Anda di halaman 1dari 3

Penentuan Massa Jenis Air pada Hukum Archimedes dengan Berbasis

Microcomputer Based Laboratory (MBL)


Lesnan 1, Yusnia Helinda 2
Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Ahmad Dahlan,
Kampus III, Jl. Prof. Dr. Soepomo, SH, Yogyakarta 55164 Indonesia
Surat-e: lesnan.mylist@email.com
Eksperimen ini mengenai penentuan massa jenis air pada hukum Archimedes dengan system yang berbasis
Microcomputer Based Laboratory (MBL). Pada percobaan kali ini akan melakukan eksperimen verifikasi
berbasis komputer pada hukum Archimedes. Benda dimasukan kedalam fluida dengan besarnya gaya benda
sama dengan berat fluida yang dikeluarkan. Massa jenis yang dihitung dengan yang telah ditetapkan berbeda.
Menghitung massa jenis dengan menggunakan metode MBL seara langsung. Menganalisis data dengan
menggunakan persamaan linear dan pengambilan data dilakukan sebanyak 4 kali. Nilai massa jenis
perhitungan dengan teori berbeda. Hasil pengolahan data menunjukkan nilai massa jenis adalah sebesar
(1066.3 46.71) kg/m3.

Kata kunci: Hukum Archimedes, massa jenis air, MBL

I.

Pendahuluan

II. Landasan Teori

Fluida diartikan sebagai suatu zat yang dapat mengalir.


Istilah fluida mencakup zat cair dan gas. Zat padat seperti
batu dan besi tidak dapat mengalir sehingga tidak bisa
digolongkan dalam fluida. Air, minyak pelumas, dan susu
merupakan zat cair.
MBL digunaakan dalam percobaan ini meliputi software
logger pro sebagai salah satu software yang digunakan untuk
menginput data hasil percobaan. Software Logger pro lebih
muda digunakan dibandingkan dengan software lain.
Massa jenis adalah pengukuran massa setiap satuan
volume benda. Semakin tinggi massa jenis suatu benda,
maka semakin besar pula massa setiap volumenya. Massa
jenis rata-rata setiap benda merupakan total massa dibagi
dengan total volumenya. Sebuah benda yang memiliki massa
jenis lebih tinggi (misalnya besi) akan memiliki volume yang
lebih rendah daripada benda bermassa sama yang memiliki
massa jenis lebih rendah (misalnya air).
Arah gaya apung yang merupakan gaya dari fluida
terhadap benda berlawanan arah terhadap yang ditunjukkan
dalam diagram bebas (Munson 2003:86).
Pada percobaan kali ini akan melakukan eksperimen
verifikasi berbasis komputer pada hukum Archimedes.
Menghitung massa jenis dengan menggunakan metode MBL
secara langsung. Menganalisis mengapa massa jenis yang
dihitung dengan ketetapan massa jenis berbeda. Apa yang
menjadi faktor penyebab terjadinya perbedaan tersebut.

Massa jenis adalah pengukuran massa setiap satuan


volume benda. Semakin tinggi massa jenis suatu benda,
maka semakin besar pula massa setiap volumenya. Massa
jenis air murni adalah 1 g/cm3 atau sama dengan 1000
kg/m3.
Prinsip Archimedes
Sebuah benda yang tenggelam seluruhnya atau sebagian
dalam suatu fluida diangkat keatas oleh sebuah gaya yang
sama dengan berat fluida yang dipindahkan. Berat jenis
sebuah benda adalah berat benda itu di udara dibagi dengan
berat air yang volumenya sama.
Akan tetapi menurut prinsip Archimedes, berat air yang
sama volumenya sama dengan gaya apung pada benda ketika
tenggelam. Karena itu sama dengan hilangnya berat benda
bila ia ditimbang ketika tenggelam di air. Dari prinsip
Archimedes kita telah melihat bahwa sebuah benda akan
mengapung dalam fluida jika kerapatan benda tersebut lebih
kecil bervolume V mempunyai fV dan beratnya
wf = fgV = B
(1)
Berat benda dapat ditulis
w0 = gV
(2)
dengan adalah kerapatan benda. Jika kerapatan benda
lebih besar dari kerapatan fluida, maka berat benda akan
lebih besar dari gaya apung dan benda akan tenggelam. Jika
lebih kecil dari f , gaya apung akan lebih besar dari berat
benda, dan benda akan dipercepat keatas permukaan fluida.

lesnan, yusnia

Penentuan massa jenis air pada

Gaya apung terjaadi karena makin dalam zat cair makin


besar tekanan hidrostatikanya. Hal ini menyebabkan
tekanan pada bagian bawah lebih besar daripada tekanan
pada bagian atasnya. Gaya apung muncul karena selisih
antar gaya hidrostatik pada permukaan benda atas dan
bawah. Fluida melakukan tekanan hidrostatik p1=fgh1 pada
bagian atas benda. Gaya yang berhubungan dengan tekanan
ini adalah F1=p1A =fgh1A berarah ke bawah. Dengan cara
yang sama, pada permukaan bagian bawah diperoleh
F2=p2A =rfgh2 A berarah ke atas. Resultan kedua gaya ini
adalah gaya apung FA, yakni :
Fa = F2 F1
(3)
= fgA(h2 - h1)
(4)
= fgAh
(5)
= fgVb = mf g = wf
(6)
arah gaya apung yang merupakan gaya dari fluida terhadap
benda berlawanan arah terhadap yang ditunjukkan dalam
diagram bebas (Munson 2003:86).
Tenggelam
Sebuah benda yang dicelupkan ke dalam zat cair akan
tenggelam jika berat benda (w) lebih besar dari gaya ke atas
(FA).
w > FA
(7)
b . Vb . g > a .Va . g
(8)
b > a
(9)
Volume bagian benda yang tenggelam bergantung dari rapat
massa zat cair ().
Melayang
Sebuah benda yang dicelupkan ke dalam zat cair akan
melayang jika berat benda (w) sama dengan gaya ke atas
(FA) atu benda tersebut tersebut dalam keadaan setimbang
w = FA
(10)
b .Vb . g = a . Va . g
(11)
b = a
(12)
Pada 2 benda atau lebih yang melayang dalam zat cair akan
berlaku :
(FA)tot = Wtot
(13)
Terapung
Sebuah benda yang dicelupkan ke dalam zat cair akan
terapung jika berat benda (w) lebih kecil dari gaya ke atas
(FA).
w = Fa
(14)
b . Vb . g = a . Va . g
(15)
b < a
(16)
Selisih antara W dan FA disebut gaya naik (Fn).
Fn = FA W
(17)
Benda terapung tentunya dalam keadaan setimbang,
sehingga berlaku :
FA = W . Vb2 . g = rb . Vb1 . g
(18)

lesnan, yusnia

Dengan :
FA = Gaya ke atas yang dialami oleh bagian benda yang
tercelup di dalam zat cair.
Vb1 = Volume benda yang berada dipermukaan zat cair.
Vb2 = Volume benda yang tercelup di dalam zat cair.
Berat (massa) benda terapung = berat (massa) zat cair yang
dipindahkan

III. Metode Eksperimen


Alat dan Bahan

1. Laptop.
2. Software Logger pro.
3. Apparatus Hukum Archimedes.
4. Sistem MBL (LabQuest Mini Interface, Dual Range
Force Sensor).

5. Air.
6. Statip.
7. Benda.
8. Tabung ukur.
9. Jangka sorong.
Metode pengambilan data
1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
dalam percobaan.
2. Menyalakan laptop dan menyambungkan system
MBL dengan laptop.
3. Menyambungkan system MBL dengan sensor gaya.
4. Memasang sensor gaya pada penyangga.
5. Mengaitkan benda dengan sensor gaya yang telah
dipasang dalam penyangga.
6. Memasukan air 200 ml pada tabung ukur yang telah
terpasang dengan penyangga.
7. Celupkan benda dengan batas pada garis pertama lalu
tekan keep pada software dilaptop. Lakukan sampai
4 kali (sampai garis terakhir).
Metode analisis data
Pada percobaan ini diambil secara langsung
menggunakan software logger pro yang dipasang di laptop.
Setelah data dikumpulkan, dimasukkan dalam Microsoft
excell untuk memudahkan dalam melakukan perhitungan.
Dari hasil perhitungan maka dapat ditentukan grafik yang
menggunakan persamaan linear dengan menggunakan

software GNUplot.

Penentuan massa jenis air pada

Gambar 1. Grafik analisis data

Kepustakaan

IV. Hasil dan Pembahasan


Data yang diperoleh dari hasil pengukuran balok logam
t = 4.00 cm l = 1.03 cm dan p = 2.32 cm dan data
eksperimen yang dapat dilihat pada tabel 1.
Tabel 1. Data eksperimen
No.
1
2
3
4
5

t (cm)
0
4
8
12
16

F(N)
0.8490
0.7750
0.6654
0.5750
0.4654

FA(N)

V(m3)

0.0740
0.1836
0.2740
0.3836

0.0000095584
0.0000191170
0.0000286750
0.0000382340

Munson. (2013). massa jenis. Retrieved 11 04, 2014, from


http://gurumuda.com
Pengertian Massa Jenis. (2013, 12). Retrieved 12 04, 2014,
from
http://www.ejurnal.com/2013/12/pengertian-massa-jenis.html
Tambril. (2012). Retrieved 12 05, 2014, from Prinsip
kerja
balon
udara:
http://fisika.fkip.unsyiah.ac.id/2012/11/prinsipkerja-balon-udara.html
Tipler, P. (1991). Fisika Untuk Sains dan Teknik. Jakarta:
Erlangga.

Dengan melakukan analisis pencocokan data kegaris lurus


dengan persamaan linear terhadap hubungan antara Fa
dengan Vc maka diperoleh nilai a = 10663. Nilai a = g,
maka a . Dengan demikian nilai =(1066.3
g

46.71)kg/m3. Grafik analisis data percobaan dapat dilihat


pada gambar 1.

V. Kesimpulan
Dari hasil analisis diperoleh massa jenis air (H2O) sebesar
(1066.3 46.71) kg/m3, dari teori 1000 kg/m3 ddenga
demikian eksperimen menggunakan metode MBL ssudah
sangat sesuai dengan kajian teori.

lesnan, yusnia