Anda di halaman 1dari 35

TRANSKULTURAL NURSING

Oleh:

KELOMPOK II

Dosen pembimbing Andi Budianto Adi Putra, S.Kep., Ns.

A. Arnida Akifa Syahrir Aldy Renaldi Asnirawati Darmariyani Dinianti Etty Iswahyuni Fitriani 023 Haryana Hasban
A. Arnida
Akifa Syahrir
Aldy Renaldi
Asnirawati
Darmariyani
Dinianti
Etty Iswahyuni
Fitriani 023
Haryana Hasban
Husnul Khatimah
Istianah Nur Qurani
Megawati
Muh. Aswar Anas
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANTARA PEMILIHAN PENGOBATAN ALTERNATIF DUKUN DENGAN PEMILIHAN PELAYANAN KESEHATAN DI KOTA

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANTARA PEMILIHAN PENGOBATAN ALTERNATIF DUKUN

DENGAN PEMILIHAN PELAYANAN KESEHATAN

DI KOTA MAKASSAR TAHUN 2014

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Penyembuhan terhadap suatu penyakit di dalam sebuah masyarakat dilakukan dengan cara-cara yang berlaku di

dalam masyarakat sesuai kepercayaan masyarakat

tersebut. Ketika manusia menghadapi berbagai masalah di dalam hidup, di antaranya sakit, manusia berusaha

untuk mencari obat untuk kesembuhan penyakitnya itu.

Bukan hanya pengalaman, faktor sosial budaya, dan faktor ekonomi yang mendorong seseorang mencari

pengobatan. Akan tetapi, organisasi sistem pelayanan

kesehatan, baik modern maupun tradisional, sangat menentukan dan berpengaruh terhadap perilaku mencari

pengobatan (Rahmadewi, 2009).

Continue

Secara umum, Kalangie membagi sistem medis ke dalam dua golongan besar, yaitu sistem medis ilmiah yang merupakan hasil perkembangan ilmu pengetahuan (terutama dalam dunia barat) dan sistem

non medis (tradisional) yang berasal dari aneka warna

kebudayaan manusia. Pengobatan kedokteran berbasis

pembuktian ilmiah, sedangkan pengobatan tradisional berdasarkan kearifan lokal yang berasal dari

kebudayaan masyarakat, termasuk di antaranya

pengobatan dukun (Rahmadewi, 2009).

Continue

Berdasarkan hasil Survey Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) tentang penggunaan pengobatan tradisional meningkat dari tahun ke tahun (digunakan oleh 40 % penduduk Indonesia). Pada tahun 2010 penggunaan pengobatan tradisional

meningkat menjadi 45,17 % dan tahun 2011 menjadi

49,53 %.

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang di atas, masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah faktor-faktor apa

yang mempengaruhi antara pemilihan pengobatan

alternatif dukun dengan pemilihan peayanan kesehatan di Kota Makassar ?

C. TUJUAN PENELITIAN

1. Tujuan Umum

Diketahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi

anatara pemilihan pengobatan dukun dengan pemilihan pelayanan kesehatan di Kota

Makassar

2. Tujuan Khusus

a. Diketahuinya realitas sosio kultural praktik perdukunan di Kota Makassar

b. Diketahuinya strategi budaya dalam

mempertahankan eksistensi dukun di Kota

Makassar

Continue

c. Diketahuinya

perspektif

masyarakat

Pengobatan alternatif dukun

tentang

d. Diketahuinya hubungan praktik pengobatan alternatif perdukunan dan praktik pengobatan modern di Kota Makassar

D. MANFAAT PENELITIAN

1. Bagi Profesi Keperawatan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah khasanah dan wawasan keilmuan keperawatan transkultural, khususnya

mengenai pemilihan pengobatan yang tepat.

2. Bagi Peneliti Penelitian ini dapat memberikan pengalaman yang berharga bagi peneliti untuk melakukan penelitian lain pada masa yang akan datang.

Continue

3. Bagi Peneliti Selanjutnya

Hasil penelitian ini dapat dijadikan data dasar pengembangan penelitian lain dengan ruang lingkup yang sama.

4. Bagi Masyarakat Kota Makassar

Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan dan pertimbangan dalam pemilihan pengobatan alternatif tanpa mengabaikan pengobatan medis.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. PENGOBATAN ALTERNATIF DUKUN

1. Pengertian Pengobatan Alternatif

segala jenis pengobatan dengan menggunakan metode pengobatan non medis atau metode pengobatan pendukung

pengobatan medis.

segala jenis pengobatan dengan menggunakan metode pengobatan non medis atau metode pengobatan pendukung pengobatan medis.

Continue

2. Pengertian Dukun Istilah dukun o/ masyarakat Arab: Kaahin (dukun), ‘Arraaf (peramal), Rammal (tukang tenung), Munajjim (ahli nujum), Saahir (ahli sihir). Sedangkan o/ masyarakat Makassar disebut Sanro (Thabrani, 2014) Menurut KBBI, Dukun a/ orang yg mengobati, menolong orang sakit, memberi jampi-jampi (mantra, guna-guna, dsb).

2014) Menurut KBBI, Dukun a/ orang yg mengobati, menolong orang sakit, memberi jampi-jampi (mantra, guna-guna, dsb).

Continue

Perdukunan Zaman Dahulu

Umumnya masyarakat yang mendatangi dukun adalah golongan yang tidak berilmu dan tinggal jauh dari pusat pelayanan kesehatan

medis atau kurannya biaya untuk berobat kepusat kesehatan.

Tujuan mendatangi dukun terbatas pada urusan tertentu saja seperti berobat atau minta ilmu tangkal dan pelet. Dukun di zaman dulu

mudah dikenal oleh masyarakat melalui penampilannya secara fisik

atau zohir (Dzikra, 2013).

dan pelet. Dukun di zaman dulu mudah dikenal oleh masyarakat melalui penampilannya secara fisik atau zohir

Continue

Perdukunan Zaman Sekarang

prakteknya di kota-kota besar, bahkan membuka pusat perdukunannya dengan izin resmi. Ilmu perdukunan mereka

didukung oleh ilmu pengetahuan moderen. Para pasienya orang-

orang yang berpendidikan dan memiliki kemampuan ekonomi yang menengah keatas. Tujuan untuk mendatangi dukun tidak terbatas

pada urusan klasik seperti urusan untuk berobat. Akan tetapi lebih

meluas kedalam masalah profesi dan pekerjaan yang sedang mereka geluti (Dzikra, 2013).

Continue

Continue Dukun Zaman dahulu Dukun Zaman Sekarang

Dukun Zaman dahulu

Continue Dukun Zaman dahulu Dukun Zaman Sekarang

Dukun Zaman Sekarang

Continue Dukun Zaman dahulu Dukun Zaman Sekarang

Continue

3. Jenis-jenis Dukun

a. Dukun pijat yang bekerja untuk menyembuhkan penyakit yang disebabkan karena kurang berfungsinya urat-urat dan

aliran darah

b. Dukun Sangkal Putung yang mengobati pasien patah tulang

c. Dukun Petungan yang memberi nasihat berupa perhitungan hari baik menurut Weton (kitab primbon)

yang pandai mengobati gigitan ular berbisa dan

d. Dukun

binatang buas,

perhitungan hari baik menurut Weton (kitab primbon) yang pandai mengobati gigitan ular berbisa dan d. Dukun
perhitungan hari baik menurut Weton (kitab primbon) yang pandai mengobati gigitan ular berbisa dan d. Dukun

Continue

e. Dukun bayi yaitu dukun yang memberikan pertolongan pada

waktu dan setelah persalinan

f. Dukun Perewangan yaitu dukun yang dianggap memiliki

kemampuan magis sehingga dapat memberikan pengobatan

maupun nasihat yang berhubungan dengan alam gaib (Ardani dkk, 2013)

kemampuan magis sehingga dapat memberikan pengobatan maupun nasihat yang berhubungan dengan alam gaib (Ardani dkk, 2013)
kemampuan magis sehingga dapat memberikan pengobatan maupun nasihat yang berhubungan dengan alam gaib (Ardani dkk, 2013)

Continue

4. Jenis-jenis Pengobatan Dukun

Mantra, jampi-jampi, atau doa-doa. Alat-alat yang digunakan biasanya berupa benda-benda yang terkait dengan simbol atau

ritual keagamanan tertentu; benda-benda bersejarah (antic);

atau benda-benda langka dan unik (alamiah atau buatan). Bahan-bahan yang digunakan juga bermacam-macam: air

bening, bagian-bagian tumbuhan (akar, batang, daun, bunga,

buah, getah, dll); organ tubuh hewan (mulai dari bulu atau

rambut, kulit, kuku atau cakar, hati, darah, telur, hingga

kotoran); serta berbagai bahan lain seperti minyak wangi, dupa,

kemenyan dan sebagainya (Suryaningsih, 2009).

hingga kotoran); serta berbagai bahan lain seperti minyak wangi, dupa, kemenyan dan sebagainya (Suryaningsih, 2009).

Continue

Proses pengobatannya sangat beragam, mulai dari yang hanya

mengandalkan kekuatan doa, mantra atau jampi-jampian yang

langsung diarahkan pada pasien tanpa disertai alat atau bahan

apa pun, hingga aktivitas ritual yang kompleks seperti mandi

kembang dan sebagainya (Suryaningsih, 2009).

alat atau bahan apa pun, hingga aktivitas ritual yang kompleks seperti mandi kembang dan sebagainya (Suryaningsih,
alat atau bahan apa pun, hingga aktivitas ritual yang kompleks seperti mandi kembang dan sebagainya (Suryaningsih,

Continue

5. Penyakit yang Diobati Dukun

Paddaukang, kapinawangngang, poso, haid tidak lancar, usus turun, dan batuk menahun. Mekanisme pengobatan dukun

adalah dengan cara tradisional, yaitu doa-doa yang

bersumber dari ayat-ayat Al-Quran, air putih yang diisi doa-doa, ramuan dari tumbuh-tumbuhan, menekan-nekan

titik syaraf pasien, serta menggunakan kekuatan

supranatural (Syuhudi dkk, 2012).

dari tumbuh-tumbuhan, menekan-nekan titik syaraf pasien, serta menggunakan kekuatan supranatural (Syuhudi dkk, 2012).
dari tumbuh-tumbuhan, menekan-nekan titik syaraf pasien, serta menggunakan kekuatan supranatural (Syuhudi dkk, 2012).

Continue

Mekanisme pengobatan dukun adalah dengan cara

tradisional, yaitu doa-doa yang bersumber dari ayat-ayat Al-Quran, air putih yang diisi doa-doa, ramuan dari

tumbuh-tumbuhan, menekan-nekan titik syaraf pasien,

serta menggunakan kekuatan supranatural (Syuhudi dkk,

2012).

dari tumbuh-tumbuhan, menekan-nekan titik syaraf pasien, serta menggunakan kekuatan supranatural (Syuhudi dkk, 2012).
dari tumbuh-tumbuhan, menekan-nekan titik syaraf pasien, serta menggunakan kekuatan supranatural (Syuhudi dkk, 2012).

Continue

6. Eksistensi Praktik Perdukunan di Makassar

Sosmed

memasang iklan di koran, televisi, dan radio. Ada pula dukun

yang membuat brosur dan kemudian mengedarkan di jalan- jalan tertentu. Ada juga dukun yang memasang reklame di

depan rumahnya atau di depan praktiknya. Hal ini

mereka lakukan semata-mata sebagai proses adaptasi untuk

bertahan di perkotaan.

rumahnya atau di depan praktiknya. Hal ini mereka lakukan semata-mata sebagai proses adaptasi untuk bertahan di

Continue

Non-Sosmed (Social Networking)

Jaringan pasien, keluarga pasien, dan teman

pasien. jaringan

teman dukun dan keluarga dukun (Syuhudi, 2012).

Selain itu juga karena dukun dengan pengetahuan kebudayaan yang dimiliki mampu beradaptasi dengan

lingkungan perkotaan, terutama bagi orang-orang yang

memiliki kesamaan pengetahuan kebudayaan dengan dukun

(Syuhudi, 2012).

perkotaan, terutama bagi orang-orang yang memiliki kesamaan pengetahuan kebudayaan dengan dukun (Syuhudi, 2012).

7. Pengobatan Alternatif Dukun di Makassar

Pengobatan dukun di Makassar terkesan santai, sehingga

membuat pasien langsung cepat akrab, meski baru pertama kali

bertemu dan diobati. Dukun juga sering mengajak pasiennya

berbicara di luar dari pembicaraan penyakit. Karena itu, pasien kadang tidak menyangka kalau dirinya sedang sakit dan diobati

karena dukun biasa menyelingi dengan tertawa kecil atau

tersenyum. Komunikasi dukun dengan pasien juga terkesan santai, informal, dan bersifat kekeluargaan (Syuhudi, 2012).

atau tersenyum. Komunikasi dukun dengan pasien juga terkesan santai, informal, dan bersifat kekeluargaan (Syuhudi, 2012).

B. TINJAUAN UMUM PELAYANAN KESEHATAN

1. Pengertian Pelayanan Kesehatan Suatu bentuk pelayanan u/ memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit dan

penyembuhan penyakit serta pemulihan kesehatan

perseorangan, keluarga, kelompok, maupun masyarakat.

mencegah penyakit dan penyembuhan penyakit serta pemulihan kesehatan perseorangan, keluarga, kelompok, maupun masyarakat.

2. Jenis Pelayanan Kesehatan

a. Primary Health Care

Diperlukan untuk masyarakat yang sakit ringan dan

masyarakat yang sehat untuk meningkatkan kesehatan

mereka atau promosi kesehatan. ex; Puskesmas, Puskesmas

keliling, klinik.

b. Secondary Health Care

pelayanan yang lebih bersifat spesialis dan bahkan kadang

kala pelayanan subspesialis, tetapi masih terbatas.

c. Tertiery Health Care

pelayanan yang lebih mengutamakan pelayanan

subspesialis serta subspesialis luas.

C. HUBUNGAN PELAYANAN MEDIS & PENGOBATAN ALTERNATIF DUKUN

Pebedaan utama antara pengobatan alternatif dengan pengobatan modern a/ berdasarkan cara pikir pengobatannya. Pengobatan modern berpola-pikir logika yang menganggap penyakit yang bersifat lahir. Pola-pikir alternatif yang menganggap penyakit yang bersifat batin bersama lahir juga (Walcott, 2004).

bersifat lahir. Pola-pikir alternatif yang menganggap penyakit yang bersifat batin bersama lahir juga (Walcott, 2004).

Continue

Hubunganan di antara pengobatan alternatif dengan pengobatan

modern bukanlah hubungan yang bersaing. Pengobatan kedua-duannya

hidup saling berdampingan dan bersama-sama menyediakan pilihan pengobatan untuk bermacam-macam penyakit. Para dokter bisa

dikatakan sebagai spesialis ‘jasmani’ sedangkan para dukun bisa

dikatakan spesialis ‘non-fisik’. Dalam kebudayaan Indonesia baik ‘sakit

jasmani’ maupun ‘sakit jiwa’ dianggap sebagai sifat yang mempengaruhi

kesehatan. Karena itu, dalam masyarakat ada kebutuhan untuk

pengobatan kedua-duannya yang tersedia (Walcott, 2004).

D. PANDANGAN ISLAM TENTANG

PENGOBATAN DUKUN

]29/روطلا[

Artinya:

َ

نٍونُجْ مَ لَ و نٍ هكََ بِ

َ

ِ

كَ ّبِ ر َ ة معْ نبِ تَ ْهأَ ا مَف

ِ

َ

ِ

َ

ِّ

ك

َ

ذَف

ْ

ر

‚Maka tetaplah memberi peringatan, dengan sebab

nimat Tuhan-mu engkau bukanlah seorang dukun

dan bukan pula seorang gila‛.

tetaplah memberi peringatan, dengan sebab nimat Tuhan-mu engkau bukanlah seorang dukun dan bukan pula seorang gila‛

Continue

Dari ayat di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa

orang yang memberitakan kabar yang akan datang

itu ada tiga jenis:

Pertama: Seorang Nabi yang mendapat wahyu dari Allah, sebagaimana Allah berfirman:

بْهأَ نْ م لَ ِذَ

]44/نارعم لٓأ[

َ

ل

كَ

ْ

ي

ْ

ا هي ِ حوُه ِ بِ

ِ

يغَ لا ءا َ

ْ

ِ

ِ

‚Demikianlah dari berita-berita ghaib yang Kami

(Allah) wahyukan kepadamu‛.

Kedua: Dukun, sebagaimana yang telah kita jelaskan di atas tentang hakikatnya. Ketiga: Orang gila yang berbicara diluar kesadaran

Continue

Tidak dibenarkan bagi orang yang sakit mendatangi

dukun-dukun yang mendakwahkan dirinya

mengetahui hal-hal yang gaib, untuk mengetahui penyakit yang dideritanya. Tidak diperbolehkan pula

mempercayai atau membenarkan apa yang mereka katakan, karena sesuatu yang mereka katakan mengenai hal-hal yang gaib itu hanya didasarkan atas perkiraan belaka, atau dengan cara mendatangkan jin, dan meminta tolong kepada jin-jin itu tentang

sesuatu yang mereka inginkan. Dengan cara

demikian dukun-dukun tersebut telah melakukan

perbuatan kufur dan kesesatan (Thabrani., Mukhti,

2014)

감사합니다

감사합니다 KELOMPOK II

KELOMPOK II