Anda di halaman 1dari 3

Pendahuluan

Bronkitis ( bronchitis ) adalah peradangan (inflamasi) pada selaput lendir (mukosa) bronchus
(saluran pernafasan dari trachea hingga saluran napas di dalam paru-paru). Peradangan ini
mengakibatkan permukaan bronchus membengkak (menebal) sehingga saluran pernapasan
relatif menyempit.
Bronkitis terbagi atas 2 jenis, yakni: bronkitis akut dan bronkitis kronis. Istilah akut dan
kronis adalah terminologi (istilah) berdasarkan durasi berlangsungnya penyakit, bukan berat
ringannya penyakit.
Di Amerika Serikat, menurut National center for Health Statistic, kira-kira ada 14 juta orang
menderita bronkitis. Lebih dari 12 juta orang menderita bronkitis akut pada tahun 1994, sama
dengan 5% populasi Amerika Serikat. Di dunia bronkitis merupakan masalah dunia.
Frekuensi bronkitis lebih banyak pada populasi dengan status ekonomi rendah dan pada
kawasan industri. Bronkitis lebih banyak terdapat pada laki-laki dibanding wanita. Data
epidemiologis di Indonesia sangat minim.

Laporan kasus
Seorang laki-laki umur 25 tahun datang dengan keluhan utama batuk sejak 10 hari yang lalu.
Batuk awalnya kering. 1 minggu kemudian timbul dahak berwarna putih. Nafas terasa berat.
Tidak ada demam, tidak ada mual, tidak ada muntah, tenggorokan tidak gatal, tidak nyeri
otot, tidak ada nyeri tenggorokan, tidak ada nyeri dada.
Terdapat riwayat infeksi saluran nafas atas 2 minggu yang lalu.
Riwayat batuk lama disangkal. Pasien tidak merokok. Riwayat hipertensi pada pasien
disangkal. Riwayat pengobatan disangkal. Tidak ada riwayat hipertensi dan batuk lama pada
orang tua pasien.
Setting musim (winter) virus influenza
Pemeriksaan fisik:
Keadaan umum: tampak sakit ringan, tidak pucat.
Tensi darah: 120/80 mmHg; nadi: 80x/menit, regular, kuat, isi cukup;
Frekuensi nafas: 24x/menit, tipe pernafasan abdominothorakal; suhu tubuh: 38C
Berat badan: 65 kg; tinggi badan: 168 cm
JVP normal, tidak ada pembesaran kelenjar
Thoraks:
-

Inspeksi
Palpasi
Perkusi
Auskultasi

: Thoraks simetris, iktus cordis normal


: Vokal fremitus normal
: Sonor di seluruh lapang paru
: S1-S2 normal, murmur (-), suara nafas vesikuler, ronki (+)/(+),

wheesing (-)/(-)

Abdomen dan ekstremitas : tidak ditemukan kelainan