Anda di halaman 1dari 2

TUGAS 8 _ PERENCANAAN PEMBANGUNAN

NAMA

: ARIANDA NOVIAN RAHMAN

NIM

: 201210180311072

KELAS

: IESP 5B

TUGAS 8
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan daerah Hinterland
2. Berikan contoh keterkaitan antara wilayah di Indonesia sesuai dengan perencanaan
pembangunan ekonomi masing masing wilayah
3. Berikanlah contoh keterkaitan perencanaan ekonomi antar wilayah
JAWABAN :
1. Suatu daerah yang berfungsi sebgai pemasok dan pememnuhan kebutuhan bahan
makanan pokok serta tempat produksi komoditi ekspor. Seperti halnya daerah
pedesaan yang memiliki banyak fungsi sebagai pendukung pembangunan negara
dalam sektor pertanian. Salah satu fungsinya adalah sebagai daerah hinterland yang
berguna menyokong atau menyuplai kebutuhan masyarakat kota karena sebagian
lahan di desa dimanfaatkan untuk areal pertanian. Hasil produksi pertaniannya ada
yang dikonsumsi sendiri dan ada yang untuk dijual dikota.
2. Contoh keterkaitan antar wilayah menurut PD ekonomi masing masing daerah disini
dapat di ambil contoh daerah bali yang memusatkan pada sector perencanaan wilayah
di bidang pariwisata mancanegara sebagai sumber pendapatan darah dan sebagai
penyumbang devisa nasional dan dengan adanya ini maka daerah di sekitarnya pun
ikut mendapat dampak dari projek pariwisata tersebut mau tidak mau akan menjadi
pusat pariwisata pula walaupun tidak se popular bali, tapi sedikit walaupun hanya
sedikit akan mempunyai keterkaitan ekonomi di bidang pariwisata
3. Setiap perencanaan ekonomi pasti mempunyai ketrkaitan yang erat antar wilayah
dikarenakan Ada Lima TUjPOKSI (Tujuan Pokok dan Fungsi) dari Perencanaan
Pembangunan yaitu:
Mendukung koordinasi antar pelaku pembangunan
Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi dan sinergi antar daerah, waktu
dan fungsi pemerintah, baik pusat maupun daerah.

Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggarana,


pelaksanaan dan pengawasan.
Mengoptimalkan partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan.
Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, dan
adil
Hal ini berarti setiap kegiatan pembangunan di daerah harus mempertimbangkan
kondisi dan situasi regional (aspek kewilayahan) disamping pertimbanganpertimbangan yang bersifat sektoral. Kebijaksanaan pembangunan regional di
Indonesia paling tidak mempunyai empat tujuan utama (Tojiman S, 1981) yaitu :
1.

Meningkatkan keseimbangan dan keserasian

antara pembangunan

antar sektoral dan pembangunan regional, dengan meletakkan berbagai


pembangunan sektoral pada wilayah-wilayah tertentu sesuai dengan potensi
dan prioritasnya.
2.

Meningkatkan keseimbangan dan keharmonisan aerta pemerataan

pertumbuhan antar wilayah.