Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN

TANDA BAHAYA MASA NIFAS

Disusun Oleh:
SULIA CANTIKA
E.0105.12.045

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BUDI LUHUR
CIMAHI
2014

SATUAN ACARA PENYULUHAN


Pokok bahasan

: Masa Nifas ( post partum )

Sub Pokok Bahasan

: Tanda Bahaya Masa Nifas

Sasaran

: Ibu post partum yang dirawat diruang


17 Alamanda

Waktu

: 10 menit

Tempat

: Ruang 17 Alamanda

Tanggal

: 10 Desember 2014

I.

Tujuan Instruksional Umum


Setelah dilakukan penyuluhan selama 10 menit klien dan keluarga
mengetahui tanda-tanda bahaya yang mungkin terjadi pada masa nifas

II.

Tujuan Instruksional Khusus


Setelah dilakukan penyuluhan selama 10 menit, klien dan keluarga dapat :
a. Mengetahui pengertian masa nifas
b. Mengetahui tanda-tanda bahaya masa nifas
c. Mengetahui dan memahami penatalaksanaan tanda-tanda bahaya
masa nifas

III.

Materi Penyuluhan
a. pengertian masa nifas
b. Tanda-tanda bahaya masa nifas ( infeksi dan pendarahan )
c.

IV.

Penatalaksanaan tanda-tanda bahaya pada masa nifas

Kegiatan Belajar Mengajar.


A. Metoda

: ceramah dan tanya jawab

B. Langkah-langkah kegiatan :
1) Pra Pembelajaran

Mempersiapkan materi

Mempersiapkan tempat

Mempersiapkan media dan alat

2) Kegiatan membuka Pembelajaran

Memberi salam

Memperkenalkan diri

Menjelaskan maksud dan tujuan

Kontrak waktu

Apersepsi

3) Inti Pembelajaran
Mendefinisikan pengertian nyeri
Menyebutkan tujuan manajemen nyeri
Menyebutkan cara mengatasi nyeri
4) Penutup

V.

Mengadakan evaluasi dengan post test lisan

Sasaran menjawab pertanyaan

Menyimpulkan apa yang akan disampaikan

Mengucapkan terima kasih

Mengucapkan salam.

Media dan Sumber


Media

: leaflet

Sumber :
Bahiyatun. 2009. Asuhan Kebidanan Nifas Normal. Jakarta : EGC
Saleha, Sitti. 2009. Asuhan Kebidanan pada Masa Nifas. Jakarta :
Salemba Medika.
VI.

Lampiran

Materi

Leaflat

LAMPIRAN MATERI
Tanda Bahaya Masa Nifas
A. Pengertian Masa Nifas
Masa nifas adalah masa setelah persalinan yang diperlukan untuk
pulihnya kembali alat-alat kandungan seperti sebelum hamil yang berlangsung
selama 6 minggu.
Masa nifas merupakan masa yang rawan bagi ibu, sekitar 60% kematian
ibu terjadi setelah melahirkan dan hampir 50% dari kematian pada masa nifas
terjadi pada 24 jam pertama setelah persalinan, diantaranya disebabkan oleh
adanya komplikasi masa nifas.
Komplikasi masa nifas merupakan keadaan abnormal pada masa nifas
yang disebabkan oleh masuknya kuman-kuman ke dalam alat genetalia pada
waktu persalinan dan nifas.
Beritahulah ibu jika mengetahui adanya masalah-masalah berikut, maka
ia perlu segera menemui bidan:
1. Perdarahan vagina yang luar biasa atau tiba-tiba bertambah banyak (lebih
dari perdarahan haid biasa atau bila memerlukan penggantian pembalut
2.
3.
4.
5.
6.

dua kali dalam setengah jam).


Pengeluaran vagina yang baunya menusuk.
Rasa sakit dibagian bawah abdomen atau punggung.
Sakit kepala yang terus-menerus, nyeri ulu hati atau masalah penglihatan.
Pembengkakkan diwajah atau di tangan.
Demam, muntah, rasa sakit pada waktu buang air kecil atau jika merasa

tidak enak badan.


7. Payudara yang berubah menjadi merah, panas dan atau terasa sakit.
8. Kehilangan nafsu makan dalam waktu yang lama.
9. Rasa sakit, merah, lunak dan/atau pembengkakkan dikaki.
10. Merasa sangat sedih atau tidak mampu mengasuh sendiri bayinya atau
diri sendiri.
B. Infeksi Masa Nifas
Setelah persalinan terjadi beberapa perubahan penting diantaranya
makin meningkatnya pembentukkan urin untuk mengurangi hemodilusi
darah, terjadi penyerapan beberapa bahan tertentu melalui pembuluh darah
vena sehingga terjadi peningkatan suhu badan sekitar 0,5 oC yang bukan
merupakan keadaan patologis atau menyimpang pada hari pertama.
Perlukaan karena persalinan merupakan tempat masuknya kuman kedalam
tubuh, sehingga menimbulkan infeksi pada kala nifas. Infeksi kala nifas

adalah infeksi peradangan pada semua alat genitalia pada masa nifas oleh
sebab apapun dengan ketentuan meningkatnya suhu badan melebihi 38 oC
tanpa menghitung hari pertama dan berturut-turut selama dua hari.
Gambaran Klinis Infeksi Umum dapat dalam bentuk :

1. Infeksi Lokal.
2. Pembengkakan luka episiotomi.
3. Perubahan warna lokal.
4. Pengeluaran lochia bercampur nanah.
5. Mobilisasi terbatas karena rasa nyeri.
6. Temperatur badan dapat meningkat.

7. Infeksi General.
8. Tampak Sakit dan Lemah.
9. Temperatur meningkat diatas 39 oC.
10. Tekanan darah dapat menurun dan nadi meningkat.
11. Pernapasan dapat meningkat dan napas terasa sesak.
12. Kesadaran gelisah sampai menurun dan koma.
13. Terjadi gangguan involusi uterus.
14. Lochia : berbau, bernanah serta kotor.
C. Faktor Predisposisi Infeksi Masa Nifas

1. Persalinan berlangsung lama sampai terjadi Persalinan Terlantar.


2. Tindakan Operasi Persalinan.
3. Tertinggalnya plasenta selaput ketuban dan bekuan darah.
4. Ketuban pecah dini atau pada pembukaan masih kecil melebihi enam
jam.
5. Keadaan yang dapat menurunkan keadaan umum, yaitu perdarahan
antepartum dan post partum, anemia pada saat kehamilan, malnutrisi,
kelelahan dan ibu hamil dengan penyakit infeksi.

D. Tanda-Tanda Bahaya Pada Masa Nifas


1. Demam
Suhu tubuh ibu yang baru saja melahirkan biasanya sedikit lebih
tinggi dibanding suhu normal, khususnya jika cuaca sangat panas, namun

jika suhu ibu lebih dari 38 0C dalam 2 hari lebih itu kemungkinan terjadi
infeksi.
Penanganan awal yaitu :
a. Istirahat, berbaring.
b. Perbanyak minum.
c. Kompres atau kipas untuk menurunkan suhu.
d. Jika ada syok, segera beri pengobatan, sekalipun tidak jelas gejala
syok, harus waspada untuk menilai berkala karena kondisi ini dapat
memburuk dengan cepat (Prawirohardjo, 2002).
2. Perdarahan Aktif
Setelah melahirkan, normal bagi wanita untuk mengalami perdarahan
yang sama banyaknya seperti ketika menstruasi. Darah yang keluar
seharusnya tampak seperti darah menstruasi, berwarna tua dan gelap.
Darah merembes sedikit-sedikit saat rahim berkontraksi atau ketika ibu
batuk, bergerak atau berdiri.
Perdarahan setelah persalinan dibagi menjadi 2, yaitu sebagai berikut
:
a. Perdarahan primer, yaitu terjadinya dalam 24 jam pertama pasca
persalinan.
b. Perdarahan skunder, yaitu terjadinya setelah 24 jam pertama pasca
persalinan.
Perdarahan yang perlahan dan berlanjut atau perdarahan tiba-tiba
merupakan suatu kegawat daruratan, segeralah bawa Ibu ke fasilitas
kesehatan.
3. Keluar banyak bekuan darah
Jika ibu mengalami perdarahan lebih dari gumpalan dalam satu jam,
ibu bisa mengalami perdarahan yang hebat. Ingatkan ibu untuk
menggosok rahimnya untuk membantu berkontraksi dan segera bawa ibu
ke rumah sakit.
4. Bau busuk dari vagina
Bau busuk dari vagina dapat disebabkan karena infeksi vagina.
Tanda-tanda awal adalah :
a. Ibu akan merasa sakit di daerah vagina.
b. Keluar nanah dan bau tidak sedap.
c. Kulit vagina yang membengkak dan memerah.
d. Keluarnya cairan dari vagina.
e. Disertai dengan demam hingga 380 C.
Penanganan awalnya yaitu jagalah selalu kebersihan vagina dengan
baik, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan segeralah periksakan diri ke
tenaga kesehatan.

5. Pusing
6. Lemas luar biasa
Lemas yang berlebihan juga merupakan tanda-tanda bahaya, dimana
keadaan lemas disebabkan oleh kurangnya istirahat dan kurangnya
asupan kalori sehingga ibu kelihatan pucat, tekanan darah rendah.
Kurang istirahat akan mempengaruhi produksi ASI.
Penanganan awalnya yaitu :
a. Makan dengan diit berimbang untuk mendapatkan protein, mineral
dan vitamin yang cukup.
b. Istirahat yang cukup untuk mencegah kelelahan yang berlebihan.
7. Menemukan penyulit dalam menyusukan bayinya.
Kesulitan pada saat menyusui akan memperhambat kontak awal
antara ibu dengan bayinya. Gejala yang ditimbulkan yaitu :
a. Suhu badan meningkat sampai dengan 380 C.
b. Pada payudara berwarna merah, bengkak, keras, nyeri jika ditekan.
c. Lecet pada puting susu.
Penanganan awal antara lain :
a. Lakukan perawatan payudara.
b. Gunakan BH yang menopang payudara yaitu yang bisa menampung
payudara secara keseluruhan dan tidak berkawat.
8. Nyeri panggul atau perut yang lebih hebat dari nyeri kontraksi biasa.
E. Hal-hal yang Perlu Dilakukan Apabila Menemukan Tanda Bahaya Masa
Nifas.
Apabila tanda bahaya tersebut semakin parah maka segera cari
pertolongan medis ke puskesmas, bidan praktek, dokter praktek, rumah
bersalin dan rumah sakit jika ibu mengalami salah satu tanda bahaya
tersebut untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif.

Anda mungkin juga menyukai