Anda di halaman 1dari 2

Fakta Tentang Jalan Tol Bali Mandara

Posted by: S. Gelmani Rabiah in Unik September 25, 2013 0 345 Views

inShare

Seyogianya jalan tol digunakan untuk mempersingkat jarak dan waktu tempuh. Demikian pula
dengan Jalan Tol Bali Mandara yang baru saja diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono pada 23 September 2013. Jalan tol ini adalah tol pertama di Indonesia yang
dibangun diatas laut sehingga dianggap sebagai jalan tol yang paling indah.

Berikut ini adalah beberapa fakta penting tentang jalan tol diatas laut ini :

Dibuat oleh Indonesia


Pembangunan jalan tol ini dibiayai oleh Jasa Marga serta Bank BUMN dan sama sekali tidak
menggunakan APBN. Selain itu, kontruksinya merupakan kerjasama dari BUMN dan BUMD
Bali. Yang lebih penting adalah semua teknologi dan material yang digunakan adalah hasil karya
dari anak Indonesia.
Tidak Memerlukan Waktu Lama

Pembangunan jalan tol ini terbilang cepat, yaitu sekitar 14 bulan. Pengerjaannya mulai Maret
2012 dan diselesaikan pada Mei 2013. Faktor pendukung hal tersebut adalah jalan bebas
hambatan ini dibangun di atas laut sehingga tidak memerlukan banyak pembebasan lahan.
Nama Awalnya Bukan Itu
Banyak nama yang diberikan untuk jalan tol ini, seperti tol atas laut Bali dan jalan tol Nusa DuaNugrah Rai-Benoa. Made Mangku Pastika, Gubernur Bali sendiri mengusulkan dua nama untuk
jalan tol tersebut, yaitu Mandara dan Soekarno Hatta. Namun kemudian Presiden memutuskan
untuk menggunakan nama Bali Mandara.
Presiden mengungkapkan jalan tol Bali Nusa Dua Ngurah Rai benoa yang setelah itu saya sebut
dengan Bali Mandara yang bermakna Bali yang agung dan juga bali yang maju aman damai dan
sejahtera dengan resmi saya nyatakan dimulai penggunaannya.
Memiliki Jalur Motor
Jalan Tol Bali Mandara ini adalah jalan tol pertama diatas laut yang mempunyai jalur untuk
kendaraan roda dua. Jalur ini terletak di bahu kiri jalan. Untuk setiap motor yang masuk,
dikenakan tarif Rp. 4000. Batas kecepatan untuk kendaraan di jalur tol ini adalah 25 hingga 40
km/jam.
Memiliki Anemometer dan CCTV yang beroperasi 24 Jam
Tol ini sangat dipengaruhi oleh kecepatan angin karena dibangun di atas perairan. Untuk
menghindari resiko kecelakaan, maka dipasanglah anemometer di setiap di setiap gerbang tol,
yaitu Nusa Dua, Ngurah Rai dan Benoa. Jalan tol akan ditutup sementara jika kecepatan angin
mencapai 40 km/jam atau lebih.
Selain itu, untuk memantau kendaraan yang mungkin akan mengalami masalah, telah disediakan
CCTV yang beroperasi selama 24 jam. Jika ada masalah seperti itu, maka derek gratis akan
disediakan oleh Jasa Marga.