Anda di halaman 1dari 14

Perpindahan Panas

Kelompok 5:
Alpin Ilhami
Ilya Arina Rusyida
Gharnis Rizky Dewi
Firmansyah
Rizki Aulia
Yahya Almundzir
Zea Chairunnisa

(3335121237)
(3335122153)
(3335120341)
(3335120099)
(3335120881)
(3335122063)
(3335120705)

Apa itu Plate Heat


Exchanger?
Plate heat exchanger adalah
salah satu tipe heat exchanger yang
menggunakan plat logam untuk
memindahkan panas antara dua
liquid. Aliran fluida panas dan dingin
mengalir masuk (dan keluar) melalui
suatu lubang angin pada 4 sudut
lembar yang menghasilkan efek
perpindahan panas.
Dalam rangka mencegah
kebocoran dan pencampuran dari
cairan panas dan dingin, karet
pengatur jarak digunakan untuk
menyegel antara pelat logam.
Pengatur jarak dan plat dirakit dalam
bingkai (frame). Area dari pertukaran
panas ditetapkan menurut volume
pertukaran panas tersebut.

Sejarah Plat Heat Exchanger


Plate heat exchanger (PHE)
ditemukan oleh Dr Richard Seligman pada
1923 yang digunakan untuk pemanasan
yang tidak langsung dan mendinginkan
cairan yang dipakai pada APV (Aluminium
Plant & Vessel) Company Limited.
Struktur umum penukar panas
jenis pelat (Plate Heat Exchanger) pertama
kali dipublikasikan oleh Marriot, 1971.
Penukar panas jenis pelat ini terdiri atas
pelat-pelat tegak lurus yang dipisahkan
sekat-sekat berukuran antara 2 sampai 5
mm. Pelat-pelat ini berbentuk empat
persegi panjang dengan tiap sudutnya
terdapat lubang. Melalui dua di antara
lubang-lubang ini fluida yang satu dialirkan
masuk dan keluar pada satu sisi, sedangkan
fluida yang lain karena adanya sekat
mengalir melalui ruang antara di
sebelahnya.

Bagian-Bagian Plat Heat


Exchanger
1.

Gasket terbuat dari karet (non logam) atau


bahan yang biasa digunakan adalah nitrile
dan ethylene propylene rubber (EPR/EPDM)
Nitrile : -400F - 2500F untuk temperatur rendah
Nitrile : -400F - 2500F untuk temperatur tinggi
EPR/ EPDM : -800F 3000 F sangat tahan terhadap air
yang sangat panas dan uap serta memiliki ketahanan yang
baik untuk kompresi atau volume yang besar.
Fungsi gasket ini adalah sebagai perekat alat atau pengatur
aliran fluida, sehingga antara fluida yang satu dengan fluida
yang lain tidak mengalami kontak secara langsung yang
menyebabkan kebocoran.

2.

Pelat penekan (Compression Plate) terbuat dari logam


yang berfungsi sebagai penekan pelat agar pada saat
operasi alat berjalan tidak ada rongga didalam aliran
fluida agar tidak terjadi kebocoran.

3.

Pelat (plates), umumnya berukuran 0,4 - 0,6 mm


terbuat dari stainless steel atau titanium dan terdapat
pada berbagai macam susunan yang berombak-ombak,
berfungsi sebagai tempat mengatur fluida serta tempat
terjadinya pertukaran panas antara fluida panas dengan
fluida dingin. Fluida pada pelat ini mengalir secara
turbulen, hal ini dikarenakan bentuk dari pelat tersebut
yang bergerigi sehingga pertukaran panas dapat
berlangsung secara cepat. Makin banyak pelat tekanan
makin besar.

Vertical, termasuk salah satu


pola pelat yang sering
digunakan karena mempunyai
banyak pembatas untuk
mengalir, sehingga
menyebabkan banyak gerakan
putaran (turbulen),
perpindahan panas dengan
kecepatan tinggi, dan
menurunkan tekanan.
Horizontal, juga merupakan
pola yang sering digunakan.
Mempunyai pembatas, gerak
putaran (turbulen), dan
penurunan tekanan yang lebih
sedikit dibandingkan pola
vertical
Combination, penggunaan
pola pelat ini biasanya
ditujukan untuk hasil
pemanasan dan penurunan
tekanan yang lebih optimal.

4.

Pelat penyangga tetap (fixed frame), terbuat dari


logam dan berfungsi menjaga pelat agar tetap
stabil.

5.

Alat penekan (Compression Bolt), berupa baut


pelat baja yang digunakan untuk menekan pelat
dan frame

6.

Bars, berupa batang yang terbuat dari carbon


steel atau stainless steel yang mendukung dan
menjaga agar pelat berjajar secara rapi.

7.

Front and Rear Heads . (Bagian depan dan


kepala bagian belakang), merupakan bagian
yang dilapisi oleh frame carbon steel yang
melekat pada kumpulan pelat yang ditekan.

Kelebihan penggunaan Plate Heat


Exchanger

Plat lebih banyak diminati ketika harga material tinggi (Biaya lebih
murah)
Mudah dalam perawatan
Mudah dibongkar dan dipasang kembali ketika proses pembersihan
Waktu tinggal media sangat pendek
Lebih tepat digunakan untuk material yang memiliki viskositas tinggi.
Kemungkinan terjadinya fouling lebih kecil
Dapat beroprasi pada temperature rendah hingga 1C dibandingkan
dengan Heat Exchanger shell and tube yang sebesar 5-6C
Lebih fleksibel, yaitu dapat dengan mudah menambahkan pelat.
Alirannya lebih mendekati aliran counter current yang sesungguhnya

Kekurangan Penggunaan Plat Heat Exchanger


Kurang baik untuk tekanan tinggi, yaitu
tidak sesuai digunakan untuk tekanan
lebih dari 30 bar.
Hanya dapat beroprasi hingga
temperature 250C
Pemilihan material gasket yang sesuai
sangatlah penting

Aplikasi Plate and Frame Heat


Exchanger pada Industri
Plate and Frame Heat Exchanger digunakan
secara luas di industri makanan dan minuman, karena
pada industri tersebut sering melakukan inspeksi dan
pembersihan. Penggunaan dari Plate and Frame Heat
Exchanger ini tergantung dari biaya relatif
dibandingkan dengan Heat Exchanger shell and tube
konvensional.
salah satu contoh nyata, pada industri permen
sistem PHE digunakan sebagai pemanas permen
(hard candy) yang akan dicetak, dengan digunakannya
sistem PHE, maka permen yang dihasilkan jaul lebih
bening dibandingkan dengan menggunakan sistem
pemanas yang lainnya.