Anda di halaman 1dari 25

UNIVERSITAS INDONESIA

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH


KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
REPUBLIK INDONESIA
TAHUN 2012

MAKALAH KELOMPOK

DISUSUN OLEH:
ANANDA RIZKY RAMADHAN
BONNY ADHISAPUTRA
KHARISMA DIO PUTRA
SALAMUN NORMAN AUSTIN

1306483990
1306484160
1306484702
1306485283

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS INDONESIA


PROGRAM EKSTENSI
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
DESEMBER 2014

Statement of Authorship
Saya/kami yang bertandatangan dibawah ini menyatakan bahwa makalah/tugas terlampir
adalah murni hasil pekerjaan saya/kami sendiri. Tidak ada pekerjaan orang lain yang
saya/kami gunakan tanpa menyebutkan sumbernya.

Materi ini tidak/belum pernah disajikan/digunakan sebagai bahan untuk makalah/tugas pada
mata ajaran lain kecuali saya/kami menyatakan dengan jelas bahwa saya/kami menyatakan
dengan jelas menggunakannya.

Saya/kami memahami bahwa tugas yang saya/kami kumpulkan ini dapat diperbanyak dan
atau dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksi adanya plagiarisme.

Mata Ajaran

: Akuntansi Sektor Publik

Judul Makalah/Tugas : LAKIP Kementerian Pemuda dan Olahraga RI Tahun 2012


Tanggal

: 9 Desember 2014

Dosen

: Rahfiani Khairurizka S.E., Ak., M.Acc.

Nama

: Ananda Rizky Ramadhan

NPM

: 1306483990

Tandatangan

Nama

: Bonny Adhisaputra

NPM

: 1306484160

Tandatangan

Nama

: Kharisma Dio Putra

NPM

: 1306484702

Tandatangan

Nama

: Salamun Norman Austin

NPM

: 1306485283

Tandatangan

:
2

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur Tim Penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan
karunia-Nya sehingga Tim Penulis dapat menyelesaikan tugas Makalah Akuntansi Sektor
Publik yang berjudul LAKIP Kementerian Pemuda dan Olahraga RI Tahun 2012. Makalah
ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Akuntansi Sektor Publik pada semester 3 (tiga).
Tim Penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu Rahfiani Khairurizka S.E., Ak.,
M.Acc. selaku dosen dalam mata kuliah Akuntansi Sektor Publik atas ilmu-ilmu yang telah
diberikan selama perkuliahan sehingga memudahkan kami dalam menyelesaikan makalah ini.
Semoga dengan adanya tugas ini, dapat membantu kami untuk lebih memahami tentang topik
LAKIP Organisasi Sektor Publik Pemerintah.
Tim Penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan, namun demikian telah memberikan manfaat bagi Tim Penulis. Kritik dan
saran yang bersifat membangun diharapkan dan diterima dengan senang hati demi
penyempurnaan makalah ini.
Akhir kata, Tim Penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Depok, 09 Desember 2014

Tim Penulis

DAFTAR ISI
Statement of Authorship.........................................................................................................2
Kata Pengantar........................................................................................................................3
Daftar Isi...................................................................................................................................4
BAB 1 PENDAHULUAN.......................................................................................................5
1.1 Latar Belakang Masalah.......................................................................................5
1.2 Tujuan Penulisan..................................................................................................5
BAB 2 PROFIL ORGANISASI SEKTOR PUBLIK...........................................................6
2.1

Profil Kementerian Pemuda dan Olahraga..........................................................6

2.2

Struktur Organisasi..............................................................................................7

2.3

Program Organisasi..............................................................................................7

2.4

Maksud dan Tujuan..............................................................................................7

BAB 3 LANDASAN TEORI..................................................................................................9


3.1

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.............................................9

3.2

Format LAKIP....................................................................................................10

3.3

Mekanisme LAKIP.............................................................................................11

3.4

Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006.......................................................12

3.5

Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 29 Tahun 2010...........................................13

BAB 4 PEMBAHASAN........................................................................................................15
4.1

Perbandingan LAKIP Kemenpora dengan teori.................................................15

4.2

Penilaian Kinerja Kemenpora berdasarkan Program Kerja................................16

BAB 5 PENUTUP..................................................................................................................24
5.1

Kesimpulan.........................................................................................................24

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................25

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Keberhasilan sebuah organisasi sektor publik tidak dapat diukur semata-mata dari
perspektif keuangan. Surplus atau defisit dalam laporan keuangan tidak dapat menjadi
tolak ukur keberhasilan. Karena sifat dasarnya yang tidak mencari profit, keberhasilan
sebuah organisasi sektor publik juga harus diukur dari kinerjanya. Hal ini juga konsisten
dengan pendekatan anggaran kinerja yang digunakan. Sebuah anggaran yang dibuat tidak
hanya berisi angka, tetapi juga berisi target kinerja kualitatif. Oleh karena itu, aspek
pertanggungjawabannya tidak cukup hanya berupa laporan keuangan, tetapi juga harus
dilengkapi dengan laporan kinerja.

Pengukuran kinerja merupakan suatu proses sistematis untuk menilai apakah


program/kegiatan yang telah direncanakan telah dilaksanakan sesuai dengan rencana
tersebut, dan yang lebih penting adalah apakah telah mencapai keberhasilan yang telah
ditargetkan pada saat perencanaan. Pengukuran kinerja dimulai dengan proses penetapan
indikator kinerja yang memberikan informasi sedemikian rupa sehingga memungkinkan
unit kerja sektor publik untuk memonitor kinerjanya dalam menghasilkan output dan
outcome terhadap masyarakat.

1.2 Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menganalisa apakah LAKIP dari
Kementerian Pemuda dan Olahraga Tahun 2012 telah memenuhi kriteria sesuai peraturan
perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Selain itu penulisan makalah ini
bertujuan untuk menggali informasi sejauh mana keberhasilan maupun kegagalan
program kerja Kemenpora yang telah dilaksanakan.

BAB 2
PROFIL ORGANISASI SEKTOR PUBLIK
2.1 Profil Kementerian Pemuda dan Olahraga

Undang-undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang

Sistem Keolahragaan Nasional,

Undang-undang nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, dan Undang-undang Nomor 12


Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, adalah payung hukum Kementerian Pemuda dan
Olahraga dalam menjalankan Tugas dan Fungsi pelayanan di bidang Kepemudaan,
Keolahragaan, dan Kepramukaan.

Kementerian Pemuda dan Olahraga melaksanakan urusan pemerintahan untuk


membangun, mengembangkan, dan meningkatkan peran kepemudaan dan keolahragaan
dalam rangka pembangunan nasional di bidang pembentukan karakter dan jati diri bangsa
sebagaimana tertuang dalam RPJMN tahun 2010-2014. Kemenpora juga bertanggungjawab
atas kemajuan pembangunan di Indonesia khususnya di bidang pemuda dan olahraga, dalam
melaksanakan kegiatan-kegiatan yang ada di Kemepora ini aktivitasnya dibiayai dengan
APBN. Di samping itu, Kemenpora juga menyusun laporan berkala setiap tahun dan
menyampaikannya kepada Bappenas, Kemenpan & RB, DPR, unit Kerja Presiden Bidang
Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP-PPP), dan Badan Pemeriksa Keuangan
(BPK).

Undang-undang No. 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional


menyiratkan bahwa pembangunan di bidang keolahragaan mencakup aspek pembudayaan
olahraga di masyarakat dan peningkatan prestasi olahraga di tingkat regional/internasional.

Dalam

menjalankan

tugas,

tanggungjawab,

dan

wewenangnya,

Kemenpora

berdasarkan kepada asas-asas kepastian hukum, keterbukaan, akuntabilitas, kepentingan


umum, dan proporsionalitas.

2.2 Struktur Organisasi

2.3 Program Organisasi

1. Program Pelayanan Kepemudaan


2. Program Pembinaan Olahraga Prestasi
3. Program Pembinaan dan Pengembangan Olahraga
4. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Pemuda dan
Olahraga
5. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya
Kementerian Pemuda dan Olahraga.

2.4 Maksud dan Tujuan

1. Maksud disusunnya Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah tahun 2012


Kementerian Pemuda dan Olahraga adalah untuk memberikan gambaran mengenai:
a. Keberhasilan dan kendala yang terjadi dalam pencapaian sasaran/kinerja untuk
kurun waktu satu tahun yaitu pada tahun 2012.
7

b. Solusi/pemecahan masalah bagi kendala-kendala yang ditemui dalam pelaksanaan


kegiatan serta rekomendasi tindak lanjut untuk kelancaran pelaksanaan tugas pada
periode selanjutnya.
2. Tujuan penyusunan laporan ini adalah sebagai bentuk pertanggungjawaban dalam
pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta sebagai bahan
masukan bagi pimpinan dalam menentukan kebijakan strategis di masa yang akan
datang.

BAB 3
LANDASAN TEORI
3.1 Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

Setiap instansi pemerintah wajib menyiapkan, menyusun, dan menyampaikan laporan


kinerja secara tertulis dan periodik. Pelaporan kinerja ini dimaksudkan untuk
mengkomunikasikan capaian kinerja instansi pemerintah dalam satu tahun anggaran
yang dikaitkan dengan proses pencapaian tujuan dan sasaran instansi pemerintah.
Instansi

pemerintah

yang

bersangkutan

harus

mempertanggungjawabkan

serta

menjelaskan keberhasilan dan kegagalan tingkat kinerja yang dicapainya. Pelaporan


kinerja oleh instansi pemerintah ini dituangkan dalam dokumen LAKIP. LAKIP dapat
dikategorikan sebagai laporan rutin karena paling tidak disusun dan disampaikan setahun
sekali.

Penanggungjawab penyusunan LAKIP adalah pejabat yang secara fungsional


bertanggungjawab melakukan dukungan administratif di instansi masing-masing sesuai
dengan Instruksi Presiden tahun 1999. Dalam menyusun LAKIP, tim dati setiap instansi
pemerintah dapat berkonsultasi dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) ataupun
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Penyusunan LAKIP harus mengikuti prinsip-prinsip pelaporan pada umumnya, yaitu


laporan harus disusun secara jujur, objektif, akurat, dan transparan dengan
memperhatikan hal-hal berikut:
1. Prinsip lingkup pertanggungjawaban. Hal-hal yang dilaporkan harus proporsional
dengan lingkup kewenangan dan tangggungjawab masing-masing serta memuat
kegagalan dan keberhasilan.
2. Prinsip prioritas. Hal-hal yang dilaporkan adalah penting dan relevan bagi
pengambilan keputusan dan pertanggungjawaban yang diperlukan untuk upaya-upaya
tindak lanjutnya.
3. Prinsip manfaat. Manfaat laporan harus lebih besar daripada biaya penyusunannya,
dan laporan harus bermanfaat bagi peningkatan pencapaian kinerja.

Dalam penyusunannya, beberapa ciri LAKIP yang baik perlu diperhatikan seperti
relevan, tepat waktu, dapat diandalkan, mudah dimengerti, tegas dan konsisten, dapat
dibandingkan, dapat diuji, lengkap, netral, padat, dan mengikuti standar laporan yang
ditetapkan.

3.2 Format LAKIP

LAKIP menyajikan tentang uraian kinerja instansi pemerintah dalam arti keberhasilan
dan kegagalan pencapaian sasaran serta tujuan instansi pemerintah. Di samping itu,
aspek keuangan yang secara langsung mengaitkan hubungan antara angggaran negara
yang dibelanjakan dengan hasil atau manfaat yang diperoleh perlu dimasukkan dalam
LAKIP. Format LAKIP terdiri atas hal-hal berikut:

IKHTISAR EKSEKUTIF
Bagian ini menyajikan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana strategis
serta sejauh apa instansi pemerintah mencapai tujuan dan sasaran utama tersebut, serta
kendala-kendala yang dihadapi dalam pencapaiannya. Bagian ini juga menyebutkan
langkah-langkah yang telah dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut dan langkah
antisipatif untuk menanggulangi kendala yang mungkin akan terjadi pada tahun
mendatang.

I. PENDAHULUAN
Bagian ini menjelaskan hal-hal umum tentang instansi dan uraian singkat mandat yang
diberikan kepada instansi (gambaran umum tugas pokok dan instruksi).

II. RENCANA STRATEGIS


Bab ini menyajikan gambaran singkat mengenai rencana strategis dan rencana kinerja.
Bagian awal pada bab ini menyajikan gambaran singkat tentang sasaran yang ingin diraih
instansi pada tahun yang bersangkutan serta bagaimana kaitannya dengan capaian visi
dan misi instansi..

III. AKUNTABILITAS KINERJA


Bagian ini menyajikan uraian hasil pengukuran kinerja, evaluasi dan analisis
akuntabilitas kinerja, termasuk di dalamnya menguraikan keberhasilan dan kegagalan,
10

hambatan kendala, permasalahan yang dihadapi, serta langkah-langkah antisipatif yang


akan diambil secara sistematis.
Selain itu, akuntabilitas keuangan juga dilaporkan dengan menyajikan alokasi dan
realisasi anggaran bagi pelaksana tupoksi atau tugas-tugas lainnya, termasuk analisis
tentang capaian indikator kinerja efisiensi.

IV. PENUTUP
Penutup mengemukakan tinjauan secara umum tentang keberhasilan dan kegagalan,
permasalahan dan kendala utama yang berkaitan dengan kinerja instansi yang
bersangkutan, serta strategi pemecahan masalah yang akan dilaksanakan di tahun
mendatang.

LAMPIRAN-LAMPIRAN
Setiap penjelasan lebih lanjut, perhitungan-perhitungan, gambar dan aspek pendukung
seperti SDM, sarana prasarana, metode, serta aspek lain dan data yang relevan sebaiknya
tidak diuraikan dalam badan teks laporan tetapi dimuat dalam lampiran. Keputusankeputusan atau peraturan-peraturan dan perundang-undangan tertentu yang merupakan
kebijakan yang ditetapkan dalam rangka pencapaian visi, misi, tujuan, dan sasaran perlu
dilampirkan. Jika tidak mencukupi, dapat dibuat daftar lampiran, daftar tabel, dan daftar
gambar secukupnya.

3.3 Mekanisme LAKIP

Berikut ini adalah mekanisme LAKIP:


1. Setiap pemimpin kementerian/LPNK, pemerintah daerah, satuan kerja, atau unit
kerja di dalamnya wajib membuat laporan akuntabilitas kinerja secara berjenjang
dan berkala untuk disampaikan kepada atasannya.
2. LAKIP tahunan dari setiap kementerian/LPNK, setiap menteri/pimpinan LPNK
menyampaikan kepada presiden dan wakil presiden dengan tembusan kepada
menteri yang bertanggungjawab di bidang Pemberdayagunaan Aparatur Negara
(MENPAN-RB) serta kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
(BPKP).

11

3.

LAKIP tahunan dari setiap pemerintah provinsi disampaikan kepada presiden/wakil


presiden dengan tembusan kepada menteri dalam negeri, MENPAN-RB, dan kepala
BPKP.

4.

LAKIP tahunan pemerintah kabupaten/kota disampaikan kepada presiden/wakil


presiden dengan tembusan kepada menteri dalam negeri, gubernur, dan kepala
perwakilan BPKP.

5.

Kepala BPKP melakukan evaluasi terhadap LAKIP dan melaporkan hasilnya kepada
presiden melalui MENPAN-RB dan salinannya kepada Lembaga Administrasi
Negara (LAN).

6.

Kepala LAN melakukan kajian dan penilaian terhadap perkembangan pelaksanaan


sistem akuntabilitas dan kinerjanya, serta melaporkan kepada presiden melalui
MENPAN-RB.

3.4 Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006


Dalam bab 3 pada pasal 5 ayat 1 disebutkan komponen laporan keuangan pemerintah
setidaknya terdiri atas:
a.

Laporan Realisasi Anggaran

b.

Neraca

c.

Laporan Arus Kas

d.

Catatan atas Laporan Keuangan

Kemudian diatur lebih lanjut sampai pasal 7.

Dalam bab 5 pada pasal 17 ayat 1 dan 2 menyebutkan:


(1) Laporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2,
berisi ringkasan tentang keluaran dari masing-masing kegiatan dan hasil yang dicapai
dari masing-masing program sebagaimana ditetapkan dalam dokumen pelaksanaan
APBN/APBD.
(2) Bentuk dan isi Laporan Kinerja disesuaikan dengan bantuk dan isi rencana kerja dan
anggaran sebagaimana ditetapkan dalam peraturan pemerintah terkait, ilustrasi format
Laporan Kinerja disajikan pada Lampiran III.

Dalam bab 7 pasal 25 menjelaskan tentang pernyataan tanggung jawab sebagai berikut:
(1) Laporan Keuangan tahunan Kementerian Negara/Lembaga/pemerintah daerah/
Satuan Kerja Perangkat Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5
12

disertai dengan pernyataan tanggung jawab yang


ditandatangani oleh menteri/pimpinan lembaga/gubernur/bupati/walikota/kepala Satuan
Kerja Perangkat Daerah.
(2) Laporan Keuangan tahunan bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan yang
dialokasikan

kepada

Kementerian

Negara/Lembaga,

dan

pemerintah

daerah,

disampaikan secara terpisah dan disertai dengan pernyataan tanggung jawab yang
ditandatangani olehmenteri/pimpinan lembaga/gubernur/bupati/walikota yang menerima
alokasi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan tersebut.

Penjelasan lebih lanjut mengenai laporan keuangan pemerintah daoat dilihat pada pasalpasal lain dalam peraturan pemerintah tersebut.

3.5 Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 29 Tahun 2010

Dalam bab 2 tentang penetapan kinerja pasal 3 dan 4 disebutkan sebagai berikut:
Pasal 3
Dokumen Penetapan Kinerja merupakan suatu dokumen pernyataan kinerja /kesepakatan
kinerja/ perjanjian kinerja antara atasan dan bawahan untuk mewujudkan target kinerja
tertentu berdasarkan pada sumber daya yang dimiliki oleh instansi.
Pasal 4
(1) Kementerian negara/lembaga menyusun penetapan kinerja tingkat kementerian
negara/lembaga dan ditandatangani oleh Menteri/Pimpinan lembaga.
(2) Unit organisasi eselon I menyusun penetapan kinerja tingkat unit organisasi setelah
menerima dokumen pelaksanaan anggaran dan ditandatangani oleh menteri/pimpinan
lembaga dan pimpinan unit organisasi.

Dalam bab 4 tentang Laporan Akuntabilitas Kinerja, disebutkan sebagai berikut:


Pasal 12
Laporan akuntabilitas kinerja adalah laporan kinerja tahunan yang berisi pertanggung
jawaban kinerja suatu instansi dalam mencapai tujuan/sasaran strategis instansi.
Pasal 13
Instansi yang wajib menyusun laporan akuntabilitas kinerja adalah:
a. Kementerian /Lembaga;
b. Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota;
13

c. Unit Organisasi Eselon I pada Kementerian/Lembaga;


d. Satuan Kerja Perangkat Daerah;
e. Unit kerja mandiri yang ditetapkan sebagaimana diatur dalam Pasal 4 ayat (6)
dan Pasal 5 ayat (2).
Pasal 16
(1) Laporan Akuntabilitas Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 berisi ikhtisar
pencapaian sasaran sebagaimana yang ditetapkan dalam dokumen penetapan kinerja dan
dokumen perencanaan.
(2) Pencapaian sasaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurangkurangnya
menyajikan informasi tentang:
a. pencapaian tujuan dan sasaran organisasi;
b. realisasi pencapaian indikator kinerja utama organisasi;
c. penjelasan yang memadai atas pencapaian kinerja; dan
d. pembandingan capaian indikator kinerja sampai dengan tahun
berjalan dengan target kinerja 5 (lima) tahunan yang direncanakan.

14

BAB 4
PEMBAHASAN

4.1 Perbandingan LAKIP Kemenpora dengan teori


Susunan LAKIP Kemenpora:

Ikhtisar Eksekutif
Dalam Ringkasan Eksekutif Kemenpora, menjelaskan tentang tujuan dan sasaran yang
telah ditetapkan oleh Kemenpora. Kemenpora telah menetapkan 5 sasaran strategis.
Pencapaian kinerja kemenpora berdasarkan indicator yang telah ditetapkan, contohnya
jumlah peserta. Capaian Kinerja Kemenpora di tingkat kementrian adalah 50,29% dari
Unit Kerja Eselon 1, Sekretariat 87,85%, Deputi bidang pemberdayaan pemuda dengan
bobot 96,14%, Pengembangan pemuda dengan bobot 93,66%, Pembudayaan olehraga
dengan bobot 89,16%, dan Harmonisasi dan Kemitraan Pemuda dan Olahraga dengan
bobot 4,98%.

Pendahuluan
Dalam LAKIP Kemenporar bagian Pendahuluan, berisi tentang Latar Belakang
penyusunan LAKIP ini, Dasar Hukum dari penyusunan LAKIP, Maksud & tujuan
penyusunan LAKIP, Tugas & fungsi LAKIP, Struktur Organisasi Kemenpora, dan
Penyajian LAKIP. Hal ini sudah sesuai dengan yang teori LAKIP yang ada.

Rencana Strategis
Dalam bagian Rencana Strategis, berisi tentang :
1.

Visi & Misi Kemenpora, dimana Visinya adalah Mewujudkan Kepemudaan


dan Keolahragaan yang Berdaya Saing, dan Misinya adalah Meningkatkan
Daya Saing Kepemudaan dan Keolahragaan.

2.

Tujuan Strategis Kemenpora, yang merupakan penjabaran dari Visi dan Misi
yang telah ditentukan dan menggambarkan kondisi yang diinginkan pada akhir
periode Rencana Strategis.

3.

Sasaran

Strategis

Kemenpora,

dimana

sasaran

utamanya

adalah

1. Pemeningkatan Kepemudaan Berdaya Saing, 2. Meningkatkan Peran Aktif

15

Pramuka yang Berkarakter, 3. Meningkatkan Keolahragaan yang Berdaya


Saing.
4.

Program-Program Kemenpora, diantaranya adalah pelayanan kepemudaan,


dan pembinaan olehraga prestasi.

5.

Kegiatan Kemenpora, menjabarkan tentang rencana kegiatan yang dilakukan


oleh kemenpora dari tahun 2010-2014.

Akuntabilitas Kinerja
Dalam Akuntabilitas Kinerja yang ada di LAKIP Kemenpora, berisi tentang :
1.

Capaian Indikator Kerja, dalam LAKIP ini, Kemenpora mengungkapkan telah


menetapkan Indikator dalam pengukuran keberhasilan Kinerja Kemenpora.

2.

Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja, dalam bagian ini Kemenpora


mengungkapkan hasil dari Evaluasi Kinerja terhadap Rencana Strategis
mereka.

3.

Akuntabilitas Keuangan, Kemenpora menjelaskan tentang pengendalian


internal dalam lingkungan Kemenpora

Penutup
Dalam bagian penutup ini, Kemenpora mengemukakan tinjauan secara umum tentang
keberhasilan dan kegagalan dalam Rencana yang sudah dibuat. Serta Kemenpora juga
memberikan arahan tentang hal-hal yang perlu dilakukan oleh kepengurusan selanjutnya
demi mewujudkan Visi Misi utama Kemenpora.

Lampiran
Dalam bagian lampiran, berisi tentang penjelasan lebih lanjut tentang kegiatan-kegiatan
yang telah dilakukan Kemenpora, berikut dengan Sasaran Strategis, Indikator Kinerja
dan Targer & Realisasinya.

4.2 Penilaian Kinerja Kemenpora berdasarkan Program Kerja


4.2.1 Peningkatan Prestasi Olahraga di Tingkat Regional, Nasional, dan Internasional.

Dalam program ini, Kemenpora menargetkan beberapa sasaran strategis dan


indikator kinerja dalam bentuk output atau outcome yang harus tercapai untuk

16

pertanggungjawaban atas LAKIP Tahun 2012, beberapa sasaran strategis dan indikator
kinerja tersebut diantaranya:
1.

Sasaran strategis : Pelatihan pelatih tingkat muda


Indikator kinerja : Jumlah pelatih yang mengikuti pelatihan pelatih tingkat muda
Target : 30 orang
Realisasi : 30 orang (100%)

2.

Sasaran strategis : Pelatihan pelatih tingkat madya


Indikator kinerja : Jumlah pelatih yang mengikuti pelatihan pelatih tingkat madya
Target : 30 orang
Realisasi : 30 orang (100%)

3.

Sasaran strategis : Pemanduan bakat cabang olahraga unggulan


Indikator kinerja : Terlaksananya pemanduan bakat olahraga unggulan
Target : 35 orang
Realisasi : 35 orang (100%)

4. Sasaran strategis : Pengiriman kontingen olahragawan junior Indonesia pada 4th


ASG 2012 di Surabaya
Indikator kinerja : Pengiriman tim olahragawan pelajar Indonesia dari hasil seleksi
pemusatan latihan nasional
Target : 11 orang
Realisasi : 11 orang (100%)
5.

Sasaran strategis : Keolahragaan mengikuti seminar/kongres/pelatihan di luar negeri


Indikator kinerja : Terkirimnya tenaga keolahragaan untuk mengikuti pertemuan,
kerjasama dan konsultasi dibidang olahraga.

6.

Sasaran strategis : Pembinaan klub olahraga junior unggulan


Indikator kinerja : Munculnya bibit-bibit atlet potensial hasil pembinaan klub
olahraga junior di daerah
Target : 35 orang
Realisasi : 35 orang (100%)

7.

Sasaran strategis : Terlaksananya PON XVIII


Indikator kinerja : PON XVII terselenggara di Pekanbaru
Target : event terselenggara
Realisasi : event terselenggara (100%)

17

8.

Sasaran strategis : Terlaksananya PRIMA


Indikator kinerja : berjalannya program Indonesia Emas
Target : Program berjalan
Realisasi : Program berjalan (100%)

9.

Sasaran strategis : Penyusunan panduan strandar gizi olahragawan


Indikator kinerja : Tersedia panduan standar gizi bagi olahragawan
Target : 1 kegiatan ( 20 orang pemandu )
Realisasi : 1 kegiatan ( 20 orang pemandu ) 100%

10. Sasaran strategis : Keikutsertaan Indonesia dalam Asian Beach Games III di China
Indikator kinerja : Jumlah cabang olahraga unggulan di Asian Beach Games III
Target : 9 cabang
Realisasi : 7 cabang ( 78%)
11. Sasaran strategis : Terlaksananya event internasional yang terselenggara di Indonesia
Indikator kinerja : Jumlah induk cabang olahraga yang mendapat bantuan
Target : 30 induk
Realisasi : 22 induk (73%)
12. Sasaran strategis : Terlaksananya event nasional yang terselenggara di Indonesia
Indikator kinerja : Jumlah induk cabang olahraga yang mendapat bantuan
Target : 25 induk
Realisasi : 37 induk

Untuk mencapai sasaran di atas pada tahun 2012 telah dilaksanakan kegiatan-kegiatan
sebagai berikut:
1.

Pemanduan Bakat Cabang Olahraga Unggulan


Asisten Deputi Pembibitan Olahragawan akan melaksanakan Program Pemanduan

Bakat Olahragawan 2012 di 35 Daerah dengan target sasaran 400 atlet di setiap
daerahnya ( Total 16.000 atlet/tahun)
2. Pengiriman Tim Kontingen Olahragawan Pelajar Indonesia pada multi dan single
event Internasional Asean dan Asia
Asisten Deputi Pembibitan Olahragawan akan melaksanakan pengiriman kontingen
olahragawan junior Indonesia pada kejuaraan-kejuaraan junior internasional tingkat
Asean dan Asia.
Tenaga keolahragaan pada cabang olahraga unggulan yang memperoleh fasilitas
peningkatan kompetensi.
18

Keberhasilan sasaran ini diukur melalui pencapaian indikator kinerja sasaran hasil dari
pengembangan capaian kinerja program/kegiatan. Indikator kinerja sasaran beserta
target, realisasi, dan capaiannya diuraikan pada masing-masing kegiatan berikut:
a.

Pelatihan pelatih tingkat muda cabang olahraga tertentu dalam persiapan

pelaksanaan Sea Games 2013 yang dilaksanakan pada tanggal 13 s.d 22 Oktober 2012 di
Daerah Istimewa Yogyakarta yang diikuti oleh seluruh pelatih cabang.
Sasaran strategis : Tenaga keolahragaan pada cabor unggulan yang memperoleh fasilitasi
peningkatan kompetensi.
Indikator kinerja : Jumlah tenaga pelatih PRIMA Pratama dalam mengikuti pelatihan
pelatih olahraga tingkat muda.
Target: 30 Orang
Realisasi: 30 Orang
b.

Pelatihan pelatih tingkat madya

Pelatihan pelatih tingkat madya dilaksanakan di kota Yogyakarta pada tanggal 13 sd 22


Oktober 2012 yang diikuti oleh 30 (tiga puluh) orang peserta dari pelatih PRIMA Utama.
Sasaran strategis : Tenaga keolahragaan pada cabor unggulan yang memperoleh fasilitasi
peningkatan kompetensi.
Indikator kinerja : Jumlah tenaga pelatih PRIMA Pratama dalam mengikuti pelatihan
pelatih olahraga tingkat madya.
Target: 30 Orang
Realisasi: 30 Orang

Fasilitas Pembinaan Cabor Unggulan Nasional Dalam Rangka SEA Games


Asisten Deputi Olahraga Prestasi akan memberikan fasilitasi kepada Induk
Cabor/KONI/Klub untuk melakukan pembinaan terhadap salah satu cabang olahraga
unggulan yang berpotensi meraih medali emas

Fasilitas Penyelenggaraan Kejuaraan Nasional Pada Induk Organisasi


Asisten Deputi Olahraga Prestasi akan memberikan fasilitasi Kepada Induk
Cabor/KON/Klub/KONI Provinsi/Kabupaten/Kota/Pengprov untuk menyelenggarakan
kejuaraan yang berskala nasional.

19

Fasilitas Mengikuti Kejuaraan Ke Luar Negeri (Try Out)


Asisten Deputi Olahraga Prestasi akan memberikan fasilitasi Kepada Induk
Cabor/KON/Klub/KONI Provinsi/Kabupaten/Kota/Pengprov untuk mengikuti kejuaraan

Pelatih Tingkat Internasional


a.

Pelatihan Pelatih Fisik Sertifikat Internasional

Pelatihan Pelatih Fisik Level 1 Sertifikat Internasional dilaksanakan di Semarang, Jawa


Tengah pada tanggal 25 s.d 30 November 2012
b.

Pelatihan Wasit Cabang olahraga unggulan sertifikasi Internasional

Untuk tahun 2012 Asisten Deputi Tenaga Keolahragaan menyelenggarakan pelatihan


wasit cabang olahraga unggulan bagi wasit dayung cabang rowing yang dilaksanakan di
Bandung Jawa Barat pada tanggal 28 Maret s.d 4 April 2012 dengan jumlah peserta 20
orang.

Pemanduan Bakat Cabang Olahraga Unggulan


Asisten Deputi Pembibitan Olahragawan akan melaksanakan Program Pemanduan
Bakat Olahragawan 2012 di 25 Daerah dengan target sasaran 450 Atlet di setiap
daerahnya ( Total 10.000 atlet/tahun )

Fasilitas Pembinaan Olahraga Prestasi Daerah


Asisten

Deputi

Olahraga

Prestasi

akan

memberikan

fasilitasi

Klub/KONIProvinsi/Kabupaten/Kota/Pengprov/Pengda/Pengkot/Pengcab

kepada
yang

melakukan pembinaan terhadap slaah satu cabang olahraga unggulan daerah.

Fasilitas Penyelenggaraan Kejuaraan Nasional Pada Induk Organisasi


Asisten Deputi Olahraga Prestasi akan memberikan fasilitasi kepada Induk
Cabor/KON/Klub/KONI Provinsi/Kabupaten/Kota/Pengprov untuk menyelenggarakan
kejuaraan yang berskala nasional
Fasilitasi mengikuti kejuaraan ke Luar Negeri (Try Out)

Asisten Deputi Olahraga Prestasi akan memberikan fasilitasi kepada Induk


Cabor/KON/Klub/KONI Provinsi/Kabupaten/Kota/Pengprov untuk mengikuti kejuaraan
di luar negeri.

20

Fasilitasi keikutsertaan Cabor unggulan pada kejuaraan Internasional dan Training camp
Asisten Deputi Olahraga Prestasi akan memberikan fasilitasi kepada Induk
Cabor/KON/Klub/KONI Provinsi/Kabupaten/Kota/Pengprov untuk mengikuti kejuaraan
di luar negeri dan training camp.

Fasilitasi Penyelenggaraan Kejuaraan Internasional Pada Induk Organisasi


Asisten Deputi Olahraga Prestasi akan memberikan fasilitasi kepada Induk
Cabor/KON/Klub/KONI Provinsi/Kabupaten/Kota/Pengprov untuk
Terselenggaranya Ikuran Anggota Olahraga rekreasi, Pendidikan, Fungsional, Prestasi
dan Profesional.

4.2.2 Peningkatan Pengembangan Kepemimpinan dan Kewirausahaan Pemuda

Dalam program ini Kemenpora menargetkan beberapa sasaran strategis yang harus
tercapai untuk pertanggungjawaban atas LAKIP periode 2012. Berikut beberapa sasaran
strategis dari program ini
1. Meningkatnya kapasitas dan Potensi Kepemimpinan Pemuda (Outcome)
a. 520 pemuda kader difasilitasi dalam pengembangan kepemimpinan pemuda
(UU No 44/2009 Ps 2 ayat 3) dari yang ditargetkan sebanyak 605 (Output)
b. 84 siswa tingkat nasional mengikuti pelatihan kepemimpinan dari yang
ditargetkan sebanyak 75 peserta (Output)
c. 66 orang mengikuti penyelenggaraan pelatihan paskibraka tingkat nasional
dari yang ditargetkan 66 sebanyak peserta (Output)
d. 188 pemuda mengikuti bimbingan teknis kepemimpinan pemuda dari yang
ditargetkan sebanyak 110 peserta (Output)
2. Terlaksananya rapat koordinasi pengembangan kepramukaan (Output)
a. 33 lembaga tingkat propinsi diundang (Output)
b. 33 lembaga tingkat propinsi mengikuti pendampingan lembaga pramuka
(Output)
c. 200 peserta mengikuti momentum penguatan gerakan pramuka sebagai
wahana pendidikan non formal bagi pembentukan karakter bangsa (Output)
d. Pencitraan gerakan pramuka kepada masyarakat terlaksana pada 33 propinsi di
seluruh Indonesia (Output)
e. Monitoring dan evaluasi terlaksana di 33 propinsi di Indonesia (Output)
21

f. 3064 pemuda difasilitasi sebagai kader kewirausahaan dari yang ditargetkan


sebanyak 3000 peserta (Output)
3. Peningkatan partisipasi dan peran aktif pemuda dalam bidang kepeloran pemuda
a. 377 pemuda mengalami peningkatan pada spesialisasi kepeloporan dari yang
ditargetkan sebanyak 406 pemuda (Output)
b. 827 pemuda pedesaan mengalami peningkatan produktivitas dari yang
ditargetkan 1000 pemuda (Output)
4. Terbentuknya tenaga kepemudaan dan kader kesukarelaan
a. 199 pemuda menjadi pelatih yang memahami pengetahuan konseptual sebagai
acuan berpikir untuk program pelatihan bagi tenaga kesukarelaan dari target
sebanyak 200 orang pemuda (Output)
b. 206

kader

kesukarelawanan

yang

termotivasi

dan

peduli

dalam

kesukarelawanan sebagai hasil program sosialisasi kesukarelawanan pemuda


dari target sebanyak 200 kader (Output)
c. 136 jumlah tenaga kepemudaan yang memiliki tingkat pendidikan akademik
pascasarjana, berkualitas dan berdaya saing dari target sebanyak 200 orang
(Output)
d. 100 jumlah tenaga kepemudaan yang memiliki wawasan standar kompetensi
terhadap bidang-bidang prioritas pembangunan kepemudaan dari target
sebanyak 100 orang (Output)

Pada program ini juga terlaksana beberapa kegiatan sebagai berikut


1. Raimuna nasional ke-10 tahun 2012
Raimuna pramuka adalah pertemuan pramuka penegak dan pandega dalam bentuk
perkemahan besar yang diselenggarakab oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,
dan pada tahun 2012 pelaksanaann kegiatan raimuna pramuka dilaksanakan di Bumi
Perkeahan Waena Jaya Pura Provinsi Papua. Outcome yang diharapkan adalah para
peserta dapat meneruskan pembinaan dan pendidikan kepramukaan di Indonesia.
2. Peringatan 100 Tahun Gerakan Pramuka
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kemenpora bersama dengan Kwarda DI Yogyakarta.
Outcome yang diharapkan adalah terciptanya kesadaran dan keberadaan gerakan
pramuka sebagai wadah yang efektif dalam membentuk karakter bangsa di satu sisi,
dan adanya stagnasi pengembangan kepanduan di sisi lainnya.

22

3. Penyelenggaraan pelatihan paskibraka tingkat nasional


Pembinaan dan pengembangan potensi generasi muda yaitu tidak hanya melalui
pendidikan formal tetapi juga melalui pendidikan non forman, salah satunya adalah
mengikuti kegiatan pelatihan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibra). Outcome yang
diharapkan dari kegitan ini adalah wadah bagi generasi muda untuk dapat
meningkatkan pengetahuan tentang nilai-nilai kebangsaan dan kejuangan agar
menjadi kader penerus perjuangan bangsa yang berbudaya Indonesia.
4. Pelatihan kepemimpinan bagi siswa tingkat nasional
Outcome yang diharapkan adalah menanamkan aspek kepemimpinan pada diri siswa
lanjutan agar mereka dapat siap dan mandiri menjadi pemimpin dalam berbagai sektor
kehidupan berbangsa dan bernegara. Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini
meliputi wawasan dan pemahaman tentang pengembangan kepemimpinan pemuda.
5. Dukungan peningkatan kapasitas pendidikan tenaga kepemudaan
Ini merupakan upaya memfasilitasi pemuda-pemuda berprestasi yang ingin
melanjutkan jenjang pendidikan formal strata 2. Outcome dari kegiatan ini adalah
menyiapkan tenaga kepemudaan yang memiliki tingkat pendidikan akademik strata
dua dan menghasilkan pemuda yang berkualitas sehingga mampu bersaing di era
globalsasi.

23

BAB 5
KESIMPULAN
Sasaran dalam pembahasan bab 3 dicapai melalui pelaksanaan satu program dan satu
kegiatan, Program tersebut adalah Pengembangan organisasi Keolahragaan dengan
kegiatan utamanya adalah Konvensi Rancangan Standar Nasional Organisasi
Keolahragaan. Kegiatan ini merupakan tahap akhir dalam menyusun standar, yang
dilaksanakan setelah pra konvensi. Pada tahap ini rancangan standar ditelaah dan
disepakati oleh stakeholder terkait dengan jumlah yang lebih luas untuk menjamin
ketelusuran dan keterimaan standar yang dihasilkan.

Kinerja sasaran ini mencapai 100%, indikator yang digunakan untuk pengukuran
pencapaian target sasaran ini adalah jumlah dokumen yang dihasilkan yaitu sebanyak 2
buah yaitu (1) rancangan standar nasional pelatih pencak silat di Jakarta (2) rancangan
standar nasional stadion olahraga di Jakarta.

Selain itu, berdasarkan struktur laporannya menurut analisis kelompok kami, dapat
disimpulkan bahwa penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
(LAKIP) yang dibuat oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Tahun
2012 telah sesuai dengan teori yang telah dipelajari dalam perkuliahan, Peraturan
Pemerintah, dan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

24

DAFTAR PUSTAKA
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kementerian Pemuda dan Olahratga
Republik Indonesia Tahun 2012
Nordiawan, Deddi & Ayuningtyas Hertianti. 2010. Akuntansi Sektor Publik. Jakarta: Salemba
Empat
Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi
Pemerintah
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29
Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

25