Anda di halaman 1dari 24

1.

Perkenalan

SIFAT MEKANIK BAHAN

Sifat mekanik dapat diartikan sebagai respon atau perilaku


material terhadap pembebanan yang diberikan, dapat berupa gaya,
torsi atau gabungan keduanya
Dalam prakteknya pembebanan pada material terbagi dua yaitu
beban statik dan beban dinamik..
Untuk mendapatkan sifat mekanik material, biasanya dilakukan
pengujian mekanik. Pengujian mekanik pada dasarnya bersifat
merusak (destructive test),

SIFAT MEKANIK BAHAN

Setiap material yang diuji dibuat dalam bentuk sampel kecil atau
spesimen. Spesimen pengujian dapat mewakili seluruh material
apabila berasal dari jenis, komposisi dan perlakuan yang sama.
Sifat mekanik tersebut meliputi :
Kekuatan tarik, ketangguhan, kelenturan, keuletan, kekerasan,
ketahanan aus, kekuatan impak, kekuatan mulur, kekuatan leleh
dan sebagainya.

SIFAT MEKANIK BAHAN

Sifar-sifat mekanik material yang perlu diperhatikan yaitu :


Tegangan yaitu gaya diserap oleh material selama
berdeformasi persatuan luas.
Regangan yaitu besar deformasi persatuan luas.
Modulus elastisitas yang menunjukkan ukuran kekuatan
material.
Kekuatan yaitu besarnya tegangan untuk mendeformasi
material atau kemampuan material untuk menahan
deformasi.
Kekuatan luluh yaitu besarnya tegangan yang dibutuhkan
untuk mendeformasi plastis.

SIFAT MEKANIK BAHAN

Kekuatan tarik adalah kekuatan maksimum yang berdasarkan


pada ukuran mula.
Keuletan yaitu besar deformasi plastis sampai terjadi patah.
Ketangguhan yaitu besar energi yang diperlukan sampai
terjadi perpatahan.
Kekerasan yaitu kemampuan material menahan deformasi
plastis lokalakibat penetrasi pada permukaan.

SIFAT MEKANIK BAHAN

Kekerasan
Kekerasan adalah ukuran ketahanan suatu material terhadap
deformasi plastis lokal. Nilai kekerasan tersebut dihitung hanya
pada tempat dilakukannya pengujian tersebut (lokal), sedangkan
pada tempat lain bisa jadi kekerasan suatu material berbeda
dengan tempat yang lainnya.
Metoda Pengujian Kekerasan
Pada pengujian kekerasan dengan metoda penekanan, penekan
kecil (identor) ditekankan pada permukaan bahan yang akan
diuji dengan penekanan tertentu. Kedalaman atau hasil
penekanan merupakan fungsi dari nilai kekerasan, makin lunak
suatu bahan makin luas dan makin dalam akibat penekanan
tersebut, dan makin rendah nilai kekerasannya

SIFAT MEKANIK BAHAN

Uji Tarik
Uji tarik banyak dilakukan untuk melengkapi informasi rancangan
dasar kekuatan suatu bahan dan sebagai data pendukung bagi
spesifikasi bahan.

Pada uji tarik benda uji diberi beban gaya tarik sesumbu yang
bertambah secara kontinu, bersamaan dengan itu dilakukan
pengamatan mengenai perpanjang yang dialami benda uji dengan
extensometer

FORCES AND RESPONSES


Tarik

- beban diterapkan
"menarik" sampel

KURVA KUAT TARIK MATERIAL

PERPATAHAN IMPAK DARI HASIL UJI TARIK


DIGOLONGKAN MENJADI 3 JENIS, YAITU:
Perpatahan berserat (fibrous fracture), yang melibatkan
mekanisme pergeseran
bidang-bidang kristal di dalam bahan (logam) yang ulet
(ductile). Ditandai dengan permukaan patahan berserat
yang berbentuk dimpel yang menyerap cahaya dan
berpenampilan buram.
Perpatahan granular / kristalin, yang dihasilkan oleh
mekanisme pembelahan (cleavage) pada butir-butir dari
bahan (logam) yang rapuh (brittle). Ditandai dengan
permukaan patahan yang datar yang mampu memberikan
daya pantul cahaya yang tinggi (mengkilat).
Perpatahan campuran (berserat dan
granular).Merupakan kombinasi dua jenis perpatahan di
atas.

SIFAT MEKANIK BAHAN

Tegangan yang didapatkan dari kurva tegangan teoritik adalah


tegangan yang membujur rata-rata dari pengujian tarik. Tegangan
tersebut diperoleh dengan cara membagi beban dengan luas awal
penampang lintang benda uji itu.

SIFAT MEKANIK BAHAN

Kekuatan Tarik

Kekuatan tarik atau kekuatan tarik maksimum (ultimate tensile


strenght), adalah nilai yang paling sering dituliskan sebagai hasil
suatu uji tarik, tetapi pada kenyataannya nilai tersebut kurang
bersifat mendasar dalam kaitannya dengan kekuatan material.
Kekuatan tarik adalah besarnya beban maksimum dibagi dengan
luas penampang lintang awal benda uji.

KUAT TARIK
Gripping Zone

Gripping Zone
Failure Zone

inch

8 inches

inch

SIFAT MEKANIK BAHAN

Kekuatan Luluh

Kekuatan luluh menyatakan besarnya tegangan yang dibutuhkan


tegangan yang dibutuhkan untuk berdeformasi plastis material.
Pengukuran besarnya tegangan pada saat mulai terjadi deformasi
plastis atau batas luluh, tergantung pada kepekaan pengukuran
regangan.

MELAR (CREEP)
Merupakan kecenderungan suatu logam untuk
mengalami deformasi plastik bila pembebanan yang
besarnya relatif tetap dilakukan dalam waktu yang
lama pada suhu yang tinggi.
a. Kekuatan Melar
Secara spesifik tingkatan tekanan dinamakan
sebagai batas mulur, mulur akan menjadi mudah
dan dapat diabaikan dalam jangka panjang pada
saat memuat aplikasinya. Perancang yang biasa
bekerja dengan bahan bahan metal harus
memberikan perhatian yang besar pada kekuatan
mulur dan modulus ketika mereka merancang
sebuah termoplastic.

b. Modulus Creep
Modulus pemelaran (Creep Modulus / Et),
menunjukkan modulus dari material yang
diberikan tingkat tekanan dan temperatur
melebih spesifiknya dalam suatu periode
waktu (t).

KELELAHAN (FATIGUE)
Kelelahan merupakan suatu kegagalan lelah
terjadi ketika sebuh bahan telah mengalami
silus tegangan & regangan yang
menghasilkan kerusakan yang permanan,
juga dapat terjadi dibawah atau diatas
tegangan luluh

Penyebab Kelelahan
a. Kelelaan yang dikontrol oleh tegangan.
1. Lengkung rotasi (rotating bending)
2. Getaran (vibration)
3. Penekanan(presuriation)
4. Kontak Gelinding (Rolling Contacts)
b. Kelelahan yang dikontrol oleh regangan.
1. Siklus (thermal Cyclus)
2. Tarikan besar (secerv notehes)
3. Terbuka / Tertutup (opened / closed)

TEORI PERPATAHAN / KELELAHAN


Menggunakan persamaan matematika Inggris,
untuk konsentrasi tegang, seperti halnya kaca
dimana energy permukaan yang dihancurkan oleh
pembentukan permukaan retak baru adalah setara
dengan ketahanan pertumbuhan retak.
Retak adalah suatu tarikan Ellips dengan sumbu
panjang a agak besar (panjang retak) & sumbu
pendek b adalah hal () Jari-jari kelengkunagn
pada ujung retak adalah hal ().

Teori Kelelahan
Akibat gesekan poros dengan
benturan yang kurang
diperhatikan atau mengalami
siklus tegangan dan regangan,
sehingga terjadi kerusakan yang
permanen.

SIFAT MEKANIK BAHAN

Kurva Tegangan Regangan

Kurva tegangan regangan teknik tidak memberikan indikasi


karekteristik deformasi yang sesungguhnya, karena kurva tersebut
semuanya berdasarkan pada dimensi awal benda uji, sedangkan
selama pengujian terjadi perubahan dimensi.

SIFAT MEKANIK BAHAN

Terima Kasih