Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN KADAR VITAMIN C

DISUSUN OLEH :
NAMA: SEPTIANUS
KELAS: 3A
NIM: 3201206093

JURUSAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL PERKEBUNAN


POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK
2013/2014

Kadar Vitamin C
A.

TUJUAN

Mahasiswa mdapat menglakukam pengujian vitamin C secara titrasi iodium.

B. DASAT TEORI
Titrasi Iodimetri merupakan titrasi secara langsung dimana titrasi ini memiliki oksidator
yang sangat kuat. Titrasi iodimetri biasanya digunakan untuk menetapkan kadar, asam askorbat,
natrium askorbat, metampiron (antalgin), natrium tiosulfat dan sediaan injeksi. Salah satunya
ialah pada penetapan kadar vitamin C, iodium dapat dilakukan dengan mereduksi menjadi
iodida. Kemudian iodium akan mengoksidasi suatu senyawa-senyawa yang memiliki potensial
kemungkinan lebih kecil dari iodium. Misalnya pada vitamin C yang memiliki potensial oksidasi
yang kecil dari iodium dengan ini mampu menetapkan kadar vitamin C dengan metode titrasi
iodimetri (Rohman, 2007).
`

Vitamin C adalah salah satu zat gizi yang berperan sebagai antioksidan dan efektif

mengatasi radikal bebas yang dapat merusak sel atau jaringan, termasuk melindungi lensa dari
kerusakan oksidatif yang ditimbulkan oleh radiasi. Status vitamin C seseorang sangat tergantung
dari usia, jenis kelamin, asupan vitamin C harian, kemampuan absorpsi dan ekskresi, serta
adanya penyakit tertentu. Rendahnya asupan serat dapat mempengaruhi asupan vitamin C karena
bahan makanan sumber serat dan buah-buahan juga merupakan sumber vitamin C (Citraningtyas,
2013).
Vitamin C mempunyai peran penting terhadap tubuh manusia, dimana apabila tubuh
manusia kekurangan vitamin C maka akan timbul gejala penyakit ini seperti sariawan, nyeri otot,
berat badan berkurang, lesu, dan sebagianya. Didalam tubuh vitamin C menjalankan fungsinya
seperti dalam sintesis kolagen, pembentukan carnitine, terlibat dalam metabolisme kolesterol,

menjadi asam empedu, dan berperan penting dalam pembentukan neurotransmitter norepinefrin.
Vitamin C juga termasuk antioksidan dalam tubuh. Pada dasarnya vitamin C didalam tubuh
mampu berfungsi melindungi beberapasel/ molekul dalam tubuhseperti, protein, lipid,
karbohidrat dan asam nukleat selain itu vitamin C dapat menjaga kehamilan, mencegah dari
diabetes (Helmi, 2007).
Vitamin C banyak terdapat dibuah, dan sayuran, salah satunya pada cabai. Vitamin C
pada cabai memiliki fungsi sebagai antioksidan yang baik untuk tubuh (mampu meningkatkan
daya tahan tubuh yang diserap oleh kalsium dalam tubuh, selain itu, Vitamin C juga termasuk
yang paling mudah larut dalam air dan esensial untuk biosintesis kolagen (Rahmawati, 2009).
Bunga Rosella terdapat Vitamin C didalamnya, salah satunya dikelopak bunga Rosella. Kadar
vitamin C dalam kelopak Rosella tiap 100 gram sebanyak 260 hingga 280 mg vitamin C,
sehingga dapat dibuat sirup dengan melakukan penyaringan (Mukaromah, 2010).
C. Alat dan Bahan
1. ALAT
Alat yang digunakan pada percobaan ini, ialah

Batang pengaduk

Buret 50 ml

Gelas kimia 500 ml

Gelas ukur 50 ml

Labutakar 1000 ml

Pipet tetes

Pipet Volume 10 ml

Statif dan klem

Timbangan analitik

2. Bahan
Bahan yang digunakan pada percobaan ini, yaitu :

Pisang

Aquade

Kertas saring

Larutan pati 1%

Lartutan standar iodium 0,01 N

Vitamin

Xonce

vita C

vitamin C IPI

D. Prosedur Kerja

Timbang 100g bahan atau 1 buah tablet dan hancurkan sampai di peroleh slurry, ambil
10g lalu masukakan kedalam labu ukur 100 ml dan tambahkan sampai tanda batas,
kemudian disaring untuk mengambil fitratnya.

Ambil 25 ml fitrat dengan pipet volume dan masukan kedalam erlimayer250 ml,
tambahkan 2 ml larutanpti 1% lalu dititrasi dengan larutan standar iodiom 0,01 N sampai
berubah warna menjadi biru.

Lakukan penetuankadar vitamin C sebanyak 3 kali ulangan.

Kadar vitamin c dapat dihitung derngan rumus.

Kadar vit C % =

Fp = faktor pengeceran
E. Hasil Pengamatan
1.
no

hasil perhitungan kadar vitamin c pada buah dan tablet


sampel

Berat

v. iod

sampel
1

Normalitas

Mr vit.c

f.pengencer

iod

a. pisang

a. 10,2 g

a. 0,6

b. vit.c

b. 1,97 g

b. 4,3

176

Kd vit.c
%

0,009

a. 4

a. 18,64

b. 100

b.
340,613

E.

PEMBAHASAN

Vitamin C atau L-asam askorbat merupakan senyawa bersifat asam dengan rumus empiris
C6H8O6 (beratmolekul = 176). Vitamin C digunakan sebagai antioksidan untuk pembentukan
kolagen, penyerapan zat besi, serta membantu memelihara pembuluh kapiler, tulang dan gigi.
Kadar vitamin C dalam larutan dapat diukur menggunakan titrasi redoksi iodimetri, dengan
menggunakan larutan indikator kanji (starch) yaitu dengan menambahkan sedikit demi sedikit
larutan iodin (I2) yang diketahui molaritasnya sampai mencapai titik keseimbangan yang ditandai
dengan perubahan warna larutan menjadi biru pekat. Sifat vitamin C dapat bereaksi dengan
iodium. Penentuan ini dilakukan dengan menggunakan larut.
Penentuan ini dilakukan dengan menggunakan larutan I2 0,1 N sebagai titran. Sampel yang
dipergunakan saat praktikum adalah minuman penyegar untuk panas dalam dengan kemasan
yang banyak dijual di pasaran dengan merk dagang adem sari.
Larutan vitamin C berubah menjadi berwarna biru karena adanya proses titrasi iodimetri yaitu
pencampuran larutan vitamin C (adem sari 0,4 g) dilarutkan dalam aquades 100 ml, ditambahkan
larutan H2SO4 sebanyak 10 ml, ditambahkan larutan kanji 1 pipet tetes, kemudian dititrasi

dengan larutan Iodium sebanyak 5,6 ml. Jika larutan ada yang rusak salah satunya terutama
larutan kanji, maka tidak akan terjadi perubahan warna yang terjadi larutan menjadi bening,
namun pada saat mentitrasi semua larutan dalam keadaan baik, setelah tercampur larutan iodium
terjadi perubahan warna yaitu warnabiru, warna yang dihasilkan merupakan iod-amilum yang
berarti menandakan bahwa proses titrasi telah mencapai titik akhir.
Sehinggah mendapatkan hasil vitamin C yang terkandung pada buah pisang dan vitamin C tablet
adalah 18,64%, 340,613%, Nilai yang terkandung vitamn C yang terkandung didalam merek
yang sudah ditantukan di bagian sampul tablet dan setelah di uji terdapat nilainya adalah :
1. Vitacimin : 500 mg
2. Xon G : 500 mg
3. Ester C : 320 mg
4. IPI : 50 mg
Yang dapat di uji.
1. Vitacimin : 340,613 mg/tablet
2. Xon G : 12035,2 mg/tablet
3. Ester C : 205,92 mg/tablet
4. IPI : 47,52 mg/tablet

G. KESIMPULAN
Dari percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa memperoleh kadar vitamin C yang terkandung
pada buah pisang 18,64. Sedang kan pada tablet jauh berbeda yang di peroleh sama kelompok
masing masing yang sudah tercantum di sampul masing masing merek tablet.

Daftar pustaka

Arifin, Helmi. Delvita, Vivi. A, Al Ahmadi. 2007. Pengaruh Pemberian Vitamin C terhadap
Fetus pada Mencit Diabetes. Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi.Vol. 12. No. 1

Citraningtyas, Gayatri. Karinda, Monalisa. Fatimawali.2013. Perbandingan Hasil Penetapan


Kadar Vitamin C Mangga Dodol Dengan Menggunakan Metode Spektrofotometri Uv-Vis Dan
Iodometri Pharmacon. Jurnal Ilmiah Farmasi UNSRAT. Vol. 2 No. 01

Dirjen POM. 1979. Farmakope Indonesia Edisi III. Depatemen Kesehatan RI. Jakarta.
Rachmawati, Rani. Defiani, Maderia. Suriani, Niluh. 2009. Pengaruh Suhu dan Lama
Penyimpanan terhadap KandunganVitamin C Pada Cabai Rawit Putih (Capsicum
Frustescens). Jurnal Biologi : 36 - 40 . Vol.

Anda mungkin juga menyukai