Anda di halaman 1dari 24

47

BAB III
ANALISIS SISTEM

3.1

Penilaian Keadaan (Assesment)


Dengan jumlah mekanik dan waktu yang sangat terbatas, serta banyaknya

jumlah konsumen yang mengalami kerusakan kendaraan bermotor menjadi suatu


hal yang menyulitkan bagi seorang ahli perbaikan kerusakan kendaraan bermotor
untuk berada ditempat yang berbeda dalam waktu yang singkat, maka dari itu
sesuai dengan penjelasan pada bab-bab sebelumnya tentang identifikasi masalah
dan batasan masalah, sistem yang dibangun diharapkan dapat membantu para
konsumen dan pihak bengkel dalam melakukan diagnosa awal masalah kerusakan
kendaraan bermotor secara cepat tanpa harus menunggu seorang pakar otomotif
atau mekanik kendaraan bermotor untuk memeriksa langsung.
Dengan begitu diharapkan juga para konsumen dan pihak bengkel dapat
memberikan saran dan pencegahan perkembangan kerusakan kendaraan bermotor
tersebut kearah yang lebih serius.
Berdasarkan informasi yang diharapkan dari sistem yang akan dibangun , sistem
yang sesuai dan dapat memberikan informasi kepada para konsumen dan pihak
bengkel dengan sistem pakar diagnosis kerusakan kendaraan bermotor.
3.1.1

Analisis Kebutuhan Sistem


Diperlukan adanya analisi sistem dan pemodelan terhadap kebutuhan-

kebutuhan sistem dalam pengembangan suatu sistem agar dalam pelaksanaan

48

sistem tersebut dapat berjalan sesuai dengan fungsi dan informasi yang
diharapkan. Oleh sebab itu maka dilakukan beberapa analisis kebutuhan yang
meliputi :
3.1.1

Kebutuhan Pengguna (User)


Pengguna (user) yang terlibat dalam sistem pakar diagnosa kerusakan

kendaraan bermotor antara lain : administrator, User (konsumen atau pihak


bengkel). Aktivitas dan hak akses pengguna tersebut dibedakan berdasarkan
tingkat atau level yang dimiliki :
a. Administrator
Administrator adalah pemegang peranan yang sangat penting pada sistem
karena pengguna dengan hak akses penuh terhadap sistem serta berada pada
level pertama. Tugas administrator meliputi: mengelola basis pengetahuan yang
diantaranya kerusakan, gejala,rule dan administrator juga bertugas untuk
mengelola data penelusuran.
b. User
User adalah pengguna yang akan melakukan konsultasi atau diagnosis
berdasarkan sistem pakar yang telah dibuat yang dalam hal ini konsumen, atau
pun orang yang membutuhkan informasi dari sistem pakar yang telah dibangun.
Dalam mekanismenya user akan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang
ditanyakan oleh sistem kemudian sistem mengambil keputusan berdasarkan
jawaban (fakta) dari user.

C. Pakar

49

Untuk mengisi basis pengetahuan dalam rangka menangani permasalah


pada domain tertentu membutuhkan keahlian yang dimiliki oleh seseorang pada
sistem yang akan dibangun yang dalam hal ini adalah keahlian mendiagnosa
kerusakan kendaraan bermotor. Keahlian tersebut nantinya akan dijadikan
sebagai sumber pengetahuan dalam sistem pakar yang akan dibangun.
3.2.1

Basis Pengetahuan
Basis pengetahuan berisi pengetahuan relevan yang diperlukan untuk

memahami, merumuskan dan memecahkan persoalan pada domain tertentu.


Pada sistem pakar yang akan dibangun basis pengetahuan berisi data gejala
kerusakan kendaraan yang didapat dari sumber pengetahuan yang telah
ditentukan, pengetahuan tersebut direpresentasikan dengan menggunakan
pendekatan berbentuk Rule-Based.

Bentuk Rule-Based digunakan karena

memliki sejumlah pengetahuan pakar pada suatu permasalahan tertentu dan


pakar dapat menyelesaikan masalah tersebut secara sistematis dan berurutan.
Rule-based mempunyai pola if kondisi/premis dimana dalam hal ini yaitu gejala
berupa jenis dan ciri kerusakan yang merusak kendaraan bermotor dan then
aksi/konklusi yaitu berupa solusi-solusi yang dicapai. Pola tersebut akan
memberikan keuntungan pada berbagai aspek, diantaranya mudah dalam
memodifikasi, baik perubahan data, penambahan data atau penghapusan data.
3.2.1

Mekanisme Inferensi
Mekanisme inferensi mengandung suatu pola pikir dan penalaran yang

digunakan dalam menyelesaikan suatu masalah yang dalam hal ini bagaimana

50

sistem yang dibangun dapat mengambil suatu kesimpulan atau solusi


berdasarkan gejala kerusakan yang dimasukan oleh user (pengguna).
Adapun pendekatan yang dipakai untuk sistem pakar yang akan dibangun
menggunakan metoda runut maju (forward chaining) dimana metoda penalaran
tersebut dimotori oleh data masukkan penelusuran pengguna dan selanjutnya
sistem akan mencari solusi atau kesimpulan berdasarkan basis pengetahuan yang
dimiliki. Bentuk metode ini digunakan karena sistem pakar yang akan dibangun
merupakan sistem yang akan mendiagnosis dan menyimpulkan kerusakan yang
di derita berdasarkan penulusuran yang diinputkan oleh pengguna.
Dalam kondisi tertentu pada proses penalarannya memungkin data
masukkan dari pengguna menghasilkan banyak kemungkinan diagnosa. Untuk
mengatasi hal tersebut maka digunakan salah satu teori ketidakpastian yaitu teori
Certainty Factor (CF). CF menyatakan kepercayaan dalam sebuah kejadian
(fakta atau hipotesis) berdasarkan bukti (penilaian pakar). dengan teori ini saat
dilakukan penalaran akan dihitung nilai ukuran kepercayaan tiap gejala terhadap
suatu kerusakan sehingga apabila sistem menghasilkan banyak kemungkinan
diagnosa maka akan diambil hasil diagnosa dengan nilai kepercayaan tertinggi.
3.2.3

Perangkat
Perangkat yang dibutuhkan untuk membangun sistem pakar diagnosis

kerusakan kendaraan bermotor ini adalah :


a.

Server yang akan digunakan menjadi pusat dari sistem, menyediakan


layanan konsultasi dan administrasi sistem itu sendiri.

51

3.2.3

Akuisisi Pengetahuan (Knowledge Acquisition)


Akuisisi pengetahuan dilakukan untuk menyusun basis pengetahuan. Data

yang dibutuhkan dalam basis pengetahuan sistem pakar diagnosis kerusakan


kendaraan

bermotor

ini

adalah

data

kerusakan,

gejalanya

dan

nilai

kepercayaannya.
3.2.4

Representasi Pengetahuan
Berdasarkan sumber pengetahuan dan bentuk basis pengetahuan yang telah

ditentukan sebelumnya maka langkah selanjutnya adalah membuat aturan-aturan


basis pengetahuan dari sudut pandang konseptual, yaitu sebagai berikut :
1.

rule
a. rule 1
If kopling slip And kopling menahan And kopling sukar untuk bekerja
And memindahkan gigi sukar atau tidak mungkin And pengenaan gigi
tranmisi yang tida tepat And getaran terjadi pada kecepatan tinggi
And suara abnormal dari poros penggerak And rantai penggerak yang
patah And rantai penggerak yang kendor And suara abnormal
Then kerusakan pada nagian Tranmisi daya
b. rule 2
if stang kemudi mempunyai kelonggaran berlebih And stang kemudi kaku
And sepeda motor menarik kesebelah satu sisi And stang kemudi
bergetar
Then Kerusakan pada bagian kemudi
a. rule 3
If pemegasan buruk And sepeda motor sangat bergetar
Then kerusakan pada bagian suspensi
b. Rule 4
If ban bocor And ban aus secara abnormal And roda berputar tidak secara
teratur
Then kerusakan pada bagian roda
c. Rule 5
If efek rem tidak efesien

52

And Aksi dari tangkai rem, efek pengereman sedikit sekali.And Gerak
main nya tangkai dan pedal rem tepat tetapi aksi pengereman kurang
And Rem tidak dapat bekerja karena telah dipakai terlalu banyak And
rem menahan And rem mencicit
Then kerusakan pada bagian rem
d. Rule 6
If
lampu utam yang rusak And lampu rem tidak dapat menyala And
sikring mengarah putus terus And sinyal belok yang rusak
Then kerusakan bagia lampu
e. Rule 7
If lampu indikator tekanan oli tidak menyala And speedometer tidak
bekerja mau berputar
Then kerusakan pada bagian instrumen
f. Rule 8
If klakson tidak berbunyi And klakson tidak bekerja
Then kerusakan pada bagian klakson
Tabel 3.1 representasi pengetahuan
Rule
Rule 1
Rule 2
Rule 3
Rule 4
Rule 5
Rule 6
Rule 7
Rule 8

If
J15+J16+J17+J19+J20+J21+J22+J23+J24
J25+J26+J27+J28+
J29+J30
J31+J32+J33
J34+J35+J36+J37+J38+J39
J40+J41+J42+J43
J44+J45
J46+J47

Then
A
B
C
D
E
F
G
H

Tabel 3.2 keputusan


No
1

Kode
Gejala
Tenaga
yang
di
hasilkan
lemah
J1

53

2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19

J2
J3
J4
J5
J6
J7
J8
J9
J10
J11
J12
J13
J14
J15
J16
J17
J18
J19

Oli cepat habis


Mesin tersendat saat di jalan
Percikan busi berwarna merah kecil
Mesin kehilangan daya
Pemakaian oli yang berebihan
Perrmukaan oli mesin tinggi
Oli mesin yang kotor
Konsumsi bensin yang berlebih
Gas buang berwarna hitam
Gas buang berwarna putih
knocking
Pembakaran kemudian
backfires
Kpling slip
Kopling menahan
Kopling sukar bekerja
Memindahkan gigi sukar
Pengenaan Gigi Transmisi Yang Tidak

20
21
22
23
24
25

J20
J21
J22
J23
J24
J25

Tepat
Getaran terjadi pada kecepatan tinggi
Suara Abnormal Dari Poros Penggerak
Rantai penggerak yang patah
Rantai Penggerak Yang Kendor
Suara Abnormal
Stang kemudi mempunyai kelonggaran

26
27
28
29
30
31
32
33
34
35

J26
J27
J28
J29
J30
J31
J32
J33
J34
J35

berlebihan
Stang kemudi kaku
Sepeda motor menarik ke salah satu sisi
Stang kemudi sangat bergetar
Pemegasan Buruk
Sepeda motor sangat bergetar
Ban bocor
Ban aus secara abnormal
Roda berputar tidak secara teratur
Efek rem tidak efisien
Aksi dari tangkai rem dan effek

36

J36

pengereman sedikit sekali.


Gerak main nya tangkai dan pedal rem

37

J37

tepat tetapi aksi pengereman kurang


Rem tidak dapat bekerja karena telah

38
39
40
41

J38
J39
J40
J41

dipakai terlalu banyak


Rem menahan
Rem mencicit
Lampu utama yang rusak
Lampu rem tidak menyala

I
I
I
I
I
I
I
I
I
I
I
I
I
I
I
I
I
I
I
I

I
I
I
I

54

42
43
44

J42
J43
J44

Sekering mengarah putus terus


Sinyal belok yang rusak
Lampu Indikator tekanan oli

tidak

45

J45

menyala
Speedometer

tidak

J46
J47

bekerja
Klakson tiba tiba tidak berbunyi
Klakson tidak bekerja

46
47

Keterangan :

3.3

atau

tachometer

I
I

I
I

G = gejala
A = kerusakan pada bagaian tranmisi daya
B = kerusakan pada bagian kemudi
C = kerusakan pada bagian suspensi
D = kerusakan pada bagian roda
E = kerusakan pada bagian rem
F = kerusakan pada bagian lampu
G =kerusakan pada bagian instrumen
H = kerusakan pada bagian klakson

Pemodelan Sistem
Setelah basis pengetahuan dimasukkan oleh seorang pakar (seorang ahli

dalam kerusakan kendaraan bermotor), maka pengguna yang dalam hal ini
pemilik bengkel dan konsumen dapat menggunakan basis pengetahuan yang telah
disimpan di dalam basis data dengan melakukan penelusuran berdasarkan gejala
kerusakan. Berdasarka penelusuran yang telah di inputkan pemakai, selanjutnya
sistem pakar akan memberikan hasil diagnosis kerusakan dan cara penanganannya
terhadap kerusakan kendaraan bermotor tersebut.

55

3.3.1 System Use Case


Sistem use case menggambarkan bagaimana orang-orang berinteraksi
dengan sistem yang hendak dibangun atau dengan kata lain bagaimana
seseorang menggunakan sistem tersebut. Berikut adalah diagram sistem use case
dari sistem pakar diagnosis kerusakan kendaraan bermotor dengan metoda
forward chaining yang dikelompokkan berdasarkan fungsionalnya :

3.3.1.1

Use Case Autentifikasi Pengguna

<<include>>
Login

Verifikasi Login

Logout
admin

Ubah Password

Gambar 3.1 Use Case Autentifikasi Pengguna

56

3.3.1.1

Use Case Pengelolaan Data


Mengelola Data kerusakan

Mengelola data gejala


Dan saran

Mengelola data saran


admin

Mengelola Data Aturan

Mengelola Data User

Gambar 3.2 Use Case Pengelolaan Data


3.3.1.2

Use Case Konsultasi

Melakukan Konsultasi
User

Gambar 3.3 Use Case Kosultasi


3.3.1

Spesifikasi Use Case


Spesifikasi use case menunjukkan kontak use case dan juga rincian

bagaimana sebuah use case berjalan di dalam sistem. Spesifikasi use case dibuat
dalam bentuk tabel skenario (flow of event) dan activity diagram.
3.3.2.1 Spesifikasi Login

Tabel 3.3 Tabel Skenario Login

57

Use Case
Actor
PreCondition

Login
Adminisrator
Sistem menampilkan tampilan awal (Home)
Sistem menampilkan menu utama untuk mengelola data dan

PostCondition
aktivitas penulusuran
Main Flow Of Event
Actor
1
Memilih menu Login
3
Mengisi username dan password
4
Memilih tombol OK

System Response
2
Menampilkan Form Login
5
6

Memverifikasi Login
Menampilkan menu utama

Exceptional Flow Of Event


Section 6
1. Jika data login (username/password) tidak terverifikasi, sistem akan
menampilkan pesan kesalahan
2. Kembali ke section 3

Actor

Sistem

Memilih menu login

Menampilkan Form Login

Mengisi Username
dan Password

<<<<include>>>>
Memverifikasi Login

Memilih tombol OK

valid

Menampilkan
Pesan Kesalah

Gambar 3.4 Activity Diagram Login


3.3.2.1 Spesifikasi Logout

Tabel 3.4 Tabel Skenario Logout


Use Case

Login

Menampilkan
Menu Utama

58

Actor
Adminisrator
PreCondition
Menu-menu pengelolaan data dan penelusuran aktif
PostCondition
Menu-menu pengelolaan data dan penelusuran non aktif
Main Flow Of Event
Actor
System Response
1
Memilih menu Logout
2
Menampilkan konfirmasi Logout
3
Memilih pilihan Yes/No
4
Menu-menu pengelolaan data dan
penelusuran non aktif (tidak dapat
diakses)
Exceptional Flow Of Event
Actor

Sistem

Menampilkan
Konfirmasi logout

Memilih menu
logout

Memilih Pilihan
Yes/No

No Pilihan

Yes

Menu pengolahan data


dan konsultasi tidak aktif

Gambar 3.5 Activity Diagram Logout


3.3.2.2 Spesifikasi Verifikasi Login
Tabel 3.5 Tabel Skenario Verifikasi Login
Use Case
Actor
PreCondition

Verifikasi Login (include)


-

59

PostCondition
Main Flow Of Event
1
Mengambil data user dari database
2
Membandingkan data inputan dengan data dari database
3
Memberikan status login terverifikasi
Exceptional Flow Of Event
Section 3
1. Jika data inputan tidak sama dengan data dari database, maka sistem
akan memberikan status login tidak terverifikasi

Sistem

Mengambil data user


dari database

Membandingkan data inputan


dengan data dari database

Tidak

Ya
sama

Memberikan Status login


tidak terverifikasi

Memberikan Status login


terverifikasi

Gambar 3.6 Activity Diagram Verifikasi Login


3.3.2.3 Spesifikasi Ubah Password

60

Tabel 3.6 Tabel Skenario Ubah Password


Use Case
Ubah Password
Actor
Adminisrator
PreCondition
Sistem menampilkan menu-menu utama
PostCondition
Password user berubah di database
Main Flow Of Event
Actor Action
System Response
1
Memilih menu ubah password
2
Menampilkan Form ubah password
3
Mengisi password baru
4
Memilih tombol Simpan
5
Melakukan validasi data
Mengubah password data user di
6
database
Exceptional Flow Of Event
Section 6
1. Jika inputan tidak lengkap, sistem akan menampilkan pesan kesalahan
2. Kembali ke section 3

Actor

Memilih menu
Ubah Passwod

Sistem

Menampilkan Form
Ubah Password

Mengisi
Password baru

Memilih
Tombol OK

Melakukan
Verifikiasi data

valid

Menampilkan
Pesan Kesalahan

Gambar 3.7Activity Diagram Ubah Password

Mengubah Password
data user di
database

61

3.3.2.4

Spesifikasi Mengelola Data gejala


Tabel 3.7 Tabel Skenario Mengelola Data Gejala

Use Case
Actor
PreCondition

Mengelola Data gejala


Adminisrator
Sistem menampilkan menu-menu utama
Data penelusuran di database bertambah ,berubah atau dihapus

PostCondition
sesuai dengan pilihan actor
Main Flow Of Event
Actor Action
1
Memilih menu gejala
4
6
7

Memilih menu kelola data gejala


Mengisi atau mengubah data gejala
Memilih tombol simpan

System Response
2
Mengambil data gejala dari database
3
Menampilkan daftar data gejala
5
Menampilkan form input gejala
8

Melakukan validasi data


Menambah atau mengupdate data

9
penelusuran ke dalam database
Menampilkan pesan status
10
pengelolaan data
Exceptional Flow Of Event
Section 5.1
1. Jika actor memilih menu edit, maka sistem akan mengambil data gejala
yang akan di edit dari database
Section 5.2

2. Menuju ke section 5
1. Jika actor memilih menu hapus, maka sistem akan menampilkan pesan
konfirmasi hapus data
2. Jika actor memilih opsi Yes, maka sistem akan menghapus data gejala
dari database
3. Menuju ke section 10

62

Sistem

Actor

Memilih
menu gejala

Memilih data
Gejala dari database

Menampilkan daftar
data gejala

Memilih menu kelola data


Tambah/Ubah/Hapus

Tambah

Menampilkan pesan
Konfirmasi
Penghapusan data

Hapus

Ubah

Menampilkan data
gejala
yang dipilih dari
database
Menampilkan
Form Input gejala
Yes
No
Pilihan

Mengisi atau mengubah


data gejala

Memilih Tombol
Simpan

Menghapus data
gejala di database
Melakukan
Validasi data

No

valid

Yes

Menambah /
Menampilkan
Mengupdate
Pesan Kesalahan gejala ke database

Menampilkan Pesan
status pengelolaan data

Gambar 3.8 Activity Diagram Mengelola Data gejala

63

3.3.2.5 Spesifikasi Mengelola Data kerusakan


Tabel 3.8 Tabel Skenario Mengelola Data kerusakan
Use Case
Actor
PreCondition

Mengelola Data kerusakan


Adminisrator
Sistem menampilkan menu-menu utama
Data kerusakan di database bertambah ,berubah atau dihapus sesuai

PostCondition
dengan pilihan actor
Main Flow Of Event
Actor Action
1

Memilih menu kerusakan

4
6
7

Memilih menu kelola data kerusakan


Mengisi atau mengubah data kerusakan
Memilih tombol simpan

System Response
Mengambil data kerusakan dari
2
database
3
Menampilkan daftar data kerusakan
5
Menampilkan form input kerusakan
8

Melakukan validasi data


Menambah atau mengupdate data

9
kerusakan ke dalam database
Menampilkan pesan status
10
pengelolaan data
Exceptional Flow Of Event
Section 5.1
1. Jika actor memilih menu edit, maka sistem akan mengambil data
kerusakan yang akan diedit dari database
Section 5.2

2. Menuju ke section5
1. Jika actor memilih menu hapus, maka sistem akan menampilkan pesan
konfirmasi hapus data
2. Jika actor memilih opsi Yes, maka sistem akan menghapus data
kerusakan dari database
3. Menuju ke section 10

64

Sistem

Actor

Memilih
Menu
penelusuran
gejala
kerusakan

Mengambil data gejala


kerusakan dari database

Menampilkan daftar
data kerusakan

Memilih menu kelola data


Tambah/Ubah/Hapus

Tambah

Menampilkan pesan
Konfirmasi
Penghapusan data

Hapus

Ubah

Menampilkan data
gejala kerusakan
yang dipilih dari
database
Menampilkan
Form Input kerusakan
Yes
No
Pilihan

Mengisi atau mengubah


Data gejala kerusakan

Memilih
Tombol
Simpan

kerusakan di database

Melakukan
Validasi data

No

valid

Menampilkan
Pesan Kesalahan

Yes

Menambah /
Mengupdate
kerusakan ke database

Menampilkan Pesan
status pengelolaan data

Gambar 3.9 Activity Diagram Mengelola Data kerusakan

65

3.3.2.6

Spesifikasi Mengelola Data Aturan


Tabel 3.9 Tabel Skenario Mengelola Data Aturan

Use Case
Actor
PreCondition

Mengelola Data Aturan


Adminisrator
Sistem menampilkan menu-menu utama
Data Aturan di database bertambah ,berubah atau dihapus sesuai

PostCondition
dengan pilihan actor
Main Flow Of Event
Actor Action
1
Memilih menu Aturan
4
6
7

Memilih menu kelola data aturan


Mengisi atau mengubah data aturan
Memilih tombol simpan

System Response
2
Mengambil data Aturan dari database
3
Menampilkan daftar data Aturan
5
Menampilkan form input aturan
8

Melakukan validasi data


Menambah atau mengupdate data

9
aturan ke dalam database
Menampilkan pesan status
10
pengelolaan data
Exceptional Flow Of Event
Section 5.1
1. Jika actor memilih menu edit, maka sistem akan mengambil data aturan
yang akan diedit berdasarkan pilihan actor dari database
Section 5.2

2. Menuju ke section 5
1. Jika actor memilih menu hapus, maka sistem akan menampilkan pesan
konfirmasi hapus data
2. Jika actor memilih opsi Yes, maka sistem akan menghapus data aturan
dari database
3. Menuju ke section 10

66

Sistem

Actor

Memilih
menu Aturan

Mengambil data
aturan dari
database

Menampilkan daftar
data aturan

Memilih menu kelola data


Tambah/Ubah/Hapus

Tambah

Menampilkan pesan
Konfirmasi
Penghapusan data

Hapus

Ubah

Menampilkan data
aturan
yang dipilih dari
database
Menampilkan
Form Input Aturan
Yes
No
Pilihan

Mengisi atau mengubah


data aturan

Memilih
Tombol
Simpan

Menghapus data
aturan di database
Melakukan
Validasi data

No

valid

Menampilkan
Pesan Kesalahan

Yes

Menambah /
Mengupdate
Aturan ke database

Menampilkan Pesan
status pengelolaan data

Gambar 3.10 Activity Diagram Mengelola Data Aturan

67

3.3.2.7 Spesifikasi Melakukan Konsultasi


Tabel 3.10 Tabel Skenario Melakukan Konsultasi
Use Case
Melakukan Konsultasi
Actor
User
PreCondition
Sistem menampilkan menu-menu utama
PostCondition
Menampilkan hasil Diagnosis
Main Flow Of Event
Actor Action
System Response
1
Memilih menu konsultasi
2
Mengambil data gejala dari database
3
Menampilkan daftar data gejala
4
Memilih gejala
5
Menampilkan form pertanyaan
6
Menjawab Pertanyaan
Menampilkan data gejala pilihan di
7
Memilih tombol Next
8
daftar konsultasi
9
Memilih tombol Diagnosa
10 Memproses pilihan gejala
11 Menampilkan Hasil Diagnosis
Exceptional Flow Of Event

68

Sistem

Actor

Memilih
menu Konsultasi

Memilih
gejala

Mengambil data
Gejala dari
database

Menampilkan daftar
data gejala

Menampilkan
Form Pertanyaan

Menjawab Pertanyaan

Memilih
tombol
Next

Menampilkan data
gejala pilihan di
daftar konsultasi

Memilih
tombol Diagnosa

Memperoses
daftar gejala pilihan

Menampilkan
hasil diagnosis

Gambar 3.11 Activity Diagram Mengelola Data Konsultasi

69

3.3.2.8 Spesifikasi Mengelola Data Saran


Tabel 3.11 Tabel Skenario Mengelola Data saran
Use Case
Actor
PreCondition

Mengelola Data saran


Adminisrator
Sistem menampilkan menu-menu utama
Data saran di database bertambah ,berubah atau dihapus sesuai

PostCondition
dengan pilihan actor
Main Flow Of Event
Actor Action
1
Memilih menu saran
4
6
7

Memilih menu kelola data saran


Mengisi atau mengubah data saran
Memilih tombol simpan

System Response
2
Mengambil data saran dari database
3
Menampilkan daftar data saran
5
Menampilkan form input saran
8

Melakukan validasi data


Menambah atau mengupdate data

9
saran ke dalam database
Menampilkan pesan status
10
pengelolaan data
Exceptional Flow Of Event
Section 5.1
1. Jika actor memilih menu edit, maka sistem akan mengambil data saran
yang akan di edit dari database
Section 5.2

2. Menuju ke section5
1. Jika actor memilih menu hapus, maka sistem akan menampilkan pesan
konfirmasi hapus data
2. Jika actor memilih opsi Yes, maka sistem akan menghapus data saran dari
database
3. Menuju ke section 10

70

Sistem

Actor

Memilih
menu saran

Mengambil data
saran dari database

Memilih menu kelola data


Tambah/Ubah/Hapus

Menampilkan daftar
data saran

Tambah

Menampilkan pesan
Konfirmasi
Penghapusan data

Hapus

Ubah

Menampilkan data
saran
yang dipilih dari
database
Menampilkan
Form Input Aturan
Yes
No
Pilihan

Mengisi atau mengubah


data saran

Memilih
Tombol
Simpan

Menghapus data
Saran di database
Melakukan
Validasi data

No

valid

Menampilkan
Pesan Kesalahan

Yes

Menambah /
Mengupdate
saran ke database

Menampilkan Pesan
status pengelolaan data

Gambar 3.12 Activity Diagram Mengelola Data saran