Anda di halaman 1dari 13

WIZA ISWANTI (1102012310)

KELOMPOK 11
NO. ABSEN 303
Semester V
Fakultas Kedokteran YARSI
2014/ 2015

VISI MISI

VISI
Visi Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2011-2015 yaitu
Terwujudnya Masyarakat Yang Madani, Dinamis , Mandiri, dan
Berdaya Saing Dalam Suasana Religius, Aman dan Sejahtera.


MISI
Untuk mewujudkan visi tersebut ditetapkan misi pembangunan Kabupaten
Kotawaringin Timur sebagai berikut.
1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang didasari pengusaan
IPTEK dan IMTAQ
2. Mewujudkan pembangunan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan
rakyat
3. Meningkatkan pembangunan lingkungan hidup untuk keberlanjutan dan
kelestarian pengelolaan sumber daya alam.
4. Menyelenggarakan fungsi dan pelayanan pemerintahan yang aspiratif dan
efektif

ARTI LAMBANG

a. Talabang (Perisai) pada umumnya adalah salah


satu alat penangkis dan kesanggupan
mempertahankan diri dengan gagah berani.
b. Warna merah
Warna putih
Warna kuning
Warna hijau tua
Warna hitam
Warna biru

: Melambangkan
dan kepahlawanan
: kesucian dan kejujuran
: kesetiaan dan keluhuran
: kesuburan dan
kemakmuran
: keteguhan dan
keabadian
: keterangan

c. Tajau (belanga) yang dilingkari dengan tali


bermata sebanyak 59 (lima puluh sembilan) pada
leher terdapat 4 (empat) bunga telinga. Angka 59
dan 4 melambangkan tahun dan tanggal
disahkannya daerah tingkat II Kotawaringin
Timur sebagai daerah otonom.


Didalam Talabang yang berbentuk perisai terdapat lukisan-lukisan yang merupakan unsur lambang dengan
penjelasan sebagai berikut.
a. Bintang Segi Lima/Bintang Lima
Melambangkan Pancasila lambang dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia
b. Batang Beringin/Pohon Beringin
Melambangkan sejarah nama Kotawaringin serta sekaligus melambangkan satuan pada umumnya. Akar dan
5(lima) kelompok daun rimbun melambangkan "pengayoman" yang berasaskan Pancasila. Berakar tunjang 8
(delapan) buah melambangkan bulan kemerdekaan Republik Indonesia. Warna hijau berarti kesuburan
Daerah Tingkat II Kotawaringin Timur
c. Jukung Patai/Perahu Patai
Adalah alat perhubungan khas daerah dalam segala bentuk keperluan lalu lintas sungai
d. Satu Sungai
Melambangkan data monografi sungai mentaya
e. Mandau
Adalah suatu senjata tradisional yang diciptakan oleh nenek moyang suku dayak. Senjata ini digunakan untuk
menghadapi musuh


f. Sipet
Adalah suatu senjata leluhur suku dayak yang paling ampuh
g. Parei/Padi
Berwarna kuning adalah makanan pokok Bangsa Indonesia.
berwarna kuning dan sebanyak 45 butir melambangkan tahun kemerdekaan Republik Indonesia
h. Kapas
Adalah bahan sandang rakyat Indonesia sebanyak 17 biji melambangkan tanggal kemerdekaan
Republik Indonesia. Tangkai kapas dan padi bersilang ditautkan dengan 17 lingkaran tali. Angka
yang melambangkan disahkannya Daerah TIngkat II Kotawaringin Timur sebagai daerah otonom.
i. Tali yang melingkar tajau dan ikatan pada kapas, padi dibawah bintang segi lima melambagkan
ikatan persatuan yang tak terberaikan dalam suatu wadah tertentu serta merta sinari cahaya
keagungan Pancasila yang dipancarkan oleh bintang segi lima
j. Motto "Habaring Hurung"
"Habaring Hurung" dalam bahasa dayak yang berarti bahandep/gotong royong dalam pita berwarna
kuning bagian atas dan warna putih bagian bawah

SEJARAH KOTIM

Kata Sampit berasal dari bahasa Cina yang berarti 31 (sam=3, it=1). Disebut 31, karena
pada masa itu yang datang ke daerah ini adalah rombongan 31 orang Cina yang
kemudian melakukan kontak dagang serta membuka usaha perkebunan (Masdipura;
2003).
Pada 1795-1802 terjadi peperangan sengit antara Belanda melawan Inggris. Hal ini
mengakibatkan terjadi pemindahan pemukiman warga Samit ke pedalaman, tepatnya ke
Kota Besi. Pemindahan itu tak terlepas dari adanya gangguan para bajak laut terhadap
desa-desa di muara Sungai Mentaya. Pada 1836, eskader Belanda akhirnya dapat
menghancurkan gerombolan bajak laut pimpinan Koewardt yang berkekuatan 25 perahu
di sekitar Teluk Kumai dan Tanjung Puting. Tokoh bajak laut Koewardt akhirnya tewas
dan dikuburkan di sekitar Ujung Pandaran. Hingga kini, Kuburannya itu dianggap
keramat oleh masyarakat setempat.


Setelah merasa aman, pada 1836, penduduk kumudian pindah ke Seranau yang dulunya
bernama Benua Usang (sekarang: Mentaya Seberang) di mana para pedagang-pedagang
Cina waktu itu juga mulai berdatangan dan menetap di sana. Namun, sesuai kepercayaan
masyarakat Cina, bahwa suatu kota harus dibangun menghadap matahari terbit.
Sedangkan Seranau menghadap matahari terbenam,yang menurut perhitungan hongsui
Cina dianggap kurang baik. Karena itulah, mereka membangun pemukiman baru
diseberang Seranau (Sampit sekarang) yang menghadap matahari terbit.
Versi lain, menurut legenda rakyat setempat yang masih hidup kini, bahwa Sampit pada
masa itu berbentuk sebuah kerajaan bernama Kerajaan Sungai Sampit dan diperintah oleh
Raja Bungsu. Sang baginda memiliki dua putra masing-masing Lumuh Sampit (laki-laki)
dan Lumuh Langgana (perempuan). Diceritakan, kerajaan Sungai Sampit akhirnya
musnah akibat perebutan kekuasaan antara saudara kandung tersebut.


Diperkirakan, Kerajaan sungai Sampit berdiri pada masa kekuasaan Dunasti Ming di Cina

(abad ke-13).Hal ini dapat dicermati dari ramainya lalu lintas perdagangan dari Cina yang
demikian maju sampai kemudian runtuhnya Dinasti Ming dan merek banyak yang lari kearah
selatan (Kalimantan). Diceritakan pula, bahwa Putti Junjung Buih,istri dari Pangeran
Suryanata, pernah pula berkunjung ke kerajaan sungai Sampit. Seperti diketahui, Pangeran
Suryanata (berkuasa antara 1400-1435) adalah seorang pangeran dari kerajaan Majapahit pada
masa pemerintahan Prabu Wirakarrama Wardhana sekitar 1389-1435 (Masdipura; 2003).
Bila ditelisik lebih jauh, Kerajaan Sungai Sampit ini usianya lebih tua dari Negara Dipa (abad
ke-14),sehingga di buku Negarakertagama Kerajaan Banjar tidak tertulis. Terbukti pula, kala
Putri junjung Buih hendak dikawinkan dengan Pangeran suryanata,40 kerajaan besar dan
kecil pada waktu itu bermufakat untuk menyerang Negara Dipa. Namun, mereka dapat
ditaklukkan dan sejak itulah kerajaan-kerajaan itu menjadi vazal Kerajaan Banjar. Bukti-bukti
ini dapat ditelusuri pada Traktat Karang Intan di mana Sampit sebagai salah satu wilayah
yang diserahkan kepada VOC.


Kota Sampit juga pernah disebut-sebut di dalam buku kuno Negarakertagama. Pada masa itu
disebutkan, terutama pada masa keemasan Kerajaan majapahit, yang diperintah oleh Raja
Hayam Wuruk dengan mahapatihnya yang tersohor yaitu Gajah mada.Di salah satu bagian
buku yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada 1365 itu disebutkan, bahwa pernah dilakukan
ekspedisi perjalanan nusantara di mana salah satu tempat yang mereka singgahi adalah
Sampit dan Kuala Pembuang.

PETA WILAYAH

- Sampit sebagai Ibukota Kabupaten Kotawaringin Timur.


- Kota Sampit terletak di tepi Sungai Mentaya. Dalam Bahasa Dayak Ot
Danum, Sungai Mentaya itu disebut batang danum kupang bulan
(Masdipura; 2003).

Letak Geografis

Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur secara geografis terletak pada


1120729 sampai 11301422 Bujur Timur dan 101150 s/d 301851
Lintang Selatan.
Batas wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur adalah sebagi berikut :
a. Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Katingan.
b. Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Seruyan.
c. Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Katingan.
d. Sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Jawa.

Potensi Sumber Daya Alam

a. Kehutanan
Memiliki potensi hutan kurang lebih 411.898 Ha. Secara keseluruhan diperuntunkan untuk
6.558,97 Ha. Hutan tanaman industri (HTI) 85.230,00 Ha. Hutan produksi terbatas 234.804,10
Ha, Hutan produksi tetap 388.923,13 Ha. Monumental 625,00 Ha. Kawasan Pemukiman dan
Penggunaan lainnya (KPP) 258.129,38 Ha. Dan Kawasan Pengembangan Produksi 595.607,97
Ha.
b. Pertambangan
Potensi tambahan yang telah dikembangkan di Kabupaten Kotawaringin Timur adalah Biji
Besi dengan produksi di tahun 2007 sebesar 1.375.698 dan 2.640.881 serta tanbang emas
rakyat dengan produksi tahun 2007 sebesar 31.907.000 dan tahun 2008 13.718.000
c. Pariwisata
Kabupaten Kotawaringin Timur memiliki beberapa objek wisata yang cukup berpotensi dan
sangat menarik untuk dikunjungi karena memiliki kekhasan tersendiri. Objek wisata yang
dimiliki antara lain : Rumah adat Betang Antang Kalang Tumbang Gagu, Arung Jeram di
kecamatan Antang Kalang dan Pantai Ujung Pandaran.