Anda di halaman 1dari 2

Kelompok 2

1. Tylka Paramita
2. Dhita Nur Effani
3. Aulia Rosidah
4. Ghina Hanum Fathina
5. Reghina Nuru Zain
6. Hana Nisrina
7. Gadis Langkar Alsakina

Bahan Aditif Plasticisers dan Softeners pada Polimer


Polimer yang disebut juga sebagai makromolekul, adalah molekul besar yang dibangun
oleh pengulangan kesatuan kimia yang kecil dan sederhana. Kesatuan-kesatuan berulang itu
setara dengan monomer, yaitu bahan dasar pembuat polimer. Sehingga molekul-molekul polimer
umumnya memunyai massa molekul yang sangat besar.
Aditif adalah senyawa kimia yang bila ditambahkan akan menaikkan unjuk kerja (sifat
kimia dan fisik berubah) seperti yang diharapkan.
PLASTICIZER SEBAGAI ZAT ADITIF
Plasticizer dalam konsep sederhana adalah merupakan pelarut organik dengan titik didih
tinggi atau suatu padatan dengan titik leleh rendah yang ditambahkan kedalam resin seperti PVC
yang keras dan kaku, sehingga akumulasi gaya intermolekuler pada rantai panjang akan
menurun. Hal ini menyebabkan bagian rantai lebih mudah bergerak akibatnya kelenturan,
kelunakan dan pemanjangannya akan bertambah (Yadav dan Satoskar, 1997), dan bahan yang
tadinya keras dan kaku akan menjadi lembut pada suhu kamar (Cowd, 1991). Plastisiser dapat
menurunkan viskositas lelehan, suhu transisi gelas (Tg) dan modulus elastisitas produk tanpa
mengubah sifat-sifat kimiawi bahan plastik tersebut (Meier, 1990).
Plasticizer juga digunakan untuk melembutkan polimer plastik sehingga dapat merubah
sifat kaku menjadi lebih fleksibel. Penambahan pemlastis baik sintetis maupun alami bertujuan
untuk memperbaiki sifat bioplastik yang dihasilkan, memperluas atau memodifikasi sifat
dasarnya atau dapat memunculkan sifat baru yang tidak ada dalam bahan dasarnya (Spink dan
Waychoff dalam Frados, 1958).
Proses plasticizer, pada prinsipnya adalah terjadinya dispersi molekul plastisiser ke dalam
fase polimer. Bilama na plastisiser mempunyai gaya interaksi dengan polimer, proses dispersi
akan berlangsung dalam skala molekul dan terbentuk larutan polimer plasticizer sehingga
keadaan ini disebut kompatibel. Interaksi antara plastisiser polimer ini sangat dipengaruhi oleh
sifat afinitas kedua komponen. Kalau afinitas polimer plasticizer tinggi, maka molekul
plasticizer akan terdifusi ke dalam bundel, disini molekul plasticizer akan berada diantara rantai
polimer dan mempengaruhi mobilitas rantai (Efendi,2001).
Sifat fisik dan mekanis yang terplastisasi me rupakan fungsi distribusi dari sifat dan
komposisi masing masing komponen dalam sistem, karenanya ramalan karakterisasi polimer
yang terplastisasi mudah dilakukan dengan variasi komposisi pemlastis. Secara umum variasi
jumlah plasticizer akan efektif (mempunyai efek plastisasi) sampai bahan kompatibel. Hasil
analisis mekanik yang dilakukan menunjukkan bahwa membran membran yang lebih kuat dan

lebih liat (kenyal) dihasilkan ketika sedikit plasticizer yang digunakan dalam membran. Hasil uji
plastisiser ini menunjukkan bahwa plasticizer yang mempunyai berat molekul yang relatif rendah
akan memperbaiki kekuatan dan keliatan membran. Ketika sejumlah kecil plasticizer
ditambahkan pada suatu polimer, plasticizer ini akan menyebabkan molekul polimer bergerak ke
dalam konfigurasi energi yang lebih rendah. Dalam konfigurasi ini molekul molekul menjadi
kurang bergerak, dengan demikian akan meningkatkan kekuatan dan keliatan yang baik dari
polimer. Sebaliknya jika plastisiser yang ditambahkan terlalu banyak molekul molekul polimer
banyak bergerak, akibatnya terjadi penurunan kekuatan dan keliatan polimer.
Secara umum variasi jumlah plasticizer akan efektif (mempunyai efek plastisasi) sampai bahan
kompatibel. Plastisiser yang ideal untuk PVC memenuhi sifat sifat sebagai berikut :
a. Harus kompatibel.
b. Suhu pembekuan dibawah - 40 oC.
c. Regangan tensile diatas 2800 psi.
d. Modulus dibawah 1200 psi.
e. Kehilangan perpindahan dibawah 3%.
f. Kehilangan penguapan 1 %.
PVC yang mengandung gugus gugus polar, memerlukan plasticizer polar untuk
mencapai kompatibilitas yang baik (Nirwana,2001).
Persyaratan mendasar yang harus dipenuhi oleh plasticizer adalah semua gaya
intermolekuler antara pemlastis-pemlastis, polimer-polimer dan antara pemlastis- polimer harus
berada dalam besaran yang sama. Untuk menjadi plasticizer yang etsien maka. suatu senyawa
dengan berat molekul rendah harus memiliki affinitas yang cukup untuk mengatasi interaksi
antara polimer-polimer dengan cara mensolvasi polimer pada titik kontak interaksi. Untuk
memberikan fleksibilitas yang baik pada suhu rendah, senyawa ini juga harus memiliki mobilitas
yang cukup untuk berpartisipasi dalam kesetimbangan sistem da n harus dapat berdifusi melalui
sistem tersebut. Kinerja plasticizer seperti ini adalah karakteristik dari pemlastis- plasticizer
untuk PVC seperti dioktil adipat (Rudin, 1982 dan Frankel, 1975).
Persyaratan lain yang harus dipenuhi oleh plasticizer adalah harus kompatibel dan
permanen. Plasticizer harus larut dengan polimer dan menghasilkan gaya intermolekuler yang
sama diantara kedua komponen tersebut, sehingga akan tercapai kompatibilitas yang baik.
Permanens dari plasticizer ditentukan oleh titik didih, ukuran molekul, berat molekul plastisiser
dan laju difusi plasticizer dalam polimer.
Efisiensi plasticizer juga ditentukan oleh kadar plasticizer yang harus ditambahkan ke
dalam resin polimer. Sebagai contoh PVC kaku adalah bahan padat yang keras, memiliki
kekuatan tarik 5000-9000 psi dan perpanjangan hanya 2-40 % numun bila ditambahkan 50-100
bagian berat plasticizer ester phthalat akan merubah plasticizer menjadi polimer-terplastis yang
memiliki kekuatan tarik 1500-3500 psi dan perpanjangan 200-450 % (Bilmeyer, 1984 dan Rudin,
1982).
PELUNAK (SOFTENER)
Bahan pelunak adalah bahan-bahan yang ditambahkan untuk memudahkan pencampuran karet
dengan bahan-bahan kimia lainnya, terutama campuran bahan pengisi memerlukan waktu yang
lebih singkat. bahan pelunak ini juga berfungsi sebagai bahan pembantu pengolah yaitu
mempermudah pemberian bentuk dan membuat barang-barang jadi karet lebih empuk. Bahan ini
bersifat licin dan mengkilap.
Contoh;nya : asam stearat, parafin, wax, faktis, resin, damar dan lain-lain.