Anda di halaman 1dari 12

Kabupaten

Sidenreng Rappang

SANDI PUSPITA PRATIWI


102012259

LOKASI GEOGRAFIS
Provinsi

Sulawesi Selatan

Tanggal

18 Februari 1344 (Hari Lahir)


18 Februari 1960

Ibu kota

Sidenreng

Pemerintahan
- Bupati

Rusdi Masse

- Wakil Bupati

Dollah Mandi

- DAU

Rp. 499.699.753.000.-(2013)[1]

Luas

1.883,25 km2

Populasi
- Total

264.955 jiwa 2008

- Kepadatan

140,69 jiwa/km2

Demografi
- Kode area telepon

0421

Pembagian administratif
- Kecamatan

11

- Kelurahan

103

Peta lokasi Kabupaten Sidenreng


Rappang
Koordinat: 343' 409' (LS),
11941' - 12010 (BT)

SEJARAH
SEJARAH SINGKAT HARI JADI SIDENRENG RAPPANG KE-670 TAHUN 2014
TANGGAL 18 PEBRUARI 1344 TANGGAL 18 PEBRUARI 2014
Cikal Bakal terbentuknya Kerajaaan Sidenreng dan Kerajaan Rappang
sebagaimana Lazimnya dengan kerajaan lainnya di Sulawesi Selatan dari berbagai
Referensi, Fakta dan Sejarah disebutkan dalam 2 (Dua) versi yakni :

Versi Pertama berasal dari TO MANURUNG yaitu manusia yang dikirim DEWATA
SEUWAE kesuatu daerah yang belum tertata baik pola perilaku dan sendi-sendi pranata
sosialnya serta relative belum memiliki kearifan local dalam membina kebersamaan dan
persatuan. Menurut Versi ini, ADDAOWANG SIDENRENG PERTAMA adalah
manurungnge ri Bulu Lowa, yang telah mangkat digantikan oleh anaknya yaitu
SUKKUNG PULAWENG sebagai Raja Ke-II (Dua), yang kemudian kawin dengan WE
PAWAWOI ARUNG BACUKIKI Putri Labengnge Manurungnge Ri Bacukiki, dari
perkawinannya dengan WE TIPU LINGE ARUNG RAPPANG KE-I (Pertama).
Versi Kedua yang termuat dalam lontarak MULA RITIMPAKNA TANAE RI SIDENRRENG
menyebutkan bahwa asal muasal Raja di Sidenreng dan Rappang berasal dari Tana
Toraja keturunan RAJA SANGALLA yang terdiri dari : 1) LA MADDAREMMENG; 2) LA
WEWANGRIWU; 3) LA TONGELLIPU; 4) LA SAMPOI; 5) LA PAKOLONGI; 6) LA
PABABARI; 7) LA PANAUNGI; 8) LA MAPPASESSU; 9) LA MAPPATUNRU.

SEJARAH
Karena ketidak sepahaman dengan anak Pertama
LAMADDAREMMENG, maka ke-8 (Delapan) keturunan Raja Sangalla yang
lainnya sepakat meninggalkan kampong halamannya, kemudian ketika tiba
dikampung kaju suatu tempat antara Banti di Baraka dengan Bunging Riase di
Maiwa, mereka melihat hamparan air diarah selatan lalu menuruni gunung
dan akhir tiba di suatu lembah yang sebelah baratnya digenangi air yang
ternyata adalah DANAU.
Kemudian merekapun SIRENRENG-RENRENG ARUWA
MAPPADAROAWANE (saling bergandengan tangan kedelapan bersaudara).
Setelah memenuhi kebutuhannya dan menikmati keindahan Danau, maka
mereka bersepakat dan mengemukakan bahwa OKKONIE RI ORAI
TAPPARENG MADECENG PADA MONRO, yang artinya sebaiknya disebelah
barat danau inilah kita tinggal dan membuat perkampungan. Mulai pada saat
itu, mereka bermukim di suatu tempat yang dinamai SIDENRENG sebab
disitulah mereka SIRENRENG-RENRENG mencari jalan ketepi Danau, dan
Danau itu disebut DANAU SIDENRENG. Daerah ini tereletak disebelah
utara Sidenreng disebut EMPAGAE.

VISI DAN MISI TAHUN 2014 - 2018

VISI dan MISI

VISI
TERWUJUDNYA SIDENRENG RAPPANG YANG MAJU DAN TERKEMUKA BERSAMA
MASYARAKAT RELIGIUS DENGAN PENDAPATAN MENINGKAT DUA KALI LIPAT.
MISI
1. MENINGKATKAN PRODUKSI DAN NILAI TAMBAH SEKTOR PERTANIAN BERBASIS
SISTEM PERTANIAN TERPADU, MODERN DAN BERKELANJUTAN.
2. MEWUJUDKAN PERCEPATAN PERTUMBUHAN EKONOMI BERBASIS POTENSI DAN
KEUNGGULAN LOKAL MELALUI PEMBERDAYAAN EKONOMI KERAKYATAN DAN UMKM.
3. MENINGKATKAN DAN MENGEMBANGKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA YANG
BERDAYA SAING TINGGI BERDASARKAN KEIMANAN DAN KETAKWAAN.
4. PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR BERNILAI TAMBAH TINGGI UNTUK
MENDORONG PERCEPATAN PERTUMBUHAN EKONOMI, DAN MEMPERLANCAR
AKSESIBILITAS ANTAR WILAYAH.
5. MEMANTAPKAN IKLIM KEHIDUPAN SOSIAL KEMASYARAKATAN YANG KONDUSIF.
6. MEWUJUDKAN PERCEPATAN REFORMASI BIROKRASI, TATA KELOLA
PEMERINTAHAN YANG BAIK, PENEGAKAN SUPREMASI HUKUM, DAN
PENGEMBANGAN KABIJAKAN YANG PRO GENDER, PRO POOR, PRO JOB DAN PRO
ENVIRONMENT.

LAMBANG KAB. SIDRAP


Tangan yang menggenggam melambangkan semangat
kerja persatuan yang kokoh dan kegotong royongan.
Keris yang berwarna hijau melambangkan sifat-sifat
patriotik dan perwira.
Pita yang berwarna Merah dan Putih melambangkan
bahwa penduduk daerah ini turut aktif mengambil bagian
dalam perjuangan menentang kolonialisme/imperealisme
serta mengikis habis sisa-sisa kontrarevolusioner G 30 S
PKI/Atheis.

Padi melambangkan unsur kemakmuran yang dihasilkan


oleh daerah ini sebagai karunia Tuhan yang Maha esa,
yang dapat disumbangkan bagi kemakmuran Bangsa
dan Negara Indonesia.
Butir padi sebanyak 17 dalam satu tangkai
melambangkan angka keramat dalam perjuangan
Bangsa Indonesia yaitu 17 Agustus 1945.
Warna Kuning Emas pada bulir padi melambangkan
ketegasan dalam keyakinan dalam melanjutkan
perjuangan menuju masyarakat adil dan makmur
berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945
serta dirihoi oleh Allah SWT.

LAMBANG KAB. SIDRAP

Warna Hijau yang mendasari lambang sebagai simbol


kejujuran, simpatik, dan toleransi.
Warna Putih melambangkan kesucian, kebenaran, dan
keadilan.
Bintang berwarna kuning emas melambangkan sila
Ketuhanan Yang Maha Esa yang menyinari segala
aspek kehidupan masyarakat Sidenreng Rappang.
Empat lembar daun padi melambangkan ciri demokrasi
telah ditegakkan di daerah ini sejak dahulu melalui
pemangku adat yang digelar Pabbicara, dimana setiap
keputusan/kebijakan yang Addatuang harus melalui
persetujuan pemangku adat.
Warna Kuning pada daun padi melambangkan
kemuliaan keagamaan sebagai ciri masyarakat
Sidenreng Rappang.
Huruf S yang dibentuk oleh daun padi merupakan
singkatan dari Sidenreng dan huruf R yang dibentuk
oleh bulir padi dan sehelai daun yang melintang pada
keris adalah singkatan dari Rappang. Ini
melambangkan kesatupaduan dari dua bekas swapraja
yang membentuk Kabupaten Sidenreng Rappang.
Wadah yang dibentuk perisai melambangkan sifat
persatuan rakyat dalam menerjang segala macam
bentuk ronrongan baik dari dalam maupun dari luar

SEKTOR INDUSTRI
PERDAGAGAN

Pembangunan dibidang perdagangan mempunyai maksud dalam


upaya peningkatan produksi dan kualitas untuk meningkatkan daya
saing produk yang banyak beredar di dalam masyarakat serta
menstabilkan harga kebutuhan pokok masyarakat.
Dengan semakin berkembangnya kesempatan berusaha menyebabkan
volume perdagangan meningkat, dimana peningkatan ini juga
disebabkan oleh adanya pembangunan infrastruktur yang dibangun
oleh Pemda Kabupaten Sidenreng Rappang yang telah sampai pada
pelosok-pelosok pedesaan, sehingga arus komoditas dan jasa dari
sentra-sentra produksi ke sentra-sentra pemasaran sangat lancar.
Selain itu, Pemda Kabupaten Sidenreng Rappang menciptakan iklim
usaha yang semakin baik melalui peningkatan dan pembangunan
fasilitas tempat usaha termasuk sarana dan prasarana perekonomian
seperti pasar dan terminal.

SEKTOR INDUSTRI

SEKTOR INDUSTRI
PERTANIAN
Pertanian masih menjadi sektor andalan dalam menopang
perekonomian daerah di Kab.Sidrap. Sektor ini memberikan kontribusi
terbesar dalam pembentukan PDRB (46%) dan menyerap kurang
lebih 55 persen tenaga kerja yang ada. Luas sawah di Kab. Sidrap
adalah 44,689 Ha.

Produksi padi pada tahun 2009 adalah 481.651,25 ton dengan ratarata produksi 64,16. Surplus pangan ini mengantarkan Kab. Sidrap
mendapat penghargaan di bidang pertanian dan ketahanan pangan
dari Presiden RI sebagai salah satu daerah penghasil beras terbesar
di kawasan Indonesia Timur.
Kecamatan dengan produksi tanaman Padi terbesar adalah
Kecamatan Pitu Riawa yakni 77.990,87 ton dengan rata-rata 65,30
(Ku/Ha) pada luas lahan 11.943,38 Ha

SEKTOR INDUSTRI

SEKTOR INDUSTRI
PARIWISATA