Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Koulometri menunjukkan ke pengukuran coulomb (yaitu banyaknya listrik). Dalam kimia
analitik, istilah ini berarti suatu pengukuran coulomb dengan keadaan sedemikian rupa, hingga
banyaknya yang diukur berhubungan dengan suatu reaksi elektrokimia tertentu. Ini
memungkinkan suatu perhitungan yang sederhana, dan yang menjurus, berdasarkan Hukum
Faraday.
Coulometri adalah sederhana pada dasarnya dan relatif tidak rumit dalam penggunaan di
laboratorium. Permasalahan utama adalah untuk meyakinkan bahwa semua listrik yang lewat
melalui sel, sebenarnya adalah berhubungan dengan reaksi elektroda yang dikehendaki.
Coulometry merupakan suatu metode analisis untuk mengukur konsentrasi yang tidak
diketahui dari analit dalam larutan dengan sepenuhnya mengubah analit dari satu keadaan
oksidasi yang
lain. Coulometry adalah pengukuran
mutlak mirip
dengan gravimetri atautitrasi dan memerlukan standar bahan kimia tidak atau kalibrasi. Oleh
karena itu berharga untuk membuat penentuan konsentrasi mutlakstandar.
Coumetry menggunakan sumber
arus konstan
untuk memberikan
sejumlah diukur dari muatan. Salah
satu mol elektron adalah
sama
dengan 96.485 coulomb biaya, dan disebut faraday

BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN
Koulometri adalah suatu metode analisis yang didasarkan pada prinsip kuantitas
kelistrikan (pengukuran coulomb), yang mempelajari hubungan antara konsentrasi dengan
muatan listrik
Koulometri menunjukkan ke pengukuran coulomb (yaitu banyaknya listrik). Dalam kimia
analitik, istilah ini berarti suatu pengukuran coulomb dengan keadaan sedemikian rupa, hingga
banyaknya yang diukur berhubungan dengan suatu reaksi elektrokimia tertentu. Ini
memungkinkan suatu perhitungan yang sederhana, dan yang menjurus, berdasarkan Hukum
Faraday.
Apabila suatu arus 1 ampere lewat selama 1 detik, maka banyaknya listrik yang
tersangkut adalah 1 coulomb; yaitu,
Coulomb = ampere x detik
Satuan-satuan lain, seperti milicoulomb kadang-kadang serasi, tepat seperti kita mempunyai
milimol, mikrogram, dan sebagainya. Sekarng menurut Hukum Faraday, satu ekivalen sebarang
dengan zat elektroaktif memerlukan 96.493 coulomb untuk reaksi lengkap. Harga 96.493
coulomb disebut Faraday, F (96.500 adalah cukup dekat untuk banyak perhitungan).
Coulometri adalah sederhana pada dasarnya dan relatif tidak rumit dalam penggunaan di
laboratorium. Permasalahan utama adalah untuk meyakinkan bahwa semua listrik yang lewat
melalui sel, sebenarnya adalah berhubungan dengan reaksi elektroda yang dikehendaki.
B. HUBUNGAN ARUS TEGANGAN SELAMA ELEKTROLISIS
Suatu elektrolisis dapat dilakukan dengan salah satu dari tiga cara
1. Dengan potensial yang digunakan tetap
2. Dengan arus tetap
3. Dengan potensial elektroda kerja
Perubahan Arus selama Elektrolisis pada Potensial Tetap
Perlu dipertimbangkan perubahan arus di dalam sel bila potensial dijaga tetap, misalnya pada
-2,5 v selama elektrolisis. Disini arus diharapkan menurun dengan pertambahan waktu karena
pengurangan ion tembaga di dalam larutan dan untuk menaikkan pemolaran kepekatan pada
katode. Sehingga di dapati rumus
It = Ioe-kt
dimana, It = arus pada waktu t menit setelah terjadi polarisasi
Io = arus awal
Harga tetapan k dapat dihitung dengan

k = 25,8 DA/ V.
D = Koefisien difusi dalam cm2 / detik atau kecepatan berdifusi pereaksi pada satu
bagian penurunan kepekatan ( 10-5 cm2/det )
A = Luas permukaan elektroda dalam cm2
V = Volume larutan dalam cm3
= Ketebalan lapisan permukaan ( 2 10-3 cm )
Bila potensial awal -2,5 V maka pemolarankepekatan segera terjadi setelah potensial digunakan,
dengan demikian arus berkurang.
Elektrolisis dengan arus tetap
Analisis secara elektrolisis dapat dilakukan dengan menjaga arus tetap,daripada potensial yang
digunakan. Disini, penambanhan potensial yang digunakan secara berkala diperlukan selama
elektrolisis berlangsung. Sesuai hubungan
I = E/R,
maka untuk menjaga agar jumlah arus selalu tercukupi (besarnya i dijaga agar tidak turun), maka
potensial luar harus selalu ditambah.

C. METODE ANALISIS KOULOMETRI


Metoda coulometri merupakan metode yang sangat efektif dengan jumlah analit sangat
kecil. Ada beberapa metode analisis dalam koulometri, yaitu koulometri potensial terkendali,
titrasi koulometr.
1. Coulometri Potensial Terkendali
Suatu cara untuk mencegah reaksi elektrode yang tak diharapkan adalah dengan
mengendalikan potensial elektroda. Dalam coulometri potensial terkendali digunakan elektroda
kerja yang berfungsi sebagai acuan untuk mengukur potensial elektroda test, elektroda pembantu
yang berfungsi untuk menyediakan arus pada larutan elektrolit, dan suatu potensiostat yang
merupakan pengontrol potensial elektroda test di nilai yang diinginkan. Dalam pelaksanaan
metode koulometri potensial terkendali, arus akan agak melemah yang mengakibatkan arus
menjadi tidak konstan , sehingga coulomb total (C) memiliki rumus: C = 0i dt dimana integral
tersebut menyatakan luas dibawah kurva arus-waktu.

Coulometri potensial terkendali telah diterapkan dalam penetapan sejumlah logam


seperti tembaga, kadnium, perak, dan uranium; senyawa organik; ion halida; dan penetapan nilai
n dalam penyelidikan reaksi elektrokimia baru.
Alat yang digunakan dalam kulometri potensial terkendali, dapat ditinjau dalam tiga pokok
pembahasan:
1. Sel
Pada koulometri potensial tetap, terdapat dua jenis sel yang digunakan, yaitu:
Jenis pertama terdiri dari elektrode kerja (kasa platina) dan elektroda pasangan (kawat platina),
yang dipisahkan dari larutan yang di uji oleh tabung berpori yang mengandung elektrolit
elektroda pendukung yang sama seperti di dalam larutan yang di uji. Pemisahan elektroda
dipasang untuk mencegah hasil reaksi dari gangguan di dalam analisis. Elektroda pembanding
kolomel jenuh dihubungkan dengan larutan yang di uji dengan bantuan jembatan garam. Jenis
kedua adalah bejana berisi raksa yang digunakan untuk memisahkan unsur-unsur yang mudah
direduksi sebagai langkah pendahuluan dalam analisis.
Contoh : tembaga, nikel, kobalt, segera dipisahkan dengan ion aluminium, logam alkali,
dan pospat. Endapan unsure-unsur yang larut di dalam raksa, dengan potensial tinggi hidrogen
sedikit dibebaskan akibat kelebihan arus yang tinggi.

2. Potensiostat
Potensiostat adalah alat elektronik yang menjaga potensial elektroda kerja tetap
dibandingkan dengan elektroda pembanding. Untuk mengerti kontrol potensial katode yang di uji
dalam system, pertama perhatikan terlebih dahulu cara kerja sirkuit tanpa penguat.
3. Integrator
Kebanyakan alat-alat koulometri potensial tetap yang canggih menggunakan integrator yang
langsung menunjukan jumlah koulom yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu elektrolisis.
2.Titrasi Koulometri
Titrasi koulometri merupakan suatu metode yang lebih efektif dan penggunaannya
lebih meluas dibandingkan koulometri potensial terkendali. Titrasi menggunakan suatu penitrasi
yang dibuat secara elektrolisis oleh arus tetap. Dalam beberapa analisis, elektroda kerja hanya
membuat pereaksi; contoh adalah titrasi halida-halida dengan ion perak yang dihasilkan pada
anode perak.
Didalam titrasi koulometri, arus dijaga tetap secara hati-hati dan diketahui secara tepat
dengan menggunakan amperstat, kemudian hasil-hasil arus dalam amper dan waktu dalam detik
ini diperlukan untuk mecapai titik akhir titrasi yang hasilnya adalah jumblah coulomb. Jumlah
coulom ini berbanding lurus dengan jumlah analit yang terlibat di dalam elektrolisis.
Titrasi koulometri dapat digolongkan menjadi dua, yaitu titrasi koulometri langsung
dan titrasi koulometri tak langsung. Dalam titrasi koulometri langsung, zat yang akan ditetapkan
bereaksi secara eksklusif pada elektroda kerja, sedangkan dalam titrasi koulometri tak langsung,
elektrolisis akan menurunkan reagensia yang kemudian akan bereaksi secara kimiawi dengan
konstituen yang diinginkan.
Alat- Alat Listrik

Alat ini meliputi sumber arus tetap dan sklar untuk mengalirkan arus dan menjalankan
pencatat waktu.
Sel Titrasi untuk koulometri

Instrumen titrasi koulometri terdiri atas:


a. Sumber arus listrik dan jam
Sumber arus listrik dan jam di pasang bersama-sama. Sumber arus yang digunakan
merupakan suatu voltase arus searah yang tinggi dan dihubungkan seri dengan suatu resistor

b.

c.
d.

e.

1.
2.
3.
4.

besar, sehingga perubahan resistans sel elektrolisis selama titrasi dapat diabaikan dan arus tetap
konstan.
Elektroda Generator
Elektroda yang biasa digunakan adalah suatu potongan platina, yang ditempatkan di dalam
larutan yang dianalisis dalam suatu gelas/kaca frit
Elektroda Indikator
Elektroda Pembantu
Diletakkan di dalam ruang yang terpisah dari elektroda generator, yang dasarnya berupa
cakram saringan terbuat dari kaca masir. Pemisahan elektroda pembantu tersebut bertujuan untuk
mencegah terangkutnya produk elektroda apapun yang tidak diinginkan ke dalam larutan uji oleh
aliran cairan.
Stirrer (pengaduk magnetik)
Dalam titrasi koulometri, titrasi dilakukan dengan mengoperasikan saklar (seperti keran
buret) sampai reaksi antara konstituen (baik langsung maupun tak langsung) dengan suatu zat
lain yang dibentuk dielektrode berjalan sempurna. Titik akhir titrasi koulometri dapat
menggunakan teknik titik akhir visual potensiometrik, fotometrik, amperometrik atau yang
lainnya. Dengan diketahuinya waktu yang diperlukan dalam titrasi, besarnya arus konstan dan
hokum Faraday, maka dapat diketahui coulombs yang bekerja dalam titrasi tersebut.
Q=I.t
Dimana
I = Arus listrik dalam ampere
t = waktu dalam sekon
1 Faraday = 1,6.10-19 elektron = 96500 Coulomb
1 Faraday = 1 ekivalen
Dalam analisis koulometri juga telah dikembangkan kondisi untuk menghasilkan
sejumlah besar titran secara elektrolisis. Keunggulan kondisi tersebut adalah hanya diperlukan
kuantitas fundamental arus listrik dan waktu.
Keuntungan dari titrasi koulometri antara lain adalah:
Tidak memerlukan larutan standar karena yang diukur adalah perubahan Coulomb dengan
besarnya arus yang dibuat konstan.
Senyawa atau unsur yang kurang atau tidak stabil dapat digunakan karena senyawa atau unsur
tersebut begitu ditambahkan akan secepatnya bereaksi.
Waktu analisis yang cepat.
Dapat dilakukan secara otomatis sehingga memungkinkan untuk digunakan dalam penentuan
unsur radioaktif.