Anda di halaman 1dari 1

Pembahasan

Pada praktikum pertama dilakukan percobaan pencegahan pembekuan darah, percobaan


ini dilakukan dengan memberikan reagen berbeda di setiap tabung reaksi. Reagen yang diberikan
antara lain kalium oxalate, natrium citrate jenuh, dan natrium florida. Sedangkan pada tabung
reaksi keempat tidak diberikan reagen. Hasilnya didapatkan pembekuan darah hanya pada
tabung yang tidak diberikan reagen. Hal ini dikarenakan reagen yang diberikan akan mengikat
ion kalsium pada darah sehingga proses pembekuan darah tidak dapat terjadi. Ion kalsium ini
memiliki peranan penting dalam mekanisme pembekuan darah yaitu pada jalur intrinsik ion
kalsium dibutuhkan untuk membantufaktor XI untuk mengaktifkan faktor IX, sedangkan pada
jalur bersama ion kalsium dibutuhkan dalam proses pengaktifan prethrombin menjadi thrombin.
Jika ion kalsium tidak ada maka tidak akan terbentuk thrombin yang akan mengaktifkan
fibrinogen menjadi fibrin dan proses pembekuan pun tidak terjadi. Ketika darah pada yang tidak
menggumpal diberi CaCl2 bubuk maka segera akan terjadi proses pembekuan darah karena ion
kalsium pada CaCl2 akan terlepas dan membantu proses pembekuan darah.
Pada praktikum yang kedua dilakukan percobaan pembekuan darah, percobaan ini
dilakukan dengan mencampurkan darah yang mengandung oxalate dengan serum dan CaCl2
pada tabung reaksi yang berbeda, serta tabung reaksi yang ketiga hanya diberi darah oxalate saja
tanpa diberi tambahan lagi. Hasilnya didapatkan pembekuan darah pada tabung reaksi yang
diberi CaCl2. Hal ini dikarenakan pada awalnya darah yang mengandung oxalate tidak membeku
karena ion kalsium yang dibutuhkan dalam proses pembekuan darah terikat oleh reagen oxalate,
namun ketika diberi CaCl2 maka ion kalsium dari CaCl2 akan terlepas dan menyebabkan
terjadinya pembekuan darah. Selanjutnya pada tabung reaksi yang yang ditambahkan serum
seharusnya terjadi pembekuan darah karena pada serum mengandung thrombin yang dapat
secara langsung mengubah fibrinogen menjadi fibrin tanpa adanya ion kalsium. Namun pada
percobaan yang kami lakukan darah oxalate yang diberi serum tidak mengalami pembekuan, hal
ini dimungkinkan karena jumlah serum yang diberikan terlalu sedikit sehingga tidak cukup
adekuat dalam membantu proses terjadinya pembekuan darah.