Anda di halaman 1dari 7

BAHAN KULIAH 2014/2015/I (Senin, 08 Sep 2014 Minggu ke 2)

PENGANTAR GEOFISIKA EKSPLORASI


Oleh : Sudiartono
Energi merupakan kebutuhan utama bagi semua kehidupan dimuka bumi, tanpa
energi kehidupan dimuka bumi tidak akan berlangsung. Dengan energi semua
kehidupan dimuka bumi mulai dari tumbuh-2an, hewan hingga manusia dapat
hidup dan berkembang berkelanjutan hingga sekarang. Untuk memenuhi
kebutuhan hidup bagi umat manusia, maka Geofisika dan Geologi yang
merupakan cabang ilmu pengetahuan untuk mempelajari bagaimana cara
melakukan eksplorasi sumber energi dan sumberdaya mineral di bawah
permukaan tanah. Hingga beberapa puluh tahun mendatang sejak tahun 2014 ini,
sumber energy fosil dalam bentuk minyak dan gas bumi serta batubara masih
sangat diperlukan. Sehingga di Indonesia, sumber energi fosil dalam bentuk
minyak, gas bumi dan batubara serta sumberdaya mineral dalam bentuk
tembaga, emas, nikel, galena, dll merupakan kekayaan alam yang perlu dikelola
dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia, bukan untuk golongan
atau kelompok masyarakat tertentu.
Oleh karena itu, sumber energi dan sumberdaya mineral di Indonesia sangat
perlu dipetakan dan dikelola dengan baik. Selama ini dengan pengetahuan ilmu
geologi dan geofisika atau sering dikatakan G&G (Geologi dan Geofisika),
sumberdaya energi dalam bentuk energi fosil, yaitu minyak dan gas bumi serta
batubara telah banyak dicari atau dieksplorasi. Seperti telah dijelaskan
sebelumnya bahwa karena dinamika bumi selama kurun waktu ber-juta2 tahun
bahkan miliar tahun menyebabkan di bumi terbentuk berbagai mineral, baik

mineral logam misalnya timah, besi, tembaga, dll, juga dalam bentuk non logam
misalnya minyak dan gas bumi serta batubara. Pada gambar 1 di perlihatkan
lokasi atau wilayah cadangan minyak bumi di Indonesia hingga kurun waktu
tahun 2008, dan terlihat bahwa yang paling banyak di wilayah Indonesia bagian
barat dan di darat (on shore).

Gambar 1 : Peta cadangan minyak bumi Indonesia s.d 2008


Karena kondisi geopolitik dan geoekonomi, maka untuk melakukan eksplorasi
dan eksploitasi tidak terlepas dari berbagai kebijakan pemerintah dari pusat
hingga daerah, hal tersebut melibatkan banyak faktor antara lain harus
memikirkan dampak lingkungan, dampak sosial dan dampak hukum, ekonomi
dan politik. Oleh karena itu, seorang geofisikawan disamping dituntut
mempunyai pengetahuan dan ketrampilan didalam eksplorasi minyak dan gas
bumi, juga harus paham tentang berbagai dampak yang timbul dan berbagai
faktor yang lain.

Khusus didalam eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi, ada hal yang
perlu diketahui oleh geofisikawan yaitu tentang dana Cost Recovery. Dana Cost
Recovery (CR) adalah biaya investasi dan operasi produksi migas yang
dikeluarkan oleh kontraktor (KKKS) yang nantinya akan dibayar Pemerintah
Indonesia dalam mekanisme bagi hasil produksi.
EKSPLORASI ENERGI
Energi yang ada di muka bumi ini dapat berasal dari sumber energy fosil yang
tidak dapat diperbarui (Unrenewable Energy) karena untuk memperbarui
membutuhkan waktu jutaan bahkan miliar tahun, dan energy yang berasal dari
sumber energy yang dapat diperbarui (Renewable Energy). Didalam eksplorasi
energi, peran ilmu fisika mulai dari mekanika, fluida, listrik dan magnet, optika,
hingga radioaktif sangat diperlukan didalam eksplorasi energi baik dalam bentuk
hardware ataupun software serta brainware. Dengan menggunakan ilmu fisika,
eksplorasi energi dapat dilakukan baik di darat, laut ataupun udara. Ilmu Fisika
sebagai salah satu ilmu dasar, menyumbangkan konsep, prinsip, dan hukum
dalam mendasari pengembangan IPTEK Energi (Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi Energi).
Penggunaan IPTEK Energi baik dalam bentuk hardware ataupun software
menjadi pendorong kemajuan industri energi dalam segala bidang, tetapi kalau
tidak terkendali juga akan mempercepat pengurangan ketersediaan energi
khususnya yang berbahan dasar fosil. Indonesia masih sangat membutuhkan
sumberdaya manusia yang berpengetahuan dan terampil dibidang IPTEK Energi.
EKSPLORASI MIGAS
Eksplorasi minyak dan gas bumi (Migas) dapat dilakukan baik yang berada di
daratan (On Shore) ataupun lautan (Off Shore, lepas pantai). Tujuan eksplorasi

migas adalah untuk menemukan cadangan terbukti. Perlu diketahui, bahwa saat
ini tahun 2014 Indonesia bukan lagi negara yang kaya minyak lagi yang mampu
meng-ekspor tetapi sudah menjadi negara peng-impor minyak bumi.
Oleh karena itu, agar kekurangan minyak bumi tidak semakin parah, maka harus
dilakukan penghematan bahan bakar minyak yang berasal dari sumber energi
fosil, dan dilakukan kegiatan eksplorasi agar dapat ditemukan cadangancadangan baru. Hingga tahun 2010, di Indonesia sudah ada 203 wilayah kerja
migas yang sudah dikerjasamakan pengelolaannya ke KKKS (Kontraktor
Kontrak Kerja Sama) yaitu para kontrator BPMIGAS yang sejak tahun 2013
sudah digantikan dengan SKKMIGAS yang memiliki hak untuk mengawasi
semua KKKS yang melakukan kegiatan eksplorasi, eksploitasi dan pemasaran
migas.
Untuk memberi landasan hukum bagi penataan kegiatan usaha hulu minyak dan
gas bumi maka Pemerintah pada tanggal 23 Nopember 2001 telah menetapkan
UU No.22 /2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Dalam UU tersebut
menyebutkan bahwa masalah pengawasan dan pembinaan kegiatan Kontrak
Kerjasama atau Kontrak Productions Sharing dilaksanakan oleh Badan
Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas atau BPMIGAS yang digantikan dengan
SKKMIGAS. UU No.22 /2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sampai dengan
tahun 2014 ini masih menjadi pertentangan dari berbagai pihak, karena
menguntungkan pihak KKKS asing.
Dalam upaya meningkatkan eksplorasi migas, pemerintah melalui Dirjen
Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, pada tahun 2011 pernah melakukan
lelang Wilayah Kerja (WK) migas.

TEKNOLOGI EKSPLORASI MIGAS


Relief atau raut-muka bumi atau morfologi dan komposisi material memberi
gambaran batuan pada mantel bumi dan material lain yang ada pada permukaan
bumi. Masing-masing tipe batuan, patahan di muka bumi atau pengaruhpengaruh gerakan kerak bumi serta erosi dan pergeseran-pergeseran muka bumi
menunjukkan perjalanan proses dalam kurun waktu jutaan hingga miliar tahun
hingga membangun muka bumi seperti saat ini.
Eksplorasi sumberdaya mineral merupakan salah satu aktifitas para geologiawan
dan geofisikawan, yang mencakup identifikasi pembentukan lahan, tipe batuan,
struktur batuan (lipatan dan patahan) dan gambaran unit geologi.
Hingga saat ini hampir seluruh endapan mineral di permukaan dan dekat
permukaan bumi telah ditemukan. Oleh karena itu, pencarian saat ini dilakukan
pada lokasi endapan atau deposit yang jauh lebih dalam di bawah permukaan
bumi atau pada daerah-daerah yang sulit dijangkau.
Karena kebutuhan minyak dan gas bumi dimasa mendatang, maka berbagai
metode geofisika dengan kemampuan penetrasi yang lebih dalam hingga ribuan
meter dari permukaan bumi secara umum sangat diperlukan dalam memastikan
keberadaan deposit minyak dan gas bumi. Umumnya untuk melakukan
eksplorasi awal, ilmu lain dan sarana prasarana yang sangat diperlukan adalah
foto udara atau citra satelit, yang sangat membantu untuk mengetahui informasi
awal tentang kawasan berpotensi untuk eksplorasi mineral. Untuk melakukan
eksplorasi minyak dan gas bumi, dua bidang ilmu yaitu geologi dan geofisika
(G&G) sangat dibutuhkan untuk mengetahui keberadaan dan kapasitas cadangan
minyak dan gas bumi.

Langkah awal untuk melakukan studi suatu wilayah yang berpotensi menyimpan
cadangan minyak dan gas bumi adalah dengan menggunakan metode Gravitasi
dan Magnetik. Dengan kedua metode tersebut dapat digambarkan bentuk dan
kedalaman dari basement yaitu batuan dasar cekungan dimana proses
pengendapan dimungkinkan dapat terjadi. Setelah mendapat gambaran dari
basement dan informasi geologi dari wilayah studi, maka akan dilakukan
eksplorasi lanjut dengan menggunakan metode Seismik Pantul (Seismic
Reflection) untuk mendapatkan informasi struktur bawah permukaan tanah, dan
rekaan bentuk-bentuk sinklin dan antiklin seperti diperlihatkan pada gambar 2.

Gambar 2 : Hasil gambaran struktur bawah tanah