Anda di halaman 1dari 4

I.

II.
III.

TUJUAN
DASAR TEORI
ALAT DAN BAHAN
Alat:
- HPLC
- Ultrasonic
- Labu ukur 50 mL
- Membran filter 0,2 c
- Milipore 0,2 m
- Beaker glass 50 mL
- Batang pengaduk
- Alumunium foil
- Pipet volume
Bahan:
- Dikalium hidrogen fosfat
- Metanol 60%
- Na Benzoat
- Sampel minuman

IV.

PROSEDUR
4.1 Preparasi Sampel

Timbang sampel
minuman 5 gram

dimasukan kedalam
labu ukur 100 mL

encerkan dengan
metanol 60% sampai
garis tanda

kemudian disaring
dengan penyaring
syring filter 02 m
dan didiamkan

didiamkan selama
1 malam sampai
larutan mengendap

4.2 Larutan Baku

Ditimbang sebanyak 50
mg Na Benzoat

dimasukan kedalam labu


ukur 50 mL

dilarutkan dengan
metanol 60% dan
encerkan dengan
aquabidest sampai garis
tanda

disaring dengan
penyaring milipore 0,2
m filtrat untuk larutan
baku standar Na
benzoat.

masing-msing dimasukan
kedalam labu ukur 50 ml,
encerkan dengan
metanol sampai garis
tanda

dari larutan di pipet


berturut-turut 0,5 ml, 1
ml, 2 ml, 3 ml, dan 4 ml.

4.3 Cara Pembuatan Pereaksi

Pembuatan asetonitril sebagai


dimasukkan 600 mL asetonitril kedalam labu tentukur 1000 mL
fase gerak
Larutan methanol 60%
berfungsi sebagai larutan
pengencer

sebanyak 400 mL metanol pekat diencerkan dengan aquabides


dalam labu takar, campurkan dengan asetonitril dalam labu
tentukur 1000 mL, dan dihomogenkan dengan ultrasonik. kemudian
disaring dengan menggunakan membran filter 0,2 m

4.4 Analisis Sampel dengan HPLC

Dihibungkan alat dengan


sumber arus

dihidupkan semua alat yang


terhubung CPU, motnitor,
printer

Larutan sampel dan larutan


standar dengan konsentrasi 0,5
mL, 1 ML, 2 ML, 3ML, DAN 4 ML
di suntikan secara terpisah dan
dilakukan Kromatografi air
Kinerja Tinggi dengan kondisi:

fase gerak: asetonitril:


methanol (60:40)

Kolom : oktadesilsilana pada


partikel silika 10 m 4-6mm x
15cm

laju aliran: 1mL/menit


detektor: cahaya UV dengan
panjang gelombang 224 nm
volume penyuntikan : 20 L

V.

DATA HASIL PENGAMATAN


Tabel Data Larutan Baku Na Benzoat
Nama Zat
Bobot
Faktor
(mg)
Pengenceran
(ml)

Volume
Respon
Penyuntikan Puncak
(l)
(Area)

Na Benzoat

20 l

50 mg

50/0,5 x 50
50/1 x 50
50/2 x 50
50/3 x 50
50/4 x 50

52535503

Tabel Data Larutan Sampel:


Nama
Bobot
Faktor
sampel
(mg)
pengenceran
Sampel
minuman

10

Perhitungan:
Na Benzoat
No
X (g/20 l)

23599074

10

Volume
penyuntikan
20 l

Respon
Puncak
(Area)
52535503

Rasio (RT)
5,567

Y (area)

XY

X2

1
2
3
4
5
mean

0,2008
0,4016
0,8032
1,2048
1,6064
0,84336

25147132
67591588
82559061
107301744
126556199

5049544,106
27144781,74
66311437,8
129277141,2
203299878,1

0,04032064
0,16128256
0,64513024
1,45154304
2,58052096

81831144,8

86216556,58

0,975759488

4,2168

409155724

431082782,9

4,87879744

Persamaan y= bx + a

)
(

( )( )

)( ) ( )(
( )

Maka diperoleh persamaan garis y=bx + a


y=
115664322
= 26978559,9x
X
= 1,876 ppm
Kadar Na Benzoat =

x FP x

x 98%

x 10 x

x 98%

= 0,847 x 0,1876 x 10 x 50 x 98%


= 7785,96 mg/kg
VI.
VII.
VIII.

PEMBAHASAN
KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA