Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM TOKSIKOLOGI

PEMERIKSAAN LOGAM BERAT SECARA KUALITATIF DENGAN CARA PEWARNAAN

Di susun oleh :
WIDYA NOFIARI (P27833112084)

KEMENTRIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN SURABAYA
PRODI D III KESEHATAN LINGKUNGAN SURABAYA
TAHUN 2012

Dasar Teori
Logam berat merupakan unsur yang memiliki berat valensi tinggi. Klasifikasi
logam berat sendiri kebanyakan berupa unsur-unsur berikut As, Hg, Pb, Cd dan Cr.
Dari 5 unsur tersebut yang memiliki sifat paling toksik adalah Hg. Pada perairan
alami, Hg hanya terdapat dalam jumlah yang sedikit. Hg merupakan satu-satunya
logam yang berfasa cair dalam suhu normal. Hg terserap dalam bahan-bahan
partikulat dan mengalami presipitasi. Sumber alami Hg yang paling umum adalah
cinnabar (HgS). Selain itu mineral sulfida misalnya sphalterite (ZnS), wurtzite (ZnS),
chalcopyrite (CuFeS) dan galena (PbS) juga mengandung Hg. Pelapukan
bermacam-macam batuan dan erosi tanah dapat melepaskan Hg dalam lingkungan
perairan. Kadar Hg pada perairan tawar alami berkisar antara 10 100 mg/L.
Sedangkan pada laut berkisar < 10 30 mg/L. Hg apabila masuk ke tubuh manusia
akan terserap dalam usus dan terakumulasi dalam ginjal dan hati. Metil merkuri
diangkat oleh sel darah merah dan dapat mengakibatkan kerusakan otak. Ion metil
merkuri lima puluh kali lebiih toksik dibandingkan garam-garam merkuri anorganik
lainnya. Senyawa merkuri memiliki masa resistensi lebih lama di dalam tubuh
manusia.
Logam berat lainnya yang cukup berbahaya adalah timbal (Pb). Pb dalam
perarian ditemukan dalam bentuk terlarut dan tersuspensi. Kelarutan Pb cukup
rendah sehingga kadarnya relatif sedikit. Kadar dan toksisitas Pb dipengaruhi oleh
pH, kesadahan, alkalinitas, dan kadar oksigen. Akumulasi Pb dalam tubuh manusia
mengakibatkan gangguan otak dan ginjal serta kemunduran mental pada anak yang
sedang tumbuh. Perairan tawar alami biasanya memiliki kadar timbal < 0,05 mg/L.
Sedangkan pada perairan laut sekitar 0,025 mg/L. Toksisitas Pb lebih rendah dari
Hg, Cd dan Cu. Akan tetapi karena Pb dapat dengan mudah diperoleh dari gas
buang kendaraan maka dikategorikan berbahaya. Kadmium (Cd) bersama dengan
Hg, Pb dan Cu merupakan logam dengan peranan yang masih belum jelas bagi
tumbuhan dan makhluk hidup lain. Di dalam air Cd terdapat dalam jumlah sedikit
(renik) dan bersifat tidak larut air. Sumber alami Cd adalah greenockite (CdS),
hawleyite, sphalerite, dan otavite. Kadar Cd dalam perairan tawar alami berkisar
antara 0,0001 0,01 mg/L.
Sedangkan pada perairan alami berkisar antara 0,0001 mg/L. Cd bersifat
kumulatif dan sangat toksik bagi manusia karena dapat mengakibatkan gangguan
fungsi ginjal dan paru-paru, meningkatkan tekanan darah dan kemnadulan pada pria
dewasa. Toksisitas Cd ini dipengaruhi oleh pH dan kesadahan. Sedangkan
keberadaan Zn dan Pb dapat meningkatkan toksisitas Cd.

Jika terdapat larutan timbal (Pb) yang dicampurkan dengan larutan KI dan Na
2CO3

masing-masing 5 tetes warna yang terbentuk adalah putih susu,didapat

endapan putih yang menandakan bahwa adanya pencemaran air yang di


sebabkanoleh Timbal, dan logam akan mengendap kecuali logam alkali dan NH4.
Jika terdapat larutan perak (Ag) yang berwarna bening dicampurkan dengan larutan
HCl ditambahkan NaOH lalu ditambahkan KI masing-masing 5 tetes warna yang
terbentuk adalah hijau lumut keruh , terdapat endapan kasar yang menandakan
adanya pencemaran airyang disebabkan oleh perak. Dan jika terdapat FeCl yang di
tambahkan 5 tetes NaOH muncul warna merah bata, dan terdapat endapan yang
merupakan tanda dimana adanya pencemaran yang disebabkan oleh logam Fe. Jika
terdapat sampel air di campurkan 5 tetes larutan yang sama , didapat warna tetap
bening yang terbentuk endapan. Hal ini menandakan bahwa air tersebut tidak ada
yangmengalami pencemaran logam .

Tujuan Praktikum
-

Untuk mengetahui adanya logam berat yang terkandung dalam sampel air
sumur

Alat dan Bahan


Tabung reaksi 4 buah
Botol sampel
Pipet 5 ml
Pipet tetes
Rak tabung reaksi
HCL
Ditison
Sampel air sumur

Cara Kerja
1. Siapkan alat-alat praktikum antara lain : tabung reaksi sebanyak 4 buah, pipet
ukur 5 ml, pipet tetes, rak tabung reaksi.
2. Siapkan zat pereaksi (HCL dan Ditison)
3. Pipet 5 ml sampel air yang ada dalam botol sampel kemudian masukkan ke
dalam tabung reaksi
4. Tetesi HCL sebanyak 3 tetes
5. Tetesi Ditison sebanyak 5 tetes
6. Kemudian kocok
7.

Amati, terdapat perubahan warna atau tidak. jika terjadi perubahan warna maka
hasilnya positif (mengandung logam berat), sebaliknya jika tidak terjadi
perubahan warna maka hasilnya negatif (tidak mengandung logam berat).

Hasil dan Pembahasan


-

Jenis sampel

: Air sumur

Tempat pengambilan

: Di samping D4 Kampus Kesehatan Lingkungan

Surabaya
-

Tanggal pengambilan

: 12 November 2012

Hasil praktikum

Sampel

Warna Awal

Air Sumur

Bening

Penambahan

Perubahan

Larutan

Warna

3 tetes HCL

Tetap (Bening)

5 tetes Ditison
Air Sumur

Bening

3 tetes HCL

Tetap (Bening)

5 tetes Ditison
Air Sumur

Bening

3 tetes HCL

Tetap (Bening)

5 tetes Ditison
Air Sumur

Bening

3 tetes HCL

Tetap (Bening)

5 tetes Ditison

Setelah keempat tabung reaksi yang berisi sampel air sumur di tetesi dengan HCL
sebanyak 3 tetes dan ditison sebanyak 5 tetes, kemudian di kocok. Ternyata tidak
terjadi perubahan warna pada sampel air sumur tersebut. Warna pada sampel air
sumur sebelum maupun setelah di tetesi dengan zat pereaksi tetap (tidak ada
perubahan warna).

Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa sampel uji air sumur negatif
logam berat (tidak mengandung logam berat). Akan tetapi untuk lebih memastikan
analisis kuantitatif rasanya cukup bijak untuk dilakukan.
Sumber Referensi
Chicamayonnaise.Analisa kualitatif logam
berat.2012.http://chicamayonnaise.blogspot.com/2012/04/analisa-kualitatif-logamberat-dalam.html.diakses pada tanggal 14/11/2012 jam 15.30 WIB
Laporan praktikum kimia dasar II.http://www.scribd.com/doc/59511311/LaporanPraktikum-Kimia-Dasar-II.diakses pada tanggal 14/11/2012 jam 16.15 WIB