Anda di halaman 1dari 18

TRANSAKSI

TERAPEUTIK

A. Hubungan Hukum Pasien


dengan Rumah Sakit

Rumah sakit adalah suatu lembaga


dalam mata rantai Sistem
Kesehatan Nasional yang
mengembangkan tugas pelayanan
kesehatan untuk seluruh
masyarakat.

Undang-undang No. 44 tahun 2009


menyatakan bahwa rumah sakit adalah
institusi pelayanan kesehatan yang
menyelenggarakan pelayanan kesehatan
perorangan secara paripurna yang
menyediakan pelayanan rawat inap, rawat
jalan, dan gawat darurat.
Rumah sakit diselenggarakan berasaskan
Pancasila dan didasarkan pada nilai
kemanusiaan, etika dan profesionalitas,
manfaat, keadilan, persamaan hak dan
antidiskriminasi, pemerataan, perlindungan
dan keselamatan pasien serta mempunyai
fungsi sosial.

Rumah sakit merupakan bagian dari


suatu sistem pelayanan kesehatan
memerlukan kerjasama yang
terkoordinasi dan integrasi dari tenaga
kesehatan yang ada berdasarkan
akhlak (mores) dan kesopanan (ethos)
yang tinggi.

Perilaku tenaga kesehatan perlu tetap


dijaga dalam memperhatikan etik, baik
etik rumah sakit pada umumnya
maupun etik profesi pada khususnya.

Para petugas kesehatan di rumah


sakit harus mendapat perlindungan
yang sesuai terhadap tuntunan pasien
atau keluarga bahkan masyarakat
yang kadang bersifat kurang wajar
dan melampaui batas kemampuan
pelayanan kesehatan itu sendiri

Hubungan yang timbul dari tiap rumah


sakit tersebut terdapat dalam
pemberian pelayanan kepada
masyarakat melalui rujukan upaya
kesehatan.
Hubungan yang terjalin baik secara
vertiklal dan horizontal,

Tugas Rumah Sakit

Memberikan pelayanan kesehatan


perorangan secara paripurna.
Pelayanan kesehatan perorangan adalah
setiap kegiatan yang diberikan oleh
tenaga kesehatan untuk memelihara dan
meningkatkan kesehatan, mencegah dan
menyembuhkan penyakit, dan
memulihkan kesehatan.

Fungsi Rumah Sakit


Fungsi Rumah Sakit menurut Pasal 5
UU No. 44/2009 mempunyai fungsi :
Penyelenggaraan pelayanan
pengobatan dan pemulihan kesehatan
sesuai dengan standar pelayanan
rumah sakit;
Pemeliharaan dan peningkatan
kesehatan perorangan melalui
pelayanan kesehatan yang paripurna
tingkat kedua dan ketiga sesuai

Sambungan ..
Penyelenggaraan pendidikan dan
pelatihan sumber daya manusia
dalam rangka peningkatan
kemampuan dalam pemberian
pelayanan kesehatan;
Penyelenggaraan penelitian dan
pengembangan serta penapisan
teknologi bidang kesehatan dalam
rangk peningkatan pelayanan
kesehatan dengan memperhatikan
etika ilmu pengetahuan bidang

Tanggung Jawab Rumah


Sakit

Rumah sakit bertanggungjawab


terhadap semua kegiatan yang
dilakukan oleh tenaga kesehatannya.
Responsibility
Liability

Tanggung jawab dalam


pertanggungjawaban tenaga
kesehatan adalah tanggung jawab
yang timbul sebagai akibat kesalahan
atau kelalaian yang dilakukan
sehingga terjadi kerusakan atau

Hubugan antara tenaga kesehatan


dan rumah sakit dapat terjadi dalam 2
kemungkinan yaitu:
1. Tenaga kesehatan bekerja sebagai
pegawai tetap yang mendapat gaji
bulanan, terjadi hubungan vertikal
(arbeids contract)
2. Tenaga kesehatan bekerja sebagai
tenaga tamu yang mendapat
penghasilan berdasarkan pasien
yang ditanganinya, terjadi
hubungan horizontal (toelatings
contracts)

Doktrin pertanggungjawaban
1.
2.
3.
4.

Vicarious liability
Cooperate liability
Ostensible liability
Strict liability

Vicarious liability
Hubungan vertikal : hubungan antara
rumah sakit sebagai atasan dan tenaga
kesehatan sebagai pegawai tetap atau
bawahan. Jika terjadi kesalahan, kerugian,
atau kelalaian yang menimbulkan tuntutan
hukum maka yang bertanggungjawab
adalah atasan.
Hubungan horizontal : hubungan antara
tenaga kesehatan dan rumah sakit, maka
tenaga tamu itu yang harus
bertanggungjawab.

Cooperate liability
Asumsi bahwa pihak pasien tidak
mengetahui hubungan antara tenaga
kesehatan dan rumah sakit.
Rumah sakit bertanggungjawab untuk
semua yang terjadi yang dilakukan
oleh karyawannya, baik tenaga
kesehatan tetap maupun tenaga
kesehatan tamu.
Enterprise liability channeling

Ostensible liability
Meletakkan tanggung jawab pada
rumah sakit.
Bila tenaga kesehatan telah tetap,
maka rumah sakit ikut
bertanggungjawab atas perbuata
tenaga kesehatan tersebut.

Strict liability
Rumah sakit bertanggungjawab atas
semua kejadian terlepas dari
kesalahan rumah sakit tersebut.
Asas res ipsa laquitor yaitu fakta
telah berbicara sendiri.

SEMOGA BERMANFAAT