Anda di halaman 1dari 6

PROPOSAL PENGAMBILAN DATA PENYAKIT MATA

KATARAK DI BALAI KESEHATAN INDERA


MASYARAKAT SEMARANG
BULAN JANUARI 2012 - NOVEMBER 2014
(Pengambilan Data sebagai Data Pendukung Tugas Mata Kuliah Surveilans
Epidemiologi)

Oleh:
Ningrum Pangestu

6411412164

Fattah Nur Annafi'

6411412165

Sholekhah

6411412180

Khusnul Latifah

6411412183

Elisa Diyah Purwaningrum

6411412185

Lina Shofiyanah

6411412188

Khasiatun Nurul Khotimah

6411412189

Efriyani Kusuma Putri

6411412194

ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2014

PROPOSAL PENGAMBILAN DATA PENYAKIT MATA


KATARAK DI BALAI KESEHATAN INDERA
MASYARAKAT SEMARANG
BULAN JANUARI 2013 - NOVEMBER 2014
I.

LATAR BELAKANG
Katarak merupakan gangguan lensa mata yang pada mulanya jernih
dan tembus cahaya menjadi keruh. Katarak menyebabkan penderita tidak
dapat melihat dengan jelas karena lensa yang keruh cahaya sulit mencapai
retina

dan

menghasilkan

bayangan

kabur

pada

retina

bahkan

mengakibatkan kebutaan. (Koes Irianto : 2014 : 431)


Berdasarkan penelitian World Health Organization (WHO) dalam Ni
Putu (2013), kurang lebih 37 juta penduduk dunia mengalami kebutaan,
dan 47,8% dari jumlah tersebut disebabkan oleh katarak. Indonesia
merupakan negara urutan ketiga dengan angka kebutaan terbanyak dan
urutan pertama se Asia Tenggara. (Retnaniadi : 2012)
Menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan RI (2013),
berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Nasional tahun 2013,
Prevalensi kebutaan nasional sebesar 0,4 persen, jauh lebih kecil
dibanding prevalensi kebutaan tahun 2007 (0,9%). Prevalensi severe low
vision penduduk umur 6 tahun keatas secara nasional sebesar 0,9 persen.
Prevalensi katarak secara nasional berturut-turut adalah 1,8 persen. Di
Jawa Tengah sendiri yaitu 2,4 %, alasan belum melakukan operasi 60,8 %
tidak tahu kalau katarak , 8,1 % tidak mampu membiayai , 6,1% takut
operasi.

Katarak diperkirakan akan semakin meningkat, terutama dengan


semakin meningkatnya angka harapan hidup manusia. Namun bukan
hanya umur yeng menentukan, proses lingkungan yang berkontribusi
menyebabkan katarak juga semakin besar baik karena pekerjaan maupun
alam. Beberapa pekerjaan tertentu seperti pekerja las tanpa memakai alat
pelindung diri, dapat mengakibatkan kekeruhan pada lensa mata. . Faktor
risiko lain terjadinya katarak yang berhubungan dengan umur antara lain
paparan radiasi sinar ultraviolet-B (UV-B), diabetes, penggunaan obatobat untuk terapi seperti kortikosteroid, nikotin, dan alkohol. Beberapa
jenis infeksi tertentu juga mengakibatkan katarak, bahkan pada anak-anak
yang merupakan kelainan bawaan yang disebut katarak konginetal (Koes
Irianto : 2014 : 432)
II.

DASAR KEGIATAN
Dasar kegiatan pengumpulan data ini adalah sebagai data penunjang
untuk tugas mata kuliah Surveilans Epidemiologi.

III.

TUJUAN KEGIATAN
Tujuan dari kegiatan pengumpulan data penelitian ini adalah untuk
mendapatkan data penunjang masalah yang akan digunakan sebagai bahan
analisis suveilans epidemiologi khususnya penyakit mata.

IV.

BENTUK KEGIATAN
Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan mengumpulkan data
kejadian penyakit katarak bulan Januari 2012 - November 2014 yang telah
terekap di BKIM berupa data pengunjung yang menderita katarak

berdasarkan jenis kelamin, umur, tempat tinggal, diagnosis jenis katarak,


pengunjung baru dan lama.

V.

PELAKSANAAN KEGIATAN
Tempat

: Balai Kesehatan Indera Masyarakat Semarang


Jl. K.H. Ahmad Dahlan No. 39 Semarang 50136

Waktu

: Desember 2014
(menyesuaikan jadwal kerja BKIM)

VI.

PENUTUP
Demikian proposal pengambilan data untuk data penunjang tugas mata
kuliah Surveilans Epidemiologi ini dibuat. Besar harapan kami agar
kegiatan ini dapat terlaksana dengan lancar serta memberikan manfaat baik
semua pihak yang terlibat di dalamnya. Atas partisipasi dan dukungan
semua pihak yang membantu terlaksananya kegiatan ini kami sampaikan
terima kasih.

DAFTAR PUSTAKA

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2013. Riset Kesehatan Dasar.


Jakarta : Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Irianto, Koes. 2014. Epidemiologi Penyakit Menular dan Tidak Menular.


Bandung : Alfabeta

Priyanti, Ni Putu Dita Rinjani. 2013. Kadar Malondialdehyde Serum Pasien


Katarak Senilis Matur Lebih Tinggi Daripada Katarak Senilis Imatur.
Denpasar : Universitas Udayana

S, Retniadi dan P Herwindo Dicky. 2012. Pengaruh Jenis Insisi pada Operasi
Katarak terhadap Terjadinya Sindroma Mata Kering Dry Eye Syndrome
due to Incision Difference on Cataract Surgery. Jurnal Kedokteran
Brawijaya, Vol. 27 No. 1. Malang: Universitas Brawijaya

LEMBAR PENGESAHAN
PROPOSAL KEGIATAN
PENGAMBILAN DATA PENYAKIT KATARAK SEBAGAI DATA
PENUNJANG TUGAS SURVEILANS EPIDEMIOLOGI

Semarang, 3 Desember 2014


Menyetujui,

Hormat kami,

Dosen Pengampu

Ketua Kelompok

(dr. Mahalul Azam, M.Kes.)

(Sholekhah)

NIP. 197511192001121001

NIM.6411412180