Anda di halaman 1dari 32

PENGERTIAN PASAR MODAL

Pasar modal mempertemukan pihak yang


memiliki kelebihan dana dengan yang
membutuhkan dana.
Pasar modal memfasilitasi jualbeli sekuritas yang
umumnya berumur lebih dari satu tahun, seperti
saham dan obligasi.

Pasar modal mendorong terciptanya alokasi dana


yang efisien.

PASAR PERDANA
Pasar perdana terjadi pada saat perusahaan
emiten menjual sekuritasnya kepada investor
umum untuk pertama kalinya.
Perusahaan sebelumnya mengeluarkan
prospektus yang berisi informasi perusahaan
secara detail

Prospektus berfungsi untuk memberikan


informasi mengenai kondisi perusahaan
kepada para calon investor sehingga dengan
adanya informasi tersebut, investor akan bisa
mengetahui prospek perusahaan di masa
datang, dan selanjutnya tertarik untuk
membeli sekuritas yang diterbitkan emiten.

INITIAL PUBLIC OFFERING


Proses perusahaan untuk pertama kalinya menjual sekuritas disebut
dengan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran umum perdana.
Setelah sekuritas dijual perusahaan di pasar perdana, barulah
kemudian sekuritas diperjualbelikan oleh investor-investor di pasar
sekunder.
Transaksi yang dilakukan investor di pasar sekunder tidak akan
memberikan tambahan dana lagi bagi
perusahaan yang menerbitkan sekuritas (emiten), karena transaksi
hanya terjadi antar investor,
bukan dengan perusahaan.

PASAR SEKUNDER
Pasar sekunder merupakan tempat
perdagangan atau jual-beli sekuritas oleh dan
antar investor setelah sekuritas emiten dijual
di pasar perdana.
Perdagangan di pasar sekunder dapat
dilakukan di dua jenis pasar, yaitu:
a) Pasar lelang (auction market).
b) Pasar negosiasi (negotiated market).

Pasar Lelang (auction market):


Pasar sekuritas yang melibatkan proses pelelangan
(penawaran) pada sebuah lokasi fisik.
Pasar Negosiasi (negotiated market):

Pasar negosiasi terdiri dari jaringan berbagai dealer yang


menciptakan pasar tersendiri di luar lantai bursa bagi
sekuritas, dengan cara membeli dari dan menjual ke
investor.
Pasar negosiasi juga sering disebut dengan istilah over the
counter market (OTC) atau di Indonesia dikenal sebagai
bursa paralel

PERBEDAAN
PASAR PERDANA &
PASAR SEKUNDER

Instrumen Pasar Modal


Sekuritas yang umumnya diperdagangkan di
pasar modal antara lain:
Saham: saham preferen dan saham biasa

Obligasi

Reksadana

Instrumen derivatif : Warran, Bukti right (right


issue), Opsi, Futures.

BENTUK PASAR DALAM PERDAGANGAN SAHAM


1.PASAR REGULER
Karakteristik:
- Sistem tawar menawar terus menerus (continuous auction)
- Sistem perdagangan dengan LOT:
* 1 lot = 500 lembar untuk perusahaan non bank.
* 1 lot = 5000 lembar untuk perusahaan bank
- Tawar menawar dilakukan dengan skema Multi fraksi
- Transaksi yang terjadi berdasarkan prioritas harga dan waktu
Penyelesaian transaksi: T + 4 , T+4, yaitu T = hari transaksi, ditambah
4 hari Bursa, yaitu Senin s/d Jumat, kecuali hari libur.

Harga yang terbentuk sebagai dasar perhitungan


IHSG.

Pasar Non Reguler


a)

Pasar Odd-lot; Pasar perdagangan saham dikantor Broker, dalam


rangka memfasilitasi transaksi saham yang jumlahnya kurang dari 1 lot

b) Pasar Block trade; Pasar perdagangan saham antar broker dalam rangka
memfasilitasi transaksi saham dalam jumlah besar (> 400 lot)

c) Crossing: Perdagangan tutup sendiri, yaitu transaksi


jual/beli saham dilakukan oleh satu pialang
dengan jumlah dan harga yang sama.

Jenis-jenis orders dalam transaksi saham


a)

Market orders; order kepada broker untuk membeli atau menjual saham
pada harga terbaik yang terjadi saat itu di Bursa Efek;

b) Limit orders; order dimana nasabah menetapkan harga tertinggi yang


bersedia ia beli, atau harga terendah yang bersedia ia jual;
c)

Stop orders; order yang tidak akan dilaksanakan, sampai harga berubah
menjadi harga yang ditentukan, pada saat itu, order berubah menjadi
market order;

d) Market if touched orders; orders yang berubah menjadi market orders jika
harga yang ditentukan dicapai;
Suatu market it touched order to buy berubah menjadi suatu market
order, jika harga turun menjadi harga yang ditetapkan. Sedangkan suatu
stop order to buy berubah menjadi suatu market order, jika harga naik
menjadi harga yang ditetapkan;

Perhitungan Jual Beli Saham


Komponen jual beli saham terdiri atas:
Nilai beli saham + komisi pialang + PPN 10%

Nilai jual saham komisi pialang PPN 10% - PPh


final 0,1%

Biaya Transaksi
Fee (komisi) yang harus dibayar kepada
Broker Anggota Bursa/AB, maksimum 1% dari
nilai transaksi.
PPN 10% dari komisi yang dibayar kepada AB.
PPh 0.1% dari nilai Transaksi (khusus untuk
transaksi penjualan).

Sebagai ilustrasi, misalnya seorang investor


melakukan transaksi pembelian atas saham
Telkom (TLKM) sebanyak 5 lot, order
terlaksana (matched) pada posisi harga Rp
3.000,- per saham.

TRANSAKSI PENJUALAN SAHAM


Sebagai ilustrasi, misalnya seorang investor
melakukan penjualan saham PT Astra
International (ASII) sebanyak 5 lot, dan terjadi
(matched) pada posisi harga Rp 4.000,- per saham

PERHITUNGAN INDEKS HARGA SAHAM


INDIVIDUAL (IHSI)
IHSI =( kurs akhir / harga dasar) x 100

SEKTORAL (IHSI)
GABUNGAN (IHSI)
LIKUIDITAS 45 (LQ 45)

: (nilai pasar / nilai dasar)x 100

NILAI PASAR = JUMLAH SAHAM X KURS AKHIR

Right Issue (Right)

Adalah hak pemegang saham (PS) lama untuk


membeli terlebih dahulu (preemptive right)
saham baru pada harga tertentu dalam waktu < 6
bulan
Harga tertentu adalah harga yang ditetapkan
dimuka, yang besarnya di bawah harga pasar saat
diterbitkan.
Apabila harga pelaksanaan atau harga tebusan
(exercise price atau strike price) di atas harga
pasar, maka tidak akan ada yang menukarkan
right dengan saham, investor lebih murah beli di
pasar.

Ilustrasi:

Jumlah saham lama = 1.000.000 unit saham @ nominal Rp 100,


agio Rp 300.000.000. Jumlah saham baru yang akan dikeluarkan
= 2.000.000 unit (RI = 1:2). Strike price = Rp 500 sementara
harga pasar di bursa efek = Rp 800.

Pertanyaan
Berapa harga bukti pasar teoritis setelah
pelaksanaan right issue?
Berapa harga bukti right di pasar?
Berapa jumlah modal disetor setelah RI?
Berapa total agio setelah RI?

Jawab

RI = 1:2 ( 1 Saham lama dapat hak membeli 2 saham baru).

a.

(1000.000 x 800) + (2000.000 x 500) = 600


1000.000+2.000.000
Harga maksimal bukti RI = 600 500 = 100
Modal disetor baru = 3.000.000 @ 100 = 300.000.000
Total Agio = Agio lama + agio baru
Agio lama =
=
300.000.000
Agio baru = 2.000.000 x (500-100) =
800.000.000
Total Agio
1.100.000.000

b.
c.
d.

Obligasi
Obligasi merupakan surat utang jangka
menengah-panjang yang dapat
dipindahtangankan yang berisi janji dari pihak
yang menerbitkan untuk membayar imbalan
berupa bunga pada periode tertentu dan
melunasi pokok utang pada waktu yang telah
ditentukan kepada pihak pembeli obligasi
tersebut.

Penilaian Harga Obligasi


Nilai/harga obligasi nilai jual yang terjadi di pasar modal atau
besarnya dana yang diserahkan oleh investor untuk
memperoleh suatu obligasi.
Obligasi murah (underpricing) Nilai Pasar < Nilai Intrinsik
Obligasi mahal (overpricing) Nilai Pasar > Nilai Intrinsik
Nilai Intrinsik = Nilai Fundamental merupakan hasil proksi
atau estimasi nilai tunai (Present Value) dari seluruh aliran
kas yang akan diterima oleh investor.

Istilah yang perlu dipahami dalam penilaian harga obligasi :

Spot rate Tingkat bunga/kupon obligasi yang hanya


mempunyai satu aliran kas selama periode (umur)
obligasi. Obligasi yang hanya mempunyai satu aliran kas
obligasi berdiskon murni (pure discount bond atau
zero coupon bond).
Current yield besarnya tingkat bunga efektif dari suatu
obligasi (besarnya kupon yang diterima/harga obligasi).
Yield to maturity tingkat imbal hasil obligasi yang
dibeli dengan harga pasar dan disimpan hingga jatuh
waktu. YTM tingkat diskonto yang membuat nilai
tunai seluruh aliran kas dari obligasi sama dengan
nilai/harga pasar obligasi (Interest Rate of Return = IRR).

PENENTUAN BESARNYA RATE OF


RETURN
Besarnya rate of return atau Yield dari obligasi yang akan
dipertahankan samapai hari jatuhnya (Yield to maturity) dengan
mennggunakan rumus jalan pintas (shortcut formula) atau dengan
menggunan tabel present velue.
Rumus
f-p
C+
n
Rate of return =
p+f
2
C = Bunga tahunan dlam rupiah
f = Harga normal dr obligasi /jumlah yg akan diterima pada akhir tahun
P= Harga pasar
n= Umur obligasi

Contoh:
Suatu obligasi yang bernilai nominal Rp. 10.000 mempunyai
harga pasar Rp 9.000 mempunyai umur 5 tahun dan
membayar kupon obligasi 6 % setiap tahunya. Tentukan
besarnya rate of return dari obligasi tersebut apabila
obligasi itu akan dipertahankan semapai hari jatuhnya
(Yield to maturity)
Jawab
Dengan menggunakan rumus tersebut
10.000 9.000
6% (10.000) +
5
Yiel to maturity =
9.000 + 10.000
2
= 600 + 200
9.500
= 8,42%

Durasi :
1.Untuk mengukur umur ekonomis suatu obligasi.
2.Indikator yang digunakan untuk mengetahui dampak perubahan
tingkat suku bunga terhadap harga obligasi.

PV (Ci) = Present Value dari aliran kas pada periode t yang didiskontokan
pada tingkat I (YTM)
t
= Periode di mana aliran kas diterima
NP = Harga Pasar Obligasi.
N
= Jumlah periode sampai jatuh waktu.

1)
2)
3)

Faktor yang memengaruhi Durasi :


Jangka waktu obligasi.
Tingkat kupon.
Tingkat suku bunga (YTM

Contoh :
Suatu obligasi nominal Rp. 1.000.000,-- jangka waktu 5
tahun bunga dibayar semesteran dengan tingkat kupon sebesar 10% p.a. dan
1% p.a. Hitung besarnya durasi masing-masing obligasi?

Periode

Aliran
Kas

PV Faktor
10%

PV
aliran kas

Nilai
relatif

Bobot
Nilai relatif

4 = 2x3

5=4/NP

6=5x1

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
10

50,000
50,000
50,000
50,000
50,000
50,000
50,000
50,000
50,000
50,000
1,000,000

0.952
0.907
0.864
0.823
0.784
0.746
0.711
0.677
0.645
0.614
0.614

47,619
45,351
43,192
41,135
39,176
37,311
35,534
33,842
32,230
30,696
613,913
1,000,000

0.0476
0.0454
0.0432
0.0411
0.0392
0.0373
0.0355
0.0338
0.0322
0.0307
0.6139
1.0000
Durasi

0.0476
0.0907
0.1296
0.1645
0.1959
0.2239
0.2487
0.2707
0.2901
0.3070
6.1391
8.1078
4.0539

dimana:
D* = durasi yang dimodifikasi
r = YTM obligasi

dimana:
P
P
-D*
r

= perubahan harga
= harga obligasi sebelumnya
= durasi yang dimodifikasi ditambah
dengan tanda negatip
= perubahan pada tingkat bunga pasar

P
P

D
(1 i )

Contoh :
Obligasi memiliki durasi (D) sebesar 3,76.
Harga Rp. 1.234.000,-- Tingkat kupon 14%.
Tingkat bunga 14% 15%.
Hitunglah berapa estimasi harga obligasi saat ini.

Perubahan harga obligasi adalah :


P = - 3,514 % x 1.234.000,-- = - Rp. 43.663,-Jadi harga estimasi harga obligasi saat ini = Rp.
1.234.000,-- -/- Rp. 43.663,-- = Rp. 1.190.337,--

Jenis-Jenis Margin
Initial margin/original margin.
Dalam bahasa Indonesia initial margin biasa disebut margin awal, yaitu sejumlah uang yang
disetor oleh investor pada saat pembukaan account. Jumlahnya sesuai kesepakatan awal yang
dibuat antara investor dengan pialang berjangka, biasanya dinyatakan dalam persentase dari
nilai kontrak. Dalam commodity future lazimnya initial margin ditetapkan berkisar 5 10%
dari nilai kontrak. Besamya margin berbeda-beda sesuai dengan nilai kontrak, waktu, dan
gejolak harga yang terjadi.
Variation margin.
Dalam bahasa Indonesia istilah yang digunakan adalah margin sela, yaitu merupakan
tambahan margin yang disetor karena besaran margin selanjutnya telah berada dibawah besaran
margin awal, sebagai akibat pergerakan harga yang berlawanan dengan yang diperkirakan
semula.
Maintenance margin.
Istilah yang digunakan dalam bahasa Indonesia adalah margin minimum. Margin ini merupakan
besaran ni-lai yang harus dijaga atau dipelihara oleh investor dalam melakukan transaksi.
Umumnya margin minimum ini ditetapkan sekitar 75% 80 % dari margin awal.
Margin Call.
Jenis margin ini mirip dengan margin sela, yaitu Jumlah dana yang harus disetor
kembali oleh investor. Hanya saja, dalam margin call setoran dana harus dilakukan jika dana yang
outstanding sudah berada di bawah maintenance margin, bukan initial margin. Jika investor
mendapat margin call berarti investor harus menambah dananya sampai ke level initial
margin, kalau tidak dilakukan, posisinya akan ditutup oleh perusahaan pialang.