Anda di halaman 1dari 8

2

1. Pada saat kita menganggap sumber tegangan sedang


aktif maka sumber arus harus dihubungbuka
2. Pada saat kita menganggap sumber arus sedang aktif
maka sumber tegangan harus dihubungsingkat
3. Arus suatu komponen adalah penjumlahan akibat langkah
1 dan 2 dengan memperhatikan arahnya.
Teorema superposisi menyatakan sebagai berikut : bila
suatu rangkaian terdiri dari lebih dari satu sumber dan tahanantahanan atau impedansi-impedansi linear dan bilateral, dari
arus-arus yang disebabkan oleh tiap-tiap sumber tersendiri
dengan sumber-sumber lainnya dalam keadaan tidak bekerja.
Untuk menggunakan teorema tersebut ada dua aturan yang
dapat digunakan, sehingga diperoleh besaran yang diinginkan.
Aturan-aturan tersebut adalah sebagai berikut :
Aturan 1 : suatu sumber yang tidak bekerja memiliki tegangan
nol. Ini berarti dapat diganti dengan suatu hubungan singkat
(cloced circuit).
Aturan 2 : suatu sumber yang tidak bekerja dan memiliki arus
nol berarti dapat diganti dengan suatu hubungan terbuka (open
circuit).
Teorema superposisi sangat berguna untuk menentukan
besarnya response dari suatu rangkaian apabila dihubungkan
pada banyak sumber masukan.
Contoh Soal:

Gambar 1.2.1.1 Contoh Rangkaian Teorema Superposisi


Diketahui rangkaian seperti pada gambar:
R1 = R2 = 10 K
R3 = 1K
Vs = 2e-3t volt

Is = 20mA
Hitunglah arus I yang melalui R2
Penyelesaian:
Dengan teorema superposisi: I total (oleh adanya Vs dan is) = i
(oleh adanya Vs saja yang bekerja) + I (oleh adanya is yang
bekerja)
Keadaan a: menghitung I
Pada rangkaian hanya sumber vs saja yang bekerja
sedang sumber lainnya (sumber Is) diganti oleh resistansi
dalamnya.

Gambar 1.2.1.2 Rangkaian Teorema Superposisi


Dari sini dapat dihitung
I =

.(3)

Keadaan b : menghitung I
Pada rangkaian hanya sumber Is saja yang bekerja sedang
sumber lainnya (sumber Vs) diganti oleh resistansi
dalamnya.

Gambar 1.2.1.3 Rangkaian Teorema Superposisi


Dari sini dapat dihitung
I =
(4)
Jadi : I Total = I + I

...

1.2.2TEOREMA SUBSTITUSI
Suatu komponen atau elemen pasif yang dilalui oleh
sebuah arus yang mengalir
(sebesar i) maka pada komponen pasif tersebut dapat
digantikan dengan sumber
tegangan Vs yang mempunyai nilai yang sama saat arus
tersebut melalui komponen
pasif tersebut.

Rangkaian N tersusun dari 1-port resistif terdefinisi baik NR


(boleh
nonlinear dan time varying) yang dibebani oleh 1-port NL
yang tidak
harus resistif maupun linear.
Bila N memiliki solusi unik v v(t) = ) untuk semua t, maka NL
dapat diganti dengan suatu sumber tegangan v(t) )tanpa
mempengaruhi solusi tegangan cabang dan arus cabang
didalam NR, dengan syarat rangkaian pengganti Nv memiliki
solusi unik untuk semua t.

Bila N memiliki solusi unik i i (t))= untuk semua t, maka NL


dapat diganti dengan suatu sumber arus i (t) )tanpa
mempengaruhi solusi tegangan cabang dan arus cabang
didalam NR, dengan syarat rangkaian pengganti Ni memiliki
solusi unik untuk semua t.

1.2.3 TEOREMA RESIPROKSITAS


Dalam bentuknya yang paling sederhana, teorema
resiprositas menyatakan bahwa jika sebuah E ggl di salah
satu cabang dari jaringan timbal balik menghasilkan saya
saat ini di lain, maka jika ggl E dipindahkan dari satu ke
cabang kedua, itu akan menyebabkan arus yang sama di
cabang pertama, mana ggl telah diganti dengan hubung
singkat. Kita akan melihat bahwa setiap jaringan terdiri dari
linier, elemen bilateral (seperti R, L dan C) adalah timbal
balik.
Kadang-kadang diungkapkan sebagai pernyataan bahwa
tegangan dan arus pada titik-titik yang berbeda dalam
jaringan dapat dipertukarkan.Lebih teknis, maka bahwa
saling impedansi sirkuit pertama karena kedua adalah sama
dengan saling impedansi rangkaian kedua karena yang
pertama.

Rangkaian pada gambar adalah contoh konkret timbal balik.


Pembaca harus menyelesaikan rangkaian, dan menentukan
nilai-nilai yang saya saat ini dalam dua kasus, yang akan
sama. Jika E dibalik, maka arah I dibalik, sehingga arah tidak
masalah selama baik E dan aku dibalik pada saat yang
sama.
1.3 Alat-alat yang digunakan
Sumber Tegangan Searah Dua Buah
Multimeter

Kit Praktikum
Kabel Penghubung

1.4 Prosedur Percobaan


1. TEOREMA SUPERPOSISI
1.1 Memperhatikan rangkaian sebagai berikut:

R1 = 1K ; R2 = 2K ; R3 = R4 = 1K
Gambar 6. Rangkaian Teorema Superposisi
1.2 Mempersiapan Sebagai Tugas Pendahuluan
Menghitung arus melalui R4 (=I) dan tegangan Vac untuk
V1 = 12 volt dan V2 = 6 volt
Dengan V1 = 10 volt dan V 2 = 8 volt, dan juga
menghitung arus I dan tegangan Vac.
Kemudian mencatat semua hasil perhitungan tersebut pada
table-1 dalam lembar kerja.
1.3 Percobaan
Membuat rangkaian seperti pada gambar 6 dengan V 1 =

12 volt dan V2 = 0 volt. ( dengan Cara mengambil V 2


terlebih dahulu dan kemuidian menghubung singkatkan
c-d). Lalu mengukur arus melalui R4 dan tegangan Vac
Kemudian membuat rangkaian seperti seperti pada

gambar 6 dengan V1 = 0 volt (V1 dilepaskan dan


kemudian a-b dihubung singkatkan) dan V 2 = 6 volt.
Ukurlah arus melalui R4 dan tegangan Vac.
Kemudian dengan V1 = 12 volt dan V2 = 6 volt (keduanya

terpasang). Lalu mengukur arus melalui R 4 dan tegangan


Vac.
1.4 mengulangi percobaan di atas dengan tegangan
V1 = 10 volt atau V2 = 8 volt
1.5 menuliskan hasil pengukuran di atas pada table-1 dalam
lembar kerja.

2. TEOREMA SUBSTITUSI
2.1
Memperhatikan rangkaian sebagai berikut:

R1 = R3 = R4 = 1 K ; R2 = 2 K
Gambar 7. Rangakaian Teorema Substitusi bertegangan tunggal
2.2 Persiapan sebagai tugas pendahuluan
Untuk rangkaian menurut gambar 7, hitunglah arus I1, I2
dan tegangan Vac. Lalu mencatat hasil perhitungan ini
pada table-2 dalam lembar kerja.
2.3 Percobaan
Membuat rangkaian menurut gambar 7. Lalu mengukur
arus I2, I4, dan tegangan Vgh.
Membuat rangkaian Menurut gambar 8.

R1 = R3 = 1 K ; R2 = 2 K ; V1 = 12 volt
Gambar 8. Rangkaian Teorema Substitusi bertegangan Ganda
Memasang sumber tegangan V2 Sebesar:
V2 = I4 x R4 (I4 diambil dari hasil pengukuran).
Kemudian mengukur arus I2 dan I4
Mencatat semua hasil perhitungan dan pengukuran di atas pada
table-2 dalam lembar kerja.

3. TEOREMA RESIPROKSITAS
3.1 Memperhatikan rangkaian pada gambar 9

R1 = R3 = 1 K ;R2 = R4 = R5 = 2 K
Gambar 9. Rangkaian Teorema Resiproksitas
3.2 Persiapan sebagai tugas pendahuluan:
Untuk rangkaian gambar 9:
Pada a-b memasang sumber tegangan 12 volt (Vab = 12
volt). Dan c-d dihubung singkatkan. Lalu menghitung
arus yang mengalir melalui c-d (= I1).
Memindahkan Sumber tegangan 12 volt ke c-d (Vcd = 12
volt), dan menghubung singkatkan a-b. menghitung arus
yang mengalir melalui a-b (= I2).
Mnegulangi perhitungan a dan b untuk tegangan sebesar
20 volt
Mencatat semua hasil perhitungan tersebut pada table-3
dalam lembar kerja.

3.3 Percobaan
Membuat rangkaian menurut gambar 9.
Memasang sumber tegangan Vac = 12 volt pada a-b.
Mengukut arus melalui c-d dengan memasang milli
Ammeter pada c-d.
Memperhatikan polaritas milli Ammeter (arah arusnya).
Memindahkan sumber tegangan 12 volt tersebut ke c-d
(Vcd = 12 volt).
Kemudian mengukur arus melalui a-b dengan
memasang milli ammeter pada a-b
3.4 Mengulangi percobaan di atas untuk sumber tegangan
sebesar 20 volt.
3.5 Mencatat semua hasil pengukuran pada table-3 dalam
lembar kerja.