Anda di halaman 1dari 4

Program Konversi

Yang dimaksud dengan Program Konversi DPU-DK adalah program pemberian gelar profesi
"Dokter Keluarga yang disingkat DK" kepada Dokter Praktek Umum yang disingkat DPU, yang
memenuhi
persyaratan
keprofesian
tertentu
sebagai
Dokter
Layanan
Primer.
Program konversi mendata, sesuai dengan arahan BP2KB IDI, secara retrospektif semua
kegiatan profesional yang telah dilakukan dalam setahun terakhir yang mencakup:
1.
2.
3.
4.
5.

Pembelajaran (Continuing Professional Development=CPD)


Profesionalisme (Praktik sebagai Dokter Layanan Primer)
Pengabdian kepada masyarakat
Publikasi ilmiah kedokteran layanan primer
Pengembangan ilmu kedokteran layanan primer

DPU jumlahnya sangat besar (sekitar 65.000 dokter), tersebar di seluruh pelosok Indonesia
mulai dari daerah urban dengan fasilitas komunikasi dan transportasi yang mutakhir sampai
daerah rural terpencil yang masih memanfaatkan sarana transportasi berupa kuda dan/atau
perahu dayung. Sementara itu sumber daya untuk menyelenggarakan dan mengelola CPD
sangat terbatas. Sambil terus-menerus menyelengarakan TOT (training of trainers) untuk
memenuhi kebutuhan akan tenaga pelatih, perlu dikembangkan sarana penilai profesionalisme
DPU yang memadai dan dapat mengakomodasi jumlah besar DPU dengan jangkauan yang luas.
Untuk itu Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI) merancang sejumlah CPD di
antaranya
adalah
Program
Konversi
DPU
menjadi
DK.
Program Konversi DPU menjadi DK merupakan upaya menilai diri yang sekaligus bermanfaat
untuk peringkatan diri. Tidak semua DPU yang mengikuti program ini secara otomatis dapat
dikonversi. Namun demikian dengan program ini setiap dokter akan mendapat umpan balik
kekurangannya masing-masing agar dapat segera melengkapinya melalui program CPD. Cara ini
ditempuh agar dapat mengukur profesionalisme secara massal dalam waktu relatif singkat
mengingat harus dapat mengakomodasi seluruh DPU dalam perolehan SKP IDI sesuai dengan
yang disyaratkan, tanpa mengurangi nilai mutu Dokter Keluarga di Indonesia.
Program Konversi DPU menjadi DK ini mampu menilai 4 pilar profesionalisme yaitu:
1.

2.

3.

4.

Perilaku dokter dengan parameter


a. SIP
b. Tempat praktik
c. Perlengkapan tempat praktiknya
Ilmu pengetahuan dengan parameter
a. CPD yg telah diikuti
b. Tulisan yang telah dipublikasikan
c. Buku teks dan jurnal yang biasa dibaca
Keterampilan klinis dengan parameter
a. Pendekatan kedokteran keluarga pada setiap kasus selama praktik
b. Kasus yang pernah ditangani selama praktik
c. Kursus keterampilan medis teknis yang pernah dijalani
Kinerja dengan parameter
a. Jumlah kasus yang telah diselesaikan
b. Jenis kasus yang telah pernah dilayani
c. Keberhasilan menyelesaikan masalah kesehatan yang dihadapi
d. Manajemen praktik dengan pendekatan kedokteran keluarga

Tujuan Program Konversi DPU menjadi DK


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Menarik, meningkatkan minat dan memberi peluang seluas-luasnya kepada DPU untuk
menilai profesionalisme diri dan menilai diri
Menghargai kinerja profesionalisme DPU yang dinilai dapat menjadi sarana
pembelajaran mandiri
Menyediakan peluang yang luas bagi DPU untuk berkarir di ranah pelayanan primer.
Memfasilitasi pengembangan Ilmu Kedokteran Layanan Primer
Meningkatkan mutu pelayan kedokteran primer
Menyusun basis data distribusi dan kinerja dokter layanan primer di Indonesia

Tahapan persiapan Program Konversi DPU menjadi DK


1.
2.
3.
4.

Pengurus PDKI tingkat pusat membentuk tim persiapan Program Konversi DPU menjadi
DK
Tim persiapan melakukan kajian, diskusi dan lokakarya untuk menyusun borang
program konversi
Borang konversi serta penilaiannya diujicoba dengan mengikutsertakan perwakilan
pengurus seluruh PDKI Cabang
Kolegium Ilmu Kedokteran Keluarga Indonesia mempelajari, menyempurnakan dan
menyetujui borang program konversi

5.

Borang konversi siap digunakan secara luas di seluruh Indonesia

Setelah melalui perhitungan yang cermat, program ini dapat mencapai nilai lebih dari 250 SKP
IDI. Oleh karena itu selain memperoleh gelar DK, dokter peserta juga memenuhi syarat untuk
melakukan resertifikasi. Hal ini akan sangat membantu IDI dalam membantu semua angotanya
terutama
DPU
dalam
memperoleh
SKP
IDI
untuk
resertifikasi.
Program Konversi DPU menjadi DK hanya akan berlaku sepanjang kurun waktu 2008 2012.
Kurun waktu ini diambil sesuai dengan tahun terakhir sebagian terbesar masa resertifikasi DPU.
Setelah
tahun
2012,
seluruh
resertifikasi
dilakukan
melalui
program
CPD.
Oleh karena itu PDKI sudah siap dengan
1.
2.
3.

Program CPD moduler yang dilaksanakan dalam kerjasama dengan institusi pendidikan
terakreditasi
Program CPD moduler yang dapat melalui fasilitas e-mail atau pos
Program CPD on-line dalam kerjasama dengan Mediworld CME yang berbasis di
Australia

Sesuai dengan konsepnya Program Konversi DPU menjadi DK hanya dapat diikuti oleh DPU yang
telah berpraktik sekurangnya 5 tahun. Apabila penilaian tidak mencukupi 250, dan dokter belum
pernah mengikuti pelatihan paket A dan B, atau belum melakukan pelayanan dengan
pendekatan kedokteran keluarga, maka dokter yang bersangkutan dapat melengkapi
kekurangannya dengan mengikuti program CPD yang tersedia tersebut di atas.
Pada dasarnya Program Konversi DPU menjadi DK diselenggarakan untuk mencapai tujuan demi
kepentingan peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia pada umumnya dan
peningkatan kualitas dokter layanan primer pada khususnya.
Tata Cara Mengikuti Program Konversi
Buku Program Konversi DPU menjadi DK ini tersedia di kantor Cabang PDKI seluruh Indonesia,
khusus pada wilayah yang belum terbentuk cabang PDKI, buku dapat diperoleh di kantor
Wilayah
dan
kantor
Cabang
IDI.
Calon peserta dapat membeli buku ini untuk sekaligus memperoleh nomor registrasi peserta
program
konversi.
Prasyarat mengikuti program konversi:

Memiliki STR (surat tanda registrasi) yang masih berlaku


Memiliki SIP (surat ijin praktik) yang masih berlaku
Berpraktik sekurangnya selama 5 tahun
Berkeinginan untuk berpraktik sebagai dokter keluarga
Menandatangani surat pernyataan bahwa mengisi formulir dengan jujur
Membayar administrasi konversi

Kemudian sebagai peserta program konversi, DPU mengisi dengan seksama surat pernyataan
dan borang yang terlampir. Borang diisi dengan lengkap dan jujur.Karena menggunakan kertas
rangkap,
diharapkan
mengisi
dengan
pena
yang
ditekan.
Buku yang telah lengkap terisi dipisahkan dengan hati-hati sesuai dengan warna kertasnya.
Buku dikirimkan dengan surat kilat khusus ke Pusat Administrasi Program Konversi DPU menjadi
DK,
Jl.
Samratulangi
no.29,
Menteng,
Jakarta
10340.
Salinan berwarna kuning dimasukkan dalam amplop berukuran A4 dan dikirimkan ke kantor
cabang PDKI, atau kantor wilayah IDI, atau kantor cabang IDI, sesuai dengan tempat
diperolehnya
Buku
Program
Konversi
DPU
menjadi
DK.
Salinan

berwarna

merah

disimpan

oleh

peserta

sebagai

arsip.

Pusat Administrasi Program Konversi DPU menjadi DK akan meneruskan buku yang telah diisi
pada tim penilai. Tim penilai akan menyimpulkan jumlah nilai dan meneruskan hasilnya kepada
tim verifikasi. Tim verifikasi atas nama PDKI tingkat pusat akan mengirim surat hasil penilaian
kepada kantor cabang PDKI, atau kantor wilayah IDI, atau kantor cabang IDI, sesuai dengan
tempat
diperolehnya
Buku
Program
Konversi
DPU
menjadi
DK.
Kantor cabang PDKI, atau kantor wilayah IDI, atau kantor cabang IDI, sesuai dengan tempat
diperolehnya Buku Program Konversi DPU menjadi DK yang bersangkutan akan mengirimkan
surat balasan berupa rekomendasi atau tidak merekomendasikan persetujuan penilaian setelah
mengadakan
kunjungan
ke
tempat
praktik
dokter
peserta
tersebut.

Berdasarkan surat balasan, maka PDKI akan mengeluarkan beberapa kemungkinan surat:
1.
2.
3.

Surat Tanda Lulus Konversi DPU menjadi DK


Surat pemberitahuan daftar kekurangan pelatihan atau pengalaman dalam praktik yang
dapat ditutupi dengan mengikuti CPD yang sesuai.
DPU yang telah memperoleh Surat Tanda Lulus konversi DPU menjadi DK akan dilantik
oleh PDKI sebagai anggota dan memperoleh Sertifikat Kompetensi Dokter Keluarga.