Anda di halaman 1dari 3

Tugas Pendahuluan Densitometri

1. Prinsip dari densitometri


Jawab :
Densitometri merupakan metode penetapan kadar suatu senyawa pada
lempeng kromatografi , menggunakan instrumen TLC scanner, pengukuran
dilakukan dengan cara mengukur serapan analit (cahaya yang diukur dapat
berupa cahaya yang dipantulkan atau yang diteruskan), pemadaman
fluoresensi untuk lapisan yang mengandung bahan berfluorsensi analit atau
hasil eaksi analit. Interaksi radiasi elektromagnetik dengan noda KLT yang
ditentukan adalah absorpsi, transmisi, pantulan (refleksi) pendar fluor atau
pemadaman pendar fluor dari radiasi semula.(1)

2. Parameter Kualitatif dan Kuantitatif dari densitometer


Jawab:
Analisis kualitatif dengan KLT-Densitometri pada prinsipnya mengacu
kepada nilai Rf (Retardation factor) atau Faktor retardasi yaitu :
membandingkan Rf analit dengan Rf baku pembanding atau membandingkan
bercak kromatogram sample dengan kromatogram "Reference Standart"
yang dikenal dengan : Factro Retensi Relatif (Rx) Untuk penentuan kualitatif
dengan Rs harus dilakukan bersamaan dengan sample pada pelat yang
sama.

Analisis kuantitatif hampir sama dengan spektrofotometri, penentuan kadar


analit dikorelasikan dengan area bercak pada pelat KLT. Cara penetapan
kadar dapat dilakukan dengan :
I.

Membandingkan area bercak analit dengan area bercak baku


pembanding yang diketahui konsentrasinya.
Cx = Ax / Ap x Cp

Cx = konsentrasi analit
Ax = area analit

Ap = area baku pembanding


Cp = konsentrasi baku pembanding
II.

Kurva kalibrasi :

Kurva kalibrasi dibuat dengan cara memplot area bercak terhadap


konsentrasi dari satu seri larutan baku pembanding. Kurva yang tebentuk
harus linear, kemudian dengan persamaan garis regresi dapat ditentukan
kadar analit.

3. Detektor yang digunakan dan prinsipnya


Jawab:
Detektor yang digunakan dan prinsipnya
Detektor PMT (Photo Multiplier Tube = Tabung Penggandaan Foto)
merupakan detektor umum yang dipakai pada densitometer. Cara kerja PMT
mirip Phototube, terdiri dari photocathode dan beberapa buah anode (tidak
seperti pada phototube yang hanya terdiri dari satu buah anode) yang
disusun secara serie (disebut dynode). Sinar UV (photons) yang ditembakan
ke cathode akan menyebabkan emisi electron dari cathode ke anode. Anode
yang satu dengan yang lainya diberi beda potensial, sehingga apabila emisi
electron dari cathode sampai di dynode pertama, akan ada tambahan
electron yang diteruskan ke dynode berikutnya, dan seterusnya sehingga
secara akumulasi jumlah electron yang emisi di dynode terakhir semakin
banyak (arusnya semakin besar), itu sebabnya mengapa PMT lebih sensitif
dibandingkan dengan phototube. Maka untuk setiap foton sinar yang jatuh
pada katoda pada akhirnya akan dibebaskan 10^6 10^7 elektron yang
terkumpul di anoda.

DAFTAR PUSTAKA
1. Touchstone, JC., Rogers, D., 1980, Thin Layer Chromatography Quantitative
Enviromental and Clinical Application, A Willey Intenscience Publication,
John Willey & Sons, New York

2. Anonim. 2012. Pengukuran Radiasi : Macam-macam detektor. Taken from


http://www.batan.go.id/pusdiklat/elearning/Pengukuran_Radiasi/
Dasar_04.html.