Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Poros merupakan salah satu elemen mesin yang memegang peranan
penting sebagai penerus daya bersama-sama dengan putaran. Oleh karena itu
poros harus dirancang melalui suatu perhitungan sesuai dengan beban yang akan
dialaminya. Pemilihan bahan yang digunakan sebuah komponen akan menjadi
pertimbangan yang mendasar untuk menentukan dimensi sebuah poros yang
akan menerima pembebanan.
Poros Propeller digunakan disemua mobil bahkan kereta api pun
menggunakan alat ini sebagai penerus daya yang mengalami beban puntir
murni. Banyak faktor yang harus diperhatikan dalam pembuatan Poros Propeller
ini, diantaranya adalah penentuan bahan, dimensi yang sesusai, kegunaanya dan
lain-lain.
Beban yang bekerja pada poros umumnya adalah beban berulang, jika
poros tersebut mempunyai roda gigi untuk meneruskan daya maka akan terjadi
kejutan pada saat mulai atau sedang berputar. Beban tersebut dapat dianalisa
berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu.

1.2 Batasan Masalah


Pada makalah ini penulis membuat batasan masalah yaitu :
a. Apa yang dimaksud dengan poros ?
b. Apa saja klasifikasi poros ?
c. Hal-hal penting apa saja dalam poros Propeller?

1.3 Manfaat
Manfaat dari penyusunan makalah tentang poros Propeller ini yaitu :
a. Bagi penyusun dapat dijadikan bahan acuan dalam meningkatkan
pengetahuan serta wawasan
1

b. Bagi pembaca dapat dijadikan informasi mengenai dunia otomotif yang


makin berkembang saat ini
1.4 Tujuan
Adapun tujuan pembuatan makalah ini, selain daripada memenuhi tugas mata
pelajaran poros Propeller, hal lainnya adalah :
a. Mengetahui tentang poros
b. Mengetahui jenis poros
c. Mengetahui hal-hal penting dalam poros Propeller

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Poros Propeller


Propeller shaft atau poros propeller pada kendaraan berfungsi untuk
memindahkan atau meneruskan tenaga dari transmisi ke difrential. Transmisi
umumnya terpasang pada chassis frame, sedangkan differential dan sumbu
belakang atau rear axle disangga oleh suspensi sejajar dengan roda belakang.
Oleh sebap itu posisi diferential terhadap transmisi selalu berubah ubah pada
saat kendaraan berjalan, sesuai dengan permukaan jalan dan ukuran beban,
Propeller shaft dibuat sedemikian rupa agar dapat memindahkan tenaga dari
transmisi ke difrensial dengan lembut tanpa dipengaruhi kondisi permukaan
jalan dan ukuran beban kendaraan. Untuk tujuan ini universal joint dipasang
pada setiap ujung propeller shaft, fungsinya untuk menyerap perubahan
sudut dari suspensi. Selain itu sleeve yoke bersatu untuk menyerap perubahan
anatara transmisi dan diferential.
Biasanya propeller shaft dibuat dari tabung pipa baja yang memiliki
ketahanan terhadap gaya puntiran atau bengkok. Bandul pengimbang atau
balance weight dipasang pada bagian luar pipa dengan tujuan untuk
keseimbangan pada waktu berputar. Dengan keseimbangan ini diharapkan
poros propeller dapat berputar tanpa menghasilkan getaran yang besar atau
dengan kata lain dengan lembut. Pada umumnya propeller shaft terdiri dari
satu pipa yang mempunyai dua penghubung yang terpasang pada kedua ujung
berbentuk universal joint.
Didalam poros propeller ada komponen utama yang bernama universal
joint yang memiliki fungsi untuk meredam perubahan sudut dan untuk
melembutkan perpindahan tenaga. Ada juga slip yoke yang berfungsi untuk
menghubungkan poros keluaran transmisi ke sambungan universal (universal
joint) depan.
Fungsi Poros Propeller
Poros propeller memiliki 2 (dua) fungsi utama:

1. Untuk memindahkan putaran dengan lembut dari transmisi ke differential.


2. Untuk meneruskan dan menyalurkan tenaga ke differential pada saat
bergerak naik dan turun dengan lembut, sehingga memberikan
kenyamanan dalam berkendara.
Fungsi Propeller Shaft Pada Kendaraan 4WD atau 2WD pada
umumnya Propeller Shaft merupakan sebuah batang penghubung dari gear
box transmisi menuju diferential gear pada roda belakang dan Fungsi
Propeller Shaft adalah Sebagai bagian dari sistem transmisi/pemindah daya
pada kendaraan, yang berfungsi sebagai penerus daya dan putaran dari gear
box ke differential gear.
Dapat diterapkan pada kendaraan penggerak depan atau belakang atau
depan-belakang

Konstruksi Propeller Shaft 4 WD


Penjelasannya adalah sebagai berikut:
Saat engine dan axle dipisahkan satu sama lain, sebagaimana pada
kendaraan 4WD atau 2 WD, maka propeller shaft diperlukan untuk
mentransmisikan daya dan putaran.

Propeller shaft dirancang untuk tahan terhadap puntiran dan tekukan


(bending), dan harus mampu menahan dan menyerap vibrasi/getaran yang
dihasilkan oleh mesin.

Gambar 2-Joint Type Propeller Shaft


Propeller shaft berfungsi untuk memindahkan atau meneruskan tenaga
dari transmisi ke difrensial. Propeller shaft dibuat sedemikian rupa agar dapat
memindahkan tenaga dari transmisi ke difrensial dengan lembut tanpa
dipengaruhi kondisi permukaan jalan dan ukuran beban.
Propeller shaft dibuat dari tabung pipa baja yang memiliki ketahanan
terhadap gaya puntiran atau bengkok. Pada umumnya propeller shaft terdiri
dari satu pipa yang mempunyai dua penghubung yang terpasang pada kedua
ujung berbentuk universal joint.
Universal joint berfungsi untuk meredam perubahan sudut dan untuk
melembutkan perpindahan tenaga. Tipe propeller shaft dua bagian dengan
tiga joint kadang-kadang menggunakan bearing tengah yang bertujuan untuk
menguragi getaran

Gambar 3-Joint Type Propeller Shaft


Referensi lain :
Fungsi Poros Propeller
Poros propeller memiliki 3 (tiga) fungsi utama:
5

Untuk memindahkan putaran dengan lembut dari transmisi ke poros


sambungan roda belakang.
Untuk meneruskan dan menyalurkan tenaga pada roda belakang saat
bergerak naik dan turun.
Untuk menyediakan penyesuaian pada gerakan melentur karenaperubahan
panjang poros penggerak.
Pada kendaraan yang bermesin didepan dengan penggerak roda
belakang, salran penggerak terdiri dari rangkaian batang poros penggerak dan
sambungan sumbu roda belakang.
Bagian Utama Dan Fungsi Utama Rangkaian Poros Penggerak.
Slip yoke

menghubungkan poros keluaran transmisi


sambungan universal (universal joint) depan

Front
Joint

mengikat slip yoke pada poros penggerak (drive shaft)

Universal

Drive shaft
Rear
Joint

ke

memindahkan gaya putar dari sambungan universal


depan ke sambungn universal belakang (rear Universal
joint).

Universal melenturkan sambungan yang menghubungkan sumbu


penggerak dengan yoke deferensial

Yoke rear

memegang sambungan universal belakang dan


memindahkan gaya putar ke rangkaian gigi sumbu
roda belakang

Cara Kerja Poros Penggerak


Kendaraan Dengan Mesin Depan, Penggerak Roda Depan.
Kendaraan dengan penggerak roda depan tidak memiliki batang
penggerak (propeller). Melainkan kendaraan ini memiliki sebuah transaxle
yang terdiri dari:
Kopling (hanya untuk transmisi manual)
Transmisi (untuk manual dan otomatis)
Batang defrensial depan (atau setengah batang)
Bantalan batang
Sambungan universal kecepatan konstan.

Transaxle dibautkan pada mesin, batang half mengirimkan gaya putar


dari mesin dan transmisi ke roda. Sambungan universal kecepatan konstan
dipasangkan pada ujung bagian dalan masing-masing poros
Sambungan kecepatan konstan (KK) memungkinkan batang penggerak
melakukan putara dengan sudut yang kecil dan perubahan panjang sesuai
gerakan roda mengikuti permukaan jalan.
Sambungan kecepatan konstan berikutnya pada transmisi pada
sambungan inboard (sambungan pluge) sambungan ini menggunakan
bantalan roll pada ujung batang diteruskan melalui sambungan le "plunge"
saat panjang batang berubah.
Sambungan kecepatan konstan pada penghubung (hub) roda adalah
sambungan inboard juga sama sambungan burfiekd, sambungan ini bersifat
tetap diam san tidak berubah panjangnya. Sambungan kecepatan konstan;
Membawa gaya putar dari mesin dan transmisi ke roda yang bersentuhan
dengan jalan
Meneruskan gerakan kemudi sebaik mungkin pada gerakan kendaraan naik
atau turun.

Gambar Poros penggerak dari penggerak roda depan


Kendaraan Dengan Mesin Didepan, Penggerak Roda Belakang
Gaya putar atau gerakan dari batang output transmisi kesumbu belakang
dilakukan pada batang penggerak (batang propeller atau batang tail)

Sumbu batang kendaraan bergerak naik atau tutun, relatif terhadap


transmisi dan batang penggerak harus memeindahkan gaya putar melalui
berbagai perubahan sudut dan panjang.
Sambungan universal dan slip yoke (lihat gambar 4 bawah) dapat
melakukan penyesuaian yang dibututhkan sebagai akibat perubahan tempat
yang dilalui kendaran selaam berjalan. Ini mungkin dilakukan karena
sambungan universal memungkinkan 2 (dua) batang bergerak dalam sudut
yang berbeda satu dengan yang lain.
Sebagai contoh, bila kendaraan menumbuk gundukan/benjolan dijalan,
sudut belakang ditekan keatas dan relatif terhadap bodi mobil. Sambungan
universal memungkinkan jalur penggerak tetap pada posisi melentur tanpa
menyebabkan kerusakan pada batang penggerak.
Dalam keadaan yang sama, slip yoke atau sambungan slip yang
terpasang pada batang output transmisi memungkinkan adanya perubahan
kecil pada panjang penggerak dengan meluncur kedalam atau keluar dari
trasnmisi.

Gambar Bentuk rangkaian batang propeller


Kendaraan-kendaraan yang lebih kecil dengan penggerak empat roda
menggunakan pengaturan jalur penggerak yang mirip dengan kendaraan
dengan mesin dibelakang, Kendaraan dengan penggerak roda depan telah
dijelaskan diatas, tetapi dengan tambahan pada batang output yang
diperpanjang hingga sumbu depan.
Kendaraan dengan penggerak empat roda memiliki jalur penggerak
pada kedua sumbu kendaraan depan dan belakang. Serupa dengan rangkaian
sumbu belakang kendaraan yang konvensional. Pada sumbu belakang dan
sedikit berbeda unit sumbu pada bagian depan. Sumbu penggerak depan
harus meemiliki fasilitas untuk mengemudikan kendaraan. Dua sumbu

pemindahan gaya putar dari transmisi dilewatkan unit deferensial dan batang
sumbu untuk menggerakkan empat roda kendaraan.

Gambar 4WD Front Propeller Shaft


2.2 Klasifikasi Poros
Poros

untuk

meneruskan

daya

diklasifikasikan

menuruut

pembebanannya sebagai berikut :

a. Poros Transmisi
Poros tersebut mendapat beban puntir murni atau puntir dan lentur. Daya
ditransmisikan kepada poros ini melalui kopling, roda gigi, puli sabuk atau
sproket rantai dan lainlain. Contoh pada mesin yang mengalami beban
puntir murni yaitu gardan.

b. Poros Spindel
Poros spindel merupakan poros transmisi yang relatif pendek, seperti poros
utama mesin perkakas, dimana beban utamanya berupa puntiran, disebut
spindel.
Syarat yang harus dipenuhi poros ini adalah deformasinya kecil, sebab
apabila deformasinya besar benda kerja tidak akan silindris. Serta bentuk
dan ukuran harus teliti. Poros spindel berhubungan langsung dengan benda
kerja.

c. Poros Gandar
Poros seperti yang dipasang diantara roda-roda kertas barang, dimana tidak
mendapat beban puntir, bahkan kadang-kadang tidak boleh berputar,
disebut gandar. Gandar ini hanya mendapat beban lentur, kecuali
digerakkan oleh penggerak mula dimana mengalami beban puntir juga.

Menurut bentuknya, poros dapat digolongkan atas poros lurus umum,


poros engkol sebagai poros utama dari mesin torak, dan lainlain. Poros
luwes untuk transmisi daya kecil agar terdapat kebebasan dari perubahan
arah, dan lain-lain.

2.3 Hal-Hal Penting Dalam Merancang Poros


Untuk merencanakan sebuan poros, hal-hal berikut ini perlu diperhatikan.
2.3.1 Kekuatan Poros
Suatu poros transmisi dapat mengalami beban puntir atau lentur atau
gabungan antara puntir dan lentur, ada juga poros yang mendapat beban tarik
atau tekan seperti pada poros turbin.
Kelelahan tumbukan atau pengaruh konsentrasi tegangan bila diameter
poros diperkecil (poros bertingkat) atau bila poros mempunyai alur pasak harus
diperhatikan, sehingga sebuah poros harus cukup kuat menahan beban yang
terjadi pada poros tersebut.
2.3.2 Kekakuan Poros
Meskipun sebuah poros memiliki kekuatan yang cukup, tetapi jika
lenturan defleksi puntirannya melebihi batas yang diizinkan maka akan
mengakibatkan ketidaktelitian misalnya pada mesin perkakas atau getaran
suara pada turbin dan gear box. Karena itu disamping kekuatan juga harus
diperhatikan dan disesuaikan dengan jenis mesin yang akan menggunakan
poros tersebut.
2.3.3 Puntiran Kritis
Bila putaran suatu mesin dinaikkan maka pada suatu harga putaran
tertentu dapat terjadi getaran yang luar biasa. Hal ini bisa terjadi pada turbin,
motor torak silinder, motor listrik dan lainlain. Serta dapat mengakibatkan
kerusakan pada poros dan bagian lainnnya. Jika mungkin harus direncanakan
sedemikian rupa sehingga putaran kerja lebih dari putaran kritis.
2.3.4 Korosi
Bahan-bahan tahan korosi (termasuk plastik) dipilih untuk poros
propeller dan pompa, bila terjadi kontak dengan fluida yang korosif. Demikian
juga porosporos yang terancam kavitasi dan porosporos mesin yang berhenti

10

lama, sampai barasbatas tertentu dapat pula dilakukan perlindungan terhadap


korosi.
2.3.5 Bahan Poros
Poros untuk mesin umum biasanya dibuat dari baja batang yang ditarik
dingin dan difinishing, yaitu baja karbon konstruksi mesin yang dihasilkan dari
igot yang di kill (baja yang dioksidasi dengan ferro silikon dan dicor)
Meskipun demikian kelurusan poros ini agak kurang tetap dan dapat
mengalami deformasi karena tegangan yang kurang seimbang misalnya diberi
alur pasak dan adanya tegangan sisa dalam terasnya. Penarikan dingin
membuat permukaan poros menjadi keras dan kekuatannya bertambah.
Poros untuk meneruskan putaran tinggi dan beban berat umumnya dibuat
dari baja paduan dengan pengerasan kulit yang tahan terhadap keausan.
Beberapa diantaranya adalah baja khrom, nikel, baja khrom nikel molibden,
baja khrom, baja molibden dan lainlain. Meskipun demikian pemakaian baja
paduan khusus tidak selalu diharuskan, alasannya hanya karena putaran tinggi,
dan beban berat, dalam hal demikian perlu dipertimbangkan penggunaan baja
karbon yang diberi perlakuan panas secara tepat untuk memperoleh kekuatan
yang diperlukan. Poros-poros yang bentuknya sulit seperti poros engkol banyak
dibuat dari besi cor nodular atau coran lainnya.

11

BAB III
KESIMPULAN

Poros merupakan salah satu bagian terpenting dari setiap mesin. Hampir
semua mesin meneruskan tenaga bersama-sama dengan putaran. Peranan utama
dalam transmisi seperti itu dipegang oleh poros.
Poros propeller bekerja untuk meneruskan daya putaran dari transmisi ke
diferial dalam keadaan tidak dalam satu garis lurus. Dan putaran diteruskan dari
transmisi ke poros propeller dan dari poros propeller ke diferensial melalui universal
joint, universal joint berfungsi untuk meneruskan daya putaran yang dalam keadaan
tidak satu garis. Pada umumnya propeller shaft dibuat dari tabung pipa baja yang
memiliki ketahanan terhadap gaya puntiran atau bengkok. selain itu dipilih tabung
pipa baja di karenakan luas penampang yang di perlukan lebih kecil jika
dibandingkan dengan poros pejal, selain itu biaya yang harus di keluarkan lebih
kecil jika digunakan poros yang pejal. Bandul pengimbang balance weight dipasang
dibagian luar pipa dengan tujuan untuk keseimbangan pada waktu berputar.
Pada umumnya propeller shaft terdiri dari satu pipa yang mempunyai dua
penghubung yang terpasang pada kedua ujung berbentuk universal joint. Tipe
propeller shaft dua bagian dengan tiga joint kadang-kadang menggunakan bearing
tengah yang bertujuan untuk mengurangi getaran dan bunyi.

12