Anda di halaman 1dari 6

Topik : Kaki Diabetes, Diabetes mellitus tipe II dan Hiperkolesterolemia

Tanggal (kasus) : 23 September 2013


Presenter : dr. Annasia Mayasari
Tanggal Presentasi : 28 September 2013 Pendamping : dr. Siti Rahmaniah
Tempat Presentasi : Ruang Komite Medik
Obyektif presentasi :
Keilmuan
Keterampilan
Penyegaran
Tinjauan Pustaka
Diagnostik
Manajemen
Masalah
Istimewa
Neonatus Bayi
Anak
Remaja
Dewasa
Lansia
Bumil
Deskripsi : wanita 58 tahun dengak keluhan kaki kanan bengkak
Tujuan : menentukan diagnosis melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang dan menentukan manajemen selanjutnya
Bahan Bahasan Tinjauan
Riset
Kasus
Audit
Pustaka
Cara membahas Diskusi

Presentasi dan

Email

Pos

Diskusi
Data Pasien :
Nama : Ny. M
Nomor Registrasi : 194916
Nama Klinik :
Telp :
Terdaftar sejak : 23 September 2013
Data Utama untuk Bahan Diskusi :
1. Diagnosis/Gambaran klinis
Kaki diabetes dekstra, Diabetes mellitus tipe II dan hiperkolesterolemia.
Keadaan umum pasien baik, tampak sakit sedang.
Kaki kanan pasien bengkak sejak 2 hari smrs.
Bengkak disertai dengan kemerahan, nyeri dan keluar cairan darah bercampur nanah dan berbau busuk. Nyeri semakin hebat bila kaki
digunakan untuk bertumpu.
2 hari smrs timbul benjolan yang awal nya berdiameter 3mm di punggung kaki kanan antara jari IV dan V, benjolan semakin membesar
diameter 1 cm kemudian pecah. Kulit disekitar benjolan memerah dan bengkak hingga ke pergelangan kaki.

3 hari smrs pasien demam dan menggigil.


Riwayat trauma disangkal.
2. Riwayat Pengobatan
Terapi oral obat anti hiperglikemi, satu macam, tidak ingat jenis obatnya dan tidak teratur.
3. Riwayat kesehatan/Penyakit
Mengetahui memiliki DM sejak 5 tahun yang lalu, berobat ke klinik dan tidak rutin. Mengeluh sering haus, badan terasa pegal dan

lemas.
Pernah mengalami hal serupa 4 bulan smrs, di telapak kaki kanan, tidak sampai pecah dan hanya diobati sendiri ( mengkonsumsi

ampisilin, amoksilin dan parasetamol) kemudian luka membaik.


Mengeluhkan luka yang sulit sembuh
Riwayat penyakit lainnya tidak diketahui
4. Riwayat keluarga
Riwayat DM (+) pada kedua orang tua dan adik perempuan pasien.
Riwayat HT, Hiperkolesterol dan Jantung disangkal
5. Riwayat pekerjaan
Ibu rumah tangga
6. Pemeriksaan Fisik dan Penunjang
Keadaan Umum : tampak sakit sedang
Postur tubuh : piknikus
TD : 120/70 mmHg
Nadi : 84x/menit
Suhu : 37 C
Mata : Konjungtiva anemis-/-, sklera ikterik/-/Leher : Peningkatan JVP
Thoraks : Simetris, Suara nafas vesikuler Rhonchi Wheezing -/BJ 1,2 reguler murmur- gallop
Abdomen : Hepatosplenomegali Ekstremitas : akral hangat, perfusi baik
Kulit kaki kering tampak bercak hiperpigmentasi
Status lokalis pedis dekstra

Inspeksi : hiperemis, dari dorsum pedis hingga 3 cm di atas malleolus


Tampak luka di dorsum pedis, bentuk tidak beraturan, darah + pus +
Edema +
Callus +
Palpasi : hangat + Nyeri tekan +
Pemeriksaan Penunjang
Leukositosis
GDP : 344
GD 2JPP : 350
Kolesterol total : 231
Foto rontgen pedis : soft tissue swelling
Daftar pustaka
1. Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia PERKENI 2011
2. Konsensus Pengeolaaan Dislipidemia Di Indonesia PERKENI 2012
Hasil Pembelajaran
1. Penegakkan diagnosis diabetes mellitus tipe 2
2. Komplikasi diabetes mellitus tipe 2
3. Penatalaksanaan diabetes mellitus tipe 2
4. Penatalaksanaan kaki diabetes
5. Penatalaksanaan hiperkolesterolemia

Subyektif : Pasien mengeluh bengkak di kaki kanan disertai nyeri yang mengakibatkan pasien sulit berjalan, kemerahan dan keluar darah
bercampur nanah. Hal ini kemungkinan besar terjadi karena adanya proses infeksi, dan adannya riwayat diabetes mellitus yang tidak terkontrol
sebagai penyakit yang mendasari. Selain DM, harus dicari kemungkinan lain misalnya adanya trauma, penyakit arterial, tekanan dan deformitas
pada kaki.

Objektif : Dari hasil pemeriksaa fisik dan penunjang, didapatkan hasil yang menunjang untuk penegakkan diagnosis Kaki diabetik.
Keadaan umum tampak sakit sedang
Postur tubuh piknikus
Keluhan utama kaki bengkak
Pemeriksaan Fisik
Inspeksi : hiperemis, dari dorsum pedis hingga 3 cm di atas malleolus
Tampak luka di dorsum pedis, bentuk tidak beraturan, darah + pus +
Edema +
Callus +
Palpasi : hangat + Nyeri tekan +
Pemeriksaan Penunjang
Leukositosis
GDP : 344
GD 2JPP : 350
Kolesterol total : 231
Rontgen pedis : soft tissue swelling

Assesment :

Bengkak pada kaki merupakan salah satu tanda dari proses inflamasi. Proses inflamasi ini disebabkan oleh suatu proses infeksi yang
ditandai dengan adanya nanah yang berbau busuk.

Proses infeksi ini di perberat dengan adanya kerusakan pembuluh arter perifer yang diakibatkan oleh DM yang tidak terkontrol.

Peningkatan kadar gula darah dalam waktu yang lama akan mengakibatkan kelainan vaskuler dan kelainan metabolik. Peningkatan

kadar gula darah akan mengakibatkan viskositas darah meningkat. Awalnya, membran sel darah akan menjadi kaku , disertai dengan
peningkatan agregasi eritrosit. Karena sel darah merah bentuknya harus lentur ketika melalui kapiler, kekakuan pada membran sel
ini akan mengakibatkan hambatan dan kerusakan pada endotelial.

Penurunan aliran darah akibat perubahan viskositas memacu meningkatkan kompensasinya dalam tekanan perfusi sehingga akan
meningkatkan transudasi melalui kapiler dan selanjutnya akan meningkatkan viskositas darah.

Kerusakan endotel dan meningkatnya viskositas darah akan meningkatkan resiko atherosklerosis dan mengakibatkan iskemia perifer
(pada pasien ini). Keluhan luka yang sulit sembuh merupakan salah satu gejala dari iskemia perifer PAD).

Plan :
Diagnosis : Kaki diabetes stage 4 (menurut Edmond) , DM tipe 2 dan hiperkolesterolemia.
Pengobatan : DM tipe II yang disertai dengan kaki diabetes merupakan indikasi penggunaan insulin. Terapi insulin yang diberikan ada dua jenis
yaitu insulin kerja panjang dan insulin kerja pendek. Terapi antibiotik juga diberikan pada pasien ini, pasien ini termasuk dalam golongan ulkus
diabetes terinfeksi golongan Limb threatening. Golongan ini biasnya diakibatkan infeksi polimikroba seperti stafilokokus, streptokokus,
enterobakter, pseudomonas, enterokokus dan bakteri anaerob lainnya. Pilihan antibiotik untuk infeksi berat meliputi imipenem-cilastin B-lactam Blactamase ( ampisilin-sulbactam dan piperacilin-tazobactam) dan cephalosporin spektrum luas. Debridement juga dilakukan terhadap pasien ini
untuk membuang jaringan nekrotik dan jaringan yang terinfeksi. Pasien dengan infeksi berat harus dirawat inap. Untuk penatalaksanaan
hiperkolesterolemia, pasien ini termasuk golongan risiko multipel menurut NCEP ATP III yang hanya dibutuhkan gaya hidup sehat untuk mencapai
target LDL <130 mg/dl.
Pendidikan : Ditujukan kepada pasien dan keluarga pasien, bahwa keadaan seperti ini membutuhkan dukungan dari keluarga. Beritahukan bahwa

DM merupakan penyakit yang harus selalu mengonsumsi obat walaupun kadar gula darah telah mencapai normal dan harus tetap rutin untuk
kontrol kesehatan. Ajarkan pasien dan keluarga pasien mengenai cara penyuntikan insulin dan mengenai perawatan luka.
Konsultasi : Pasien ini memerlukan konsultasi dengan dokter di bidang lainnya, Sp.PD, Sp.GK dan Sp.M. Konsultasi dengan Sp.GK, mengenai
pengaturan pola makan (diet), sedangkan Sp.M untung mengetahui apakah keluhan mata rabun pasien, merupakan suatu manifestasi dari
komplikasi mikroangiopati DM (retinopati DM).