Anda di halaman 1dari 3

MENDETEKSI KONDISI UNSAFE

(2) Tindakan terencana dalam inspeksi : tanggung jawab foreman untuk melakukan inspeksi periodik
pada tool, peralatan, area kerja, dsb., sesuai dengan departemen yang diperlukan. Inspeksi
terencana merupakan prosedur menginspeksi item spesifik untuk kondisi unsafe yang spesifik pula.
Khususnya Check list inspeksi, tepat untuk fungsi tertentu.
(3) melakukan inspeksi insidental : merupakan tanggungjawab foreman untuk memberi peringatan
secara kontinu untuk kondisi unsafe. Tidak peduli ketika kondisi unsafe berada di area foreman atau
bukan. Harus ada tindakan dimanapun kondisi unsafe ditemui. Jika ada di area foreman yang lain,
maka foreman yang menyadari bahaya harus memperingatkan foreman di area tersebut.

c. Perbaikan kondisi unsafe :


(1) menginisiasi perbaikan : foreman harus mengambil langkah cepat untuk memperbaiki kondisi
unsafe dalam otoritas dan kemampuannya untuk memperbaiki. Jika ragu-ragu, masalah harus
didiskusikan dengan atasannya setelah pertama-tama menginformasikan workmen di area bahaya
dan telah melakukan tindakan pencegahan yang diperlukan.
(2) meminta perbaikan : ketika seorang foreman tidak dapat melakukan tindakan perbaikan dengan
menugaskan personil secara reguler atau ketika perbaikan yang diperlukan melampaui otoritas atau
kemampuannya, foreman diharapkan meminta perbaikan. Sifat alami dari kondisi harus
menentukan urgensi permintaan dan pada siapa permintaan ditujukan.
(3) mengambil tindakan pencegahan sementara : ketika kondisi unsafe tidak bisa diperbaiki dengan
segera, foreman harus mengambil tindakan pencegahan sementara, yang mungkin termasuk
memperingatkan pegawai terkait kondisi, memasang warning signs untuk menginformasikan orangorang di dalam area, menghentikan operasi alat atau proses, menutup area bahaya, dsb.
Pertimbangan foreman, yang didasarkan pada pengalaman, harus memerintahkan tindakan
pencegahan yang harus dilakukan.

6. tanggungjawab Persyaratan Minimum


a. kontak safety individual yang terencana : foreman bertanggungjawab membuat dan menyimpan
satu kontak safety individual per pegawai per pekan. Secara definisi, kontak safety individual adalah
prosedur kerja aman yang menunjukkan posisi seseorang yang dikontak..... juga secara defnisi,
kontak inividual adalah instruksi verbal dengan seseorang.
b. observasi safety individual yang terencana : foreman bertanggungjawab membuat dan
menyimpan dua observasi safety individual per pegawai per bulan. Secara definisi, observasi safety
individual adalah observasi terencana dari seseorang yang menunjukkan fase lengkap dari pekerjaan
untuk menentukan apakah prosedur kerja aman sudah dilaksanakan.
c. kontak safety general : foreman bertanggungjawab membuat kontak safety general menurut
departemen yang diperlukan. Kontak general mungkin ditujukan langsung pada kelompok pegawai.

Subjek dari kontak mungkin menyinggung segala sesuatu yang berhubungan dengan kemajuan
safety.
d. laporan praktek unsafe : tanggungjawab foreman untuk menulis laporan praktek unsafe ketika
melihat pelanggaran terhadap aturan berikut :
(1) Published Corporation, plant, serta aturan dan regulasi departemen safety
(2) prosedur kerja aman yang telah dikomunikasikan kepada pegawai terkait
(3) aturan tidak tertulis atau prosedur kerja yang merupakan pengetahuan umum melalui job
training dan pengalaman
e. job safety analysis : tanggungjawab foreman untuk melakukan diskusi job safety analysis dan
menyimpan hasil analisis sesuai dengan departemen yang diperlukan.

7. menginvestigasi, melaporkan, dan menangani kasus kecelakaan:


a. near-serious accident : tanggungjawab foreman untuk menginvestigasi dan melaporkan semua
near-serious accident. Near-serious accident didefinisikan sebagai kejadian yang tidak menyebabkan
(tapi bisa menyebabkan) luka.
b. menginvestigasi dan melaporkan injury-producing accident : tanggungjawab foreman untuk
menginvestigasi dan melaporkan semua injury-producing accident tak peduli sekecil apapun
kerugiannya. Investigasi harus dilakukan segera ketika kecelakaan terjadi. Laporan Kecelakaan
foreman digunakan untuk melaporkan fakta kecelakaan. Laporan harus diajukan oleh foreman
sebelum meninggalkan plant pada akhir periode kerja.
c. menangani pegawai yang terluka : tanggungjawab foreman untuk memastikan semua pegawai
yang terluka mendapat perhatian medis. Cara membawa pegawai yang terluka ke rumah sakit
tergantung pada tindakan yang sudah ditentukan di masing-masing plant.
d. perhatian medis: foreman akan memerlukan pegawai untuk melaporkan semua kerugian sekecil
apapun. Semua pegawai yang terluka atau mereka yang sakit saat bekerja akan dibawa ke Medical
Department atau ke pusat medis lainnya.
e. menerima medically-treated employees kembali ke pekerjaan :
(1) pekerjaan reguler : foreman tidak diperbolehkan mengizinkan seseorang yang kembali dari
medical treatment untuk kembali bekerja, tanpa otoritas dari medical department.
(2) temporary light work : foreman tidak diizinkan membuat tugas temporary light work.

8. tanggungjawab tambahan :
a. mengecek pakaian pelindung : tanggungjawab foreman untuk memastikan bahwa pakaian
pelindung yang dibutuhkan dipakai sesuai dengan kebutuhan kerja.

b. menggunakan haourly employees untuk safety training : foreman harus membuat penggunaan
efektif dari pegawai yang di dalam job description-nya terdapat keperluan bahwa mereka mengatur
kerja para penolong. Hal ini tidak membebaskan foreman dari tanggungjawab terhadap keamanan
pegawai.
c. inspeksi tool dan equipment : tanggungjawab foreman untuk melakukan inspeksi yang sesuai
dengan kebutuhan. Diharapkan inspeksi dibuat dalam daily basis. Tool dan equipment yang
ditemukan unsafe harus dipindahkan untuk diganti atau diperbaiki.
d. housekeeping activities : sebuah deskripsi detail dari kebutuhan housekeping yang sudah
disiapkan untuk masing-masing posisi foreman. Tangggungjawab foreman untuk patuh dengan
kebutuhan tertulis dan memastikan bahwa kondisi satisfactory housekeeping berlaku di area
sepanjang waktu.
e. membantu foreman yang dibebastugaskan : ketika dibebastugaskan, foreman memiliki
tanggungjawab untuk tinggal sampai foreman yang dibebastugaskan memiliki crews lined-up,
memberi bantuan pada foreman yang dibebastugaskan agar kru sebelumnya telah diinstruksikan
sebelum terjun ke pekerjaan.
f. menginformasikan foreman yang dibebastugaskan : tanggungjawab foreman untuk
menginformasikan foreman yang dibebastugaskan semua hal mengenai safety. Hal ini termasuk
kondisi unsafe yang diperbaiki dan tidak diperbaiki, tindakan pencegahan khusus yang harus
diambil, kecelakaan, dsb.