Anda di halaman 1dari 19

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM
PEMANFAATAN LIMBAH TONGKOL JAGUNG (JANGGEL
JAGUNG) SEBAGAI MEDIA TANAM HIDROPONIK VERTIKULTUR
BIDANG KEGIATAN :
PKM PENELITIAN

Diusulkan oleh :
AHMAD NURCAHYO

(H0711007/2011)

FAULUS DWI FENDI SISWANTO

(H0711041/2011)

DANU PRASETYO AJI

(H0712053/2012)

UNIVERSITAS SEBELAS MARET


SURAKARTA
2013

HALAMAN PENGESAHAN
USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

1. Judul Kegiatan

: Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung


....(Janggel Jagung) Sebagai Media Tanam
Hidroponik Vertikultur
: PKM-P

2. Bidang Kegiatan
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap
: AHMAD NURCAHYO
b. NIM
: H0711007
c. Jurusan
: AGROTEKNOLOGI FP UNS
d. Perguruan Tinggi
: Universitas Sebelas Maret Surakarta
e. Alamat Rumah
: Jalakan, Logandeng, Playen, Gunumgkidul
55861
f. No. Telp / HP
: 081804031164
g. E-mail
: amdd51@yahoo.com
4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 3 orang
5. Dosen Pendamping
a. Nama
: Dr.Ir. Supriyadi,M.P.
b. NIP
: 196106121988031003
c. Alamat
: Jl. Teknologi 143 Perum UNS Jati, Jaten,
.Karanganyar
6. Biaya Kegiatan Total
a. DIKTI
: Rp 7.010.000,b. Sumber lain
: 7. Jangka Waktu Pelaksanaan
: 3 bulan

Surakarta, 03 Oktober 2013


Menyetujui
Ketua Jurusan

Dr. Ir. Hadi Wiyono, MSi.


NIP. 19620126 199002 1 001
Pembantu Rektor III UNS

Drs. Dwi Tiyanto, S.U.


NIP. 195404141980031007

Ketua Pelaksana

Ahmad Nurcahyo
NIM. H0711007
Dosen Pendamping

Dr.Ir. Supriyadi, M.P.


NIP. 196106121988031003

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ....................................................................................

HALAMAN PENGESAHAN ..........................................................................

DAFTAR ISI ....................................................................................................

RINGKASAN ..................................................................................................

BAB 1. PENDAHULUAN ..............................................................................

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA .....................................................................

BAB 3. METODE PENELITIAN....................................................................

10

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ...............................................

12

DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................

13

LAMPIRAN .....................................................................................................

14

RINGKASAN

Di Indonesia, tanaman jagung banyak dibudidayakan. Sisa pengolahan


industri pertanian pada jagung akan menghasilkan limbah berupa tongkol jagung
yang jumlahnya akan terus bertambah seiring dengan peningkatan kegiatan
pascapanen. Produksi jagung di Indonesia setiap tahunnya menunjukkan
peningkatan.

Banyaknya

buah

jagung

yang

dikonsumsi

menyebabkan

bertambahnya limbah tongkol jagung yang dapat menyebabkan pencemaran


lingkungan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian guna mengurangi volume
limbah tongkol jagung dan meningkatkan nilai tambahnya.
Penelitian kali ini akan membahas tentang pemanfaatan tongkol jagung
sebagai media tanam hidroponik vertikultur. Limbah tongkol jagung akan
dicampur dengan bahan organik. Media tanam ini akan dicetak menjadi bentuk
balok-balok dan ditempatkan pada dinding-dinding atau pagar-pagar. Percobaan
yang akan dilakukan ini dengan menggunakan 3 bahan tanam seperti sayuran,
anggrek, tanaman hias epifit. Tanaman ini akan ditanam pada media yang
berbentuk balok tadi. Target dari penelitian ini yaitu didapatkan media tanam
yang praktis untuk tanaman dalam aplikasi hidroponik vertikultur. Tanaman
dalam media ini yang sudah ditempelkan di dinding atau pagar dapat dipindahpindah dan disusun secara mudah sehingga tatanan dari tanaman ini dapat dirubah
dengan mudah dan menjadikan suasana yang baru.

BAB 1. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Tanaman jagung merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan.
Tanaman jagung ini yang dimanfaatkan adalah bijinya dan tongkol
(janggel) jagunnya belum banyak dimanfaatkan. Penelitian pemanfaatan
tongkol jagung ini kebanyakan sebagai tambahan pakan ternak dan
sebagai alternative bahan bakar. Penelitian kali ini akan membahas
tentang pemanfaatan tongkol jagung sebagai media tanam hidroponik
vertikultur.
Di Indonesia, agroindustri merupakan sektor yang sangat penting
dalam perindustrian nasional. Namun kegiatan pascapanen dan
pengolahan hasil pertanian, termasuk pemanfaatan produk samping dan
sisa pengolahannya masih kurang. Sisa pengolahan industri pertanian
pada jagung akan menghasilkan limbah berupa tongkol jagung yang
jumlahnya akan terus bertambah seiring dengan peningkatan kegiatan
pascapanen. Produksi jagung di Indonesia setiap tahunnya menunjukkan
peningkatan. Banyaknya buah jagung yang dikonsumsi menyebabkan
bertambahnya limbah tongkol jagung yang dapat menyebabkan
pencemaran lingkungan. Selama ini, masyarakat pedalaman cenderung
memanfaatkan limbah tongkol jagung sebagai bahan bakar, dan terkesan
terbuang percuma. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian guna
mengurangi volume limbah tongkol jagung dan meningkatkan nilai
tambahnya.
Tumpukan tongkol jagung yang dibuang terdapat sisa biji jagung
ynag tertinggal dan ketika tongkol tersebut dalam keadaan lembab, biji
jagung tersebut dapat tumbuh pada tumpukan tongkol jagung tersebut.
Dari situ muncul ide untuk menggunakannya sebagai media tanam.
Selain itu limbah tongkol jagung ini dapat digunakan sebagai alternatif
dari berbagai media tanam, misalnya pakis yang merupakan media yang
sering digunakan untuk tanaman. Budidaya tanaman pakis masih belum

banyak digunakan sehingga jika terus digunakan sebagai media tanam


semakin lama akan habis.
Limbah tongkol jagung untuk media tanam masih belum banyak
diteliti, sehingga disini akan mencoba meneliti bagaimana jika limbah
tongkol jagung digunakan sebagai media tanam. Media tanam ini akan
dibuat dalam bentuk balok-balok dan dapat ditempelkan di tembok,
karena sekarang ini didaerah perkotaan telah banyak lahan yang berubah
fungsi menjadi bangunan-bagunan. Sehingga media ini dapat digunakan
untuk media tanam secara vertikultur di tembok-tembok atau pagarpagar, selain itu juga dapat dipindah-pindah dan disusun di tembok
secara mudah. Oleh karena itu, diperlukan penelitian tentang pengaruh
limbah tongkol (janggel) jagung sebagai media tanam terhadap
pertumbuhan tanaman khususnya tanaman hias yang hidupnya menempel
pada poho-pohon atau benda sekitarnya sebagai media tumbuhnya.
B. Perumusan Masalah
Dari latar belakang di atas maka dapat diambil permasalahan yaitu:
1. Adakah pengaruh limbah tongkol (janggel) jagung terhadap
pertumbuhan tanaman ?
2. Apakah tongkol jagung dapat digunakan sebagai bahan pembuatan
media tanam tanaman hidroponik vertikultur ?
3. Bagaimana cara pembuatan media tanam hidroponik dari tongkol
jagung?
C. Tujuan Program
Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini diantaranya adalah :
1. Tujuan Umum
Mengetahui pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan tanaman
2. Tujuan Khusus
a. Memanfaatkan tongkol (janggel) jagung dengan semaksimal
mungkin sehingga dapat mengurangi penimbunan sampah.
b. Membuat media tanam alternatif untuk hidroponik vertikultur

c. Membuat media tanam untuk tanaman hias yang ditempel di


tembok
D. Luaran Yang Diharapkan
Penelitian Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung (Janggel Jagung)
Sebagai Media Tanam Hidroponik Vertikultur ini diharapkan akan
diperoleh hasil sebagai berikut :
1. Mendapat media tanam yang lebih praktis
2. Media tanam yang baik bagi pertumbuhan tanaman hidroponik
vertikultur
3. Dapat membuat taman tanaman hias di dinding dan dapat di susun
secara mudah
E. Kegunaan Progam
Progam penelitian ini memilki beberapa kegunaan, antara lain :
1. Memanfaatkan tongkol (janggel) jagung sebagai media tanam yang
praktis
2. Sebagai alternatif media tanam untuk tanaman hidroponik vertikultur
3. Meningkatkan ketahanan ekonomi melalui pemanfaatan tongkol
(janggel) jagung sebagai media tanam untuk tanaman hidroponik
vertikultur atau tanaman hias
4. Dapat membuat taman tanaman hias di dinding dan dapat disusun
secara mudah

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA


2.1. Tongkol Jagung
Jagung berperan penting dalam perekonomian nasional dengan
berkembangnya industri pangan yang ditunjang oleh teknologi budi daya
dan varietas unggul. Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang terus
meningkat, Indonesia mengimpor jagung hampir setiap tahun. Pada tahun
2000, impor jagung mencapai 1,26 juta ton (BPS 2005). Produksi jagung
di Indonesia setiap tahunnya menunjukkan peningkatan. Menurut Biro

Pusat Statistik (BPS) Indonesia, angka produksi jagung tahun 2004


mencapai 11,2 juta ton. Tahun 2005 meningkat menjadi 12,5 juta ton,
tahun 2006 mencapai 12,13 juta ton. Tahun 2007 produksinya mencapai
14 juta ton. Disamping itu, tingkat konsumsi jagung pada tahun 2006
sekitar 3,5 juta ton, sedangkan tahun 2007 diperkirakan mencapai 4,1 juta
ton.

Banyaknya

bertambahnya

buah

limbah

jagung
tongkol

yang
jagung

dikonsumsi
yang

dapat

menyebabkan
menyebabkan

pencemaran lingkungan (BPS 2007).


Limbah jagung meliputi jerami dan tongkol. Penggunaan jerami
jagung semakin populer untuk makanan ternak, sedangkan untuk tongkol
belum ada pemanfaatan yang bernilai ekonomi. Limbah jagung sebagian
besar adalah bahan berlignoselulosa yang memiliki potensi untuk
pengembangan produk masa depan. Seringkali limbah yang tidak
tertangani akan menimbulkan pencemaran lingkungan.Pada dasarnya
limbah tidak memiliki nilai ekonomi, bahkan mungkin bernilai negatif
karena memerlukan biaya penanganan. Namun demikian, limbah sebagai
bahan organik memiliki potensi besar sebagai bahan baku industri pangan,
minuman, pakan, kertas, tekstil, dan kompos (Richana dan Suarni 2007).
Tongkol jagung adalah tempat pembentukan lembaga dan gudang
penyimpanan makanan untuk pertumbuhan biji. Jagung mengandung
kurang lebih 30% tongkol jagung sedangkan sisanya adalah kulit dan biji
(Yulianto 2006).
Tanaman jagung sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan
hewan. Di Indonesia, jagung merupakan komoditi tanaman pangan kedua
terpenting setelah padi. Di daerah Madura, jagung banyak dimanfaatkan
sebagai makanan pokok. Akhir-akhir ini tanaman jagung semakin
meningkat penggunaannya. Tanaman jagung banyak sekali gunanya, sebab
hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam
keperluan antara lain:
a. Batang dan daun muda: pakan ternak
b. Batang dan daun tua (setelah panen): pupuk hijau atau kompos

c. Batang dan daun kering: kayu bakar


d. Batang jagung: lanjaran (turus)
e. Batang jagung: pulp (bahan kertas)
f. Buah jagung muda (putren, Jw): sayuran, bergedel, bakwan, sambel
goreng
g. Biji jagung tua: pengganti nasi, marning, brondong, roti jagung,
tepung, bihun, bahan campuran kopi bubuk, biskuit, kue kering, pakan
ternak, bahan baku industri bir, industri farmasi, dextrin, perekat,
industri tekstil.
Jadi selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga ditanam sebagai
pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya), diambil minyaknya (dari biji),
dibuat tepung (dari biji, dikenal dengan istilah tepung jagung atau
maizena), dan bahan baku industri (dari tepung biji dan tepung
tongkolnya) (Rao et al. 2006)
2.2.Media Tanam Hidroponik
Media tanam dapat diartikan sebagai wadah atau tempat tinggal
tanaman. Sebagai tempat tinggal yang baik, media tanam harus dapat
mendukung pertumbuhandan perkembangan tanaman. Media tanam
dikatakan berfungsi sebagai tempat berpijak untuk tanaman dapat
melekatkan akarnya dengan baik. Namun, untuk pertumbuhan akar
tanaman yang sempurna, media tanam harus didukung oleh drainase dan
aerasi yang memadai. Drainase yang lancar menjadikan akar-akar tanaman
lebih leluasa bernafas sehingga lebih optimal dalam menyerap unsur-unsur hara yang di
butuhkan. Sementara aerasi yang memadai sangat dibutuhkan oleh
akar untuk bernafas sehinnga asupan oksigen dapat tercukupi. Kekurangan
oksigan pada tanaman dapat menyebabkan kematian akar (Suseno 1993).
Media tanam yang ideal untuk tanaman tersebut harus memenuhi
persyaratan sebagai berikut:
1. Bersifat poros atau mudah membuang air yang berlebihan;
2. Berstruktur gembur, subur dan dapat menyimpan air yang cukup untuk
pertumbuhan tanaman;

3. Tidak mengandung garam laut atau kadar salinitas rendah;


4. Keasaman tanah netral hingga alkalis, yakni pada pH 6 7;
5. Tidak mengandung organisme penyebab hama dan penyakit;
6. Mengandung bahan kapur atau kaya unsur kalsium.
(Kartika 1995)

BAB 3. METODE PENELITIAN


3.1 Waktu dan Tempat Penelitan
Penelitian ini dilaksanakan di rumah kaca dan laboratorium biologi
dan kesuburan tanah Universitas Sebelas Maret fakultas Pertanian selama
tiga bulan.
3.2 Bahan dan Alat Penelitian
Bahan yang digunakan untuk penelitian ini adalah limbah tongkol
(janggel) jagung, bahan organik dari pupuk kandang, nutrisi hidroponik,
pupuk slow release, benih sayuran, tanaman hias seperti anggrek dan
tanaman hias epifit. Sedangkan alat yang digunakan adalah sprayer, sekop,
alat pencacah tongkol jagung, alat cetakan balok,
3.3 Tata Pelaksanaan Penelitian
1. Pengumpulan Tongkol Jagung (janggel)
Limbah tongkol jagung (janggel) yang merupakan bahan dasar
dari penelitian ini diperoleh dari petani-petani jagung disekitar
Kabupaten Karanganyar.
2. Persiapan Alat dan Bahan
3. Pembuatan Media Tanam
a. Pencacahan tongkol jagung dengan ukuran agak kasar jangan
terlalu lembut
b. Pencampuran cacahan tongkol jagung dengan bahan organik
c. Pencetakan campuran cacahan limbah tongkol jagung dan bahan
organik tadi dengan alat cetakan menjadi bentuk balok (bagian
tengahnya ada cekungan sebagai tempat meletakan tanaman),

10

tekanan cetakan tidak terlalu besar, sehingga media tanam yang


berbentuk balok tidak terlalu padat.
d. Melakukan analisis kandungan hara dalam media
e. Media tanam berbentuk balok siap ditanami tanaman dengan
ditempelkan di tembok-tembok atau pagar-pagar (Tanaman yang
digunakan disini yaitu tanaman sayuran, tanaman anggrek, tanaman
hias epifit).
f. Perawatan tanaman hanya dengan disemprot nutrisi hidroponik
atau diberi pupuk slow release dan disemprot air sampai lembab
g. Bila tanaman sudah terlalu besar, dan media tanam mulai rusak
dilakukan pengantian media tanam.
h. Melakukan analisis pengaruh media tanam dari limbah tongkol
jagung yang dicetak menjadi bentuk balok terhadap pertumbuhan
tanaman
4. Evaluasi
5. Penyusunan Laporan
Pengumpulan
tongkol jagung

Persiapan alat dan


bahan

Pencacahan
tongkol jagung

Penanaman

Pencetakan
media

Pencampuran
tongkol jagung
dengan bahan
organik

Perawatan dan
Evaluasi

Penyusunan
laporan

Alur kegiatan

11

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN


4.1. Anggaran Biaya
Anggaran Biaya Penelitian ini adalah sebagai berikut :
No.

Kegiatan

1.
2.
3.
4.
5.

Pembelian Bahan Praktek


Peralatan Penunjang
Transportasi untuk pembelian bahan praktek
Analisis Laboratorium
Lain-lain : Pembuatan Laporan, dokumentasi
Jumlah Total

Jumlah Biaya
(Rp.)
3.150.000
1.850.000
360.000
600.000
1.050.000
7.010.000

4.2. Jadwal Kegiatan


Jadwal Kegiatan Penelitian ini adalah sebagai berikut :
Minggu ke
No

Kegiatan
1

Pengumpulan limbah tongkol


jagung
Persiapan peralatan dan bahan
Pembuatan media tanam
Analisi kandungan hara pada
media tanam
Penanaman tanaman pada
media tanam
Pemeliharaan tanaman
Analisis pengaruh media tanam
terhadap pertumbuhan tanaman

8
9

Evaluasi
Penyusunan laporan

1
2
3
4
5
6

2 3 4 5 6 7 8 9 10

11

12

12

DAFTAR PUSTAKA

BPS. 2005. Statistik Indonesia. Statistics Indonesia and Directorat General of


Foodcrops. Jakarta.
BPS 2007. Produksi jagung indonesia. http://www.bps.go.id. Diakses pada 1
Oktober 2013
Kartika. 1995. Hidroponik Bercocok Tanam Tanpa Tanah. Penebar Swadaya.
Jakarta.
Rao RS et al. 2006. Xylitol production from corn .fiber and sugarcane bagasse
hydrolysates by Candida tropicalis. Bioresource Technology. 97:1974 1978
Richana N, Suarni 2007. Teknologi Pengolahan Jagung. Balai Besar Penelitian
dan Pengembangan Pascapanen, Bogor.
Suseno, S. 1993. Bercocok Tanam Secara Hidroponik. Gramedia. Jakarta
Winarno, F.G., S. Fardiaz., dan D. Fardiaz. 1980. Pengantar Teknologi Pangan.
Penerbit PT. Gramedia, Jakarta.
Wirosoedarmo. 2001.Berbagai Formulasi Kebutuhan Nutrisi Pada Sistem
Hidroponik. Jurnal Inovasi Pertanian.Vol. 7 (1):103-110.
Yulianto WA, KR Kuswanto, Tranggono, Retno I. 2006. Kinetika fermentasi
pada produksi xilitol dengan penambahan arabinosa dan glukosa sebagai
kosubstrat oleh Candida shehatae WAY 08. Jurnal Teknologi dan
Industri Pangan, Vol.16 No.3.

13

LAMPIRAN

Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota


Biodata Ketua
A. Identitas Diri
1
2
3
4
5
6
7

Nama lengkap
Jenis kelamin
Program Studi
NIM
Tempat dan Tanggal lahir
E-mail
Nomor Telepon/HP

Ahmad Nurcahyo
Laki-laki
Agroteknologi
H0711007
Gunungkidul, 30 Desember 1992
amdd51@yahoo.com
081804031164

B. Riwayat Pendidikan
Nama institusi
Jurusan
Tahun Masuk-Lulus

SD
SD N 1 Siyono
1999-2005

SMP
SMP N 2 Playen
2005-2008

SMA
SMA N 2 Wonosari
IPA
2008-2011

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari
ternyata dijumpai ketidak sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima
sanksi.
Surakarta, 03 Oktober 2013
Pengusul,

(Ahmad Nurcahyo)

14

Biodata Anggota 1
A. Identitas Diri
1
2
3
4
5
6
7

Nama lengkap
Jenis kelamin
Program Studi
NIM
Tempat dan Tanggal lahir
E-mail
Nomor Telepon/HP

Faulus Dwi Fendi Siswanto


Laki-laki
Agroteknologi
H0711041
Karanganyar, 17 Februari 1994
faulus_DPS@yahoo.co.id
085642295259

B. Riwayat Pendidikan
Nama institusi
Jurusan
Tahun Masuk-Lulus

SD
SMP
SMA
SD N 1 Jumantoro SMP N 1 Jumapolo SMA N Jumapolo
IPA
1999-2005
2005-2008
2008-2011

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari
ternyata dijumpai ketidak sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima
sanksi.
Surakarta, 03 Oktober 2013
Pengusul,

(Faulus Dwi Fendi S)

15

Biodata Anggota 2
A. Identitas Diri
1
2
3
4
5
6
7

Nama lengkap
Jenis kelamin
Program Studi
NIM
Tempat dan Tanggal lahir
E-mail
Nomor Telepon/HP

Danu Prasetyo Aji


Laki-laki
Agroteknologi
H0712053
Sukoharjo, 28 November 1993
danuprasetyoaji@gmail.com
085712588197

B. Riwayat Pendidikan
Nama institusi
Jurusan
Tahun Masuk-Lulus

SD
SD N 3 Palur
2000-2006

SMP
SMP N 1 Jaten
2006-2009

SMA
MAN Karanganyar

IPA
2009-2012

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari
ternyata dijumpai ketidak sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima
sanksi.
Surakarta, 03 Oktober 2013
Pengusul,

(Danu Prasetyo Aji)

16

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan


1. Pembelian Bahan Praktek
Material
Kuantitas
Tongkol jagung
1000 kg
Pupuk kandang
100 kg
Bahan nutrisi
10 kg
hidroponik
Pupuk slow release
10 kg
Benih sayuran
1 bungkus
Bibit anggrek
50
Bibit tananam epifit 50

2. Peralatan Penunjang
Material
Alat Pencacah
Alat Pencetak
Sekop
Sprayer

3. Transportasi
Material
Pencarian bahan
praktek
Pencarian beli alat

Kuantitas
1
1
3
3

Jumlah (Rp.)
500.000
150.000

100.000

1.000.000

45.000
40.000
15.000
5.000
Sub Total (Rp.)

450.000
50.000
750.000
250.000
3.150.000

Harga satuan (Rp.)


200.000
1.000.000
25.000
25.000
Sub Total (Rp.)

Jumlah (Rp.)
200.000
1.500.000
75.000
75.000
1.850.000

Harga Satuan (Rp.)

Jumlah (Rp.)

3 orang x 2

30.000

180.000

3 orang x 2

30.000
Sub Total (Rp.)

180.000
360.000

Harga Satuan (Rp.)

Jumlah (Rp.)

200.000

600.000

Sub Total (Rp.)

600.000

Harga satuan (Rp.)


300.000
50.000

Jumlah (Rp.)
300.000
500.000
250.000
1.050.000
7.010.000

Kuantitas

4. Analisis Laboratorium
Material
Kuantitas
Sewa laboratorium
biologi dan
3 kali
kesuburan tanah

5. Lain-lain
Material
Pembuatan laporan
Pencarian literatur
Dokumentasi

Harga satuan (Rp.)


500
1500

Kuantitas
1
5 kali

Sub Total (Rp.)


Total Keseluruhan (Rp.)

17

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas


No.
1
2
3

Nama / NIM

Program Studi

Ahmad Nurcahyo
Faulus Dwi Fendi S
Danu Prasetyo Aji

Agroteknologi
Agroteknologi
Agroteknologi

Bidang
Ilmu

Alokasi
Waktu
(jam/minggu)

Uraian
Tugas

18

Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Peneliti

KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL


UNIVERSITAS SEBELAS MARET
Jl. Ir. Sutami No. 36 A Kentingan Surakarta Telp. / Fax 637457
SURAT PERNYATAAN KETUA PELAKSANA

Yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama

: Ahmad Nurcahyo

NIM

: H0711007

Program Studi

: Agroteknologi

Fakultas

: Pertanian

Dengan ini menyatakan bahwa usulan PKM-Penelitian saya dengan judul:


Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung (Janggel Jagung) Sebagai Media Tanam
Hidroponik Vertikultur, yang diusulkan untuk tahun anggaran 2013/2014 bersifat
original dan belum pernah dibiayai oleh lembaga atau sumber dana lain.

Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini,


maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku
dan mengembalikan seluruh biaya penelitian yang sudah diterima ke kas negara.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenarbenarnya.
Surakarta, 03 Oktober 2013
Mengetahui,

Yang menyatakan,

Pembantu Rektor III UNS

Drs. Dwi Tiyanto, S.U.

Ahmad Nurcahyo

NIP. 195404141980031007

NIM. H0711007

19