Anda di halaman 1dari 5

Destilasi Sederhana

Distilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan
perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan atau didefinisikan juga
teknik pemisahan kimia yang berdasarkan perbedaan titik didih. Dalam penyulingan,
campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke
dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu.
Metode ini merupakan termasuk unit operasi kimia jenis perpindahan massa. Penerapan
proses ini didasarkan pada teori bahwa pada suatu larutan, masing-masing komponen akan
menguap pada titik didihnya. Model ideal distilasi didasarkan pada Hukum Raoult dan
Hukum Dalton. macam macam destilasi, yaitu :
1. Destilasi sederhana
2. Destilasi bertingkat ( fraksional )
3. Destilasi azeotrop
4. Destilasi vakum
5. Refluks / destruksi
6. Destilasi kering
Destilasi sederhana atau destilasi biasa adalah teknik pemisahan kimia untuk
memisahkan dua atau lebih komponen yang memiliki perbedaan titik didih yang jauh. Suatu
campuran dapat dipisahkan dengan destilasi biasa ini untuk memperoleh senyawa murninya.
Senyawa senyawa yang terdapat dalam campuran akan menguap pada saat mencapai titik
didih masing masing.

Gambar 1. Alat Destilasi Sederhana

Gambar di atas merupakan alat destilasi atau yang disebut destilator. Yang terdiri dari
thermometer, labu didih, steel head, pemanas, kondensor, dan labu penampung destilat.
Thermometer Biasanya digunakan untuk mengukur suhu uap zat cair yang didestilasi selama
proses destilasi berlangsung. Seringnya thermometer yang digunakan harus memenuhi syarat:
a) Berskala suhu tinggi yang diatas titik didih zat cair yang akan didestilasi.
b) Ditempatkan pada labu destilasi atau steel head dengan ujung atas reservoir HE
sejajar dengan pipa penyalur uap ke kondensor. Labu didih berfungsi sebagai tempat
suatu campuran zat cair yang akan didestilasi .
Steel head berfungsi sebagai penyalur uap atau gas yang akan masuk ke alat
pendingin ( kondensor ) dan biasanya labu destilasi dengan leher yang berfungsi sebagai steel
head. Kondensor memiliki 2 celah, yaitu celah masuk dan celah keluar yang berfungsi untuk
aliran uap hasil reaksi dan untuk aliran air keran. Pendingin yang digunakan biasanya adalah
air yang dialirkan dari dasar pipa, tujuannya adalah agar bagian dari dalam pipa lebih lama
mengalami kontak dengan air sehingga pendinginan lebih sempurna dan hasil yang diperoleh
lebih sempurna. Penampung destilat bisa berupa erlenmeyer, labu, ataupun tabung reaksi
tergantung pemakaiannya. Pemanasnya juga dapat menggunakan penangas, ataupun mantel
listrik yang biasanya sudah terpasang pada destilator.
Pemisahan senyawa dengan destilasi bergantung pada perbedaan tekanan uap
senyawa dalam campuran. Tekanan uap campuran diukur sebagai kecenderungan molekul
dalam permukaan cairan untuk berubah menjadi uap. Jika suhu dinaikkan, tekanan uap cairan
akan naik sampai tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap atmosfer. Pada keadaan itu
cairan akan mendidih. Suhu pada saat tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap atmosfer
disebut titik didih. Cairan yang mempunyai tekanan uap yang lebih tinggi pada suhu kamar
akan mempnyai titik didih lebih rendah daripada cairan yang tekanan uapnya rendah pada
suhu kamar.
Jika campuran berair didihkan, komposisi uap di atas cairan tidak sama dengan
komposisi pada cairan. Uap akan kaya dengan senyawa yang lebih volatile atau komponen
dengan titik didih lebih rendah. Jika uap di atas cairan terkumpul dan dinginkan, uap akan
terembunkan dan komposisinya sama dengan komposisi senyawa yang terdapat pada uap
yaitu dengan senyawa yang mempunyai titik didih lebih rendah. Jika suhu relative tetap,
maka destilat yang terkumpul akan mengandung senyawa murni dari salah satu komponen
dalam campuran.

Dalam destilasi sederhana, alat dirangkai seperti terlihat pada gambar 1. Alat terdiri
atas labu destilasi, still head dan kondensor dengan satu adaptor yang menghubungkan ujung
kondensor dengan labu penampung destilat. Ukuran alat gelas yang digunakan ditentukan
oleh ukuran volume cairan yang akan didestilasi. Destilasi sederhana hanya dapat digunakan
untuk memisahkan komponen yang perbedaan titik didihnya paling kurang 80C. Umumnya,
destilasi ini digunakan untuk pemurnian komponen-komponen volatil yang sudah hampir
murni, sejumlah kecil destilat mengandung pengotor bertitik didih rendah akan keluar ke
penampungan destilat pada waktu temperatur di still head masih meningkat, fraksi ini disebut
sebagai fore-run. Segera setelah temperatur di still head mencapai harga konstan, fraksi
utama dapat dikumpulkan dan destilasi dapat dilanjutkan sampai sejumlah destilat diperoleh.
Pengotor bertitik didih tinggi akan tinggal sebagai residu dalam labu destilasi. Jika destilasi
sederhana digunakan untuk memisahkan dua komponen dengan perbedaan titik didih yang
lebar, seharusnya temperatur di still head diamati secara ketat. Sesaat setelah senyawa volatil
terkumpul, temperatur akan mulai meningkat dan labu penampung harus diganti dengan labu
kosong. Kumpulkan destilat tersebut pada labu kedua selama temperatur masih meningkat.
Detilat akan mengandung kedua komponen (fraksi campuran), tetapi seharusnya hanya
merupakan fraksi dengan volume yang kecil.
Prinsip kerja alat destilasi dapat dikemukakan sebagai berikut. Misalnya suatu larutan
keruh/kotor atau larutan teh yang akan didestilasi. Larutan yang akan didestilasi tersebut
dimasukkan pada tabung reaksi, dipanaskan hingga mendidih dan menguap. Uap yang terjadi
mengalir melalui pipa dan melewati tabung pipa pendingin yang dialiri air dingin, sehingga
uap mengalami pendinginan berubah menjadi cair. Tetesan air destilasi ditampung pada suatu
wadah. Selama proses destilasi berlangsung, aliran air masuk pada tabung pendingin melalui
selang bagian bawah, kemudian keluar dari selang bagian atas.
Proses yang terjadi pada Destilasi Sederhana
Pada destilasi sederhana, yang paling sering dilakukan adalah operasi takkontinu.
Dalam hal ini campuran yang akan dipisahkan dimasukkan kedalam alatpenguap dan
dididihkan. Pendidihan terus dilangsungkan hingga sejumlah tertentukomponen yang mudah
menguap terpisahkan. Proses pendidihan erat hubungannyadengan kehadiran udara
permukaan. Pendidihan akan terjadi pada suhu dimana tekananuap dari larutan sama dengan
tekanan udara di permukaan cairan. Secara umum proses yang terjadi pada destilasi
sederhana atau biasa yaitu :

Penguapan komponen yang mudah menguap dari campuran dalam alat penguap
Pengeluaran uap yang terbentuk melalui sebuah pipa uap yang lebar dan kosong tanpa
perpindahan panas dan pemindahan massa yang disengaja atau dipaksakan yang dapat
menyebabkan kondensat mengalir kembali ke lat penguap.
Jika perlu, tetes-tetes cairan yang sukar menguap yang ikut terbawa dalam uap dipisahkan
dengan bantuan siklon dan disalurkan kembali kedalam alat penguap.
Kondensasi uap dalam sebuah kondensor Pendingin lanjut dari destilat panas dalam sebuah
alat pendingin
Penampungan destilat dalam sebuah bejana
Pengeluaran residu dari alat penguap
Pendinginan lanjut dari residu yang dikeluarkan Penampungan residu dalam sebuah bejana

Daftar Pustaka
Anonim3. 2011. Destilasi. http://wikipedia.com
Zenta, Firdaus dan H.A.S Kumanireng. 2006. Teknik Laboratorium Kimia Organik.

Lenny Chemister. (2013) Destilasi Sederhana Kimtik 2. [Online]. Tersedia :


http://www.slideshare.net/lennychemister/destilasi-sederhana-kimtik2 [5 Oktober 2014]
Wikipedia.(2014) Destilasi.[Online].Tersedia : http://id.wikipedia.org/wiki/Distilasi [5 Oktober 2014]

Noname.[2013] Jenis dan modal teknik destilasi sederhana.[Online].Tersedia:


http://nanosmartfilter.com/jenis-dan-model-teknik-destilasi-sederhana/ [5 Oktober 2014]

Kelompok : Rifki Maulana Ramadhan 10060313042


Nurul Priadi 10060313043

Anda mungkin juga menyukai