Anda di halaman 1dari 2

Pernyataan Sikap KM-ITB Terkait Rencana Kenaikan Harga BBM

Salam Ganesha!
Konstitusi mengatur harga BBM sebagai barang strategis tidak seharusnya mengikut
i harga minyak dunia, karena BBM adalah konsumsi masyarakat luas, maka sudah seh
arusnya pemerintah mengatur harga ada dapat terjangkau masyarakat luas. Selain i
tu kenaikan harga BBM seharusnya diikuti dengan rencana kebijakan yang dapat men
anggulangi dampak kenaikan harga yang secara tidak langsung akan menurunkan daya
beli masyarakat. Hingga hari ini kami tidak melihat paket kebijakan dari pemeri
ntah yang benar-benar dapat menanggulangi dampak tersebut.
Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang dibungkus dalam Program Keluarga Produktif (
PKP) pun jauh dari kondisi dapat menanggulangi dampak karena hanya menjangkau 43
0.000 kepala keluarga dengan uang Rp 200.000,- perbulan, sementara masyarakat mi
skin Indonesia berjumlah 28 juta orang.
Masalah subsidi BBM akan terus berkaitan dengan harga bahan pokok, BBM naik harg
a bahan pokok perlahan ikut naik, hal ini semakin diperparah dengan mahalnya ong
kos logistik barang pokok, yakni sebesar 50% sd 70% dari harga produk.
Melihat secara lebih luas, permasalahan utama subsidi ini adalah ketergantungan
yang sangat kronis terhadap BBM, maka sudah seharusnya pemerintah melakukan perc
epatan pengembangan Energi Baru dan Terbarukan, terutama Biofuel, karena Indones
ia sejatinya dijuluki sebagai Arab Saudinya Biofuel .
Dengan mempertimbangkan hal tersebut, Keluarga Mahasiswa ITB menyatakan:
Menolak Kenaikan Harga BBM sampai pemerintah melaksanakan hal-hal berikut:
1. Adanya peningkatan kinerja Bulog secara signifikan untuk mengefisienkan ranta
i pasok dan pengendalian harga bahan pokok yang terintegrasi dari pusat sampai d
aerah dengan indikator ongkos logistik dari harga pokok adalah hanya 30-35% dari
harga barang dari produsen pertama.
2.
Adanya kesiapan dari 28 juta masyarakat Indonesia di lapisan ekonomi te
rbawah dalam menghadapi kenaikan harga BBM bersubsdi sehingga mereka masih memil
iki daya beli yang cukup untuk mengakses kebutuhan pokok dan akses untuk melanju
tkan hidup
3.
Adanya trasparansi alokasi dana kenaikan BBM untuk pemberdayaan masyara
kat
REKOMENDASI JANGKA PENDEK
Adanya kenaikan pajak yang signifikan untuk perusahaan produsen kendaraan dengan
bahan bakar BBM sekaligus pengendalian dan pemotongan jumlah pembelian mobil ba
ru di Indonesia
Mengkaji ulang ongkos cost recovery yang merugikan negara
Adanya renegosiasi kontrak dan mengembalikan kontrak-kontrak migas yang sudah ha
bis ke PERTAMINA
Adanya pemberantasan mafia migas yang bercokol kepada proses trading pihak ke-3
(PETRAL) dan lembaga hukum yang tidak sah secara konstitusi (SKK Migas)
Terakhir, pemerintah harus melakukan persiapan kebijakan untuk memperbesar pemas
ukan APBN negara seperti melaksanakan Hilirisasi Tambang dengan secara paralel m
embangun industri pengolahan sebagai upaya mendorong tumbuhnya Industri turunan
dalam negri, dan kebijakan-kebijakan menuju kedaulatan dan ketahanan energi Nasi
onal seperti revisi UU Migas dan implementasi Roadmap Energi 2030
REKOMENDASI JANGKA PANJANG
Mendorong pemerintah secara paralel melakukan percepatan pengembangan Energi Bar
u dan terbarukan serta mempersiapkan pasar dan infrastruktur pendukungnya, terut
ama Biofuel.
Memperbaiki sistem transportasi Indonesia sehingga dapat menekan penggunaan kend

araan pribadi.
Menjadi tugas pemerintah untuk memikirkan solusi terbaik atas permasalahan bangs
anya, menaikkan BBM tanpa memikirkan dampak dan merumuskan solusinya adalah bukt
i pemerintah malas berpikir dan cenderung mencari solusi instan. Sudah menjadi t
ugas mahasiswa untuk terus mengingatkan
pemerintah atas kebijakan-kebijakan yang merugikan masyarakat luas. Keadilan Sos
ial Bagi Seluruh rakyat Indonesia harus terus ditegakkan.
kajianselengkapnya baca dibit.ly/kajiankmitbtolakbbmnaik
Bandung, 17 November 2014
Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung