyak Baterai yang
menggunakan Alkalline sebagai Elektrolit, tetapi mereka menggunakan bahan aktif
lainnya sebagai Elektrodanya.

c. Baterai Lithium
Baterai Primer Lithium menawarkan kinerja yang lebih baik dibanding jenis-jenis
Baterai Primer (sekali pakai) lainnya. Baterai Lithium dapat disimpan lebih dari 10
tahun dan dapat bekerja pada suhu yang sangat rendah. Karena keunggulannya
tersebut, Baterai jenis Lithium ini sering digunakan untuk aplikasi Memory
Backup pada Mikrokomputer maupun Jam Tangan. Baterai Lithium biasanya
dibuat seperti bentuk Uang Logam atau disebut juga dengan Baterai Koin (Coin
Battery). Ada juga yang memanggilnya Button Cell atau Baterai Kancing.

d. Baterai Silver Oxide


Baterai Silver Oxide merupakan jenis baterai yang tergolong mahal dalam
harganya. Hal ini dikarenakan tingginya harga Perak (Silver). Baterai Silver Oxide
dapat dibuat untuk menghasilkan Energi yang tinggi tetapi dengan bentuk yang
relatif kecil dan ringan. Baterai jenis Silver Oxide ini sering dibuat dalam dalam
bentuk Baterai Koin (Coin Battery) / Baterai Kancing (Button Cell). Baterai jenis

Silver Oxide ini sering dipergunakan pada Jam Tangan, Kalkulator maupun
aplikasi militer.

2. Baterai Sekunder (Baterai Isi Ulang/Rechargeable)


Baterai Sekunder adalah jenis baterai yang dapat di isi ulang atau Rechargeable
Battery. Pada prinsipnya, cara Baterai Sekunder menghasilkan arus listrik adalah
sama dengan Baterai Primer. Hanya saja, Reaksi Kimia pada Baterai Sekunder ini
dapat berbalik (Reversible). Pada saat Baterai digunakan dengan menghubungkan
beban pada terminal Baterai (discharge), Elektron akan mengalir dari Negatif ke
Positif. Sedangkan pada saat Sumber Energi Luar (Charger) dihubungkan ke
Baterai Sekunder, elektron akan mengalir dari Positif ke Negatif sehingga terjadi
pengisian muatan pada baterai. Jenis-jenis Baterai yang dapat di isi ulang
(rechargeable Battery) yang sering kita temukan antara lain seperti Baterai Ni-cd
(Nickel-Cadmium), Ni-MH (Nickel-Metal Hydride) dan Li-Ion (Lithium-Ion).
Jenis-jenis Baterai yang tergolong dalam Kategori Baterai Sekunder (Baterai Isi
Ulang) diantaranya adalah :

a. Baterai Ni-Cd (Nickel-Cadmium)


Baterai Ni-Cd (NIcket-Cadmium) adalah jenis baterai sekunder (isi ulang) yang
menggunakan Nickel Oxide Hydroxide dan Metallic Cadmium sebagai bahan
Elektrolitnya. Baterai Ni-Cd memiliki kemampuan beroperasi dalam jangkauan
suhu yang luas dan siklus daya tahan yang lama. Di satu sisi, Baterai Ni-Cd akan
melakukan discharge sendiri (self discharge) sekitar 30% per bulan saat tidak
digunakan. Baterai Ni-Cd juga mengandung 15% Tosik/racun yaitu bahan
Carcinogenic Cadmium yang dapat membahayakan kesehatan manusia dan
Lingkungan Hidup. Saat ini, Penggunaan dan penjualan Baterai Ni-Cd (NickelCadmiun) dalam perangkat Portabel Konsumen telah dilarang oleh EU (European
Union) berdasarkan peraturan Directive 2006/66/EC atau dikenal dengan
Battery Directive.

b. Baterai Ni-MH (Nickel-Metal Hydride)


Baterai Ni-MH (Nickel-Metal Hydride) memiliki keunggulan yang hampir sama
dengan Ni-Cd, tetapi baterai Ni-MH mempunyai kapasitas 30% lebih tinggi

dibandingkan dengan Baterai Ni-Cd serta tidak memiliki zat berbahaya Cadmium
yang dapat merusak lingkungan dan kesehatan manusia. Baterai Ni-MH dapat diisi
ulang hingga ratusan kali sehingga dapat menghemat biaya dalam pembelian
baterai. Baterai Ni-MH memiliki Self-discharge sekitar 40% setiap bulan jika tidak
digunakan. Saat ini Baterai Ni-MH banyak digunakan dalam Kamera dan Radio
Komunikasi. Meskipun tidak memiliki zat berbahaya Cadmium, Baterai Ni-MH
tetap mengandung sedikit zat berbahaya yang dapat merusak kesehatan manusia
dan Lingkungan hidup, sehingga perlu dilakukan daur ulang (recycle) dan tidak
boleh dibuang di sembarang tempat.

c. Baterai Li-Ion (Lithium-Ion)


Baterai jenis Li-Ion (Lithium-Ion) merupakan jenis Baterai yang paling banyak
digunakan pada peralatan Elektronika portabel seperti Digital Kamera, Handphone,
Video Kamera ataupun Laptop. Baterai Li-Ion memiliki daya tahan siklus yang
tinggi dan juga lebih ringan sekitar 30% serta menyediakan kapasitas yang lebih
tinggi sekitar 30% jika dibandingkan dengan Baterai Ni-MH. Rasio Self-discharge
adalah sekitar 20% per bulan. Baterai Li-Ion lebih ramah lingkungan karena tidak
mengandung zat berbahaya Cadmium. Sama seperti Baterai Ni-MH (Nickel- Metal
Hydride), Meskipun tidak memiliki zat berbahaya Cadmium, Baterai Li-Ion tetap
mengandung sedikit zat berbahaya yang dapat merusak kesehatan manusia dan
Lingkungan hidup, sehingga perlu dilakukan daur ulang (recycle) dan tidak boleh
dibuang di sembarang tempat.
http://elkimkor.com/2014/02/06/karakteristik-kinerja-baterai-spesifikasi-standard-dan-iklan-1/

Karakteristik kinerja
baterai: Spesifikasi,
standard dan iklan (1)
February 6, 2014Articleshambatan internal sel, impedansi, kinerja baterai, kurva discharge

Disini akan diuraikan parameter utama yang digunakan


untuk mengkarakterisasi kinerja sel. Perhatian terhadap

karakteristik ini penting untuk memilih baterai optimum


untuk suatu aplikasi.
Baterai adalah sebuah alat yang merubah energi kimia yang terkandung dalam
bahan aktifnya secara langsung menjadi energi listrik dengan cara reaksi
elektrokimia. Alat ini telah menjadi bagian dari gaya hidup manusia modern seharihari karena tanpanya banyak alat yang setia menemani kita sehari-hari tidak
berfungsi, mis.: HP, tablet, remote control, jam, dll. Banyak jenis baterai yang ada
dipasaran, baik yang tidak dapat diisi ulang (primer) maupun yang dapat diisi ulang
(sekunder), dengan berbagai jenis merek seperti ABC, Eveready, Panasonic, Sony,
dsb. Baterai primer yang penting adalah baterai kering seng-karbon dan baterai
alkaline. Baterai sekunder yang banyak beredar dipasaran antara lain baterai asam
timbal (aki), baterai Nikel-Cadmium (NiCad), baterai Lithium-ion, dsb. Secara umum
sebuah sel baterai dikemas dalam berbagai jenis kemasan, mis.: AA, AAA, C, D,
coin, dsb., disesuaikan dengan dimana baterai tersebut digunakan.
Dalam memasarkan produknya, produsen baterai mungkin ada yang mengiklankan
baterainya sebagai Long Life, High Capacity, High Energy, Deep Cycle, Heavy Duty,
Fast Charge, Quick Charge, Ultra dan parameter lain yang tidak terdefinisi dengan
baik. Hanya beberapa industri atau biro iklan yang mendefinisikan secara pasti apa
arti dari masing-masing istilah tersebut. Kata-kata iklan seperti itu dapat berarti apa
saja yang penjual inginkan. Terlepas dari rancangan dasar baterai, kinerja
sebenarnya tergantung pada bagaimana baterai digunakan dan juga pada kondisi
lingkungan dimana mereka digunakan. Namun, kondisi ini jarang diberikan
spesifikasinya dalam iklan pemasaran. Bagi konsumen, hal ini bisa sangat
membingungkan atau salah arah. Industri baterai sendiri tidak menggunakan istilahistilah yang membingungkan tersebut untuk memberikan spesifikasi kinerja baterai
dan spesifikasi umumnya meliputi pernyataan yang mendefinisikan atau membatasi
operasi atau kondisi lingkungan didalam mana kinerja yang diklaim dapat diberikan.
Dalam uraian berikut, parameter kunci yang digunakan untuk mencirikan sel atau
baterai akan diuraikan dan bagaimana parameter tersebut mungkin berubah dengan
kondisi operasi akan ditunjukkan.
Kurva pemakaian (discharge)
Baterai telah dikembangkan untuk berbagai macam aplikasi menggunakan berbagai
teknologi yang berbeda, yang menghasilkan berbagai macam karakteristik kinerja

yang tersedia. Grafik-grafik dibawah ini menunjukkan beberapa faktor utama yang
harus diperhitungkan oleh teknisi ketika membuat spesifikasi baterai agar cocok
dengan kebutuhan kinerja dari produk akhir.
Kimia sel
Tegangan nominal sel galvanis ditentukan oleh karakteristik elektrokimia bahan
kimia aktif yang digunakan dalam sel, yang disebut kimia sel. Tegangan sebenarnya
yang tampak pada terminal pada sembarang waktu tertentu, tergantung pada arus
beban dan impedansi internal sel dan ini berubah dengan suhu, keadaan muatan
listrik (state of charge) dan dengan umur sel.
Grafik dibawah menunjukkan kurva pemakaian (discharge) untuk sel menggunakan
beberapa kimia sel ketika dipakai pada laju 0,2 C. Ingat bahwa setiap kimia sel
memiliki tegangan nominal karakteristiknya dan kurva pemakaiannya sendiri.
Beberapa kimia seperti ion lithium memiliki kurva pemakaian yang agak datar
sedangkan lainnya seperti asam timbal memiliki kemiringan yang jelas.
Daya yang diberikan oleh sel dengan kurva pemakaian miring turun secara progresif
diseluruh siklus pemakaian. Hal ini dapat menimbulkan masalah untuk aplikasi daya
tinggi kearah akhir siklus. Untuk aplikasi daya rendah yang membutuhkan tegangan
catu stabil, mungkin perlu memberikan pengatur tegangan jika kemiringannya terlalu
tajam. Ini biasanya tidak menjadi pilihan untuk aplikasi daya tinggi karena rerugi
dalam pengatur tegangan bahkan akan merampok lebih banyak daya dari baterai.
Kurva pemakaian datar menyederhanakan perancangan aplikasi dimana baterai
digunakan karena tegangan catu tetap konstan diseluruh siklus pemakaian.
Kemiringan kurva menfasilitasi perkiraan keadaan terisi baterai karena tegangan sel
dapat digunakan sebagai ukuran isi yang tersisa dalam sel. Sel ion lithium modern
memiliki kurva pemakaian yang sangat datar dan metoda lain harus digunakan untuk
menentukan keadaan terisi.
Gb 1

Sumbu X menunjukkan karakteristik sel yang dinormalisasi sebagai prosentase dari


kapasitas sel sehingga bentuk grafik dapat ditunjukkan tidak tergantung pada
kapasitas sel sesungguhnya. Jika sumbu X didasarkan pada waktu pemakaian,
panjang setiap kurva pemakaian akan berbanding lurus dengan kapasitas nominal
sel.
Karakteristik suhu
Kinerja sel dapat berubah secara dramatis dengan suhu. Pada suhu yang sangat
rendah, pada baterai dengan elektrolit air, elektrolit sendiri bisa membeku yang ini
merupakan batas suhu terendah baterai dapat beroperasi. Pada suhu rendah,
baterai lithium terkena pelapisan lithium pada anoda yang menyebabkan penurunan
permanen dalam kapasitas. Pada suhu yang sangat tinggi, bahan kimia aktif bisa
rusak yang ini berarti juga merusak baterai. Diantara dua batasan suhu ini, kinerja
sel umumnya meningkat dengan suhu.
Gb 2

Grafik diatas menunjukkan bagaimana kinerja baterai ion lithium rusak ketika suhu
operasi turun.
Barangkali yang lebih penting adalah bahwa, untuk keduanya suhu tinggi dan
rendah, semakin jauh suhu operasi dari suhu ruang semakin besar terjadinya
penurunan siklus hidup.
Karakteristik pemakaian sendiri
Laju memakai sendiri adalah ukuran seberapa cepat sebuah sel akan kehilangan
energinya ketika disimpan di rak karena aksi kimia tak diinginkan dalam sel. Laju
tersebut tergantung pada kimia sel dan suhu.
Kimia sel
Berikut menunjukkan umur simpan tipikal untuk beberapa sel primer:

Zinc Carbon (Leclanch) 2 sampai 3 tahun

Alkaline 5 tahun

Lithium 10 tahun atau lebih

Laju pemakaian sendiri tipikal untuk sel dapat diisi ulang umum adalah sebagai
berikut:

Asam Timbal 4% sampai 6% per bulan

Nickel Cadmium 15% sampai 20% per bulan

Nickel Metal Hydride 30% per bulan

Lithium 2% to 3% per month

Pengaruh suhu
Laju reaksi kimia tak diinginkan yang menyebabkan kebocoran arus internal antara
elektroda positif dan negatif sel, seperti semua reaksi kimia, meningkat dengan
suhu. Peningkatan laju reaksi kimia ini akan meningkatkan laju pemakaian sendiri
baterai. Grafik dibawah ini menunjukkan laju pemakaian untuk baterai ion lithium.
Gb 3

Impedansi internal
Impedansi internal sebuah sel menentukan kemampuan membawa arusnya.
Hambatan internal yang rendah mengijinkan arus yang tinggi.
Sirkuit ekivalen baterai
Diagram sebelah kanan menunjukkan sirkuit ekivalen untuk sel energi.
Gb

res

Rm adalah hambatan lintasan logam melalui sel termasuk terminal, elektroda dan antarsambungan.

Ra adalah hambatan lintasan elektrokimia termasuk elektrolit dan separator.

Cb adalah kapasitansi pelat sejajar yang membentuk elektroda sel.

Ri adalah hambatan kontak non-linier antara pelat atau elektroda dan elektrolit.

Hambatan internal tipikal adalah pada tingkat milliohm.


Pengaruh impedansi internal
Ketika arus mengalir melalui sel, terjadi penurunan tegangan pada hambatan
internal sel yang menurunkan tegangan terminal sel selama pemakaian dan
meningkatkan tegangan yang dibutuhkan untuk mengisi sel. Hal ini mengakibatkan
penurunan kapasitas efektif dan efisiensi pengisian/pemakaian. Laju pemakaian
yang lebih tinggi menimbulkan penurunan tegangan internal yang lebih besar. Hal ini
menjelaskan mengapa pada kurva pemakaian, tegangannya lebih rendah pada laju
C tinggi.
Impedansi internal dipengaruhi oleh karakteristik fisik elektrolit. Semakin kecil ukuran
granular bahan elektrolit, semakin rendah impedansi sel. Ukuran butir diatur oleh
pabrik sel dalam proses penghalusan.
Konstruksi spiral elektroda sering digunakan untuk memaksimalkan luas permukaan
dan jadi menurunkan impedansi internal. Ini mengurangi timbulnya panas dan
mengijinkan laju pengisian dan pemakaian yang cepat.

Hambatan internal sel galvanis tergantung suhu, yang turun ketika suhu naik karena
peningkatan mobilitas electron. Grafik dibawah adalah contoh tipikal.
Gb 4

Jadi sel bisa sangat tidak efisien pada suhu rendah tetapi efisiensinya membaik
pada suhu yang lebih tinggi karena impedansi internal yang lebih kecil, tetapi juga
peningkatan laju reaksi kimia. Namun, sayang sekali hambatan internal yang kecil
juga menyebabkan laju pemakaian sendiri meningkat. Lebih lanjut, umur siklus
menurun pada suhu tinggi. Beberapa bentuk pemanasan atau pendinginan mungkin
diperlukan untuk menjaga sel dalam kisaran suhu terbatas untuk mencapai kinerja
optimum dalam aplikasi daya tinggi.
Hambatan internal sebagian besar kimia juga cenderung meningkat secara
signifikan kearah akhir siklus pemakaian ketika bahan kimia aktif dirubah menjadi
keadaan terpakainya dan dari sini secara efektif digunakan. Ini merupakan yang
paling bertanggung jawab terhadap penurunan yang cepat pada tegangan sel pada
akhir siklus pemakaian. Selain itu, efek pemanasan Joule rerugi I2R dalam hambatan
internal sel akan menyebabkan suhu sel meningkat.
Penurunan tegangan dan rerugi I2R mungkin tidak signifikan untuk sel 1000 mAh
untuk HP tetapi untuk sebuah baterai mobil 100 sel 200 Ah dapat sangat
penting. Hambatan internal tipikal untuk baterai HP lithium 1000 mA sekitar 100
sampai 200 mOhm dan sekitar 1 mOhm untuk sel lithium 200 Ah yang digunakan
dalam baterai mobil. Ketika beroperasi, penurunan tegangan per sel kira-kira 0,2 V.
Rerugi I2R dalam HP Antara 0,1 dan 0,2 W. Namun dalam baterai mobil penurunan
tegangan diseluruh baterai kira-kira 20 V dan rerugi daya I2R yang dibuang sebagai
panas dalam baterai kira-kira 40 W per sel atau 4 kW untuk seluruh baterai. Ini
adalah selain panas yang dihasilkan oleh reaksi elektrokimia dalam sel.

Ketika sel menua, hambatan elektrolit cenderung meningkat. Penuaan juga


menyebabkan permukaan elektroda rusak dan hambatan kontak menumpuk dan
pada saat yang bersamaan luas efektif pelat berkurang yang menurunkan
kapasitansinya. Semua efek ini meningkatkan impedansi sebenarnya sel yang
secara berkebalikan memengaruhi kemampuannya untuk bekerja. Membandingkan
impedansi sebenarnya sel dengan impedansinya ketika masih baru dapat digunakan
untuk memberikan ukuran atau representasi umur sel atau kapasitas efektifnya.
Pengukuran seperti itu jauh lebih mudah daripada memakai sel sebenarnya dan
dapat diukur tanpa merusak sel yang diuji.
Hambatan internal juga memengaruhi kapasitas efektif sel. Semakin besar
hambatan internalnya, semakin besar reruginya ketika dipakai dan diisi ulang,
khususnya pada arus yang besar. Ini berarti bahwa untuk laju pemakaian tinggi,
kapasitas tersedia sel jadi lebih rendah. Sebaliknya, jika dipakai pada periode waktu
yang lama, kapasitas Ah lebih tinggi. Ini penting karena beberapa pabrik
menspesifikasi kapasitas baterainya pada laju pemakaian yang sangat rendah yang
membuatnya tampak jauh lebih baik daripada yang sesungguhnya.
Bagian 2

http://aryapura.wordpress.com/2012/06/16/hal-hal-kecil-tentang-baterai/

Karakteristik baterai

16

SaturdayJUN 2012

POSTED BY PRADITHYA IN TECH


LEAVE A COMMENT

Baterai merupakan suatu komponen elektronika yang menyimpan energi dalam bentuk
senyawa kimia atau sel elektrokimia. Sel-sel tersebutlah yang menghasilkan perbedaan
tegangan antara terminal positif dan terminal negatif dari baterai. Baterai dikelompokan
berdasarkan jenis senyawa kimia penyusunnya. Jenis baterai yang sering digunakan
antara lain : Alkaline, Nickel-Cadmium, Nickel-MetalHidrida, Lithium-Ion, LithiumPolimer, Lead Acid dan Fuel Cell. Dalam menentukan pemilihan baterai sebaiknya

mempertimbangkan spesifikasi atau rating baterai yang meliputi tegangan, arus, serta
kapasitas baterai.
1. Rating Tegangan
Pemberian rating tegangan pada baterai kadang membingungkan, sebab tegangan
aktual baterai akan berbeda dengan rating yang tertulis dalam baterai. Pada kebanyakan
baterai rating tegangan menunjukan tegangan baterai pada kondisi kosong. Sebagai
contoh baterai Nickel Metal Hidrida (NIMH) memiliki rating tegangan 1,2 V, yang
menyatakan tegangan baterai tersebut bernilai 1,2V bila telah habis terpakai (nilai
nominal cell). Seiring dengan proses pengisian baterai atau biasa disebut charging,
tegangan baterai akan meningkat hingga bernilai maksimum ketika baterai telah terisi
penuh. Tegangan baterai saat terisi penuh memiliki nilai lebih besar 15-25% dari rating
tegangan baterai. Untuk mendapatkan tegangan yang lebih besar, maka baterai dapat
dipasang secara seri.
2. Rating Arus
Rating arus pada baterai diberikan dalam bentuk satuan mA. Rating arus menunjukan
arus maksimum yang dapat diberikan baterai pada beban. Rating arus sebenarnya
sangat jarang diberikan dalam baterai terutama baterai NiMH dan NiCd lain halnya
dengan baterai yang berasal dari senyawa Lithium. Untuk memperbesar arus, maka
baterai dapat dipasang secara parallel.
3. Kapasitas Baterai
Kapasitas pada baterai diukur dengan menggunakan satuan mAh atau Ah yang
merupakan singkatan dari mili-ampere-hour dan ampere-hour. Secara praktis baterai
dengan kapasitas 1000 mAh dapat memberikan arus sebanyak 1000 mA selama satu
jam atau 2000 mA selama setengah jam.Untukmeningkatkan kapasitas, maka baterai
dapat dipasang secara parallel.
Jenis-jenis baterai:
Nickel Cadmium (NiCd). Baterai NiCd merupakan jenis baterai yang cocok untuk
bebean yang memerlukan arus sedang (2-3 Ampere). Baterai ini relative lebih murah
dibandingkan dengan baterai lainnya serta dapat di recharged secara cepat. Namun
proses recharge dari baterai ini memiliki kekurangan yang biasa disebut memory effect.
Memory effect menyebabkan pengurangan kapasitas baterai apabila di-recharge dalam

keadaan masih terisi muatan. Hal ini yang menyebabkan baterai NiCd harus benar-benar
dikosongkan bila akan diisi ulang.
Nickel Metal Hydride (NiMH). Baterai ini tidak jauh berbeda dengan baterai NiCd. Hal
yang membedakan dari keduannya adalah discharge factor serta siklus recharge. Baterai
NiMH memiliki kekurangan dimana dischare factor-nya cukup besar, sehingga bila
baterai ini dibiarkan begitu saja selama beberapa waktu, muatan yang terdapat dalam
baterai akan lebih cepat berkurang dibandingkan baterai lainnya. Namun dalam segi
siklus recharge, baterai ini memiliki kelebihan dimana dapat di recharg lebih sering
dibandingkan dengan baterai NiCd.
Lithium Ion (Li-Ion). Baterai Li-Ion merupakan baterai standar terbaru (disamping
Lithium Polymer). Baterai ini memiliki rapat energy lebih tinggi dibandingkan dengan
baterai lainnya. Hal ini memungkinakan baterai Li-Ion memiliki volume lebih kecil untuk
kapasitas yang sama. Selain itu, bater Li-Ion tidak memiliki memory effect sehingga
dapat di recharge kapan pun kita mau. Terdapat pula baterai Lithium yang bersenyawa
dengan senyawa polymer atau biasa disebut Lithium Polymer. Baterai Li-Po sangat baik
untuk pemakaian dalam arus besar karena dapat memberikan arus hingga 30 Ampere!!.
Baterai Alkaline adalah baterai yang paling umum, mudah didapat dan termurah.
Namun untuk aplikasi robot dan RC, baterai ini merupakan pilihan yang buruk, jangan
sekali-kali menggunakannya! Baterai ini memiliki kapasitas yang rendah, berat, dan
bermasalah dalam men-supply arus besar dalam waktu pendek. Selain itu, dikarenakan
batterai ini tidak dapat diisi ulang, pemakaian secara terus menerus dengan mengganti
baterai baru akan menguras biaya yang cukup besar.

Baterai Fuel Cell adalah baterai dengan efisiensi energi tertinggi, yaitu 40 hingga 60
kali lipat Baterai Lithium Ion (Li-On) dan memiliki energi densitas 2-3 kali lipat Li-Ion
(Perbandingan antara volume zat dengan energi yang dihasilkan, dengan demikian
Baterai Fuel Cell dapat menghasilkan energi 2- 3 kali Li-On pada Volume yang sama).
Baterai ini menggunakan methanol atau ethanol sebagai energi utamanya. Baterai ini
tidak dapat diisi ulang, jika pada saatnya baterai ini habis, maka kita tinggal
menggantinya dengan methanol atau ethanol baru. Baterai jenis ini cukup mahal, yaitu
berkisar antara 350-400$USD.
Baterai Aki adalah baterai yang cukup populer karena mudah dan murah untuk
diproduksi. Baterai ini dapat diisi ulang dan dapat diaplikasikan secara luas. Untuk robot
yang memiliki performansi besar dalam penggunaan motor atau solar, baterai ini
menjadi pilihan yang baik. Baterai ini cukup murah dan mudah didapatkan. Kekurangan
baterai ini adalah ukurannya yang cukup besar dan cukup berat, harus selalu dalam
keadaan terisi ulang, dan tidak memiliki kecepatan pengosongan baterai (discharge)
yang besar. Jika baterai ini tidak digunakan pada jangka waktu yang lama, maka baterai

ini akan melakukan pengosongan (discharge) secara internal, sehingga Kita harus sering
memastikan bahwa baterai ini dalam keadaan terisi ulang. Hindari penggunaan baterai
pada suhu yang terlalu panas atau di bawah 0o C.
Pengisian Ulang Baterai. Lakukan pengisian ulang baterai dengan teliti dan cermat.
Pastikan bahwa tipe baterai yang digunakan sesuai dengan tipe charger yang digunakan.
Pastikan bahwa arus yang dikeluarkan charger tidak terlalu besar karena berpotensi
mengurangi umur baterai. (aria dan dipta)
source : Wikipedia.com , societyofrobots.com