Anda di halaman 1dari 2

2.1.1.

Air Bersih
Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1405/MENKES/SK/XI/2002,
pengertian mengenai air bersih yaitu air yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari dan
kualitasnya memenuhi persyaratan kesehatan air bersih sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku dan dapat diminum apabila dimasak.Sistem Penyediaan Air Minum
yang selanjutnya disebut SPAM merupakan satu kesatuan sistem fisik (teknik) dan non fisik
dari prasarana dan sarana air minum.Pengembangan SPAM adalah kegiatan yang bertujuan
membangun, memperluas atau meningkatkan sistem fisik (teknik) dan non fisik (kelembagaan,
manajemen,keuangan, peran masyarakat, dan hukum) dalam kesatuan yang utuh untuk
melaksanakan penyediaan air minum kepada masyarakat menuju keadaan yang lebih baik.
Semakin padat jumlah penduduk dan semakin tinggi tingkat kegiatan akan
menyebabkan semakin besarnya tingkat kebutuhan air. Variabel yang menentukan besaran
kebutuhan akan air bersih antara lain adalah jumlah penduduk, jenis kegiatan, standar
konsumsi air untuk individu, dan jumlah sambungan. Target pelayanan dapat merupakan
potensi pasar atau mengacu pada kebijaksanaan.
Untuk mendapatkan hasil perencanaan sistem penyediaan air bersih yang baik, yaitu
supply air tersedia setiap saat dengan debit dan tekanan yang cukup, serta kualitas memenuhi
syarat, maka diperlukan kriteria perencanaan agar sistem berikut dimensi dan spesifikasi
komponen sistem mempunyai kinerja yang baik.Kriteria perencanaan yang digunakan
berpedoman pada kriteria perencanaan dan petunjuk teknik bidang air bersih. Secara umum
kriteria perencanaan yang digunakan dalam perencanaan sistem penyediaan air bersih ini
meliputi hal-hal sebagai berikut:
Penentuan daerah pelayanan disesuaikan dengan kondisi setempat berdasarkan kepadatan
penduduk;
Jumlah penduduk yang dilayani;
Tingkat pelayanan atau cara penyampaian air ke konsumen;
Usaha pelayanan air bersih ke konsumen pada umumnya melalui 2 cara yaitu melalui
Sambungan Rumah (SR) dan Hydrant Umum (HU), dengan asumsi perbandingan berkisar
antara 50 : 50; atau 80 : 20
Di daerah perkotaan, asumsi pemakaian air untuk sambungan rumah (kebutuhan domestik)
adalah 120 l/org/hari;

Pelayanan fasilitas non domestik yakni industri sebesar 10% dari kebutuhan domestik,
fasilitas sosial sebanyak 5% dari kebutuhan domestik, komersial sebanyak 15% dari
kebutuhan domestik dan hydrant umum sebesar 5% dari jumlah penduduk.
Tabel II.1
Pedoman Perencanaan Air Bersih PU Cipta Karya
Kategori Kota Berdasarkan Jumlah Penduduknya
No.

1.

Uraian

Konsumsi unit Sambungan


Rumah (SR) l/org/hari.

Kota Sedang

Kota Kecil

Perdesaan

100.000 500.000

20.000 100.000

3.000 20.000

100-150

100-150

90-100

25-30

20-25

10-20

15-20

15-20

15-20

Persentase konsumsi unit


2.

non

domestik

terhadap

konsumsi domestik.
3.

Persentase kehilangan air


(%).

4.

Faktor Hari Maksimum.

1.1

1.1

1.1-1.25

5.

Jumlah jiwa per SR.

4-5

100

100-200

100-200

80-20

70-30

70-30

6.
7.

Jumlah jiwa per Hydrant


Umum (HU).
SR/HU (dalam % jiwa).

Sumber : Sistem Penyediaan Air Bersih PU/Cipta Karya