Anda di halaman 1dari 20

Dra. Ike Yulia Wiendarlina, M.Farm.

, Apt

Kelompok 8
Mahbub Andri (066108037)
Oki Wahyunal (066109003)
Wildan Karim (066110005)
Erni Nanda B. (066110015)
Ega Buldani (066110030)

Centella asiatica
Latar Belakang
Pegagan (Centella asiatica) adalah tanaman liar yang banyak
tumbuh di perkebunan, ladang, tepi jalan,
serta pematang sawah. Tanaman ini berasal dari daerah Asia
tropik, tersebar di Asia Tenggara,
termasuk Indonesia, India, Republik Rakyat
Cina, Jepang dan Australia kemudian menyebar ke berbagai
negara-negara lain. Nama yang biasa dikenal untuk tanaman
ini selain pegagan adalah daun kaki kuda dan antanan.
Sejak zaman dahulu, pegagan telah digunakan
untuk obat kulit, gangguan saraf dan memperbaiki
peredaran darah. Masyarakat Jawa Barat mengenal tanaman
ini sebagai salah satu tanaman untuk lalapan.

Pegagan merupakan tanaman herba tahunan yang

tumbuh menjalar dan berbunga sepanjang tahun.


Tanaman akan tumbuh subur bila tanah dan
lingkungannya sesuai hingga dijadikan penutup tanah.
Nama tanaman Pegagan di berbagai daerah: Pegaga
(Aceh), jalukap (Banjar), daun kaki kuda (Melayu),
ampagaga (batak), antanan (sunda), gagan-gagan,
rendeng (jawa), piduh (bali) sandanan (irian) broken
copper coin, semanggen (Indramayu,Cirebon), pagaga
(Makassar), daun tungke (Bugis) buabok (Inggris),
paardevoet (Belanda), gotu kola (India), ji xue cao
(Hanzi)

KLASIFIKASI PEGAGAN
Kingdom : Plantae

Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Apiales
: Mackinlayaceae
: Centella
: Centella asiatica

JENIS PEGAGAN
Pegagan merah dikenal juga dengan antanan kebun

atau antanan batu karena banyak ditemukan di daerah


bebatuan, kering dan terbuka. Pegagan merah
tumbuh merambat dengan stolon (geragih) dan tidak
mempunyai batang, tetapi
mempunyai rhizoma (rimpang pendek).
Pegagan hijau sering banyak dijumpai di daerah
pesawahan dan disela-sela rumput. Tempat yang
disukai oleh pegagan hijau yaitu tempat agak lembab
dan terbuka atau agak ternaungi.

Metoda kerja
Alat

Bahan

1. Gunting

Herba pegagan

2. Baskom

3. Tampah
4. Oven

5. Grinder

6. Pengayak

7. Timbangan

PENENTUAN DAN
PENGUMPULAN BAHAN BAKU
Kelompok kami menggunakan tanaman pegagan hijau

dikarenakan lebih mudah didapatkan dalam jumlah 2,5


kg . Kami memperoleh tanaman pegagan hijau di
persawahan desa Babakan Jaya, Kec. Parung Kuda, Kab.
Sukabumi.
Pengambilan bahan baku dipagi hari, pada pukul 8- 11
siang pada tanggal 18 oktober 2012.

PENGOLAHAN BAHAN BAKU


Pengumpulan bahan baku sebanyak 2,5 kg
Sortasi basah : dipisahkan bagian tanaman yang akan

digunakan dengan yang tidak akan digunakan, beserta


bahan-bahan pengotornya (pasir, kerikil, benang, rambut,
dsb). Pemotongan akar menggunakan gunting (bahan
stainlist)
Pencucian: bahan baku yang sudah disortasi basah dicuci
dengan menggunakan air bersih dan mengalir
Penirisan: bahan baku yang sudah bersih, kemudian ditiriskan
dalam suhu ruang selama 7 jam. Menggunakan alas kertas
putih polos. Dan di bawah sinar matahari selama 4jam.
Sampai tanamannya layu.

Pemanasan: menggunakan oven dengan suhu 30C-

50C selama 21 jam (hingga bisa dipatahkan atau


kering).
Sortasi kering: dipisahkan kembali bahan-bahan
pengotor yang masih tertinggal.
Penggilingan: simplisia yang sudah kering, kemudian
digreender sampai menjadi serbuk.
Pengayakkan: diayak menggunakan ayakkan mesh 40
Penimbangan: ditimbang serbuknya menggunakan
timbangan ohauss
Penyimpanan: disimpan dalam toples transparan yang
tertutup rapat.

Data Penimbangan
Sebelum dibersihkan 2,5 kg.

Setelah disortasi basah 900 gr.

Setelah dijemur di bawah sinar matahari 350 gr.

Setelah di oven 200 gr.

Setelah di greender/ jadi serbuk 161,3 gr.

Serbuk yang diperoleh berwarna hijau muda, serbuk

halus, ada serat-serat putih.

Perhitungan
RENDEMEN=(BERAT AKHIR : BERAT AWAL) X 100%

= (161,3 gr : 900 gr ) x 100%


=0,18 gr x 100 %
= 18 %
SUSUT PENGERINGAN
= (Berat awal- Berat akhir ) X 100 %
Berat awal
= (900 gr 161,3 gr) X 100 %
900 gr
= 82,1 %

Muncul dan hilangnya beberapa komponen terjadi

selama proses pengeringan


Yang memungkinkan perubahan struktur dan
membentuk senyawa baru karena faktor suhu dan kadar
air.
Semakin lama pengeringan, semakin besar nilai susut
pengeringannya.
Rendemen dipengaruhi oleh : jenis tanaman, mutu dan
umur tanaman, hama dan penyakit, dan kondisi
lingkungan.

Kandungan dan Manfaat

Centella asiatica
Kandungan
Asiaticoside, thankuniside,

isothankuniside, madecassoside,
brahmoside, brahmic acid,
brahminoside, madasiatic acid,
meso-inositol, centelloside,
carotenoids, hydrocotylin, vellarine,

tanin serta garam mineral seperti


kalium, natrium, magnesium,
kalsium dan besi.
Diduga glikosida triterpenoida yang
disebut asiaticoside merupakan
antilepra dan penyembuh luka yang
sangat luar biasa. Zat vellarine yang
ada memberikan rasa pahit.

Manfaat
Meningkatkan daya ingat
Meningkatkan syaraf memori
Meningkatkan mental dan stamina

tubuh
Menghentikan pendarahan
(haemostatika)
Membersihkan darah
Melancarkan peredaran darah
Peluruh kencing (diuretika)
Penurun panas (antipiretika)
Anti bakteri, tonik, antispasma,
antiinflamasi, hipotensif, insektisida,
antialergi dan stimulan

PENGOLAHAN
Kebanyakan pegagan dikonsumsi segar untuk lalapan,

tetapi ada yang dikeringkan untuk dijadikan teh, diambil


ekstraknya untuk dibuat kapsul atau diolah menjadi
krem, salep, obat jerawat, maupun body lotion.

KESIMPULAN
Bahan baku dan pengolahan bahan baku yang baik,
mempengaruhi mutu simplisia.
Hasil rendemen 18 %.

Hasil susut pengeringan 738,7 gram.

LamPIRAN
Pengambilan Bahan Baku

Sortasi Basah

Penirisan

Sortasi Kering

Penggilingan

Simplisia

TERIMA KASIH