Anda di halaman 1dari 4

Kisah Keluarga Kodok

Suatu hari di suatu hutan, hiduplah sekeluarga katak hijau, terlihat keluarga katak hijau itu terlihat damai.
Hari ini mereka sedang makan bersama sekeluarga.
Ayah katak: makan yang lahap ya, ayah ingin pergi lagi ke kota ada suatu urusan, kalian baik-baik ya di
rumah.
Anak-anak katak: (serempak) siap ayah.
Ibu katak: Loh mas kok hari ini jadi berangkatnya?
Ayah katak: Iya sayang, maaf ya harus meninggalkanmu lagi.
Ibu katak: oalah, hati-hati mas di jalan.
Ayah katak: jaga anak-anak dengan baik ya.
Ibu katak: baiklah.
Tak lama ayah katak pun berkemas dan bergegas pergi ke kota.
Anak katak 1: Ibu kami semua ingin bermain ya.
Ibu katak: silahkan bermain, tapi hati-hati ya, jangan pergi ke tempat terlarang dan jangan pulang teralu
sore.
Anak katak 2: ibu tempat terlarang itu dimana?
Ibu katak: tempat itu adalah semak belukar, karena di semak itu tempatnya gelap, dan disana bisa saja
ditinggali oleh para predator kita.

Anak katak 2: kami janji tidak akan ke tempat itu ibu, lagipula tempat itu teralu jauh dari sini bu.
Ibu katak: yasudah hati-hati, ingat nasihat ibu tadi.
Anak-anak katak (serempak): siap bu.
Sementara sang ibu melakukan pekerjaan rumahnya, anak-anak pun bermain sepuas mereka.
Anak katak 3: Haduh bosan nih, kita enaknya bermain apa ya?
Anak katak 2: Bagaimana kalau kita bermain petak umpet saja.
Anak katak 3: boleh juga, ayo kita main.
Singkat waktu, ketiga katak ini bermain petak umpet dengan katak ke 3 sebagai yang jaga.
Anak ke 3: sepuluh..sembilan..delapan..tujuh..
Anak ke 2: kita mesti sembunyi dimana ini kak?
Anak ke 1: Kita sembunyi disitu saja. (sembari menunjuk sebuah semak)

Anak ke 2: Kak bukankah di dalam semak itu berbahaya kak,kan kata ibu kita dilarang ke tempat itu,
lagipula kalau kita sembunyi disitu, kita tidak akan ketauan.
Anak ke 3: Lima..Empat..Tiga..Dua..
Anak ke 2: Ayo kak buruan kita sembunyi disitu.
Anak ke 3: Ssssaaaaaaattttttuuuuuuu cepat atau lambat saya akan mencari kalian.
Semak belukar yang menjadi tempat sembunyi anak ke 1 dan ke 2 sebetulnya cukup aman, namun
Anak ke 2: sssssssssssss..gubrakaduh, kak tolong kak.
Anak ke 1: Lohloh kamu kenapa?
Anak ke 2: aku jatuh kak, aku jatuh di sebuah lubang dibawah kakak.
Anak ke 1: Sini aku bantu. Tak lama, Huwaaaaaaaa, gubrak, aku juga jatuh.
Sementara itu, anak ke 3 pun sibuk mecari-cari kakak-kakanya.
Anak ke 3: hey kalian sembunyi dimana?
Anak ke 1&2: Tolong..tolong..
Anak ke 3 tidak mendengar jeritan mereka, karena dia bergerak mencari kea rah yang berlawanan.
Tiba-tiba datanglah seekor ular.
Ular: Dua anak katak ini sepertinya akan menjadi santapan yang lezat, sudahlah berhenti meminta tolong
dan berusaha keluar dari lubang ini, kalian akan mati disini sebentar lagi.
Kedua anak katak itupun semakin takut, mereka sudah memasrahkan diri akibat omongan ular tersebut,
walaupun mereka saat itu sedang berusaha keluar dari lubang tersebut.
Anak ke 1: Aku menyerah, lubang ini tinggi sekali bagi katak sekecil kita.
Anak ke 2: jangan nyerah, jangan mau termakan sugesti ular itu.
Anak ke 1: Aku sudah lelah, aku pasrah saja lah.
Anak ke 2: Terserah kau.
Tidak lama kemudian anak katak ke 2 pun berhasil meloloskan diri dari lubang tersebut
Anak ke 1: Hey tunggu aku.
Anak ke 2: Ayo kak buruan, jangan menyerah.
Dan akhirnya anak katak ke 1 pun juga berhasil meloloskan diri.
Ular yang baru tiba kembali di lubang itu pun kaget, mangsanya berhasil lolos.
Ular: sialan lolos, pendek-pendek masih bisa loncat dari lobang tinggi, kurang tinggi apa ya?
Anak ke 3 yang sedari tadi panic mencari kedua kakaknya yang tidak berhasil dia temukan pun bergegas
pulang ke rumah dan memberitahukan ibunya bahwa kedua kakaknya menghilang.

Namun masalah yang dihadapi kedua katak itu belum berakhir, setelah berhasil meloloskan diri dari
lubang ular tersebut, kali ini mereka dikejar oleh anjing-anjing hutan.
Anjing 1: jujur sebelumnya gue bingung kenapa kita mesti ngejar tu katak, daging mereka sama sekali
tidak enak buat dijadikan santapan kita selaku anjing hutan.
Anjing 2: Sotau lu, lu belum nyoba juga, lagian seru bele liat anak-anak katak itu loncat-loncat ngindarin
kita, yang jelas mereka bakal ketangkep dengan mudah.
Menurut sudut pandang katak
Anak ke 1: hadeuh new problem, itu anjing maunya apa yangejar-ngejar kita? Kagak pernah belajar
biologi apa kalo anjing kagak pernah makan kodok, coba nilai biologi bagus jing-jing.
Anak ke 2: Emang dasar itu anjing bego, hoho bener kak gaada tuh yang namanya rantai makanan anjing
makan kodok.
Anak ke 1: tapi walau bagaimanapun kita harus tetap lari, karena anjing itu semakin mendekat,huaaa.
Anjing itu semakin mendekat ke arah 2 ekor anak katak itu, anjing itu pun tertawa bodoh ya karena
memang mereka bodoh, mereka jadi terlihat kikuk dan berhenti mengejar kedua katak tersebut setelah
mendengar ucapan anak katak tersebut.
Di lain tempat,sang ibu katak linglung mencari kedua anaknya itu, mereka menyusuri tempat bermain
ketiga anaknya, dia sangat kaget ketika mengetahui tempat main petak umpet itu tidak ada siapapun orang
disitu, ia sangat kebingungan
Ibu katak: Kemana mereka bersembunyi nak?
Anak ke 3: Aku juga tidak tahu bu, aku sudah berkeliling ke semua tempat tapi tidak berhasil
menemukan mereka bu, kecuali satu tempat bu, yang ibu juga melarangku pergi ke tempat itu.
Ibu katak: Tempat apa nak?
Anak ke 3: ke dalam semak itu bu. (sembari menunjuk semak belukar yang ada di depan mereka)
Ibu katak pun langsung menuju semak belukar itu, betapa kagetnya mereka ketika mengetahui di semak
itu ada lubang, dan di lubang itu terdapat seekor ular besar.
Ibu katak: Hey ular, apakah kau melihat kedua anak katak kecil.
Ular: Kebetulan nih ada katak, tadi memang ada dua anak katak kecil di lubang ini, tadinya mereka akan
kujadikan santapan ku, eh mereka malah menghilang, tapi nampaknya aku sudah menemukan
penggantinya. (sambil menjulurkan lidahnya)
Anak ke 3: Ibu sepertinya ular berkumis itu mirip bapak kita ya, sebaiknya kita lari bu sebelum kita
dijadikan santapannya.
Ibu katak: Benar juga kau nak, lariiiiiiiiiiiiii.
Ular: yaelah mereka pada lari lagi, gue udah tua tau cape diajak lari-lari terus, tapi gue laper mau gamau
gue harus kejar mereka juga.
Anak ke 1 dan 2 pun tertawa melihat kelakuan anjing itu, dan mereka bergegas pergi ke rumah sebelum
ibu mencari mereka.

Anak ke 2: Hahahaha emang dasar anjingnya bodoh ya, dimana-mana juga di buku biologi katak
dimakannya sama ular bukan sama anjing.
Anak ke1: Setuju, tapi sebaiknya kita bergegas pergi ke rumah sebelum ibu mencari kita.
Anak ke 2: Baiklah.