Anda di halaman 1dari 10

MASALAH TRANSPORTASI

PERKOTAAN, DAMPAK
DAN SOLUSINYA
DIBAHAS KELOMPOK 13:
MUH. NURUZZAMAN HATTAM
IKHSAN HARSA

ANDI NUR QALBIH

DEFINISI TRANSPORTASI
SECARA UMUM
Pengertian Transportasi
Transportasi adalah
pemindahan manusia atau barang dari satu
tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan
sebuah kendaraan yang digerakkan oleh
manusia atau mesin. Transportasi digunakan
untuk memudahkan manusia dalam melakukan
aktivitas sehari-hari. Di negara maju, mereka
biasanya menggunakan kereta bawah tanah
(subway) dan taksi. Penduduk disana jarang
yang mempunyai kendaraan pribadi karena
mereka sebagian besar menggunakan angkutan
umum sebagai transportasi mereka.

Transportasi sendiri dibagi 3


yaitu, transportasi darat, laut, dan udara.
Transportasi udara merupakan
transportasi yang membutuhkan banyak
uang untuk memakainya. Selain karena
memiliki teknologi yang lebih canggih,
transportasi udara merupakan alat
transportasi tercepat dibandingkan dengan
alat transportasi lainnya. Dan pada
pembahasan kali ini kami akan membahas
tentang transportasi perkotaan.

PERMASALAHAN
TRANSPORTASI PERKOTAAN
Kalau berbicara tentang permasalah transportasi perkotaan pasti
sudah sangat umum terdengar di telinga kita masing-masing. Permasalahan transportasi khususnya transportasi perkotaan di Indonesia
cukuplah kompleks, karena transportasi merupakan suatu sistem yang
saling berkaitan, maka satu masalah yang timbul di satu unit ataupun satu
jaringan akan mempengaruhi sistem tersebut.
Namun permasalahan transportasi yang terjadi di Indonesia terjadi hampir di setiap jaringan atau
unit-unit hingga unit terkecil dari sistem tersebutpun memiliki masalah. Masalah yang terjadi bisa
masalah yang terjadi dari unit tersebut maupun masalah akibat pengaruh dari sistem.
Faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya masalah-masalah pada transportasi darat di Indonesia
sangat beragam, antara lain ledakan penduduk, tingginya kendaraan bermotor, kurangnya kesadaran
masyarakat, masalah politik, dan tentunya masalah fasilitas transportasi perkotaan yang rendah.
Dan permasalahan transportasi perkotaan Indonesia menyebakan beberapa dampak negatif
tehadap berbagai aspek seperti dampak sosial (kemacetan, kesenjangan sosial, dan kecelakaan lalu
lintas), dan tentunya masalah yang akan akan sangat dibahas dalam presentasi kami yaitu dampak
lingkungan (polusi, konsumsi energi, dan kesehatan).

DA M PA K DA R I P E R M A S A L A H A N
T R A N S P O RTA S I P E R KOTA A N
Bicara tentang permasalahan transportasi kota, tentu dampaknya sangat banyak, kali ini kami akan
mempresentasikan dampak umum yang membahayakan untuk generasi mendatang seperti halnya
kemacetan, polusi dan tentunya kesehatan, dari beberapa sumber edukasi yang pernah kami dapatkan.
Perencanaan sistem transportasi yang kurang matang, bisa menimbulkan berbagai permasalahan,
diantaranya kemacetan dan tingginya kadar polutan udara akibat berbagai pencemaran dari asap kendaraan
bermotor. Dampak yang dirasakan akibat menurunnya kualitas udara perkotaan adalah adanya pemanasan
kota akibat perubahan iklim, penipisan lapisan ozon secara regional, dan menurunnya kualitas kesehatan
masyarakat yang ditandai terjadinya infeksi saluran pencernaan, timbulnya penyakit pernapasan, adanya Pb
(timbal) dalam darah, dan menurunnya kualitas air bila terjadi hujan (hujan asam)
Polutan (bahan pencemar) yang ada di udaraseperti gas buangan CO (karbon monoksida) lambat
laun telah memengaruhi komposisi udara normal di atmosfer. Hal ini dapat memengaruhi kondisi
lingkungan dengan adanya dampak perubahan iklim. Ketidakpastian masih banyak dijumpai dalam model
prediktif yang ada sekarang, antara lain mengenai respons alam terhadap kenaikan temperatur bumi
sendiri, serta disagregasi perubahan iklim global ke tingkat regional, dan sebagainya.
Dalam sebuah bukunya tentang pencemaran udara (2001), Dr, Ir. Moestikahadi Soedomo, M.Sc, DEA ,

menyebutkan tentang pengaruh pencemaran udara bagi lingkungankhususnya bagi terjadinya


pemanasan global dalam setengah abad mendatang diperkirakan akan meliputi kenaikan permukaan
laut, perubahan pola angin, penumpukan es dan salju di kutub. Selain itu juga akan terjadi
peningkatan badai atmosferik, bertambahnya populasi dan jenis organisme penyebab penyakit dan
dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, perubahan pola curah hujan, dan perubahan ekosistem
hutan, daratan serta ekosistem lainnya.
Adapun dampak negatif bagi kesehatan masyarakat, diketahui kontak antara manusia dengan CO,
misalnya, pada konsentrasi yang relatif rendah, yakni 100 ppm (mg/lt) akan berdampak pada
gangguan kesehatan. Hal ini perlu diketahui terutama dalam hubungannya dengan masalah
lingkungan karena konsentrasi CO di udara umumnya memang kurang dari 100 ppm. Senyawa CO
dapat menimbulkan reaksi pada hemoglobin (Hb) dalam darah.
Adapun faktor penting yang menentukan pengaruh COHb terdapat
dalam darah, makin tinggi persentase hemoglobin yang terikat dalam
bentuk COHb, semakin fatal pengaruhnya terhadap kesehatan manusia.
Dari penjelasan kami diatas sudah dipaparkan dampak permasalahan transportasi perkotaan, dari
dampak yang sangat umum didengar yaitu kepadatan transportasi yang menyebabkan kemacetan->
lalu menuju dampak yang sangat membahayakan kedepannya untuk generasi mendatang yaitu polusi> dan lanjut kedampak dari banyaknya polusi yang dihasilkan transportasi kota yang tak teratur yaitu
kesehatan. Terlalu banyak resiko berkepanjangan yang lambat laun akan memengaruhi kualitas
generasi mendatang dari permasalahan transportasi perkotaan. Dan tentunya pada presentasi kali ini
kami akan membahas tentang solusi untuk menyelesaikan masalah ini kedepannya, dari berbagai
media edukasi yang pernah kami baca.

SOLUSI UNTUK
D A M PA K P E R M A S A L A H
T R A N S P O R TA S I P E R K O TA A N
Berikut ini kami akan membahas solusi untuk permasalahan
transportasi perkotaan yang kami dapatkan dari berbagai media edukasi
yang sempat kami baca belakangan ini.
Lanjut saja, Masalah kemacetan dan polusi (pencemaran) dari sistem
transportasi darat memang merupakan problema yang sulit dicari
solusinya. Hal ini bukan saja menimpa Kota Makassar, namun kota-kota
lainnya di Indonesia, bahkan kota-kota di dunia pun juga mengalami kesulitan dalam upaya
mengurangi kemacetan dan menekan kadar polusi udara dari kendaraan bermotor. Untuk itu,
perencanaan sistem transportasi haruslah menjadi prioritas dalam upaya menanggulangi hal tersebut,
terutama dalam menekan dampak negatif bagi lingkungan.
Perencanaan sistem transportasi(?)
Pada dasarnya pemilihan model transportasi ditentukan dengan mempertimbangkan salah satu
persyaratan pokok, yaitu pemindahan barang dan manusia dilakukan dalam jumlah yang terbesar dan
jarak yang terkecil. Transportasi massal merupakan pilihan yang lebih baik dibandingkan dengan
transportasi individual. Dengan mengurangi jumlah sarana transportasi (kendaraan) sekecil mungkin
dan dalam waktu tempuh yang sekecil mungkin akan diperoleh efisiensi yang tertinggi, sehingga

pemakaian total energi per penumpang akan sekecil mungkin, dan intensitas emisi pencemar yang
dikeluarkan akan berkurang.
Aspek perencanaan perkotaan dan sistem transportasi akan menjadi faktor generik dampak yang
umumnya timbul, khususnya penggunaan energi, pencemaran udara-termasuk dalam mengurangi
tingkat kemacetan lalu lintas. Selama aspek sistem transportasi yang memadai dan sesuai terlaksana
dalam konteks perencanaan kota melalui manajemen transportasi efisiensi energi dan pencegahan
dampak bagi lingkungan dapat dilakukan.
Dengan demikian, dalam mencapai sistem transportasi yang hemat energi, diperlukan terlebih
dahulu upaya proaktif dalam perencanaan yang menjamin bahwa sistem transportasi yang
direncanakan sesuai dengan tata ruang dan perencanaan kota, dalam cakupan waktu tertentu.
Perencanaan sistem transportasi harus disertai dengan pengadaan prasarana yang sesuai dan
memenuhi persyaratan dan kriteria transportasi antara lain volume penampungan, kecepatan rata-rata,
aliran puncak, keamanan pengguna jalan. Selain itu harus juga memenuhi persyaratan lingkungan yang
meliputi jenis permukaan, pengamanan penghuni sepanjang jalan, kebisingan, pencemaran udara,
penghijauan, dan penerangan.
Dalam mencapai sistem transportasi yang ramah lingkungan dan hemat energi, persyaratan
spesifikasi dasar prasarana jalan yang digunakan sangat menentukan. Permukaan jalan halus, misalnya,
akan mengurangi emisi pencemaran debu akibat gesekan ban dengan jalan. Tabir akustik atau tunggul
tanah dan jalur hijau sepanjang jalan raya akan mereduksi tingkat kebisingan lingkungan pemukiman
yang ada di sekitar dan sepanjang jalan, dan juga akan mengurangi emisi pencemar udara keluar batas
jalan kecepatan tinggi.

Dalam konteks ini, untuk mencapai sistem transportasi kota tersebut, ada beberapa hal yang perlu
dijalankan, di antaranya;
1. Rekayasa lalu lintas.
2. Pengendalian pada sumber (mesin kendaraan).
3. Energi transportasi.
Adapun beberapa alternatif penangan yang saya dapat dari beberapa blog saat berselancar
internet, beberapa diantara berikut:
1. Penerapan ERP
Dengan electronic roadpricing, pengguna kendaraan pribadi akan dikenakan biaya jika
mereka melewati satu area atau koridor yang macet pada periode waktu tertentu
Biaya yang dikenakan bertujuan untuk memberikan kesadaran kepada pengguna kendaraan
pribadi bahwa perjalanan mereka dengan kendaraan pribadi mempunyai kontribusi terhadap
kerusakan lingkungan, kerugian kepada masyarakat yang tidak mengunakan kendaraan pribadi.
Cara kerja dari ERP sendiri adalah seperti jalan tol, namun masyarakat menggunakan kartu
yang cara kerjanya seperti kartu ATM, sehingga bisa diisi ulang, biaya yang diterapkan berbeda-beda
tergantung jam melintas, kapasitas jalan, serta jenis kendaraan. ERP memiliki alat berupa gerbang
masuk dimana ketika memasuki gerbang tersebutm itu artinya telah masuk kawasan yang dinilai
cukup rawan kemacetan dan masyarakat harus menggesek kartu prabayar tersebut di vehicle units
atau alat gesek yang ada di kendaraan masing-masing. Kemudian alat di gerbang tersebut akan
menerima sensor dari kendaraan yang melintas, apakah sudah melakukan transaksi pembayaran atau
belum, apabila belum maka kendaraan tersebut akan dikenai denda saat pengurusan STNK.

2.

Transportasi berkelanjutan
Perencanaan transportasi yang brekelanjutan adalah dimana sebuah perencanaan tersebut
tidak hanya memikirkan keuntungan dan kepentingan jangka pendek namun juga
mempertimangkan keberlanjutan perencanaan tersebut pada jangka menengah hingga jangka
panjang.
Transportasi berkelanjutan merupakan suatu transportasi yang tidak menimbulkan dampak
yang membahayakan kesehatan masyarakat atau ekosistem dan dapat memenuhi kebutuhan
mobilitas yang ada secara konsisten dengan memperhatikan: (a) penggunaan sumberdaya terbarukan
pada tingkat yang lebih rendah dari tingkat regenerasinya; dan (b) penggunaan sumber daya tidak
terbarukan pada tingkat yang lebih rendah dari tingkat pengembangan sumberdaya alternatif yang
terbarukan.
Beberapa dampak yang bisa timbul akibat penerapan perencanaan transportasi
berkelanjutan ini adalah, mengurangi penggunaan BBM dan mengurang polusi, mengurangi
kemacetan, dan tentunya menjaga kualitas linkungan untuk masa depan, dan salah satu conto
transportasi berkelanjutan yaitu Green Transportation atau transportasi hijau (berwawasan
lingkungan)
Demikianlah beberapa solusi untuk penanganan permasalah transportasi perkotaan yang
menurut kami bagus untuk diterapkan untuk sistem transportasi dilingkup masyarakat dunia untuk
menjaga beberapa aspek diantaranya aspek sosial, aspek kesehatan dan tentunya yang paling
mendasar adalah aspek lingkungan.
Demikianlah juga presentasi tentang Permaslahan Transportasi Perkotaan, Dampak dan Solusinya

Refrensi :
http://walhijabar.wordpress.com/2007/12/31/sistem-transportasi-dan-dampak-bagi-lingkungan/
http://wenyra.blogspot.com/2012/10/permasalahan-transportasi.html
www.google.co.id