Anda di halaman 1dari 5

2.

1 Temperatur
2.1.1 Distrribusi Temperatur Vertikal
Secara umum, temperatur di laut akan berkurang dengan bertambahnya
kedalaman. Pada kedalaman 200-300 meter dan 1000 meter, temperatur akan
turun dengan cepat. Daerah ini dikenal sebagai termoklin permanen. Pada
lapisan 1000 meter kebawah menuju dasar laut tidak mengalami variasi
musiman dan temperatur turun perlahan antara 0oC dan 3oC.
Di atas termoklin pemanen, distribusi temperatur terhadap kedalaman
menunjukkan variasi musiman terutama di lintang tengah. Pada musim
dingin, ketika temperatur rendah dankondisi di pemukaan kasar sehingga
lapisan permukaan tercampur akan melebar ke termoklin pemanen. Pada
musim panas, temperatur permukaan naik, kondisinya kuang kasar dan
termoklin musiman sering terbentuk di atas termoklin pemanen.
Termoklin musiman terbentuk pada musim semi dan maksimum (laju
perubahan tempeatur terbesar/gradien temperatur paling tajam) terjadi pada
musim panas. Angin musim dingin ang dingin dan kuat meningkatkan
kedalamn termoklin musiman dengan cepat dan menurunkan gradien
tempeatur, selanjutnya lapisan campuran akan mencapai ketebalan penuh
sebesar 200-300 meter.
Di lintang rendah (ekuator) tidak terdapat musim dingin, sehingga termoklin
musiman menjadi pemanen dan bergabung dengan termoklin pemanen pada
kedalaman 100-150 meter. Di lintang tinggi ang lebih besar dari 60o, tidak
ada termoklin pemanen. Anonim 2011
2.1.2 Distribusi Temperatul Horizontal
Distribusi temperatur di permukaan laut cenderung membentuk zonasi,
bervariasi secara horisontal sesuai garis lintang dan secara vertikal sesuai
kedalaman. Temperatur juga penting dalam mengatur proses kehidupan dan
penyebaran organisme. Seperti kita ketahui bersama bahwa organisme laut
bersifat poikilotermik/ektotermik, artinya temperatur tubuhnya dipengaruhi
oleh temperatur masa air di sekitarnya.
Secara umum terdapat empat zona biogeografik berdasarkan temperatur,
yaitu : kutub, tropik, beriklim sedang-panas dan beriklim sedang-dingin
Temperatur di laut mengalami penurunan drastis pada kedalaman 50-300 m
(zona termoklin). Lapisan termoklin terjadi sepanjang tahun di perairan
tropik, di daerah beriklim sedang terjadi pada musim panas dan di kutub
tidak ada. Temperatur juga berpengaruh terhadap kerapatan air laut. Air laut
yang hangat kerapatannya lebih rendah dari air yang dingin pada salinitas
yang sama.
Temperatur suatu perairan dipengaruhi oleh radiasi matahari, posisi matahari,
letak geografis, musim, kondisi awan serta proses interaksi antara air dan
udara. Rata-rata radiasi matahari yang mencapai bumi dan menembus
atmosfir hanya sekitar 70%. Sebesar 30% lainnya dikembalikan ke angkasa
oleh awan dan partikel debu. Dari sekitar 70% yang ada, sebanyak 17%
diserap atmosfer, 23% sampai ke atmosfer sebagai difusi cahaya siang hari

dan 30% sampai ke permukaan bumi sebagai sinar matahari langsung.


2.2 Salinitas
2.2.1 Distribusi Salinitas Vertikal
Para Ahli Oseanografi membagi pola salinitas dalam arah vertikal
menjadi empat lapisan :
a. Well-mixed surface zone (Lapisan Homogen), dengan ketebalan 50 100 m (salinitas seragam).
b. Halocline, zona dimana salinitas berubah dengan cepat sesuai dengan
bertambahnya kedalaman. Pada lapisan 1500 m
c. Zona Berkala (Occasional Zone), pada kedalaman 600 - 1000 m,
dimana terdapat nilai salinitas minimum.
d. Deep layer ( lapisan dalam ), lapisan dimana salinitas bertambah secara
lambat dan terjadi pada kedalaman lebih dari 1500 m
2.2.2 Distribusi Salinitas Horizontal
Distribusi salinitas secara horizontal yaitu semakin kearah
lintang tinggi maka sali nitas juga akan bertambah tinggi. Maka
dari itulah salinitas di daerah laut tropis (daerah di s e k i t a r
khatulistiwa)

lebih

rendah

daripada

salinitas

di

laut

subtropics.
Faktor yang memperngaruhi adalah :
-

T op o g r a f i

karena

limpasan

air

tawar

terkaitd e n g a n
yang

ada

berasal

tidaknya

dari

sungai

m e n u j u m u a r a . Akibatnya adanya limpasan (run off) maka

akan terjadi pengadukan yang berdampak pada pengenceran.


A n g i n m u n s o n : mempengaruhi arus untuk bergerak
dan arus akan membawa massa air. Angin munson akan
menyebabkan terjadinya musim hujan dan musim panas.
Perubahan
tahunan

musim
salinitas

inilahy a n g
perairan

menyebabkan
seperti

variasi

terjadinya

perubahansirkulasi massa air yang bersalinitas tinggi


dengan massa air bersalinitas rendah

2.2.3 Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Salinitas


a. Penguapan ( evaporasi ) : semakin besar tingkat penguapan air laut
di suatu wilayah, maka salinitasnya tinggi. Sebaliknya, apabila
daerah yang rendah tingkat penguapan air lautnya, maka daerah itu
rendah kadar garamnya
b. Curah Hujan : semakin besar atau banyaknya curah hujan disuatu
wilayah laut maka salinitas air laut itu kaan rendah. Sebaliknya,
apabila semakin sedikit atau kecil curah hujan yang turun maka
salinitasnya akan semakin tinggi.
c. Bayak atau sedikitnya sungai yang bermuara dilaut tersebut :
semakin banyak sungai yang bermuara ke laut tersebut maka
salinitas laut tesebut akan rendah. Sebaliknya, semakin sedikit
sungai yang bermuara ke laut tersebut maka salinitasnya akan
semakin tinggi

2.3 Densitas
2.3.1 Distribusi Densitas Vertikal
Secara vertikal distribusi densitas dapat dibagi menjadi 3 lapisan :
a. Massa air pada kedalaman < 100 m sangat dipengaruhi oleh angin dan
gelombang, sehingga besarnya densitas relatif homogen.
b. Di bawah lapisan ini terjadi perubahan temperatur yang cukup besar
(Thermocline) dan juga salinitas (Halocline), sehingga menghasilkan pola
perubahan densitas yang cukup besar (Pynocline).
c. Di bawah Pynocline hingga ke dasar laut mempunyai densitas yang lebih
padat
Khususnya, pinoklin berada pada kedalaman 500 - 1000 meter (1600
kaki - 3300 kaki). Namun demikian, di lintang menengah pinoklin
musiman dapat terbentuk pada lapisan campur.
d. Di lapisan dalam, densitas meningkat secara bertahap terhadap
kedalaman dan air bergerak dengan lambat; di hanya beberapa lokasi
(biasanya di dekat dasar) pergerakan air cukup cepat untuk dianggap
sebagai arus.
(http://diarnenochan.blogspot.com/2011/03/densitas-air-laut.html)

2.3.2 Distribusi Densitas Horizontal


Densitas horizontal terbentuk oleh variasi salinitas, suhu atau kandungan
sedimen. Arus densitas ini umumnya terjadi didaerah pantai dan estuari
dimana terdapat fluks air tawar ke arah laut. Fluks air tawar ini akan
mengakibatkan adanya variasi atau gradien densitas dalam arah
horizontal yang bertambah besar ke arah laut.
(http://yudopotter.wordpress.com/page/2/)

2.4 Hubungan Antara Suhu, Salinitas, dan Densitas

DAFTAR PUSTAKA
http://undiposeanografi.blogspot.com/2011/11/oseanografi-is-oceanography-oseanografi.html