Anda di halaman 1dari 18

DOSEN PENGAJAR : Dr.Ir.A.K.T.Dundu, M.

Agr

KELOMPOK 8

MATERI PRESENTASI

A. PENGERTIAN KONSEP NILAI HASIL

B. 3 INDIKATOR YANG DIGUNAKAN DALAM KONSEP


NILAI HASIL

C. CONTOH PERHITUNGAN

Menurut Soeharto, 1995, metode


konsep
nilai
hasil
adalah
konsepmenghitung besarnya biaya
yang menurut anggaran sesuai dengan
pekerjaan yangtelah diselesaikan atau
dilaksanakan ( Budgeted Cost of Work
Performed ).

Asumsi yang digunakan konsep nilai hasil adalah bahwa kecenderungan


yang adadan terungkap pada saat pelaporan akan terus berlangsung.
Dengan menggunakanmetode konsep nilai hasil maka dapat
dikembangkan untuk membuat perkiraan atau proyeksi keadaan proyek
pada masa depan yang merupakan masukan yangsangat berguna bagi
pengelola maupun pemilik, karena dengan demikian merekamemiliki
cukup
waktu
untuk
memikirkan
caracara
menghadapi
segala persoalan di masa yang akan datang.

MANFAAT METODE KONSEP NILAI HASIL

1.
2.
3.
4.
5.

Memperlihatkan perbedaan biaya pelaksanaan dan anggaran.


Menghitung besar perkiraan biaya untuk pekerjaan tersisa.
Menghitung besar perkiraan biaya total untuk proyek.
Memperlihatkan perbedaan waktu pelaksanaan dengan jadwal.
Memperkirakan lama waktu pelaksanaan dari pekerjaan yang
tersisa.
6. Memperlihatkan besar proyeksi keterlambatan pada akhir proyek
bila kondisi masih seperti pelaporan.

INDIKATOR-INDIKIATOR METODE KONSEP NILAI HASIL

Adalah Jumlah biaya aktual dari pekerjaan yang


telah dilaksanakan, yang dapat digunakan sebagai
alat analisis biaya dan jadwal yang didesain untuk
membantu mengevaluasi apakah proyek masih
dalam jadwal dan anggaran atau tidak. Biaya ini
diperoleh dari data-data bidang keuangan proyek
pada masa pelaporan ( misal pada akhir bulan),
yaitu berupa catatan segala pengeluaran biaya
aktual dari paket kerja atau kode akuntansi
termasuk perhitungan overhead dan lain-lain. Jadi,
ACWP merupakan jumlah aktual dari pengeluaran
atau dana yang digunakan untuk melaksanakan
pekerjaan pada kurun waktu tertentu.

Adalah nilai hasil dari sudut pandang nilai


pekerjaan yang telah diselesaikan terhadap
anggaran yang disediakan untuk melaksanakan
pekerjaan
tersebut.
Bila
angka
ACWP
dibandingkan dengan BCWP, akan terlihat
perbandingan antara biaya yang telah dikeluarkan
untuk pekerjaan yang telah terlaksana terhadap
biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk maksud
tertentu.

Adalah anggaran untuk suatu paket pekerjaan,


tetapi disusun dan dikaitkan dengan jadwal
pelaksanaan. Jadi disini terjadi perpaduan antara
biaya, jadwal dan lingkup kerja, di mana pada
setiap elemen pekerjaan telah diberi alokasi biaya
dan jadwal yang dapat menjadi tolak ukur dalam
pelaksanaan pekerjaan.

Dengan adanya ketiga indikator yang terdiri dari ACWP, BCWP, dan
BCWS, dalam suatu perhitungan pelaksanaan suatu proyek maka kita
dapat menghitung berbagai faktor yang menunjukkan kemajuan dan
kinerja pelaksanaan proyek tersebut, seperti :
1.
2.
3.
4.

Varians biaya ( CV ) dan varians jadwal terpadu ( SV ).


Memantau perubahan varians terhadap angka standar.
Indeks produktivitas dan kerja.
Prakiraan biaya penyelesaian proyek.

VARIANS BIAYA (CV) & VARIANS JADWAL TERPADU (SV)

Varians Biaya ( CV ) dipakai untuk menentukan apakah proyek yang sedang


dijalankan masih dalam batas anggaran atau melebihi anggaran rencananya,
sedangkan Varians jadwal terpadu ( SV ) dipakai untuk menentukan apakah
proyek yang sedang dijalankan masih sesuai jadwal rencana atau tidak.

Varians Biaya ( CV ) = BCWP ACWP


Varians Jadwal ( SV ) = BCWP BCWS

Bila CV = Negatif (-)


Bila SV = Negatif (-)

biaya lebih tinggi dari anggaran (cost overrun)


jadwal terlambat

Indeks Produktivitas & Kerja


Pengelola proyek seringkali ingin mengetahui
efisiensi penggunaan sumber dana. Ini
dinyatakan sebagai indeks produktifitas atau
indeks kinerja. Adapun rumus-rumusnya
adalah sebagai berikut :
Indeks Kinerja Biaya ( CPI ) = BCWP : ACWP
Indeks Kinerja Jadwal ( SPI ) = BCWP : BCWS

Bila angka indeks kinerja ditinjau lebih lanjut, maka akan terlihat hal hal
sebagai berikut :
a. Angka indeks kinerja kurang dari 1 berarti pengeluaran lebih besar dari
anggaran atau waktu pelaksanaan lebih lama dari jadwal yang
direncanakan.
b. Sejalan dengan oikiran di atas, bila angka indeks kinerja penyelenggaraan
proyek lebih baik dari perencanaan, dalam arti pengeluaran lebih kecil
dari anggaran atau jadwal lebih cepat dari rencana
c. Makin besar perbedaan dari angka 1, maka makin besar
penyimpangannya dari perencanaan dasar atau anggaran, bahkan bila
didapat angka yang terlalu tinggi, yang berarti prestasi pelaksanaan
pekerjaan sangat baik, perlu diadakan pengkajian apakah mungkin
perencanaannya atau anggarannya justru tidak realistis.

Untuk menentukan kapan suatu kegiatan harus mendapat


perhatian khusus, maka digunakan Critical Ratio ( CR ).
Critical Ratio ( CR ) =
SPI x CPI
Batasan yang disarankan untuk kondisi CR adalah sebagai
berikut :
Jika CR berada antara 0.9 sampai 1.2 maka kegiatan
dalam keadaan baik.
Jika CR berada antara 0.8 sampai 0.9 atau 1.2 sampai
1.3 maka kegiatan perlu mendapatkan perhatian
khusus.
Jika CR berada di bawah 0.8 atau di atas 1.3 maka
kegiatan dalam keadaan kritis.

Proyeksi Biaya dan Jadwal Akhir


Proyek
Dalam membuat proyeksi digunakan rumus-rumus sebagai berikut :
Anggaran proyek keseluruhan = Anggaran ( BAC )
Anggaran untuk pekerjaan tersisa
= BAC EAC
Indeks kinerja biaya ( CPI )
= BCWP / ACWP
Bila kinerja biaya pada pekerjaan tersisa adalah tetap seperti pada saat
pelaporan, maka perkiraan biaya untuk pekerjaan tersisa ( ETC ) adalah
sama besar dengan anggaran pekerjaan tersisa dibagi indeks kinerja biaya,
atau :
ETC
=
( Anggaran
BCWP )
CPI
Jadi perkiraan total biaya proyek ( EAC ) adalah sama dengan jumlah
pengeluaran sampai pada saat pelaporan ditambah perkiraan biaya untuk
pekerjaan tersisa, atau :

Gambar 2.7 Perkiraan ( Forecast ) jadwal dan biaya ( EAC ) pada akhir proyek

Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan Proyek


No.

Uraian Pekerjaan

Biaya ( Rp )

Durasi ( Minggu )

1.

Umum

140.150.000,00

28,00

2.

Drainase

380.064.251,08

6,00

3.

Pekerjaan Tanah

184.514.356,07

6,00

4.

Pelebaran Perkesaran dan Bahu Jalan

647.612.768,44

7,00

5.

Perkerasan Non Aspal

795.481.117,56

6,00

6.

Perkerasan Aspal

2.826.491.837,12

15,00

7.

Struktur

190.373.112,89

10,00

8.

Pengembalian Kondisi dan Pekerjaan Minor

121.006.401,74

3,00

9.

Pekerjaan Pemeliharaan Rutin

1.879.903,22

28,00

TOTAL

5,287,573,748.12

Rencana Anggaran Biaya


No.

Jenis Pekerjaan

Harga Pekerjaan (Rp.)

A. BAGIAN KONTRAK HARGA SATUAN


( PEKERJAAN KONSTRUKSI )

Bobot (%)

5,287,573,748.00

Umum

140,150,000.00

2.65

Drainase

380,064,251.08

7.19

Pekerjaan Tanah

184,514,356.07

3.49

Pelebaran Perkerasan dan Bahu Jalan

647,612,768.44

12.25

Perkerasan Non Aspal

795,481,117.56

15.05

Perkerasan Aspal

2,826,491,837.12

53.46

Struktur

190,373,112.89

3.60

Pengambilan Kondisi dan Pekerjaan Minor

121,006,401.74

2.29

Pekerjaan Pemeliharaan Rutin

1,879,903.22

0.04

B. BAGIAN KONTRAK HARGA LUMPSUM


( PEK.LAYANAN PEMELIHARAAN )
Pekerjaan Layanan Pemeliharaan
SK.10.1
Jalan (Lump Sum)

112,867,976.00
112,867,976.00

TOTAL
(A) Jumlah Harga Pekerjaan ( Termasuk Biaya Umum

100.00
dan

5,400,441,724.00

Bobot (%)
No.

BCWS (Rp.)

Periode
BCWS

Mingguan

Komulatif

Bobot Kumulatif
(%)

Minggu III Maret

0.37

19,775,525.82

19,775,525.82

0.37

Minggu IV Maret

0.68

35,691,122.80

55,466,648.62

1.05

Minggu I April

0.44

23,423,951.70

78,890,600.32

1.49

Minggu II April

0.96

50,866,459.46

129,757,059.78

2.45

Minggu III April

0.95

50,073,323.39

179,830,383.17

3.40

Minggu IV April

0.88

46,477,773.25

226,308,156.42

4.28

Minggu I Mei

0.36

19,035,265.49

245,343,421.91

4.64

Anda mungkin juga menyukai