Anda di halaman 1dari 13

Ketergantungan Zat

Pada tahun 1964 badan kesehatan dunia menyatakan bahwa istilah adiksi tidak
lagi menjadi istilah ketergantungan obat. Konsep ketergantungan zat mempunyai banyak
arti yang dikenali secara resmi dan banyak arti yang digunakan beberapa dekade. Pada
dasarnya dua konsep telah diminta tentang definisi ketergantungan, ketergantungan
perilaku dan ketergantungan fisik. Ketergantungan perilaku telah menekankan aktivitas
mencari zat (substance seeking behaviour) dan bukti-bukti pola penggunaan patologis
dan ketergantungan fisik telah menekankan efek fisik (yaitu,fisiologis) dari episode
multiple penggunaan zat. Secara spesifik definisi ketergantungan telah menggunakan
adanya toleransi atau putus zat dalam kriteria klasifikasi.
Epidemiologi
Alkohol dan nikotin (rokok) adalah zat yang paling sering disalahgunakan tetapi
marijuana, hashish, dan kokain juga sering digunakan.Penyalahgunaan dan
ketergantungan pada zat adalah lebih umum pada laki-laki dibandingkan wanita dengan
perbedaan yang lebih jelas pada zat nonalkohol dibandingkan alkohol. Penyalahgunaan
zat juga lebih tinggi diantara kelompok pengangguran dan kelompok minoritas tertentu
dibandingkan diantara kelompok orang yang bekerja dan kelompok mayoritas.
Penggunaan zat adalah tidak terbatas pada orang dewasa. Penggunaan zat adalah lebih
sering diantara professional medis dibandingkan dengan professional nonmedis untuk
tingkat pendidikan yang sama. Satu penjelasan yang mungkin untuk perbedaan tersebut
adalah relatif mudahnya mendapatkan suatu kelas zat pada professional medis
Demografi
Kelompok usia 18-25 tahun memiliki kecenderungan penyalahgunaan zat lebih
tinggi dibandingkan dengan kelompok usia lainnya.
Jenis kelamin, Laki-laki secara bermakna lebih tinggi dibandingkan wanita.
Ras dan etnik, kelompok kulit putih memiliki kecenderungan lebih tingggi dalam
penyalahgunaan zat dibandingkan kelompok kulit putih.
Kepadatan populasi. Penduduk didaerah metropolitan yang paling besar
kemungkinannya untuk menggunakan zat-zat terlarang dibandingkan dengan penduduk
didaerah nonmetropolitan.
Daerah. Prevalensi penyalagunaan zat lebih tinggi didaerah barat dibanding
dengan derah timur laut, selatan dan utara tengah.
Komorbiditas
Komorbiditas adalah diagnosis dua atau lebih gangguan psikiatrik pada seorang
pasien. Komorbiditas yang paling umum melibatkan penyalahgunaan dua zat, biasanya
penyalahgunaan alkohol dan penyalahgunaan suatu zat lainnya. Diagnosis psikiatrik lain
yang sering berhubungan dengan penyalahgunaan zat adalah kepribadian antisosial, fobia
(dan gangguan kecemasan lainnya), gangguan depresif berat dan gangguan distimik. Pada
umumnya, zat yang paling kuat dan berbahaya mempunyai angka komorbiditas yang
paling tinggi. Sebagai contohnya, komorbiditas gangguan psikiatrik adalah lebih sering
untuk penggunaan opioid dan kokain dibandingkan penggunaan marijuana.
Gangguan kepribadian antisosial
Dalam berbagai penelitian suatu rentang 35-60 persen populasi dengan
penyalahgunaan zat atau ketergantungan zat juga memenuhi criteria diagnostic untuk
gangguan kepribadian antisosial. Pasien dengan diagnosis penyalahgunaan zat atau
ketergantungan zat yang memiliki gangguan kepribadian antisosial kemungkinan

menggunakan lebih banyak zat illegal, mempunyai lebih banyak psikopatologi, kurang
puas dengan kehidupannya dan lebih impulsive, terisolasi dan terdepresi dibandingkan
pasien lain dengan gangguan kepribadian antisosial saja.
Depresi dan bunuh diri
Gejala depresi adalah sering ditemukan diantara orang-orang dengan
penyalahgunaan zat atau ketergantungan zat. Kira-kira sepertiga sampai setengah dari
semua orang yang melakukan penyalahgunaan opioid atau ketergantungan opioid dan
kira-kira 40 persen orang yang menyalahgunakan alcohol atau ketergantungan alcohol
memenuhi untuk criteria gangguan depresif berat dalam suatu waktu selama
kehidupannya. Penggunaan zat juga merupakan factor pencetus utama untuk bunuh diri.
Teori psikososial dan psikodinamika
Penyalahgunaan zat adalah suatu regresi oral. Rumusan psikodinamika sekarang
melibatkan suatu hubungan antara penggunaan zat dan depresi atau melibatkan
penggunaan zat sebagai suatu pencerminan fungsi ego yang terganggu. Psikodinamika
untuk seseorang dengan penyalahgunaan zat adalah diterima dan dinilai secara lebih luas
daripada dalam pengobatan pasien alkoholik. Berbeda dengan pasien alkoholik, mereka
dengan penyalahgunaan polisubstansi adalah lebih mungkin memiliki masa anak-anak
yang tidak stabil, lebih mungkin mengobati diri sendiri dengan zat, dan lebih mungkin
mendapatkan manfaat psikoterapi.
Teori psikososial lain menjelaskan hubungan dengan keluarga dan dengan
masyarakat pada umumnya. Terdapat banyak alasan untuk mencurigai suatu peranan
masyarakat dalam perkembangan pola penyalahgunaan zat dan ketergantungan zat.
Koadiksi. Koadiksi atau kodependensi terjadi jika lebih dari satu orang, biasanya
suatu pasangan, mempunyai hubungan yang terutama bertanggung jawab untuk
mempertahankan perilaku adiktif pada sekurang-kurangnya satu orang. Pengobatan
situasi koadiksi tersebut mengarah langsung pada elemen-elemen perilaku membolehkan
atau penyangkalan.
Teori perilaku. Beberapa model perilaku penyalahgunaan setelah dipusatkan
pada peilaku mencari zat (substance-seeking behaviour), ketimbang pada gejala
ketergantungan fisik. Prinsip pertama dan kedua adalah kualitas pendorong positif dan
efek merugikan dari beberapa zat. Zat bertindak sebagai suatu pendorong positif untuk
perilaku mencari zat. Banyak zat juga disertai dengan efek merugikan yang bertindak
menurunkan perilaku mencari zat. Ketiga, orang harus mampu membedakan zat yang
disalahgunakan dari zat lainnya. Keempat, hamper semua perilaku mencari zat disertai
dengan petunjuk lain yang berhubungan dengan pengalaman menggunakan zat.
Teori neurokimiawi.
Untuk sebagian besar zat kecuali alcohol, peneliti telah menemukan
neurotransmitter atau reseptor neurotransmitter tertentu dimana zat menimbulkan
efeknya.Namun hal ini masih sulit untuk dibuktikan.
Jalur dan neurotransmitter.Neurotransmiter utama yang mungkin terlibat dalam
perkembangan penyalahgunaan zat dan ketergantungan zat adalah sistem opiat,
katekolamin (khususnya dopamine), dan gamma-aminobutyric acid (GABA). Dan yang
paling penting adalah neuron di area tegmental ventral yang berjalan ke daerah kortikal
dan limbic, khususnya nukleus ambiens. Jalur ini diperkirakan berhubungan dalam
sensasi menyenangkan dan diperkirakan merupakan mediator utama untuk efek dari zat

tertentu seperti amfetamin dan kokain. Lokus sereleus, kelompok terbesar neuron
adrenergic, diperkirakan terlibat dalam perantara efek opiate dan opioid.
Pengobatan
Pengobatan penyalahgunaan obat memiliki dua tujuan. Tujuan pertama adalah
abstinensi dari zat, kedua adalah kesehatan fisik, psikiatrik, dan psikososial dari pasien.
Pengobatan sebaiknya dilakukan melalui rawat inap lalu setelah proses detoksikasi,
pasien memerlukan rehabilitasi.
Gangguan yang berhubungan dengan alkohol
Epidemiologi
Sektar 85% penduduk amerika serikat pernah menggunakan minuman yang
mengandung alkohol dan sekitar 51% dari semua orang dewasa Amerika serikat
merupakan pengguna alkohol saat ini.
Kira-kira 90% dewasa muda yang berusia 18-25 tahun, 92% orang dewasa yang
berusia 26-34 tahun dan 87% orang dewasa yang berusia 35 tahun atau lebih pernah
menggunakan alkohol selama hidupnya, dibandingkan dengan kira-kira 46% kaum muda
yang berusia 12-17 tahun.
Pria lebih sering menggunakan alkohol dibandingkan wanita. Kulit putih secara
bermakna lebih mungkin dibandingkan kulit hitam. Penduduk
metropolitan
lebih
mungkin dibandingkan dengan daerah nonmetropolitan. Di Amerika serikat gangguan
berhubungan dengan alkohol ditemukan pada orang dari semua kelas sosioekonomi.
Semakin meningkat pada orang dengan sosioekonomi tinggi. Di sekolah tinggi,
penggunaan berhubungan dengan riwayat kesulitan sekolah.
Komorbiditas
Gangguan kepribadian antisosial. Beberapa penelitian telah menyatakan bahwa
gangguan behubungan dengan alkohol meupakan kesatuan diagnosis yang benar-benar
terpisah yang tidak memiliki hubungan sebab akibat.
Gangguan mood. Kira-kira 30% orang dengan gangguan alkohol memenuhi
kriteria diagnostik untuk gangguan depresif berat pada suatu kurun waktu dalam
hidupnya. Depresi lebih sering terjadi pada wanita alkoholik dibandingkan dengan lakilaki alkoholik. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa depresi kemungkinan terjadi
pada pasien dengan gangguan berhubungan dengan alkohol yang mempunyai konsumsi
alkohol harian tinggi dan yang mempunyai riwayat keluarga penyalahgunaan alkohol.
Beberapa penelitian menunjukan bahwa orang dengan alkohol dan diagnosis gangguan
depresif memiliki kandungan metabolik dopamin (homovanilic acid) dan gamma
aminobutyric acid (GABA) yang rendah dalam cairan serebrospinalisnya.
Gangguan kecemasan. Alkohol adalah efektif dalam menghilangkan kecemasan
dan banyak orang menggunakan alkohol karena alasan tersebut.
Etiologi
Pada tiap kasus individual, faktor psikososial, genetika, atau perilaku mungkin
lebih penting dibandingkan faktor lainnya.
Riwayat masa Anak-anak. Penelitian pada keturunan resiko tinggi dalam usia 20
tahunan juga telah menunjukan efek alkohol yang umumnya tumpul dibandingkan
dengan efek yang terlihat pada orang yang tidak mempunyai orangtua dengan diagnosis
gangguan berhubungan dengan alkohol. Temuan tersebut menyatakan bahwa suatu fungsi

otak biologis yang dapat diturunkan mungkin merupakan predisposisi bagi seseorang
untuk memiliki gangguan berhubungan dengan alkohol.
Faktor psikoanalitik. Menurut orang dengan superego yang keras yang bersifat
menghukum diri sendiri berpaling ke alkohol sebagi cara menghilangkan stres.
Kecemasan pada orang yang terfiksasi pada stadium oral mungkin diturunkan dengan
menggunakan zat seperti alkohol pada mulutnya. Seseorang dengan gangguan
berhubungan dengan alkohol adalah pemalu, terisolasi, tidak sabar, iritabel, penuh
kecemasan, hipersensitif dan terepresi secara seksual. Pada beberapa orang alkohol
digunakan sebagai cara untuk menurunkan ketegangan, kecemasan dan berbagai jenis
sakt psikis. Konsumsi alkohol pada beberapa orang juga menyebabkan rasa kuat dan
meningkatnya harga diri.
Efek fisiologis dari alkohol
Istilah alkohol ditujukan pada sekelompok besar molekul organik yang memiliki
gugus hidroksil (-OH) yang melekat pada atom karbon jenuh. Etil alkohol juga disebut
etanol adalah bentuk alkohol yang umum, seringkali disebut sebagai alkohol minuman,
etil alkohol digunakan dalam minuman.
Rasa dan bau karakteristik dari berbagai minuman yang mengandung alkohol
disebabkan oleh metoda pembuatannya yang menghasilkan berbegai senyawa dalam hasil
akhirnya. Senyawa termasuk metanol, butanol, aldehida, fenol, tannins dan sejumlah
kecil berbagai logam. Walaupun senyawa-senyawa dapat menyebabkan suatu efek
psikoaktif yang berbeda pada berbagai minuman yang mengandung alkohol, perbedaan
tersebut dalam efeknya adalah minimal dibandingkan dengan efek etanol itu sendiri.kirakira 10% alkohol yang dikonsumsi diabsorbsi dilambung dan sisanya diabsorbsi di usus
kecil. Makanan akan memperlambat absorbsi alkohol. Tubuh memiliki mekanisme
pelindung terhadap masuknya alkohol. Contohnya jika konsentrasi alkohol terlalu tinggi
didalam lambung maka mukus akan disekresikan dan katup pilorik akan ditutup. Aksi ini
akan memperlambat absorbsi alkohol dilambung dan memperlambat masuknya alkohol
ke usus kecil. Selain itu pilorospasme dapat menyebabkan mual dan muntah. Alkohol
didistribusikan secara merata diseluruh jaringan tubuh dan terlarut secara merata didalam
cairan tubuh. Alkohol dimetabolisme oleh dua enzim alkohol dehidrogenase dan aldehida
dehidrogenase. Alkohol dehidrogenase akan mengkatalisa perubahan alkohol menjadi
asetaldehid yang merupakan senyawa toksik. Aldehida dehidrogenase akan mengkatalisa
perubahan asetaldehid menjadi asam asetat. Aldehida dehidrogenase diinhibisi oleh
disulfiram (antabuse). Tidak ada target efek molekular tunggal yang telah diidentifikasi
sebagai mediator untuk efek alkohol. Saluran ion alkohol yang berhubungan dengan
reseptor asetilkolin nikotink, serotonin tipe 3 dan GABA A diperkuat oleh alkohol sedang
reseptor glutamat dan saluran kalsium gerbang voltasi dihambat.
Pada tingkat 0,05% alkohol didarah, pikiran, pertimbangan dan
pengendalian mengendur bahkan seringkali terputus. Pada konsentrasi 0,1% aksi motorik
yang disadari dirasakan canggung. Pada konsentrasi 0,2% fungsi seluruh daerah motorik
di otak trdepresi, bagian otak yang mempengaruhi perilaku juga terpengaruhi. Pada
konsentrasi 0,3% seseoang dapat mengalami konfusi atau stupor. Pada konsentrasi 0,40,5% orang berada dalam koma. Pada konsentrasi yang lebih tinggi, pusat primitif diotak
yang mengatur psat pernafasan dan kecepatan denyut jantung terpengaruhi dan dapat
terjadi kematian.

Alkohol akan menyebabkan kerusakan hati. Berupa fatty liver, hepatitis alkoholik
dan sirosis hepatis.Alkohol juga dapat menyebabkan esofagitis, varises esofagus,
gastritis, aklorhidia dan ulkus lambung, selain itu akan mengganggu proses pencernaan
makanan dan absorbsinya.
Berdasarkan DSM IV,gangguan berhubungan dengan alkohol dibagi menjadi :
Gangguan penggunaan alkohol
Ketergantungan alkohol
Penyalahgunaan alkohol
Gangguan akibat alkohol
Intoksikasi alkohol
Putus alkohol
Sebutkan jika berhubungan dengan gangguan persepsi
Delirium intoksikasi
Delirium putus alkohol
Demensia menetap akibat alkohol
Gangguan amnestik menetap akibat alkohol
Gangguan psikotik akibat alkohol dengan waham
Sebutkan jika dengan :
Onset selama intoksikasi
Onset selama putus obat
Gangguan psikotik akibat alkohol dengan halusinasi
Sebutkan jika dengan :
Onset selama intoksikasi
Onset selama putus
Gangguan mood akibat alkohol
Sebutkan jika degan :
Onset selama intoksikasi
Onset selama putus
Disfungsi seksual akibat alkohol
Sebutkan jika dengan onset selama sakit
Gangguan tidur akibat alkohol
Sebutkan jika dengan onset selama sakit
Gangguan berhubungan alkohol yang tidak ditentukan
Intoksikasi alkohol
Beberapa orang menjadi suka berbicara dan suka berkelompok, beberapa
menjadi menarik diri dan cemberut, yang lainnya menjadi suka berkelahi.
Kriteria diagnostik untuk intoksikasi alkohol
Baru saja menggunakan alkohol
Perilaku maladaptif atau perubahan psikologis yang bemakna secara klinis yang
berkembang selama atau segera setelah ingesti alkohol
Satu atau lebih tanda berikut yang berkembang selama atau segera setelah
pemakaian alkohol :
Bicara cadel

Inkoordinasi
Gaya berjalan tidak mantap
Nistagmus
Gangguan atensi dan daya ingat
Stupor atau koma
Gejala tidak disebabkan oleh kondisi medis umum dan tidak lebih baik
diterangkan oleh gangguan mental lain.
Putus Alkohol
Kriteria diagnostik untuk putus alkohol
1. Penghentian pemakaian alkohol yang telah lama dan berat
2. Dua atau lebih tanda berikut ini, yang berkembang dalam beberapa jam
sampai beberapa hari setelah kriteia 1 :
o Hiperaktivitas otonomik
o Tremor tangan
o Insomnia
o Mual atau muntah
o Halusinasi atau ilusi lihat, raba atau dengar
o Agitasi psikomotor
o Kecemasan
o Stupor atau koma
3. Gejala dalam kriteria 2 menyebabkan penderitaan yang bermakna secara
klinis atau gangguan dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau fungsi
pentinglainnya
4. Gejala tidak disebabkam suatu kondisi medis umum dan tidak lebih baik
diterangkan oleh gangguan mental lainnya.
Pengobatan
Benzodiazepin
Carbamazepin
Sindroma Alkohol Fetal
Sindroma alkohol fetal adalah akibat intoksikasi in utero saat ibunya
minum alkohol. Sindroma alkohol fetal merupakan penyebab retardasi mental
utama karena alkohol akan menghambat pertumbuhan intrauterin dan
perkembangan setelah kelahiran.
Gangguan berhubungan dengan amfetamin
Epidemiologi
Penggunaan tinggi pada kelompo umur 18-25 tahun. Pemakaian
amfetamin ditemukan disemua kelas ekonomi, tinggi pada bangsa kaukasia.
Bentuk-bentuk

Tersedia di Amerika sebagai dextro amphetamine, methamphetamine, dan


methylphenidate. Nama jalanannya crack, crystal, crystal meth, dan speed. Zat
yang behubungan dengan amphetamine lainnya adalah ephedrine dan
propanolamine yang merupakan suatu dekongestan.
Ice adalah bentuk murni dari methamphetamine yang diinhalasi, diisap
seperti rokok atau disuntikkan secara intravena.
Efek merugikan
Pada fisik, efek yang paling sering adalah pada serebrovaskuler, jantung,
dan gastrointestinal. Gejala neurologis yang terjadi berupa kedutan sampai tetani,
koma dan kematian. Penggunaan amphetamine intravena berhubungan dengan
transmisi HIV dan hepatitis. Penggunaan pada wanita hamil akan menyebabkan
berat badan lahir rendah, lingkar kepala kecil, usia kehamilan dini dan retardasi
pertumbuhan.
Pada psikologis, amphetamine akan menimbulkan kegelisahan, sulit tidur,
iritabel. Sikap permusuhan dan konfusi. Selain itu dapat timbul waham paranoid
ataupun halusinasi.
Amphetamine klasik memiliki efek primernya dengan menyebabkan
pelepasan katekolamin terutama dopamin dari terminal prasinaptik. Efek tersebut
terutama kuat pada neuron dopaminergik yang keluar dari area tegmental ventralis
kekorteks serebral dan area limbik.

Kriteria gangguan berhubungan dengan amphetamin


Gangguan pemakaian amphetamine
Ketergantungan amphetamine
Penyalahgunaan amphetamin
Gangguan akibat amphetamin
Intoksikasi amphetamin
Sebutkan jika dengan gangguan persepsi
Putus amphetamin
Delirium intoksikasi amphetamin
Gangguan psikotik akibat amphetamin dengan waham
Sebutkan jika dengan onset selama intoksikasi
Gangguan psikotik akibat amphetamin dengan halusinasi
Sebutkan jika dengan onset selama intoksikasi
Gangguan mood akibat amphetamin
Sebutkan jika dengan :
Onset selama intoksikasi
Onset selama putus
Gangguan kecemasan akibat amphetamin
Sebutkan jika dengan onset selama intoksikasi
Disfungsi seksual akibat amphetamin
Sebutkan jika dengan onset selama intoksikasi
Gangguan tidur akibat amphetamin
Sebutkan jika dengan :
Onset selama intoksikasi

Onset selama putus


Gangguan berhubungan dengan amphetamin yang tidak ditentukan
Intoksikasi amphetamin
A. Pemakaian amphetamin atau zat yang berhubungan yang belum lama terjadi
B. Perilaku maladapif atau perubahan perilaku yang bermakna secara klinis yang
berkembang selama atau segera setelah pemakaian amphetamin atau zat yang
berhubungan
C. Dua atau lebih hal berikut yang berkembang selama atau segera setelah
pemakaian amphetamin atau zat yang berhubungan :
1) Takikardia atau bradikardia
2) Dilatasi pupil
3) Peninggian atau penurunan tekanan darah
4) Berkeringat atau menggigil
5) Mual atau muntah
6) Tanda-tanda penurunan berat badan
7) Agitasi atau retardasi psikomotor
8) Kelemahan otot, depresi pernafasan, nyeri dada dan aritmia jantung
9) Konfusi, kejang, diskinesia, distonia, atau kom
D. Gejala tidak disebabkan oleh kondisi medis umum dan tidak lebih baik
diterangkan oleh gangguan mental lain.
Sebutkan jika dengan gangguan persepsi
Putus amphetamin
Keadaan setelah intoksikasi amphetamin dapat disertai dengan kecemasan,
gemetar, mood disforik, letargi, fatigue, mimpi menakutkan, nyeri kepala, banyak
berkeringat, kram otot. Kram lambung dan rasa lapar ayng tidak pernah
kenyang.gejala yang paling serius adalah depresi yang dapat disertai dengan ide atau
usaha bunuh diri.
Kriteria diagnosis putus amphetamin :
A. Penghentian amphetamin yang telah lama atau berat
B. Mood disforik dan dua atau lebih perubahan fisiologis berikut yang
berkembang dalam beberapa jam sampai beberapa hari setelah kriteria A :
1) Kelelahan
2) Mimpi yang gamblang dan tidak menyenangkan
3) Insomnia atau hipersomnia
4) Peningkatan nafsu makan
5) Retardasi atau agitasi psikomotor
C. Gejala dalam kriteria B menyebabkan penderitaan bermakna secara klinis atau
gangguan dalam fungsi sosial, pekerjaan atau fungsi lainnya
D. Gejala tidak disebabkan oleh kondisi medis umum dan tidak lebih baik
diterangkan oleh gangguan mental lain.

Gangguan berhubungan dengan kafein


Epidemiologi
Rata-rata orang dewasa di Amerika mengkonsusi 200 mg kafein dalam
sehari walaupun 20-30% mengkonsumsi 500 mg kafein dalam sehari
Efek
Kafein merupakan suatu methylxantine dan lebih kuat dari methylxantine
lain yang sering digunakan yaitu theophyline. Mekanisme kerja utama dari kafein
adalah sebagai suatu antagonis reseptor adenosin. Aktivasi reseptor adenosin
mengaktifkan suatu protein G inhibisi (Gi), jadi menghambat pembentukan
cAMP. Dengan demikian kafein meningkatkan cAMP di intraneural didalam
neuron yang memiliki reseptor adenosin. Kafein dosis tinggi dapat mempengaruhi
dopamin atau noradrenergik. Aktivitas dopamin diperkuat oleh kafein.
Dosis 100 mg menginduksi eforia ringan disertai kecanduan zat. Dosis
300 mg disertai dengan peningkatan kecemasan dan disforia ringan pada manusia
dan bertindak sebagai pendorong yang positif.
Kafein menyebabkan vasokonstriksi serebral global dengan akibat
penurunan aliran darah ke otak.
Kriteria diagnostik gangguan berhubungan dengan kafein
Gangguan akibat kafein
Intoksikasi kafein
Gangguan kecemasan akibat kafein
Sebutkan jika dengan onset selama intoksikasi
Gangguan tidur akibat kafein
Sebutkan jika dengan onset selama intoksikasi
Gangguan berhubungan dengan kafein yang tidak ditentukan
Kriteria intoksikasi kafein
A. Konsumsi kafein yang belum lama niasanya melebihi 250 mg
B. Lima atau lebih tanda berikut yang berkembang selama atau segera seelah
pemakaian kafein :
1) Gelisah
2) Gugup
3) Gembira
4) Insomnia
5) Muka merah
6) Diuresis
7) Gangguan gastrointestinal
8) Kedutan otot
9) Jalan pikiran atau bicara yang melantur
10) Takikadia atau aritmia jantung
11) Periode tidak mudah lelah

12) Agitasi psikomotor


C. Gejal dalam kriteria B biasanya menimbulkan penderitaan yang bermakna secara
klinis atau gangguan dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau fungsi lainnya yang
penting
D. Gejala tidak disebabkan oleh kondisi medis umum dan tidak lebih baik
diterangkan oleh gangguan mental lain.
Putus kafein
Kriteria diagnostik putus kafein
A. Pemakain kafein setiap hari dalam jangka waktu yang lama
B. Penghentian pemakaian kafein secara tiba-tiba ataupenurunan jumlah kafein
yang digunakan segera diikuti oleh nyeri kepala dan satu gejala berikut :
1) Kelelahan atau mengantuk yang nyata
2) Kecemasan atau depresi yang nyata
3) Mual atau muntah
C. Gejala dalam kriteria B menyebabkan penderitan secara bermakna secra klinis
atau gangguan dalam fungsi sosial, pekerjaan atau fungsi lainnya
D. Gejala bukan karena efek fisiologis langsung dari kondisi medis umum dan
tidak lebih baik diterangkan oleh gangguan mental lain.
Pengobatan
Menghentikan atau menurunkan penggunaan kafein. Analgesik cukup untuk
mengobati nyeri kepala dan nyeri otot yang mungkin timbul akibat penghentian
kafein.
Gangguan berhubungan dengan kannabis
Epidemiologi
Usia 26-34 tahun merupakan kelompok usia yang sering menggunakan. Pria
banding wanita adalah dua banding satu. Penduduk metropolitan lebih sering
menggunakan dibandingkan dengan nonmetropolitan.
Efek
Resptor adalah anggota dari reseptor G. Reseptor kanabioid diikat dengan protein
G inhibitor (Gi) yang berikatan dengan adenil siklase didalam pola menginhibisi.
Reseptor kanabioid ditemukan dalam konsentrasi tinggi di gangglia basalis,
hipokampus, dan serebelum dengan konsentrasi yang lebih rendah di korteks serebral.
Reseptor tidak ditemukan di batang otak sehingga efek kannabis minimal pada sistem
pernafasan dan jantung.
Kriteria diagnosis gangguan yang berhubungan dengan kanabis
Gangguan pemakaian kanabis
Ketergantungan kanabis
Penyalahgunaan kanabis
Gangguan akibat kanabis
Intoksikasi kanabis

Sebutkan jika dengan gangguan persepsi


Delirium intoksikasi kanabis
Gangguan psikotik akibat kanabis dengan waham
Sebutkan jika dengan onset selama intoksikasi
Gangguan psikotik akibat kanabis dengan halusinasi
Sebutkan jika dengan onset selama intoksikasi
Gangguan kecemasan akibat kanabis
Sebutkan jika dengan onset selama intoksikasi
Gangguan berhubungan dengan kanabis yang tidak ditentukan

Kriteria untuk intoksikasi kanabis


A. Pemakaian kanabis yang belum lama
B. Perilaku maladaptif atau perubahan psikologis yang bermakna secara klinis
yang berkembang segera setelah pemakaian kanabis
C. Dua atau lebih tanda berikut yang berkembang dalam 2 jam pemakaian
kanabis :
1) Injeksi konjungtiva
2) Peningkatan nafsu makan mulut kering
3) Takikardia
D. Gejala bukan dari kondisi medis umum dan tidak lebih baik diterangkan oleh
gangguan mental lain.
Sebutkan jika dengan gangguan persepsi
Pengobatan
Abstinensia lewat intervensi langsung rawat inap ataupun rawat jalan di
rumah sakit. Psikoterapi individu, keluarga, ataupun kelompok.
Gangguan behubungan dengan kokain
Epidemiologi
Kira-kira 18% dari usia 18-25 tahun yang menggunakan kokain dan 26% dari
usia 26-34 tahun yang menggunakan kokain. Pria banding wanita adalah dua
banding satu dan penduduk metropolitan lebih serin menggunakan dibandingkan
penduduk nonmetropolitan.
Efek
Efek utamanya adalah penghambatan kompetitif ambilan kembali dopamin
oleh transporter dopamin sehingga meningkatkan konsentrasi dopamin dalam
celah sinaps dan meningkatkan aktivasi resepto dopamin tipe 1 dan 2. Kokain
juga menghambat ambilan katekolamin utama lainnya yaitu katekolamin dan
serotonin. Kokain juga menurunkan aliran darah ke otak dan menurunkan
penggunaan glukosa. Kokain memiliki kualitas adiktif yang kuat.
Krteria diagnosis gangguan penggunaan kokain
Gangguan penggunaan kokain
Ketergantungan kokain
Penyalahgunaan kokain

Gangguan akibat kokain


Intoksikasi kokain
Sebutkan jika dengan gangguan persepsi
Putus kokain
Delirium intoksikasi kokain
Gangguan psikotik akibat kokain dengan waham
Sebutkan jika dengan onset selama intoksikasi
Gangguan psikotik akibat kokain dengan halusinasi
Sebutkan jika dengan onset selama intoksikasi
Gangguan mood akibat kokain
Sebutkan jika dengan :
Onset selama intoksikasi
Onset selama putus
Gangguan kecemasan akibat kokain
Sebutkan jika dengan :
Onset selama intoksikasi
Onset selama putus
Gangguan seksual akibat kokain
Sebutkan jika dengan :
Onset selama intoksikasi
Gangguan tidur akibat kokain
Sebutkan jika dengan :
Onset selama intoksikasi
Onset selama putus
Gangguan berhubungan dengan kokain yang tidak ditentukan
Kriteria diagnosis intoksikasi kokain
Pemakaian kokain yang belum lama
Perilaku maladaptif
Dua atau lebih tanda berikut :
1) Takikardia atau bradikardia
2) Dilatasi pupil
3) Peninggian atau penurunan tekanan darah
4) Berkeringat atau menggigil
5) Mual atau muntah
6) Tanda-tanda penurunan berat badan
7) Agitasi atau retardasi psikomotor
8) Kelemahan otot, depresi pernafasan, nyeri dada, atau aritmia jantung
9) Konfusi, kejang, diskinesia, distonia, atau koma
Gejala bukan dari kondisi medis umum dan tidak lebih baik diterangkan oleh
gangguan mental lain.
Sebutkan jika dengan gangguan persepsi
Kriteria diagnosis putus kokain
A. Penghentian atau penurunan pemakaian kokain yang telah lama

B. Mood disforik dan dua atau lebih perubahan fisiologis berikut yang
berkembang dalam beberapa jam sampai beberapa hari setelah kriteria A:
1) Kelelahan
2) Mimpi yang gmblang dan tidak menenangkan
3) Insomnia dan hipersomnia
4) Peningkatan nafsu makan
5) Retardasi atau agitasi psikomotor
C. Gejala dalam kriteria B menyebabkan penderitan secara bermakna secra klinis
atau gangguan dalam fungsi sosial, pekerjaan atau fungsi lainnya
D. Gejala bukan karena efek fisiologis langsung dari kondisi medis umum dan
tidak lebih baik diterangkan oleh gangguan mental lain.

Anda mungkin juga menyukai