Anda di halaman 1dari 5

Pemurnian logam

utama

Produsi logam pada elektrolisis umumnya dalam bentuk


lelehannya. Contoh yang diambil adalah pembuatan logam
aluminium. Bahan mentah produksi alumunium adalah bauksit,
merupakan aluminium terhidrat (Al O .3H O). Pengolahan
bauksit ditemukan oleh Charles pada tahun 1886. Reaksi
yang terjadi adalah :
AlO

2Al

Katoda : 2Al + 6e

+ 3O
6Al

Anoda : 3O

3/2O (g) + 6e

Al O

2Al + 3/2O

Jadi, proses elektrolisis Al2O3 menghasilkan logam Al yang


mengendap pada katoda dan hasil samping gas O2 di anoda.

a.

Proses Ekstraksi Pada Alkali dan Alkali Tanah


Ekstraksi adalah pemisahan suatu unsur dari suatu senyawa.
Logam alkali tanah dapat di ekstraksi dari senyawanya.
Untuk mengekstraksinya kita dapat menggunakan dua cara,
yaitu metode reduksi dan metode elektrolisis.
1. Ekstraksi Berilium (Be)
Metode reduksi
Untuk mendapatkan Berilium, bisa didapatkan dengan
mereduksi BeF2. Sebelum mendapatkan BeF2, kita harus
memanaskan beril [Be3Al2(SiO6)3] dengan Na2SiF6 hingga 700
0C.
BeF2 + Mg

MgF2 + Be

Metode Elektrolisis
Untuk mendapatkan berilium juga kita dapat mengekstraksi
dari lelehan BeCl2 yang telah ditambah NaCl. Karena BeCl2
tidak dapat mengahantarkan listrik dengan baik, sehingga
ditambahkan NaCl. Reaksi yang terjadi adalah
Katoda : Be2+ + 2e-

Anode : 2Cl

Be
Cl2 + 2e-

2. Ekstraksi Magnesium (Mg)


Metode Reduksi
Untuk mendapatkan magnesium kita dapat mengekstraksinya
dari dolomit [MgCa(CO3)2] karena dolomite merupakan salah
satu sumber yang dapat menhasilkan magnesium. Dolomite
dipanaskan sehingga terbentuk MgO.CaO. lalu MgO.CaO.
dipanaskan dengan FeSi sehingga menhasilkan Mg.
2[ MgO.CaO] + FeSi

2Mg + Ca2SiO4 +

Fe
Metode Elektrolisis
Selain dengan ekstraksi dolomite magnesium juga bisa
didapatkan dengan mereaksikan air alut dengan CaO. Reaksi
yang terjadi :
CaO + H2O
Mg2+ + 2OH-

Ca2+ +

2OH-

Mg(OH)2

Selanjutnya Mg(OH)2 direaksikan dengan HCl Untuk


membentuk MgCl2
Mg(OH)2 + 2HCl

MgCl2 + 2H2O

Setelah mendapatkan lelehan MgCl2 kita dapat


mengelektrolisisnya untuk mendapatkan magnesium
Katode : Mg2+ + 2eAnode : 2Cl-

Mg
Cl2 + 2e-

3. Ekstraksi Kalsium (Ca)


Metode Elektrolisis
Batu kapur (CaCO3) adalah sumber utama untuk mendapatkan
kalsium (Ca). Untuk mendapatkan kalsium, kita dapat
mereaksikan CaCO3 dengan HCl agar terbentuk senyawa CaCl2.
Reaksi yang terjadi :
CaCO3 + 2HCl

CaCl2 + H2O + CO2

Setelah mendapatkan CaCl2, kita dapat mengelektrolisisnya


agar mendapatkan kalsium (Ca). Reaksi yang terjadi :
Katoda ; Ca2+ + 2eAnoda ; 2Cl-

Ca
Cl2 + 2e-

Metode Reduksi
Logam kalsium (Ca) juga dapat dihasilkan dengan mereduksi
CaO oleh Al atau dengan mereduksi CaCl2 oleh Na.
Reduksi CaO oleh Al:
6CaO + 2Al

3Ca + Ca3Al2O6

Reduksi CaCl2 oleh Na


CaCl2 + 2Na

Ca + 2NaCl

4. Ekstraksi Strontium (Sr)


Untuk mendapatkan Strontium (Sr), Kita bisa
mendapatkannya dengan elektrolisis lelehan SrCl2. Lelehan
SrCl2 bisa didapatkan dari senyawa selesit [SrSO4]. Karena
Senyawa selesit merupakan sumber utama Strontium (Sr).
Reaksi yang terjadi ;
Katode ; Sr2+ + 2eAnoda ; 2Cl-

Sr
Cl2 + 2e-

5. Ekstraksi Barium (Ba)


Metode Elektrolisis
Barit (BaSO4) adalah sumber utama untuk memperoleh Barium
(Ba). Setelah diproses menjadi BaCl2 barium bisa diperoleh
dari elektrolisis lelehan BaCl2. Reaksi yang terjadi :
katode ; Ba2+ + 2eBa
anoda ; 2Cl
Cl2 + 2e Metode Reduksi
Selain dengan elektrolisis, barium bisa kita peroleh
dengan mereduksi BaO oleh Al.
Reaksi yang terjadi :
6BaO + 2Al
3Ba + Ba3Al2O6.

Aluminium diperoleh dari mineral bauksit

Pemurnian bijih bauksit dari aluminium oksida


dilakukan secara kontinyu. Cryolite ditambahkan
dalam titik leleh yang lebih rendah dan melarutkan
bijih.

Ion-ion harus bebas bergerak menuju elektroda yang


disebut katoda (elektroda negatif) yang menarik ion
positif, misalnya Al3+ dan anoda (elektroda positif)
yang menarik ion negatif, misalnya O2-

Ketika arus DC dilewatkan melalui plat aluminium


pada katoda (logam) maka aluminium akan diendapkan
di bagian bawah tangki.

Pada anoda, gas oksigen terbentuk (non-logam). Ini


menimbulkan masalah. Pada suhu yang tinggi dalam sel
elektrolit, gas oksigen akan membakar dan
mengoksidasi elektroda karbon menjadi gas beracun
karbon monoksida atau karbon dioksida. Sehingga
elektrode harus diganti secara teratur dan gas buang
dihilangkan.

Hal tersebut merupakan proses yang memerlukan biaya


relatif banyak (6x lebih banyak dari pada Fe) karena
dalam proses ini membutuhkan energi listrik yang
mahal dalam jumlah yang banyak.

Dua aturan yang umum :


o

Logam dan hidrogen (dari ion positif),


terbentuk pada elektroda negatif (katoda).

Non-logam (dari ion negatif), terbentuk pada


elektroda positif (anoda).

Bijih bauksit dari aluminium oksida tidak murni


(Al2O3 terbentuk dari ion Al3+ dan ion O2-).

Karbon (grafit) digunakan sebagai elektroda.

Cryolite menurunkan titik leleh bijih dan menyimpan


energi, karena ion-ion harus bergerak bebas untuk
membawa arus.

Elektrolisis adalah penggunaan energi listrik DC


yang megakibatkan adanya perubahan kimia, misalnya
dekomposisi senyawa untuk membentuk endapan logam

atau membebaskan gas. Adanya energi listrik


menyebabkan suatu senyawa akan terbelah.

Sebuah elektrolit menghubungkan antara anoda dan


katoda. Sebuah elektrolit adalah lelehan atau
larutan penghubung dari ion-ion yang bergerak bebas
yang membawa muatan dari sumber arus listrik.

Proses reaksi redoks yang terjadi pada elektroda :

Pada elektroda negatif (katoda), terjadi proses


reduksi (penagkapan elektron) dimana ion aluminiun
yang bermuatan positif menarik elektron. Ion
aluminuim tersebut menangkap tiga elektron untuk
mengubah ion aluminuim menjadi atom.

aluminium dalam keadaan netral. Al3+ 3e- Al

Pada elektroda positif (anoda), terjadi proses


oksidasi (pelepasan elektron) dimana ion oksida
negatif melepaskannya. Ion oksida tersebut
melepaskan dua elektron dan membentuk molekul
oksigen yang netral.

2O2- O2 + 4eAtau
2O2- 4e- O2

Catatan : reaksi oksidasi maupun reduksi terjadi


secara bersama-sama.
o

Reaksi dekomposisi secara keseluruhan adalah :

Aluminium oksida

aluminium + oksigen

2 Al2O3 4Al + 3O2


Dan reaksi diatas merupakan reaksi yang sangat endotermis,
banyak energi listrik yang masuk.