Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH ASUHAN NEONATUS

DENGAN TETANUS
NEONATORUM

DISUSUN OLEH :
YETI SUSMIARTI
09/PK/38

APA PENGERTIAN TETANUS


NEONATORUM ?
Penyakit tetanus neonatorum
adalah penyakit tetanus yang
terjadi pada neonatus berusia
kurang dari 1 bulan yang
disebabkan oleh clostridium tetani
yaitu kuman yang mengeluarkan
toksin dan menyerang sistem saraf
pusat.

Penyebab tetanus neonatorum


adalah spora kuman tersebut
masuk ke dalam tubuh bayi
melalui pintu masuk satu-satunya
yaitu tali pusat ketika bayi lahir
maupun pada saat perawatannya
sebelum tali pusat lepas.

1. Bayi mendadak tidak mau menyusu.


TANDA & GEJALA

2. Tiba-tiba bayi demam


3. Mulut mencucu seperti mulut ikan
4. ejang spontan terutama bila disentuh,
terkena sinar / mendengar suara keras
5. Sianosis
6. Kuduk kaku
7. Pusat / tali pusat bengkak, memerah,
bernanah
dan
berbau
Dinding
abdomen
kaku,
mengeras
dan
kadang-kadang terjadi kejang
8. Suhu meningkat
9. Ekstrimitas biasanya terulur dan kaku

1. Pemberian imunisasi TT
pada ibu hamil tidak
dilakukan/tidak lengkap
2. Pertolongan persalinan
tidak memenuhi syarat 3B
3. Perawatan tali pusat tidak
memenuhi persyaratan
kesehatan

Tetanus
Neonatorum
dibagi 2

1.

Tetanus Neonaturm Sedang


Umur bayi lebih dari > 7 hari
Frekuensi kejang kadang-kadang
Mulut mencucu seperti ikan
Kadang-kadang trismus
Opisitotonus kadang-kadang
Masih sadar
Telinga bisa aja bersih/kotor
Tali pusat kotor, bengkak, merah

2.

Tetanus Neonatorum Berat


Umur bayi 0-7 hari
Sering kejang
Mulut mencucu seperti ikan
Trimus terus menerus
Badan sering opistotonus
Bisa sadar/tidak
Telinga kotor
Tali pusat bengkak, kotor, merah, bau dan
Pus

1. Mengatasi kejang dengan memberikan suntikan anti


kejang
2. Menjaga jalan nafas tetap bebas dengan membersihkan
jalan nafas dan pemasangan spatel lidah yang
dibungkus kain untuk mencegah agar lidah tidak
tergigit
3. Ruang dan lingkungan harus tenang dengan sedikit sinar
4. Pakaian bayi dikendurkan/dibuka
5. Perawatan tali pusat dengan teknis aseptic dan
antiseptic dengan alkohol 70% dan kompres Bethadine
yang adekuat : kebutuhan O2, makanan, keseimbangan
cairan dan elektrolit.
6. Rujuk ke rumah sakit, beri pengertian pada keluarga
bahwa anaknya harus dirujuk ke rumah sakit
7. Infus glukosa 10% sebanyak 80 ml/kgBB/hari
8. Antibiotik 1 x / penisilin prokain 50.000 U/KgBB/hari

1. Toksoid tetanus yang diberikan 3


kali berturut-turut pada trimester
ketiga kehamilan dikatakan
sangat bermakna mencegah
tetanus neonatorum. Hendaknya
sterilitas harus diperhatikan benar
pada waktu pemotongan tali
pusat dan demikian pula
perawatan tali pusat selanjutnya.

KOMPLIKASI

1. Bronkopneumonia,
asfiksia dan sianosis
akibat obstruksi
saluran pernafasa
oleh sekret, serta
sepsis neonatorum.

Strikinin tetani mening


H15, rabies, angina
yang berat, abses
rotrofaringeal, abses
gigi, pembesaran KGB,
leher, kuduk kaku,
mastoiditis, pneumonia
lobaris atas, miositis
leher, spandilitis leher.

1. Pencegahan

Bersihkan port di entre (luka caries otitis) dengan larutan H2O2 3%


Anti tetanus serum (ATS) 1.500 U IM
TT dengan memperhatikan status imunisasi
Penisilin prokain (PP) 2-3 hari, 50.000 U/Kg BB perhari

2. Pengobatan
1. Anti tetanus serum (ATS) 50.000 U/hari
2. Fenobarbital
3. Diazepam
4. Largaktil
5. Kloral hidrat
6. Diet tinggi kalori tinggi protein
7. Isolasi
8. Oksigen 21/M
9. Bersihkan Port dentree dengan larutan H2O2 3 %
10. Toksoid tetanus (TT) diberikan sesuai status imunisasi.

ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI NY. T


DENGAN TETANUS NEONATORUM
DI PUSKESMAS
: Jumat , 9 Juli 2010
: 10.30 WIB
: Puskesmas

Hari / Tanggal Pengkajian


Jam
Tempat
I. Pengkajian
A. Data Subjektif

a. Biodata
Nama bayi
Umur
Jenis kelamin
BB
PB
Nama Ibu
Umur
Agama
Pendidikan
Pekerjaan
Suku/bangsa
Alamat

:
:
:
:
:
:
:

: Bayi Ny. T
: 2 hari
:
: 3.200 gr
: 50 cm
Ny. T
20 tahun
Islam
D III
IRT
Serawai/ INA
Jl. Kartini

Nama Suami
Umur
Agama
Pendidikan
Pekerjaan
Suku/bangsa
Alamat

:
:
:
:
:
:
:

Tn. P
25 tahun
Islam
D III
PNS
Serawai/ INA
Jl. Kartini

b. Keluhan Utama
Ibu mengatakan Ibu mengatakan bayinya demam, kejang, dan tidak mau menyusu.
Ibu mengatakan pusat anaknya bengkak, merah, bau dan bernanah
Ibu mengatakan cemas dengan keadaan anaknya saat ini

c. Riwayat Kesehatan
Sekarang

: Ibu mengatakan bayinya dalam keadaan demam, kejang dan tidak mau
menyusu.
Yang lalu : Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular dan menahun.
Keluarga : Ibu mengatakan dalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit
menular dan menahun.
d. Riwayat Kehamilan

G1P0A0
ANC 1x, penolong bidan, tempat Posyandu
e. Riwayat Persalinan Yang Lalu
Penolong
Tempat

:
:

Bidan
Rumah

f.

Riwayat psiko, sosial, spiritual


Psiko
Sosial
Spiritual

: Ibu mengatakan cemas dengan keadaan anaknya saat ini


: Hubungan ibu, ayah, keluarga dan masyarakat baik
: Ibu menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya

d. Riwayat Obat-obatan
Ibu mengatakan tidak pernah mengkonsumsi obat-obatan selama hamil
1. Nutrisi
Makan
Frekuensi
Keluhan

: ASI
: Tidak sering
: Ibu mengatakan bayinya enggan menyusu

2. Istirahat/ Tidur
Siang
: 3 jam
Malam : 5 jam
Keluhan : Ibu mengatakan bayinya susah tidur karena bayinya rewel
dan terus menerus gelisah

3. Personal Hygiene
Mandi
Ganti Pakaian
Ganti Popok

: 1 x / hari
: Sehabis BAB/BAK
: Sehabis BAB/BAK

B. Data Objektif
1. Pemeriksaan Umum

KU
Kesadaran
Suhu
Nadi
RR
PB
BB
Lila
LK
LD

: Lemah
: Compos mentis
: 390C
: 129 x/menit
: 60 x/menit
: 50 cm
: 3200 gr
: 14 cm
: 32 cm
: 35 cm

2. Pemeriksaan Fisik

Kepala

: Keadaan baik, cepal hematum tidak ada, kebersihan bersih, kelainan dan
keluhan tidak ada
Muka
: Keadaan baik, warna merah, keluhan tidak ada, kelainan tidak ada
Mata
: Keadaan baik, conjungtiva an anemis, sclera an ikterik, kelainan dan keluhan
tidak ada
Hidung
: Keadaan baik, kelainan tidak ada, kebersihan bersih, bentuk baik, kelainan
dan keluhan tidak ada
Mulut
: Keadaan baik, labioskizis dan labiopalatoskizis tidak ada, kebersihan bersih,
bentuk baik, kelainan dan keluhan tidak ada
Leher
: Kebersihan baik, tidak ada pembengkakan pada kelenjar tyroid, limfe dan
jugularis, keluhan dan kelainan tidak ada
Abdomen : Pada pusat keadaan tali pusat terlihat kemerahan, bengkak, kotor serta
berbau, berdarah
Genitalia : Keadaan baik, kelainan pada alat kelamin tidak ada, keluhan tidak ada
Ekstremitas :
Atas
: Pergerakan aktif, simetris, jari-jari tangan lengkap
Bawah
: Pergerakan aktif, bentuk simetris, jari kaki lengkap

II. Interpretasi Data


1. Diagnosa
Bayi Ny. T, umur 2 hari, jenis kelamin laki-laki, ku bayi lemah dengan perdarahan
tali pusat
DS : - Ibu mengatakan bayinya mengalami perdarahan tali pusat sejak 1 hari yang
lalu
- Ibu mengatakan bayinya rewel dan gelisah
DO :
Ku
Kesadaran
Suhu
Nadi
RR
PB
BB
Lila
LK
LD
Abdomen

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

Lemah
Compos mentis
390C
129 x/menit
60 x/menit
50 cm
3200 gr
14 cm
32 cm
35 cm
Pada pusat keadaan tali pusat terlihat kemerahan, bengkak, kotor serta
berbau, berdarah

2. Masalah
1. Ibu cemas dengan bayinya dikarenakan tali pusatnya berdarah
2. Bayi rewel dan gelisah
3. Terjadinya anemia pada bayi disebabkan oleh perdarahan tali pusat tersebut
3. Kebutuhan
Penkes tentang penanganan perdarahan tali pusat pada BBL
III. Masalah Potensial
Terjadinya infeksi tali pusat
IV. Tindakan Segera
Kolaborasi dengan dokter

V. Intervensi
1. Jelaskan pada ibu tentang keadaan bayinya saat ini
2. Jelaskan pada ibu hal yang mungkin terjadi pada bayinya karena keadaan sekarang
3. Anjurkan pada ibu untuk selalu memberikan ASI pada bayinya
4. Jelaskan pada ibu tentang perawatan tali pusat
5. Lakukan kolaborasi dengan dokter dalam pemberian terapi (obat)
6. Anjurkan pada ibu untuk selalu menjaga personal hygiene
7. Anjurkan pada ibu untuk kunjungan ulang

VI. Implementasi
1. Menjelaskan pada ibu keadaan bayinya saat ini lemah, terjadi perdarahan tali pusat
pada bayinya, tali pusat terlihat kemerahan dan bengkak, suhu badannya meningkat
(39oC), pernapasan cepat.
2. Menjelaskan pada ibu bahwa dengan adanya perdarahan tali pusat ini dapat
mengganggu bayinya, bayinya akan rewel dan gelisah, memungkinkan bayinya dapat
terkena infeksi tetanus neonatorum.
3. Menganjurkan pada ibu untuk sesering mungkin memberikan ASI pada bayinya
4. Melakukan kolaborasi dengan dokter dalam pemberian terapi (obat)
5. Menjelaskan pada ibu tentang perawatan tali pusat yang baik dan benar yaitu tali
pusat dalam keadaan bersih, kering, dan dibungkus dengan kasa steril.
6. Menganjurkan pada ibu untuk selalu menjaga personal hygiene terutama pada
bayinya
7. Menganjurkan pada ibu untuk kunjungan ulang
VII. Evaluasi
1. Ibu mengerti keadaan bayinya lemah karena ada perdarahan pada tali pusat bayinya
sehingga bayinya akan rewel dan gelisah
2. Ibu selalu memberikan ASI pasa bayinya sesering mungkin
3. Ibu mau menuruti apa yang dianjurkan bidan
4. Ibu mau merawat bayinya dengan baik dan benar
5. Ibu merasa tenang dengan penjelasan yang diberikan